tagar.id Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku pada tanggal 3-20 Juli 2021 di Pulau Jawa-Bali. Kebijakan ini diambil untuk menekan laju pandemi Covid-19 yang tengah mengalami lonjakan saat ini.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan, sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan tersebut, pemerintah juga terus memperkuat upaya penanganan pandemi.

“Jadi yang pertama adalah perubahan perilaku atau terkenal dengan 3M, yang kedua adalah deteksi atau 3T, yang ketiga adalah vaksinasi. Itu tiga strategi untuk mengatasi pandemi untuk orang yang sehat. Sedangkan untuk yang sudah sakit, ada strategi perawatan atau terapeutik,” ujarnya dalam keterangan pers secara virtual, 1 Juli 2021.

Menkes menegaskan, pemerintah menjalankan ini secara bersamaan sesuai dengan panduan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO. “Jadi tidak ada satu yang lebih penting dibandingkan yang lain,” imbuhnya.

Untuk deteksi, Menkes meminta jajaran di daerah untuk meningkatkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) hingga 3-4 kali lipat dari yang dilakukan saat ini.

Untuk mencapai target tersebut, setiap kabupaten/kota telah ditetapkan target harian yang harus dikejar, ini sesuai dengan guidance WHO.

“Kita bisa mengharapkan mungkin dari sekitar 100-an ribu sekarang, kita bisa naikkan menjadi 400-500 ribu testing per hari. Jadi banyak daerah-daerah, klaster-klaster yang sudah tinggi positivity rate-nya kita harus naikkan itu sampai 15 kali lipat atau 15 tes per 1.000 populasi per minggu,” paparnya.

Tak hanya peningkatan kapasitas, imbuh Menkes, prioritas pengetesan juga akan diperbaiki yaitu untuk pengetesan epidemiologis bukan untuk penapisan atau syarat perjalanan.

“Jadi benar-benar kita kejar suspect dan kontak eratnya, bukan yang skrining dia mau masuk ke mana, mau jalan ke mana, tapi benar-benar khusus untuk testing epidemiologi karena ini yang dibayar oleh negara,” tegasnya.

Untuk pelacakan atau tracing, ujar Menkes, juga akan diperketat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan swab PCR maupun RDT antigen.

RDT antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.

“Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai rapid antigen,” ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan memastikan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit hanyalah pasien yang memiliki gejala sedang sampai berat. Hal ini bertujuan agar pasien yang tidak bergejala tidak akan terekspos oleh virus di rumah sakit.

“Jadi masyarakat tidak usah panik, kalau tidak ada sesak nafas, kalau saturasi oksigennya masih di atas 95 persen, kalau tidak ada komorbid, lebih baik dirawat di rumah kalau dia positif, atau dirawat di isolasi terpusat seperti di Wisma Atlet,” ujar Menkes.

Budi menambahkan, pemerintah juga terus berupaya untuk memastikan ketersediaan pasokan oksigen di seluruh rumah sakit di Pulau Jawa dan memastikan manajemen di setiap rumah sakit berjalan dengan baik.

“Kita juga akan memastikan oksigen akan kita rapikan supply dan demand untuk seluruh rumah sakit di Jawa. Kita akan monitor ketat ini,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan mengeluarkan aturan mengenai telemedicine untuk daerah-daerah yang memiliki tekanan kasus sangat tinggi seperti Jakarta, sehingga kesehatan para pasien yang sedang diisolasi secara mandiri dapat selalu terpantau oleh para dokter.

Khusus untuk daerah dengan sebaran kasus tinggi, pemerintah juga telah menyediakan tempat isolasi terpusat seperti Wisma Nagrak, Rusun Pasar Rumput, dan Asrama Haji yang kapasitasnya sama dengan Wisma Atlet.

“Jadi kita sudah ada dua kali kapasitas Wisma Atlet yang sekarang sudah siap,” tutur Budi.

Kemudian terkait vaksinasi, menurut Menkes, pemerintah akan mempercepat vaksinasi terutama untuk daerah zona merah. Pemerintah akan mengarahkan jatah vaksin yang diperoleh untuk daerah-daerah tersebut.

“Kita akan percepat vaksinasinya diharapkan bulan ini dan bulan depan 70 persen kita targetkan sudah divaksinasi untuk daerah-daerah yang zona merah tadi,” tandasnya. (FID/UN)/setkab.go.id. []

Diterbitkan di Berita

Danu Damarjati - detikNews Jakarta - Seharian ini, muncul 24.836 kasus baru COVID-19 dari seluruh Indonesia. Ini adalah catatan tertinggi sepanjang sejarah COVID-19 di Indonesia. Rekor tertinggi kasus baru COVID-19 yang tercatat 21.807 kasus pada 30 Juni kemarin terpecahkan.

Kewaspadaan terhadap COVID-19 perlu ditingkatkan. Data penambahan kasus Corona ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, Kamis (1/7/2021).

Data diperbarui setiap hari dengan cut off setiap pukul 12.00 WIB. Dengan adanya tambahan 24.836 kasus baru, total kumulatif kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 2.203.108 kasus.

Sementara ini, kasus aktif COVID-19 hari ini bertambah 14.458 kasus sehingga menjadi 253.826 kasus aktif. Angka pasien Corona yang dinyatakan sembuh khusus hari ini ada 9.874 orang.

Total pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 1.890.287 orang. Kabar duka, ada 504 pasien Corona meninggal dunia hari ini. Total jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 58.995 orang.

Hari ini, pemerintah memantau 131.329 kasus suspek Corona. Jumlah spesimen COVID-19 yang diperiksa pemerintah hari ini berjumlah 155.191 spesimen.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. Masyarakat diminta berdisiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak.

(dnu/dnu)

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali kedatangan 14 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari China pada Rabu (30/6/2021). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jutaan dosis vaksin covid-19 tersebut masih berupa bahan baku.

"Total bahan baku vaksin dari Sinovac yang sudah datang di kita adalah 105 juta dosis vaksin," kata Budi dalam siaran langsung yang ditayangkan Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6/2021).

Berhubung vaksin yang tiba masih dalam bentuk bahan baku, Budi menyebut perlu waktu kurang lebih satu bulan untuk membuat vaksin itu bisa digunakan. Vaksin itu akan diolah oleh Biofarma.

"Dari 105 juta ini, nantinya akan jadi 85 juta vaksin jadi yang bisa kita pakai dan itu akan siap satu bulan setelah sekarang. Jadi mungkin di awal Agustus akan ada 85 juta vaksin Sinovac yang sudah siap bisa kita gunakan," papar Budi.

Donasi Vaksin Bertambah

Budi memastikan ke depannya vaksin Covid-19 yang akan masuk ke Tanah Air bakal semakin banyak. Menurutnya Covax Gavi juga memberikan donasi vaksin ke pemerintah Indonesia.

"Kita juga bulan ini akan masuk dari AstraZeneca. Bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan menjadi semakin banyak," ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Budi, pihaknya bakal semakin mempercepat proses vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat Indonesia.

"Agar InsyaAllah di akhir tahun, 181,5 juta rakyat Indonesia sudah divaksin, at least satu kali," pungkasnya.

Diterbitkan di Berita
Nafilah Sri Sagita K - detikHealth Jakarta - Varian lambda disebut besar kemungkinan masuk daftar variant of concern (VoC). Hal ini dikarenakan beberapa mutasi di turunan varian tersebut mirip dengan sejumlah variant of concern.

Terlebih, menurut ahli, varian lambda sudah ditemukan menyebar ke 29 negara. Sementara, WHO hingga kini masih mengklasifikasikan varian lambda sebagai variant of interest (VoI).

"Mengingat VOI ini telah menyebar dengan cepat di Peru, Ekuador, Chili, dan Argentina, kami percaya bahwa ini memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi variant of concern," jelas peneliti Brasil dalam jurnal medRxiv, dikutip dari News Medical.

Sudahkah varian lambda masuk Indonesia?

Hingga kini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan belum ada laporan varian lambda di Indonesia.

"Belum (ada varian lambda)," demikian konfirmasi singkat kepada detikcom Selasa (29/6/2021).

Sementara, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 20 Juni 2021, jumlah varian baru Corona yang diwaspadai dunia sebanyak 211 kasus.

Variant of concern (VoC) seperti varian Alpha (Corona B117) tercatat 45 kasus, disusul varian Beta (Corona B1351) enam kasus, dan paling banyak adalah varian Delta (B16172) 160 kasus.

 

  

COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk
COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk Foto: infografis detikHealth

 

 

Sebaran detail kasus variant of concern (VoC) adalah sebagai berikut.

 

Varian Alpha

  • Sumatera Utara: 2 kasus

  • Riau: 1 kasus

  • Kepulauan Riau: 1 kasus

  • Sumatera Selatan: 1 kasus

  • DKI Jakarta: 33 kasus

  • Jawa Barat: 2 kasus

  • Jawa Tengah: 1 kasus

  • Jawa Timur: 2 kasus

  • Bali: 1 kasus

  • Kalimantan Selatan: 1 kasus

Varian Beta

  • DKI Jakarta: 4 kasus

  • Jawa Timur: 1 kasus

  • Bali: 1 kasus

Varian Delta

  • Sumatera Selatan: 3 kasus
  • Banten: 2 kasus
  • Jawa Barat: 1 kasus
  • Jawa Tengah: 80 kasus
  • Jawa Timur: 10 kasus

 

COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk
COVID-19 Makin Beragam! Ini Beda Varian Lambda, Delta, Kappa, Dkk Foto: infografis detikHealth



(naf/up)

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima vaksinasi secara lengkap mencapai 13,182 juta jiwa hingga Senin, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 per hari ini (28/6) bertambah 73.003 menjadi 13.182.034 orang.

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 304.135 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 27.419.898 jiwa.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 67,95 persen dari total 40.349.049 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 tahap I dan II.

Sementara warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 32,67 persen dari total sasaran vaksinasi tahap I dan II.

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari populasi dalam upaya mewujudkan kekebalan komunal terhadap COVID-19.

Guna mempercepat pencapaian target tersebut, pemerintah berupaya memperbanyak dan meningkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Sebanyak lima juta dosis vaksin COVID-19 jenis CanSino asal China, menurutDirektur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, akan tiba di Indonesia mulai Juli 2021.

"Rencananya kita akan supply agreement dengan mereka sejumlah lima juta dosis, dengan vaksin pertama sekitar 3 juta dosis itu akan datang sekitar Juli-September dan sisa 2 juta dosis akan datang pada kuartal IV 2021," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/6).

Mengutip laman Bloomberg, vaksin CanSino China memiliki tingkat kemanjuran 65,7% dalam mencegah gejala COVID-19 berdasarkan analisis dari uji coba tahap akhir. Uji coba tahap akhir melibatkan 30.000 peserta dan 90,98% efektif dalam mencegah penyakit parah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebuah vaksin perlu memberikan setidaknya 50% tingkat perlindungan agar dianggap efektif.

Meskipun data, CanSino sekilas tampak lebih rendah daripada tingkat perlindungan 95% yang diberikan oleh bidikan dari Pfizer Inc. dan Moderna Inc. Data ini hanya memerlukan satu bidikan, bukan dua.

Meskipun angka kemanjurannya lebih rendah, vaksin tersebut menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan inokulasi mRNA mutakhir dari Pfizer dan Moderna. Vaksin CanSino lebih murah disimpan dan hanya memerlukan satu kali suntikan.

“Satu vaksin, satu kali kunjungan dan logistik yang lebih murah, itulah kelebihannya,” kata Penasihat Kesehatan Pakistan Faisal Sultan.

