Media Inggris Nilai Prabowo Terlalu Boros dan Otoriter, Istana Bakal Sibuk Klarifikasi Nih

Jumat, 15 Mei 2026 18:23
(0 pemilihan)

beritambang JAKARTA – Pihak Istana tampaknya akan sibuk mengklarifikasi menyusul artikel tajam yang ditayangkan media Inggris, The Economist. Dalam artikel itu, The Economist mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.

Artikel berjudul “Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy”, dengan lugas The Economist menilai pemerintahan Prabowo memiliki kecenderungan boros dalam belanja negara dan terlalu otoriter.

“Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian,” tulis The Economist dalam artikelnya. The Economist menyoroti perubahan sikap Prabowo yang dinilai kerap kontradiktif. Di satu sisi, Prabowo disebut pernah menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik.

Di sisi lain, The Economist menyoroti pernyataan keras Prabowo terhadap pihak asing dan organisasi non-pemerintah.

“Kekuatan asing mendanai NGO untuk menabur perpecahan di antara kita. Mereka mengklaim sebagai penjaga demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan pers, padahal itu versi mereka sendiri,” demikian kutipan pernyataan Prabowo yang dimuat The Economist.

Media tersebut menyebut karakter Prabowo yang dinilai berubah-ubah membuat bahkan para sekutunya khawatir terhadap stabilitas makroekonomi dan kondisi demokrasi Indonesia.

Bahkan, The Economist juga menilai oposisi politik di Indonesia semakin melemah di bawah pemerintahan Prabowo. Kalau sudah begini, bisa dipastikan Istana akan sibuk melakukan klarifikasi. Aduh, sibuk lagi deh.


Sumber: https://beritambang.com/media-inggris-nilai-prabowo-terlalu-boros-dan-otoriter-istana-bakal-sibuk-klarifikasi-nih/

 

Baca 25 kali Terakhir diubah pada Jumat, 15 Mei 2026 18:25
Bagikan: