RRI.CO.ID,Kupang–Puluhan siswa UPTD SD Negeri Onitua, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis, Rabu 13 Mei 2026. Para siswa mengeluhkan sakit perut, muntah, hingga sesak napas dan langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Batakte serta dirujuk ke rumah sakit. Salah seorang siswa, Clarisa, mengaku menemukan kondisi makanan yang tidak layak dikonsumsi. Ia menyebut pisang yang dibagikan sudah terlalu lembek serta berulat dan daging sapi masih merah serta berbau asam. “Rasa asam. Ada ulat dalam pisang. Pisang sudah sangat kuning. Daging sapi masih merah dan berbusa. Sakit perut,” ucap Clarisa saat di temui RRI.CO.ID, Rabu 13 Mei 2026. Dokter Puskesmas Batakte, dr. Elin Taopan, mengatakan tim medis langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan usai makan. Menurutnya, sebanyak 23 siswa dibawa ke Puskesmas Batakte untuk mendapatkan penanganan awal karena kondisi di sekolah tidak memungkinkan untuk perawatan. “Masuk 23 orang, kami periksa semuanya. Beberapa pasien kondisinya lebih berat sehingga langsung dirujuk ke rumah sakit. Anak-anak datang dengan nyeri perut, muntah-muntah, bahkan ada yang sesak napas,” ucap dr. Elin. Ia menambahkan, sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dan hasilnya diperkirakan keluar sekitar satu minggu. Sementara itu, orang tua siswa, Veronica Bin, mengaku panik setelah mendapat kabar anaknya mengalami muntah-muntah dan sakit perut sepulang dari kebun. “Mereka bilang makan daging sapi yang masih merah dan bau. Anak saya muntah-muntah dan sakit perut,” ungkap Veronica. Di sisi lain, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Kupang, Kristoforus Tepoi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyebut kasus ini sebagai kejadian luar biasa yang sedang ditangani serius. Menurutnya, pihak BGN masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. “Kami sudah mengambil sampel makanan dari dapur penyedia layanan dan sekarang menunggu hasil laboratorium. Semua siswa yang sempat dirawat saat ini sudah diperbolehkan pulang,” kata Kristoforus Tepoi. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan distribusi makanan sebenarnya dilakukan oleh tenaga gizi dan kepala satuan pelayanan sejak tahap persiapan hingga distribusi makanan ke sekolah. Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan makanan tersebut. (AI) Sumber: https://rri.co.id/kupang/asta-cita/2413505/puluhan-siswa-sd-onitua-diduga-keracunan-mbg