Selain Indonesia, vaksin CanSino juga akan memasok 35 juta dosis ke Meksiko. Sementara Malaysia sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan 3,5 juta suntikan. Pakistan, di mana salah satu uji coba terbesar CanSino sedang dilakukan, akan mendapatkan 20 juta dosis.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mencatat lebih dari 98 ribu orang menjalani tes pemeriksaan Covid-19 pada hari ini. Sebanyak 21,47 persen di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Dalam data yang dipublikasi pemerintah, ada 98.274 orang yang melakukan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan. Sebanyak 21.095 orang di antaranya positif Covid-19. Jumlah itu merupakan rekor tertinggi kasus harian di Indonesia.

Secara rinci, ada 55.612 orang menjalani tes RT-PCR. Dari jumlah itu, 20.524 orang dinyatakan terpapar virus corona. Sementara itu, ada 280 orang yang menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM). Sebanyak 170 di antaranya positif Covid-19.

Dengan catatan itu, positivity rate dari pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode deteksi molekuler/Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) mencapai 37,02 persen.

Di saat yang sama, ada 42.382 orang yang dites menggunakan rapid antigen. Namun, hanya 401 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, epidemiolog meminta pemerintah untuk meningkatkan kapasitas testing sebagai langkah mengatasi lonjakan pandemi, di luar kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat seperti PPKM Mikro.

"Menyasar minimal 200-300 ribu orang per hari untuk dites. Nah itu baru kita bisa punya harapan untuk kebijakan PPKM," kata epidemiolog Universitas Indonesia, Hermawan Saputra, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/6).

Hermawan mengatakan pendekatan kebijakan yang dilakukan dalam PPKM tidak bisa diandalkan jika tracing dan testing masih lemah.

Indonesia sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir. Fenomena yang disebut sebagai gelombang kedua ini dipicu oleh mobilitas warga saat Lebaran Idulfitri, serta beberapa kegiatan massal seperti hajatan atau kumpul keluarga.

Hari ini, Indonesia mencatat total 2.093.962 kasus Covid-19. Sebanyak 194.776 orang masih positif Covid-19, 1.842.457 orang sembuh, dan 56.729 meninggal dunia.

(dhf/vws)

Diterbitkan di Berita

BBC News Indonesia

Menjelang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, para ahli medis telah mewanti-wanti tentang kemungkinan penyebaran Covid-19.

Olimpiade dimulai pada 23 Juli dan penyelenggara mengatakan hingga 10.000 warga setempat akan diizinkan menonton acara itu seacara langsung.

Adapun Paralimpiade dimulai pada 24 Agustus, dengan jumlah penonton yang akan dikonfirmasi pada 16 Juli.

Bagaimana langkah persiapan Jepang? Lantas apakah Indonesia tetap mengirimkan kontingen ke Jepang?

Bagaimana situasi infeksi Covid-19 di Jepang?

Sekitar 1.400 kasus baru dilaporkan setiap hari, tetapi jumlah kasus telah turun dari puncaknya, yakni lebih dari 6.000 kasus pada pertengahan Mei.

 

Charts show Covid cases and deaths in Japan

 

Para ahli mengatakan tingkat kasus harian di kota tuan rumah Tokyo harus turun di bawah 100 kasus agar penyelenggaraan Olimpiade bisa berjalan aman.

Pada 21 Juni, otoritas kesehatan kota melaporkan 236 kasus baru, dengan rata-rata hanya di bawah 400 kasus baru sehari selama tujuh hari terakhir.

Penurunan tajam dari pertengahan Mei kini telah mendatar, sebagaimana dengan gambaran nasional.

 

Chart shows Covid cases in Tokyo over time

Pada puncak penularan pada bulan Mei, rumah sakit di banyak daerah kewalahan sehingga dengan sebagian besar Jepang dalam keadaan darurat. Hal ini membuat otoritas melakukan kebijakan pembatasan.

Dalam pelaksanaan Olimpiade, akan diberlakukan kebijakan khusus di Tokyo, seperti pembatasan operasional bar.

Berapa orang yang sudah divaksinasi?

Kampanye vaksinasi massal diluncurkan di dua kota terbesar, Tokyo dan Osaka, ketika infeksi meningkat.

Tetapi sampai saat ini, hanya sekitar 16% dari negara yang telah divaksinasi.

Itu kira-kira proporsi yang sama dengan warga yang mendapat satu dosis di India.

 

The Ugandan Olympic team in Japan

Tim Uganda telah tiba di Tokyo tetapi salah satu tim harus dikarantina setelah dinyatakan positif Covid REUTERS

 

Lebih dari setengah populasi Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman telah mendapat satu dosis vaksin.

Jepang baru mulai memvaksinasi orang pada bulan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara maju lainnya.

Vaksin Pfizer, selama beberapa bulan, adalah satu-satunya vaksin yang disetujui di Jepang.

Proses ini memakan waktu lebih lama karena Jepang bersikeras melakukan uji coba sendiri di samping tes yang dilakukan secara internasional.

 

Elderly man receiving jab in Tokyo

Ada sejumlah hambatan dalam program vaksinasi Jepang GETTY IMAGES

 

Para pejabat mengatakan hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan warga pada vaksin, menurut pemberitaan surat kabar Asahi Shimbun.

Kekhawatiran seputar efek samping vaksin telah berkontribusi pada keraguan terhadap vaksinasi di masa lalu.

Sebuah kajian yang dilakoni Imperial College London terhadap 15 negara menemukan bahwa Jepang memiliki tingkat kepercayaan terendah terhadap vaksin virus corona.

Peluncuran vaksin juga terhambat karena kurangnya pasokan dan hambatan logistik.

Hukum Jepang hanya mengizinkan dokter dan perawat untuk melakukan vaksinasi, tetapi aturan tersebut sekarang telah dilonggarkan untuk memungkinkan dokter gigi hingga paramedis mendukung upaya vaksinasi.

Sejak awal bulan, jumlah suntikan harian meningkat hampir dua kali lipat - pertanda bahwa pendekatan baru tampaknya berhasil.

Jepang dilaporkan telah mendapatkan lebih dari 300 juta dosis suntikan Pfizer, AstraZeneca dan Moderna (mereka menyetujui produksi dan penggunaan AstraZeneca dan Moderna pada bulan Mei), yang akan cukup untuk memvaksinasi seluruh penduduk.

Langkah apa lagi yang diambil Jepang?

Jepang -tak seperti banyak negara lainnya- tidak menerapkan kebijakan lockdown yang ketat atau menutup perbatasannya secara keseluruhan sejak pandemi terjadi tahun lalu.

 

Japanese officials at start of torch relay in Fukushima

Arak obor Olimpiade dimulai pada bulan Maret GETTY IMAGES

 

Pada April 2020, pemerintah memberlakukan keadaan darurat, meskipun pedoman tinggal di rumah bersifat sukarela.

Bisnis yang tidak penting diminta untuk tutup, tetapi tidak akan kena sanksi jika tidak mematuhinya.

Pembatasan masuk diberlakukan untuk beberapa negara.

Meskipun memiliki populasi lansia yang besar dan pusat kota yang padat penduduk, Jepang terbukti relatif berhasil dalam mengendalikan virus di awal dan menghindari tingkat kematian yang tinggi.

Ada beberapa teori yang menjawab mengapa hal ini bisa terjadi, antara lain:

  • kepatuhan publik yang tinggi terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker
  • kontak fisik yang dekat seperti berpelukan dan berciuman umumnya dihindari
  • tingkat penyakit kronis yang lebih rendah seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes

 

Crowds in street in Japan

Warga Jepang patuh memakai masker GETTY IMAGES

 

Namun, ada peningkatan kasus sepanjang tahun 2020 dan secara nasional, jumlah kasus meningkat tajam di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Januari 2021.

Pada saat itu, pemerintah menghadapi kritik atas kampanye perjalanan domestik demi meningkatkan perekonomian.

Keadaan darurat diumumkan di Tokyo dan sembilan wilayah lainnya ketika jumlah kasus mulai meningkat pada bulan April.

Apa langkah Indonesia?

Jumlah kasus penularan covid di Tokyo masih relatif tinggi walau belakangan ini sudah menurun, Indonesia tetap mempersiapkan kontingennya ke pesta olahraga terbesar sedunia itu, seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Ferry Kono.

"Sementara ini kita masih tetap on schedule. Semua atlet kita sudah divaksin. Kita juga melakukan monitoring atas aktivitas mereka selama empat minggu sebelum keberangkatan. Dan ini semua memenuhi protokol yang sudah ditetapkan melalui guide book yang kami terima," kata Ferry kepada BBC News Indonesia Selasa (22/06).

Keberangkatan kontingen Indonesia akan dibagi dalam empat kloter. Kloter pertama tanggal 8 Juli adalah tim badminton yang akan menjalani training camp di Kumamoto.

"Kloter berikut pada tanggal 18 (Juli) dari Jakarta adalah rombongan besar selain tim badminton. Lalu ada lagi tanggal 21 dan tanggal 25 Juli," ujarnya.

Setidaknya ada delapan cabang olahraga yang sudah disiapkan kontingen Indonesia untuk berlaga di Olimpiade Tokyo, yaitu angkat besi (lima atlet), atletik (dua atlet), badminton (11 atlet), menembak (satu atlet), panahan (empat atlet), mendayung (dua atlet), selancar ombak (satu atlet dengan disiapkan satu atlet cadangan), dan renang (dua atlet).

Sedangkan untuk cabang senang dan voli pantai, lanjut Ferry, pihaknya masih menunggu hasil kualifikasi.

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Sebagai pemimpin nasional, telah banyak hal yang ditinggalkan Soekarno . Segudang nilai bisa ditelusuri sekaligus diteladani masyarakat dari proklamator kemerdekaan berjuluk Putra Sang Fajar ini.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir setidaknya ada lima hal yang bisa dicontohkan Bung Karno untuk generasi di bawahnya.

"Pertama, Bung Karno telah memberikan contoh bagi kita sebagaimana para pendiri bangsa dan pejuang bangsa di negeri tercinta, yakni pengkhidmatan, perjuangan, dan pengorbanan yang tanpa pamrih untuk Indonesia, baik sewaktu melawan penjajah maupun setelah Indonesia merdeka," kata Haedar menyambut Haul Ke-51 Bung Karno, 21 Juni 2021.

Haedar menyatakan bahwa Bung Karno sampai harus dibuang ke Ende, ke Bengkulu, dan diasingkan ke berbagai tempat. Bahkan, Bung Karno pernah dipenjara di Bandung.

"Yang kedua, kita belajar dari Bung Karno adalah sosok yang bersahaja dan mencintai rakyat kecil. Sampai akhir hayatnya, kita kenal Bung Karno tidak punya harta dan materi, tetapi sejarah perjalanannya sangat mencintai rakyat kecil, lahir dan batin," kata dia.

Menurut Haedar, konsep Marhaenisme adalah wujud dari pengkhidmatan Bung Karno untuk membela kaum lemah, duafa, dan rakyat jelata. Dia mengharapkan tindakan Bung Karno itu mengilhami para anak bangsa.

"Yang ketiga, kita belajar dari Bung Karno tentang sosok pemimpin yang cerdas, berilmu, berwawasan, dan bervisi kebangsaan yang melintas batas. Bung Karno adalah pembelajar yang selalu haus ilmu, belajar pada siapa pun, pada Tjokroaminoto, Kiai Dahlan, dan tokoh-tokoh lain yang menjadi rujukan dari sejarah perjalanannya di samping pada tokoh-tokoh dunia," paparnya.

Bung Karno, lanjut Haedar, gemar membaca dan visi kebangsaannya melampaui zaman. Bung Karno juga sosok yang mampu mengintegrasikan keagamaan, keislaman, dan kebangsaan atau keindonesiaan.

Menurut Haedar, ketika Piagam Jakarta kemudian dikompromikan, lalu lahir kesepakatan yang menjadi dasar dari Hari Konstitusi 18 Agustus 1945 tentang Pancasila, dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah bukti dari Bung Karno adalah sosok yang selalu mencari titik temu tentang agama dan keindonesiaan.

Bahkan ketika mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 disebutkan Piagam Jakarta adalah menjiwai Undang-undang Dasar 1945. Dia menambahkan, Bung Karno betul-betul memberi teladan bahwa agama dan Islam bukanlah lawan dari keindonesiaan, kebangsaan. Namun, satu senyawa untuk Indonesia.

"Yang kelima kita belajar dari Bung Karno tentang kenegarawanan. Jiwa kenegarawan Bung Karno melintas batas dan melampaui segalanya. Beliau mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dari kepentingan diri dan kelompoknya," tambahnya.

Haedar menyatakan Bung Karno berdialog dengan siapa saja, bahkan tetap menjalin hubungan dengan mereka yang berpandangan politik berbeda. Bung Karno juga menjadi sosok yang dalam saat-saat kritis menempatkan kepentingan rakyat dan bangsa di atas segalanya.

"Lima teladan ini di samping masih banyak teladan yang lainnya harus menjadi rujukan kita yang mengenang Bung Karno, mencintai Bung Karno, dan ingin meneruskan jejak Bung Karno sebagaimana tokoh-tokoh bangsa di republik tercinta ini. Bagaimana kita selalu berjuang tanpa pamrih bersahaja tanpa memupuk materi dan cinta rakyat kecil lahir dan batin dalam tindakan nyata," pungkas Haedar.


(muh)

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Belakangan ini sejak memasuki bulan Juni 2021, hujan masih sering terjadi di wilayah barat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Curah hujan ini merupakan pengaruh dinamika laut-atmosfer yang terjadi di Samudra Hindia.

"Dinamika ini ditunjukkan dari pembentukan pusat tekanan rendah, berupa pusaran angin yang dinamakan dengan vorteks di selatan ekuator dekat pesisir barat Jawa dan Sumatra," jelas Erma Yulihastin, Peneliti Klimatologi PSTA-LAPAN, Selasa (22/6/2021).

Lebih lanjut, Erma memaparkan, pembentukan vorteks di Samudra Hindia yang sangat intensif sejak awal Juni ini diprediksi bertahan sepanjang periode musim kemarau.

Dengan begitu, terdapat potensi yang menimbulkan anomali musim kemarau yang cenderung basah sepanjang bulan Juli-Oktober pada tahun ini.

Selain itu, juga diperkuat dengan prediksi pembentukan Dipole Mode negatif di Samudra Hindia yang berpotensi menimbulkan fase basah di barat Indonesia.

Dipole Mode ini ditandai dengan penghangatan suhu permukaan laut di Samudra Hindia dekat Sumatra, sedangkan sebaliknya di wilayah dekat Afrika mengalami pendinginan suhu permukaan laut.

Kondisi ini mengakibatkan pemusatan aktivitas awan dan hujan terjadi di Samudra Hindia barat Sumatra, sehingga berdampak pada pembentukan hujan yang berkepanjangan selama musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

Penghangatan suhu permukaan laut di Samudra Hindia barat Sumatra ini, juga merupakan bagian dari feedback response terhadap kondisi di Samudra Pasifik, yang saat ini mengalami La Nina namun semakin melemah dan cenderung menuju kondisi netral.

Meskipun demikian, Diple Mode negatif ini diprediksi hanya berlangsung secara singkat, yaitu pada Juli dan Agustus.

"Sehingga belum memenuhi kriteria Dipole Mode yang secara ilmiah harus terjadi minimal 3 bulan berturut-turut," tambah Erma.

Di luar hal itu, eksistensi vorteks dan penghangatan suhu permukaan laut di perairan lokal Indonesia diprediksi akan terus berlangsung hingga Oktober.

Gabungan vorteks dan anomali suhu permukaan laut lokal ini merupakan faktor pembangkit yang menyebabkan anomali musim kemarau cenderung basah pada tahun ini.

"Terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, dan timur laut, Maluku, Sulawesi, dan Halmahera," tandasnyam
(ysw)
Diterbitkan di Berita