Tak Tahan Bau dan Kebisingan, Warga Padaran Rembang Minta 3 Dapur MBG Dipindah

Rabu, 13 Mei 2026 21:33
(0 pemilihan)

REMBANG, Harianmuria.com – Warga keluhkan operasional tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Perumahan Harmoni Terra Lestari dan Maritza, Desa Padaran, Kecamatan Rembang.

Keluhan warga lantaran operasional dapur MBG menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan karena kebisingan serta aktivitas kendaraan.

“Ada laporan dari masyarakat sejak akhir April kemarin. Warga merasa terganggu mulai dari limbah, kebisingan dan sebagainya. DLH (Dinas Lingkungan Hidup) sebenarnya sudah menindaklanjuti, tapi warga ingin bertemu langsung dengan Satgas, sehingga hari ini kita fasilitasi,” ujarnya dalam audiensi bersama Satgas MBG, DLH dan pengelola SPPG pada Rabu, 13 Mei 2026.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan tiga dapur MBG yang berada dalam satu titik lokasi perumahan.

Menurut Hanies, secara administrasi dan perizinan, operasional dapur MBG tersebut telah memenuhi ketentuan. Namun, ia menilai masih ada persoalan sosial yang perlu diperbaiki oleh pihak pengelola.

“Kalau izin pendirian dan sebagainya menurut laporan tadi sebenarnya sudah terpenuhi. Tapi, memang secara etik dan unggah-ungguh dengan warga sekitar mungkin belum dilakukan secara maksimal,” tuturnya.

Hanies menyebut Satgas MBG akan memfasilitasi seluruh laporan warga untuk diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi lebih lanjut.

“Nanti laporan warga akan kami sampaikan ke BGN, kemudian BGN yang akan memutuskan setelah semuanya benar-benar dikomunikasikan dengan warga,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik SPPG Padaran, Purhadi, mengaku awalnya mengira undangan audiensi hanya membahas persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ia menegaskan pihaknya sudah berkomitmen memenuhi arahan DLH Rembang.

“Untuk IPAL sebenarnya sudah kami proses sejak tanggal lima kemarin. Kami juga sudah menggandeng vendor yang biasa membuat IPAL untuk SPPG. Perkiraan pengerjaan sekitar dua minggu,” jelasnya.

Purhadi menyebut, pembangunan IPAL masih sesuai batas waktu yang diberikan DLH. Selain itu, pihaknya juga mengklaim telah melakukan pembersihan drainase secara berkala bersama warga sekitar.

Terkait keluhan kebisingan, ia mengaku sudah beberapa kali mengingatkan para relawan dan pekerja agar tidak terlalu ramai, terutama pada malam hari.

“Kami sebenarnya sudah sering mengedukasi relawan supaya tidak terlalu berisik, tapi dengan adanya kejadian ini tentu jadi evaluasi bagi kami,” katanya.

Ia juga berharap persoalan yang muncul bisa diselesaikan melalui musyawarah bersama sebelum berujung pada petisi atau laporan ke pemerintah kabupaten.

“Kalau ada persoalan saya berharap dirembuk dulu di tingkat bawah, dimusyawarahkan bersama,” ungkapnya.

Dalam petisi yang disampaikan saat audiensi, warga Perumahan Harmoni Terra Lestari dan Maritza menegaskan tetap mendukung program MBG. Namun, warga menolak keberadaan tiga dapur SPPG dalam satu kawasan perumahan karena dinilai memicu gangguan lingkungan dan sosial.

Warga juga meminta Badan Gizi Nasional mengevaluasi penempatan tiga dapur SPPG tersebut serta mengkaji kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih layak dan tidak menimbulkan keresahan warga.

“Yang kami persoalkan bukan program MBG-nya, tetapi dampak lingkungan dan kenyamanan warga akibat tiga dapur SPPG yang berada dalam satu titik perumahan,” tulis warga dalam petisi tersebut.

Jurnalis: Vicky Rio Editor: Ulfa

 

Sumber: https://harianmuria.com/rembang/tak-tahan-bau-dan-kebisingan-warga-padaran-rembang-minta-3-dapur-mbg-dipindah/

 

Baca 31 kali
Bagikan: