Rahma Indina Harbani - detikEdu Jakarta - Indonesia siap untuk bersaing di olimpiade matematika dalam kancah internasional. Hal ini dinyatakan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan merilis 11 nama mahasiswa terbaik yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Olimpiade yang akan diikuti oleh tim Indonesia bernama International Mathematics Competition (IMC) 2021 dan negara Bulgaria yang akan menjadi tuan rumahnya. Namun, mengingat kondisi masih pandemi, olimpade ini diselenggarakan secara daring pada 2 Agustus hingga 7 Agustus 2021 besok.

"#SahabatDikbud, mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia tengah berkompetisi di ajang International Mathematics Competition (IMC) 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 2 s.d. 7 Agustus 2021 di Bulgaria secara daring," tulis Kemendikbudristek melalui akun resmi Instagramnya, dikutip Jumat (6/8/2021).

Peserta yang akan diturunkan dalam olimpiade matematika adalah peraih medali dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) di bidang matematika. Berikut ini 11 nama yang dirilis Kemendikbudristek,

Daftar wakil Indonesia di olimpiade matematika IMC:

- Akeyla Pradia N: Intstitut Teknologi Bandung (ITB)

- Rizma Yudatama: Universitas Sebelas Maret (UNS)

- Nabil Mahatir: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

- Waffiw Maaroja: Universitas Gadjah Mada (UGM)

- M. Reza Ardhana: Institut Pertanian Bogor (IPB)

- Bramantya Arya D: Institut Pertanian Bogor (IPB)

- Andry Wijaya: Universitas Indonesia (UI)

- Kevin Tenata: Universitas Indonesia (UI)

- Syaifullah Hi Nurdin: Universitas Hasanudin (Unhas)

- Alvian Alif H: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

- Rofiud Darojad: Universitas Negeri Malang (UM).

Sebagai informasi, kompetisi internasional International Mathematics Competition (IMC) merupakan olimpiade matematika internasional yang selalu diadakan setiap tahun. Biasanya ajang olimpiade besar ini diadakan sekitar bulan Juli sampai dengan Agustus.

Wah, hebat ya Indonesia bisa menurunkan 11 mahasiswa untuk berlaga di olimpiade matematika berskala dunia. Yuk, kita beri semangat, detikers!
(rah/row)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31 persen (q-to-q).  Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y).

Hal itu diungkap Kepala Badan Pusat Satatistik (BPS) Suhariyanto dalam keterangan resminya yang disampaikan secara virtua, hari ini, Kamis (5/8/2021).

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.772,8 triliun.

“Pertumbuhan (y-on-y) triwulan II-2021 terjadi di semua kelompok pulau. Hal ini terutama terlihat pada kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 57,92 persen, dan pertumbuhan (y-on-y) sebesar 7,88 persen,” kata Suhariyanto.

Menurut Suhariyanto, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,07 persen.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 7,78 persen. Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 18,51 persen.

“Ekonomi Indonesia semester I-2021 terhadap semester I-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,10 persen (c-to-c),” kata Suhariyanto.

Editor : Intoniswan

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas cabang olahraga badminton Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mendapat medali tersebut setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) pada partai final, Senin (2/8/2021) pagi WIB.

Berlaga di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Greysia/Apriyani menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15 dalam tempo 55 menit. Greysia/Apriyani menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.

Sebelumnya, prestasi terbaik ganda putri Indonesia di kompetisi multicabang olahraga empat tahunan itu hanya perempat final, yakni pada Olimpiade Rio 2016 (Greysia Polii/Nitya Krishinda).

Selain itu, kesuksesan Greysia/Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. Baca juga: Ivana Lie Yakin Greysia/Apriyani Tampil Maksimal di Final Olimpiade

Jalannya pertandingan Greysia/Apriyani sempat kehilangan angka pertama. Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan 2-1 usai dua drop shot Greysia jatuh ke bidang permainan lawan.

Selain drop shot, Greysia/Apriyani juga pandai dalam menempatkan bola. Hal itu ditunjukkan Greysia/Apriyani saat menambah keunggulan menjadi 5-1. Keunggulan Greysia/Apriyani terus bertambah.

Dua bola panjang ganda putri China jauh ke belakang. Mereka pun menjauh 7-3. Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin dan keunggulan mereka menyempit jadi satu poin saja pada kedudukan 8-7.

Namun, Greysia/Apriyani berhasil mengatasinya dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-8. Baca juga: Final Olimpiade Tokyo, Head to Head Greysia/Apriyani Vs Chen/Jia Selepas jeda, Greysia/Apriyani kehilangan tiga poin akibat kesalahan mereka sendiri.

Kedudukan berubah menjadi imbang 11-11, mereka masih unggul. Namun, Greysia/Apriyani segera merebut dua poin lagi dan keunggulan mereka bertambah menjadi 13-11. Chen/Jia banyak melakukan kesalahan setelah itu, Greysia/Apriyani pun semakin di atas angin.

Mereka unggul empat poin pada kedudukan 16-12. Keunggulan Greysia/Apriyani bertambah menjadi lima poin saat memasuki poin-poin kritis, yakni pada kedudukan 19-14. Ganda putri China banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga menguntungkan Greysia/Apriyani.

Namun, setelah itu, Greysia/Apriyani justru banyak kehilangan poin. Mereka tak mampu mengembalikan serangan-serangan Chen/Jia. Kedudukan menjadi 19-18.

Setelah melalui pertarungan sengit, Greysia/Apriyani akhirnya memenangi gim pertama dengan skor 21-19.

Pada awal gim kedua, sempat terjadi reli panjang sebelum diakhiri dengan smes Apriyani Rahayu. Skor 1-0 untuk Greysia/Apriyani.

Kedudukan sempat berubah 1-1, tapi Greysia/Apriyani merebut keunggulan kembali menjadi 3-1 usai netting Chen/Jia menyangkut di net dan smes Apriyani Rahayu melunucur telak ke area lawan.

Greysia/Apriyani menambah keunggulan menjadi 7-2, beberapa kesalahan ganda putri China dan kecerdikan Apriyani dalam menempatka bola, menjadi sumber poin Greysia/Apriyani.

Interval gim kedua akhirnya bisa dimenangi Greysia/Apriyani dengan keunggulan 11-7. Smes tajam Apriyani mengakhiri perlawanan Chen/Jia pada paruh pertama gim kedua.

Selepas jeda, refleks Apriyani Rahayu dalam mengembalikan flick serve Chen/Jia membuat ganda putri Indonesia menambah keunggulan 12-8. Greysia/Apriyani terus menekan Chen/Jia.

Pukulan-pukulan mereka banyak yang tak bisa diantisipasi lawan. Mereka pun menjauh 17-9. Keunggulan itu terus dijaga oleh Greysia/Apriyani, bahkan bertambah menjadi sembilan poin pada kedudukan 19-10 saat bola kiriman Chen/Jia menyangkut di net.

Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin, tetapi akhirnya bisa memenangi gim kedua dengan skor 21-15. 

Editor : Faishal Raihan

Diterbitkan di Berita

alinea.id Indonesia menerima hibah vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Vaksin yang tiba pada Minggu (1/8) ini, dicatat dalam kedatangan tahap ke-32 dan merupakan hasil kerja sama multilateral dengan skema COVAX Facility.

Selain itu, Indonesia juga menerima hibah dosis sebanyak 620.000 dosis vaksin AstraZenecca dari Kerajaan Inggris. Vaksin tahap ke-33 itu dijadwalkan Senin (2/8), merupakan hasil kerja sama bilateral dengan Kerajaan Inggris.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, saat ini dirinya berada di Washington DC melakukan kunjungan kerja atas undangan Menlu AS Antony Blinken. 

Pertemuan pertama telah dia mulai di hari yang sama dengan Kurt Campbell, Deputy National Security Council White House, yang juga memiliki portofolio sebagai Koordinator Indo-Pasifik pada Dewan Keamanan Nasional AS.

Menurut Menlu Retno, selain berbagai isu strategis di kawasan, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama penanganan Covid-19.

Sebagai hasil diskusi yang intensif baik dengan Secretary Blinken maupun dengan NSA Jack Sullivan, Amerika Serikat telah memberikan tambahan dukungan vaksin dose-sharing AS melalui COVAX Facility, sebanyak 3.5 juta dosis vaksin jadi yang tiba kemarin, di Jakarta.

"Ini adalah ketibaan vaksin Moderna dari AS tahap tiga," ujarnya. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 4.500.160 dosis vaksin dari AS dalam dua tahap. Tahap pertama 3.000.060 dosis vaksin dan tahap kedua 1.500.100.

Dengan ketibaan kemarin, maka jumlah vaksin Moderna, dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah 8.000.160 dosis vaksin jadi.

Menlu Retno menambahkan, hari ini sekitar pukul 15.40 WIB, Indonesia juga akan menerima 620.000 vaksin Astra Zeneca dukungan kerja sama dose-sharing bilateral dari Pemerintah Inggris.

Dukungan vaksin dari Inggris ini juga merupakan hasil komunikasi intensif yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

"Diskusi terakhir untuk mematangkan kerja sama dose sharing ini, saya lakukan dengan Secretary Raab di sela-sela pertemuan G-20 di Mattera, Italia, pada 29 Juni 2021," ujarnya.

Menlu Retno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah AS atas dukungan tambahan vaksin. Juga kepada Pemerintah Inggris. 

Menurutnya, kerja sama melalui dose-sharing mechanism merupakan salah satu cara yang penting untuk dilakukan agar dunia dapat keluar dari pandemi ini.

Dengan ketibaan vaksin Moderna 3,5 juta ini, maka dalam catatan Kementerian Luar Negeri, Indonesia telah menerima di titik ketibaan 178.357.880 dosis vaksin yang terdiri dari vaksin curah atau bulk sebesar 144.700.280 dan vaksin jadi sebesar 33.657.600.

Jika dipilah lagi dari sisi sumbernya maka Indonesia telah menerima pengiriman sebanyak  19.704.960 dosis vaksin dari COVAX Facility, secara gratis dan semuanya merupakan vaksin yang sudah jadi.

"Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pengadaan vaksin bagi kepentingan rakyat Indonesia," ujarnya.

Diterbitkan di Berita
Adhi Prasetya - Sport Jakarta - Indonesia berpeluang menambah dua medali hari ini dari bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Sepanjang sejarah keikutsertaan, kontingen Merah Putih nyaris selalu menyumbang medali dari cabang tepok bulu tersebut.

Pada Senin (2/8/2021), Musashino Forest Sports Plaza akan menjadi saksi perebutan medali ganda putri dan tunggal putra. Di dua nomor itu, Indonesia diwakili Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Sinisuka Ginting.

Siang ini pukul 11.50 WIB di ganda putri, Greysia/Apriyani akan berjuang mendapat medali emas saat menghadapi Chen Qing Che/Jia Yi Fan dari China. Sore harinya pukul 18.00 WIB, Anthony akan berhadapan dengan Kevin Cordon (Guatemala) dalam perebutan medali perunggu.

Setidaknya satu medali akan diraih oleh Greysia/Apriyani (emas atau perak), membuat tradisi medali Indonesia di bulutangkis Olimpiade tetap terjaga. Sejak resmi masuk sebagai cabang Olimpiade pada 1992, hanya sekali Indonesia pulang tanpa membawa medali.

Hal itu terjadi pada Olimpiade London 2012. Saat itu, capaian terbaik wakil Indonesia diraih Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad yang kalah di perebutan medali perunggu. Sisanya, selalu ada medali emas yang dibawa pulang. 

Pada Barcelona 1992, Susy Susanti dan Alan Budikusuma menyumbang emas lewat nomor tunggal putri dan tunggal putra. Pada Atlanta 1996, medali emas diraih ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Empat tahun kemudian di Sydney, ganda putra kembali meraih emas, kali ini giliran Candra Wijaya/Tony Gunawan. Di Athena 2004, Taufik Hidayat memperpanjang sejarah emas tersebut.

Markis Kido/Hendra Setiawan selanjutnya sukses meraih emas di Olimpiade Beijing 2008. Sedangkan di Rio de Janeiro 2016, tradisi emas dipertahankan Owi/Butet, menebus kekalahan di London 2012. 

Tradisi Medali Indonesia di Bulutangkis Olimpiade 1992-sekarang

Barcelona 1992

Emas: Susy Susanti (Tunggal Putri), Alan Budikusuma (Tunggal Putra)

Perak: Ardy Wiranata (Tunggal Putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Ganda Putra)

Perunggu: Hermawan Susanto (Tunggal Putra)

Atlanta 1996

Emas: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Ganda Putra)

Perak: Mia Audina (Tunggal Putri)

Perunggu: Antonius Ariantho/Denny Kantono (Ganda Putra), Susy Susanti (Tunggal Putri) 

Sydney 2000

Emas: Candra Wijaya/Tony Gunawan (Ganda Putra)

Perak: Tri Kusharjanto/Minarti Timur (Ganda Campuran), Hendrawan (Tunggal Putra)

Perunggu: - 

Athena 2004

Emas: Taufik Hidayat (Tunggal Putra)

Perak: -

Perunggu: Eng Hian/Flandy Limpele (Ganda Putra), Sony Dwi Kuncoro (Tunggal Putra)

Beijing 2008

Emas: Markis Kido/Hendra Setiawan (Ganda Putra)

Perak: Liliyana Natsir/Nova Widianto (Ganda Campuran)

Perunggu: Maria Kristin Yulianti (Tunggal Putri)

London 2012

Emas: -

Perak: -

Perunggu: -

Rio de Janeiro 2016

Emas: Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (Ganda Campuran)

Perak: -

Perunggu: -

Tokyo 2020

Emas: (?)

Perak: (?)

Perunggu: (?)

(adp/aff)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Sebanyak 150 warga Arab Saudi meninggalkan Indonesia, terbang kembali ke negaranya pada Minggu (1/8/2021). Kepulangan mereka sesuai perintah pemerintah Arab Saudi seiring dengan tingginya kasus COVID-19 di Indonesia akibat merebaknya varian Delta. 
Mengutip Okaz, 150 warga Arab Saudi itu terbang dari Jakarta. Dijelaskan, kepulangan mereka sebagai tindak lanjut dan koordinasi tingkat tinggi dari Kedutaan Besar Saudi di Indonesia, mengingat rekor kasus corona harian di Indonesia mencapai lebih 40 ribu.
 
Dalam video yang diunggah, tampak calon penumpang antre melakukan check in di konter maskapai di bandara, lengkap dengan barang bawaan di atas troli. Tidak disebutkan pesawat terbang yang mereka gunakan, tapi diduga Saudia Airlines. Saudia di akun Instagramnya mengumumkan bahwa mereka membuka penerbangan dari Jakarta ke Jeddah pada 26 Juli dan 1 Agustus. Penerbangan ini hanya dikhususkan bagi:
 
1. Warga Negara Arab Saudi beserta keluarga.
2. Diplomat beserta keluarga.
3. Praktisi kesehatan beserta keluarga.
 
150 Warga Negara Arab Saudi Tinggalkan Indonesia Hari Ini (1)
Pesawat Saudia milik maskapai nasional Arab Saudi. Foto: Shutterstock
Jadwal penerbangan ini juga sesuai dengan pernyataan Dubes Arab Saudi di Indonesia Esam A Abid Althagafi pada pekan lalu yang mengatakan bahwa sekitar 200 warga negara Arab Saudi akan meninggalkan Indonesia pada 26 Juli dan 1 Agustus. 
Pada 21 Juli, Kemendagri Arab Saudi melarang warganya terbang ke Indonesia dan meminta warganya yang berada di Indonesia segera pulang. Hal ini karena tingginya kasus corona di Indonesia dan penanganan yang belum terkendali.
 
150 Warga Negara Arab Saudi Tinggalkan Indonesia Hari Ini (2)
WN Arab Saudi yang kritis karena sakit corona dipulangkan dari Indonesia pada 28 Juli 2021. Foto: Dok. Kedubes Arab Saudi
 
Pada 27 Juli, Kemendagri Arab Saudi kembali merilis pengumuman. Isinya, warga negara Arab Saudi yang nekat ke Indonesia akan diberi sanksi larangan pergi ke luar negeri selama 3 tahun.
Pada 28 Juli, Arab Saudi mengevakuasi warga negaranya yang kritis karena sakit COVID-19 dari Jakarta dengan pesawat medis udara. Ini merupakan evakuasi kedua yang dilakukan setelah evakuasi pada pekan kedua Juli.
Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom telah mengidentifikasi Covid-19 varian baru yang disebutnya lebih mengkhawatirkan.

Temuan itu berdasarkan data analisis bioinformatik yang berasal dari GISAID Initiative—organisasi nirlaba internasional yang mempelajari genetika virus. Menurut Nidom, pihaknya di Laboratoriun Profesor Nidom Foundation (PNF) sudah menengarai terkait dengan munculnya varian baru.

“Tapi bukan Delta Plus, di kami namanya B1446.2B,” ujar Nidom saat dihubungi Jumat malam, 30 Juli 2021, sambil menambahkan bahwa varian itu termasuk dalam varian Delta, selain B1617.2 dan B1617.1

Nidom menjelaskan, varian ini memiliki struktur delesi—mutasi yang berefek merusak pada protein yang dihasilkan, lebih daripada substitusi. Menariknya, kata dia, B1446.2B memiliki isolat protein yang berasal dari Indonesia, bukan impor.

“Jadi mutasi virus akibat tekanan yang terjadi di alam Indonesia, dan lebih mengkhawatirkan dari varian Delta lainnya,” tutur dia. Dari segi karakter virus, dia mengatakan varian jenis Delta ini secara umum memiliki percepatan perbanyakan diri dalam tubuh inang yang sangat tinggi.

Jadi, jika dites polymerase chain reaction (PCR), nilai batas ambang siklus virus (CT Value) rendah antara 10-18, bahkan ada yang di bawah 10 (semakin rendah angkanya, semakin tinggi jumlah virusnya atau per satuan waktu replikasinya lebih banyak).

Namun anehnya, Ketua Tim PNF itu menambahkan, jika ditanam di sel kultur—biakan sel yang digunakan untuk menumbuhkan virus yang berasal dari spesimen swab nasofaring atau trachea—agak sulit tumbuh.

Jadi, setelah PCR positif, umumnya virus itu sudah tumbuh di dalam biakan sel karena punya reseptor khusus.

Artinya, profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Unair itu berujar, ada dua kemungkinan, varian ini umumnya mampu memperbanyak diri secara cepat sehingga cepat menular atau mempunyai reseptor bukan pada angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), tapi pada reseptor lain yang bukan berada di saluran pernapasan.

“Sehingga menjadi penting upaya pelacakan varian Covid-19 varian di darah.” Varian Delta lainnya adalah Delta Plus atau dikenal sebagai B.1.617.2.1 atau AY 1.

Ini menjadi subvarian baru yang menarik perhatian komunitas medis karena memiliki mutasi yang memungkinkan virus menyerang sel paru-paru dengan lebih baik dan berpotensi lolos dari vaksin.

WebMD, pekan lalu melaporkan Delta Plus telah ditemukan di Amerika Serikat, Inggris, dan hampir selusin negara lain.

Sementara India—tempat pertama kali varian ini diidentifikasi pada Februari—telah melabeli varian itu sebagai “variant of concern”, sedang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO belum.

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Konsorsium Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total nilai investasi kurang lebih US$1.1 miliar dengan rencana penyerapan tenaga kerja sekitar 1.000 orang. 

Realisasi kerjasama tersebut, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Konsorsium Hyundai serta PT Industri Baterai Indonesia (IBI) yang diwakili langsung oleh CEO Hyundai Mobis Co. Ltd. Sung Hwan Cho, CEO LG Energy Solution (LGES) Jonghyun Kim serta Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho. 

Kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$9.8 miliar. Menurut Bahlil, perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi yang panjang dan diharapkan dapat menguntungkan semua pihak.

“Izinkan saya menyampaikan agar dalam implementasinya, sesuai dengan undang-undang, agar dapat berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan UMKM. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah saat ini. Kami akan kawal dari awal sampai akhir investasi untuk baterai sel ini,” tegas Bahlil, Kamis ( 29/07/2021).

Proyek investasi sel baterai kerja sama Konsorsium Hyundai-LG dan PT Industri Baterai Indonesia ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia secara keseluruhan dari hulu sampai dengan hilir.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Taesung mengatakan, kerja sama investasi mobil listrik dan baterai ini akan menjadi kontributor yang secara inovatif menjalankan perekonomian yang lebih berorientasi pada lingkungan, teknologi, dan ekspor.

“Saya sebagai Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia,” tukas Park.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan, terjalinnya kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua negara, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

“Dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, proyek ini termasuk sangat strategis dan bersejarah karena membantu transformasi Indonesia menuju negara dengan industri yang kuat dan maju. Tentunya betul-betul mengalihkan bisnis ekstraksi menjadi manufaktur yang lebih bernilai tambah,” tukas Umar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan Indonesia memiliki potensi menjadi pemain global industri baterai karena memiliki 24% cadangan nikel di dunia.

“Kami akan memproduksi baterai secara kompetitif untuk memenuhi kebutuhan Indonesia dan juga untuk ekspor," imbuh Toto.

Konsorsium Hyundai rencananya akan membentuk joint venture (JV) dengan PT Industri Baterai Indonesia selaku holding BUMN Baterai yang merupakan gabungan dari 4 (empat) BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam. Target kerja sama investasi ini adalah segera melakukan groundbreaking fasilitas sel baterai, yang rencananya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 Giga watt Hour (GwH), yang nantinya akan menyuplai kendaraan listrik produksi Hyundai.

Diterbitkan di Berita

Luar Biasa Eko! 4 Olimpiade 4 Medali

Senin, 26 Juli 2021 09:34

Dengan medali perak itu, Eko Yuli bukan hanya menyamai prestasi yang diraih pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Tetapi, Eko Yuli juga mencatat sejarah satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada empat penampilan beruntun di Olimpiade. Sebelumnya, dia meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing, dan Olimpiade 2012 London, seperti dilansir dari keterangan tertulis NOC Indonesia.

Bertanding di Tokyo International Forum Hall, Jepang, Minggu (26/07/2021), Eko Yuli Irawan yang berada di puncak starting list melakukan angkatan pertama untuk Snatch 137kg.  

Pada angkatan kedua, Eko mencoba menaikkan beban menjadi 141kg. Namun, dia gagal melakukannya. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama. Angkatan Snatch Eko ini terpaut 4kg dari rival terberatnya, Li Fabin dari China.

Padahal, Li Fabin sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 137kg. Namun, dia baru berhasil mengulanginya pada angkata kedua. Dan, dia juga sukses melakukan angkatan ketiga ketika menambah beban seberat 4kg menjadi 141kg.

Di angkatan Clean and Jerk, Eko sukses melakukan angkatan pertama dengan beban 165kg. Dan, Eko mencoba membuka peluang meraih emas dengan menaikkan beban menjadi 177kg setelah Li Fabin sukses melakukan angkatan 172kg. Hanya saja, angkatan kedua ini gagal. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama.

Dengan hasil itu, Li Fabin merebut medali emas dengan meraih total angkatan 313 kg. Sedangkan medali perunggu direbut lifter Kazahkstan, Igor Son dengan total angkatan 294 kg.

Ini merupakan medali kedua yang disumbangkan cabang olahraga angkat besi bagi Kontingen Indonesia. Sebelumnya, Windy Cantika Aisah membuat kejutan. Gadis berusia 19  tahun merebut medali perunggu pada penampilan perdananya.

Lifter China, Hou Zhihui, mendapatkan emas dengan total angkatan 210 kg. Medali Perak direbut oleh wakil India, Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 202 kg.

Diterbitkan di Berita
Lucas Aditya - detikSport Jakarta - Lifter putri Windy Cantika Aisah menyumbang medali pertama untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Turun di kelas 49 kg, dia menyabet perunggu,

Dalam perlombaan di Tokyo International Forum, Tokyo, Sabtu (24/7/2021), Windi mengumpulkan poin total angkatan 104. Saat angkatan snatch, Windy mencatatkan 84 kg, clean and jerk 110 kg.

Windy kalah dari lifter India Chanu Saikhom Mirabai yang mengumpulkan total angkatan 202. Lifter China, Hou Zhihui, menjadi peraih emas dengan total angkatan seberat 210.

Zhihui mencatatkan tiga rekor olimpiade di kelas 49 kg putri. Dia membukukan seberat 94 kg untuk angatan snatch dan 116 untuk angkatan clean and jerk.

Rengan raihan perunggu ini, Indonesia untuk sementara ada di urutan keempat klasemen medali Olimpiade Tokyo bersama dengan Swiss yang sama-sama meraih 1 perunggu hingga pukul 13.50 WIB.

Sementara itu, China ada di urutan pertama dengan raihan dua emas. India dan Rusia sama-sama mengumpulkan satu perak ada di urutan kedua.


(cas/nds)
Diterbitkan di Berita