Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6). Kudus merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah di mana kasus positif COVID-19 meroket. 
Dalam sambutannya, Hadi meminta Bupati dan Dinas Kesehatan Kudus fokus menekan penularan corona. Sebab, ada 60 desa yang menjadi zona merah.
 
"Pak Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus memiliki tanggung jawab karena saat ini 60 desa yang menjadi zona merah, agar menjadi hijau kembali. Tentunya harus memiliki sistem yang baik,” kata Hadi lewat keterangannya, Minggu (6/6).
 
Panglima TNI: Bupati Kudus Tanggung Jawab, 60 Desa Zona Merah Harus Hijau Lagi (1)
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memimpin rapat terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6). Foto: Puspen TNI
 
Hadi juga mendorong Dandim dan Kapolres Kudus untuk bersinergi dengan Pemda setempat.
 
Caranya bisa dengan menambahkan posko di setiap desa yang diberlakukan PPKM Mikro agar zona merah ditekan jadi zona hijau.
 
"Setiap desa harus ada satu Posko PPKM Mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau. Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif," ujar Hadi.
 
 
Panglima TNI: Bupati Kudus Tanggung Jawab, 60 Desa Zona Merah Harus Hijau Lagi (2)
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6). Foto: Puspen TNI
 
Dalam kunjungan itu turut hadir, Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diwakili Sekda Provinsi Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pandam IV Kodam Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.
Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo diminta secara khusus memberikan pendampingan terhadap Bupati Kudus, Hartopo yang saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di daerahnya.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat bertemu Ganjar di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Sabtu (5/6/2021). Menkes mengatakan, dari pantauannya, banyak sekali ketidaksiapan Pemkab Kudus dalam menangani itu.

“Maka saya minta pak Ganjar membantu. Beliau kan pembina, jadi bisa mendukung Bupati Kudus kalau tekanannya terlalu banyak. Kadang-kadang Bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada kakaknya, maka dia tenang. Sebagai kakak, pak Gub bisa membantu backup,” katanya.

Selain itu, Budi juga mengatakan ada beberapa hal yang mesti dibenahi di Kudus. Diantaranya tekanan di rumah sakit Kudus harus dikurangi dengan cara pasien Covid-19 yang kondisinya berat diminta dikirim ke Semarang.

“Selain itu, untuk yang positif Covid-19 namun OTG, maka harus diisolasi terpusat. Protokol kesehatan juga harus ditingkatkan, Bupati harus sering edukasi soal ini,” ucapnya.

Saksikan video Menkes Budi Gunadi Cek Penanganan Ledakan Covid-19 di Kudus

 

Para tenaga kesehatan lanjut Budi juga harus diberikan penanganan. Untuk menanggulangi penularan di rumah, mereka diminta sementara tinggal di tempat khusus seperti hotel atau asrama.

“Kami juga sudah bantu dengan menambah tenaga kesehatan. Dokter dan perawat sudah kami tambah, dengan total dokter 38 dan 70 perawat. Nanti kami carikan tambahan dari sini (Jateng), termasuk yang dari rumah sakit swasta,” jelasnya.

Selain itu, Budi juga mengatakan sudah mengirimkan 50.000 antigen ke Kudus untuk mempercepat testing dan tracing. Mobil PCR dari Jogja juga sudah dikirimkan ke lokasi itu.

“Saya minta tracing dan testing ditingkatkan, tapi kalau sudah positif jangan isolasi di rumah atau di rumah sakit dan ditungguin. Siapkan tempat isolasi terpusat, agar tidak menyebar.

Saya juga sudah kirim 50.000 vaksin ke Kudus dan daerah penyangga sekitarnya juga akan kami tambah jatah vaksinnya. Dengan cara-cara ini, insyaallah bisa dikendalikan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, ada dua hal yang disampaikan Menkes Budi dalam pertemuan itu. Pertama terkait penanganan medis yang saat ini disampaikan Menkes sudah tercover semuanya.

“Kedua secara politis, nah ini tugas saya melakukan pembinaan pada Bupati Kudus. Maka saya minta Bupati Kudus nggak perlu ragu. Kalau harus melakukan tindakan tertentu, lakukan saja, kalau ada kompetensi yang kurang, segera cari agae keputusan bisa cepat dan semua berjalan,” tegasnya.

Ganjar juga meminta Bupati Kudus segera membuat tempat isolasi terpusat. Masyarakat yang OTG harus dimasukkan ke tempat isolasi terpusat itu.

“Kalau tidak ada tempatnya, kirim ke Semarang. Kami punya beberapa tempat isolasi terpusat. Atau kalau mau ke asrama haji Donohudan, disana juga ada. Sekarang yang penting Bupati perintahkan itu, maka semua bisa berjalan,” ucapnya.

Ganjar juga mengajak masyarakat Kudus untuk membantu. Sejumlah daerah penyangga Kudus diminta saling mendukung. Termasuk TNI/Polri diminta siaga.

“Semuanya sudah diberikan, maka sekarang tinggak keputusan-keputusan dari Bupati. Kami akan terus dampingi, bahkan saya punya tim yang mulai hari ini ngantor di Kudus. Kami dampingi dan advokasi, biar semuanya semangat kembali,” katanya.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengirimkan puluhan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan readyviewed lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Kudus.

"Total ada 96 dokter dan perawat yang diperbantukan, dengan rincian lima dokter spesialis paru, lima dokter spesialis penyakit dalam, 38 dokter umum, dan 48 perawat," kata Ganjar seperti dikutip dari Antara, Sabtu (5/6).

Ia menambahkan sebagian tenaga kesehatan yang dikirim ke Kabupaten Kudus itu berasal dari dokter di RSUD Moewardi, Kota Surakarta, dan sebagian lagi dibantu oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jateng.

"Untuk perawat, ini butuhnya agak banyak 198, 48 sudah kami penuhi dari pemprov, terus kemudian yang masih proses kami 150 ini, ada dari PPNI, Poltekkes, Stikes yang sedang menyiapkan kurang lebih 150," ujarnya pula.

Pemprov Jateng saat ini juga sedang menyiapkan tenaga kesehatan lain yang bakal diperbantukan di Kabupaten Kudus, seperti analis kesehatan, ahli gizi, hingga apoteker.

"Saat ini masih dalam proses 'assessment' untuk bisa segera diperbantukan," kata politikus PDI Perjuangan.

Menurut Ganjar, kondisi penanganan covid-19 di Kabupaten Kudus saat ini mulai diatur dengan baik. Pemkab setempat juga telah mengirimkan sejumlah kebutuhan, yang beberapa di antaranya juga telah dipenuhi oleh Pemprov Jateng.

"Ya sekarang kami memantau Kudus sambil sekaligus mendampingi, karena memantau saja tidak cukup," ujarnya.

Selain itu, alat-alat kesehatan juga sebagian telah dipenuhi Pemprov Jateng, seperti ventilator dan oksigen, sedangkan alkes seperti High Flow Nasal Cannula (HFNC) dan hepa filter. Ganjar juga telah mengusulkan pemerintah pusat untuk membantu memenuhi kebutuhan itu.

"Dan untuk obat-obatan, alhamdulillah semua yang dibutuhkan udah kami kirim. Lalu untuk APD juga sama, semua kebutuhannya kami kirim. Jadi artinya apa, sampai dengan kebutuhan yang sifatnya dukungan teknis kami coba bantu," katanya lagi.

(antara/agt)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat Kabupaten Kudus menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah alias wilayah dengan risiko penularan kasus virus corona tinggi di Indonesia pada sepekan terakhir.

Seperti diketahui, di sisi lain, zona merah terbanyak terdapat di Pulau Sumatra.

Berdasarkan data perkembangan terakhir Satgas Covid-19 per 30 Mei 2021, terdapat total 13 kabupaten/kota yang masuk zona merah. Jumlah daerah yang masuk zona merah pada pekan ini bertambah dibanding data pekan lalu yang hanya mencatat 10 wilayah.

Adapun 13 kabupaten/kota yang tercatat masuk zona merah sepekan terakhir yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kemudian empat daerah di Sumatra Barat, yakni Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kemudian dua lainnya berasal dari Sumatra Selatan yakni Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

Selanjutnya, masing-masing dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara; Kota Pekanbaru, Riau; Kota Batam, Kepulauan Riau; Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat; Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi; dan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Lebih lanjut, penambahan zonasi juga terjadi di zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19. Dari pekan lalu tercatat sebanyak 302 wilayah zona oranye, sementara pekan ini bertambah menjadi 322 kabupaten/kota zona oranye.

Seluruh wilayah di DKI Jakarta masuk dalam zona oranye pekan ini.

Sedangkan untuk zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penularan Covid-19 berkurang menjadi 171 wilayah, dari pekan lalu yang mencatat 194 kabupaten/kota masuk dalam zona kuning.

Sementara itu, tujuh kabupaten/kota masuk dalam kategori zona hijau atau tidak ada kasus. Satgas Covid-19 juga mencatat satu wilayah yang tidak terdampak virus corona hingga saat ini adalah kabupaten Dogiyai di Papua.

Adapun data terakhir yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terakhir per Selasa (1/6) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 4.824 kasus. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 5.360 kasus, dan kasus meninggal 145 kasus baru.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.826.527 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.674.479 orang dinyatakan pulih, 101.325 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 50.723 lainnya meninggal dunia.

(ain)

Diterbitkan di Berita

Khadijah Nur Azizah - detikHealth Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan terjadi kenaikan kasus Corona yang tinggi di Kabupatan Kudus, Jawa Tengah. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menekan laju penularan.

"Terjadi peningkatan yang luar biasa baik dari sisi kasus konfirmasi maupun yang masuk ke rumah sakit," kata Menkes dalam konferensi pers di Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2021).

"Pak kapolri juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan mikro lockdown sehingga diharapkan apa yang terjadi di Kudus bisa kita isolasi," lanjutnya.

Mikro lockdown dilakukan agar kasus Corona di Kudus tidak menyebar ke daerah lain disekitarnya. Pengecekan genome sequencing juga dilakukan untuk melihat apakah ada keterkaitan antara lonjakan kasus dan varian baru Corona yang saat ini sudah bermunculan di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Kudus tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran Idul Fitri. Dilaporkan sudah ada 142 nakes di sana yang terpapar Corona.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, Ahmad Syaifuddin, beberapa waktu lalu menyebut salah satu penyebab lonjakan kasus Corona di Kudus pasca lebaran adalah abainya masyarakat pada protokol kesehatan.

"Keramaian, kerumunan, mal ramai masjid semua ramai dan semua tidak mengindahkan protokol kesehatan. Sehingga pas hari lebaran banyak yang silahturahmi itu mulai kasus itu terjadi dan beruntun sebanyak itu," jelasnya.


(kna/up)

Diterbitkan di Berita

Dian Utoro Aji - detikNews Kudus - Puluhan bus yang memuat wisatawan diputar balik saat akan masuk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut sebagai langkah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Sekitar 40 kendaraan baik bus maupun elf yang sudah kita putar balik. Sejak dua hari yang lalu, tiga hari ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil usai memantau penyekatan di jalan masuk Kudus, Rabu (26/5/2021).

Halil mengatakan jumlah bus dan elf yang diputar balik diprediksi akan meningkat. Apalagi daerah luar Kudus belum mengetahui jika semua objek wisata di Kudus saat ini tengah ditutup.

"Masih tetap bertambah, karena mungkin karena mereka luar kota belum tahu, tapi dari grup WA punya paguyuban ini sudah kita beritahu. EO sopir bus sudah kita kasih tahu kalau di Kudus sementara waktu ini ditutup," jelas Halil.

Dia mengatakan selepas lebaran merupakan musim wisatawan datang ke Kudus. Terutama wisatawan yang akan berwisata religi.

"Pertimbangannya seperti itu. Karena ini musim ziarah habis lebaran kemudian di Kudus seperti ini makanya ambil keputusan ada penyekatan itu," ungkapnya.

Halil mengatakan ada sebanyak puluhan personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan dinas lainnya yang disiagakan. Mereka berjaga di enam titik untuk menghalau wisatawan yang akan masuk Kudus.

"Ada enam titik penyekatan, simpang Ngembal, Kerawang, Jember, Jetak, kemudian simpang Dawe, terus simpang tujuh. Kita juga siagakan 70 personel TNI Polri, Dishub dan dinas terkait," kata Halil.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan kegiatan sore ini di jalan masuk Kudus dilakukan penyekatan. Terutama menghalau wisatawan yang akan masuk di Kudus.

"Salah satu menghalau bus pariwisata elf yang dari luar kota kita hentikan. Kita cek random, kalau bus pariwisata kita halau putar balik.

Karena lonjakan COVID ini di Kudus luar biasa," ungkap Hartopo ditemui usai memantau penyekatan di jalan masuk Kudus perbatasan Kabupaten Demak, sore tadi.

Menurutnya kasus Corona di Kudus tengah naik tajam. Semua objek wisata di Kudus pun ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Maka dari itu antisipasi penyebaran COVID ini harus kita lakukan secara konkret. Langkah konkret untuk menutup wisata," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo mengatakan ada penambahan kasus baru sebanyak 89 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam sehari. Jumlah kasus aktif sebanyak 813 orang yang terpapar Corona.

"Penambahan kasus baru ada 89 orang terpapar Corona per hari Rabu (26/5) hingga pukul 18.45 WIB," jelas Badai dalam keterangan tertulis kepada wartawan, malam ini.

"Kasus terkonfirmasi positif Corona aktif ada 813 kasus, terdiri dari 261 orang dirawat di rumah sakit, lalu ada 552 orang menjalani isolasi mandiri," imbuh Badai.

(rih/rih)

Diterbitkan di Berita

Dian Utoro Aji - detikNews Kudus - Tak hanya menjadi saksi penyebaran Islam di Tanah Jawa, Masjid Sunan Muria memiliki beragam kisah lain yang menarik untuk ditelusuri. Penasaran?

 

Diterbitkan di Berita

VIVA - Salah satu peninggalan penting dalam sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa adalah Masjid Menara Kudus. Masjid yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersebut dibangun oleh Syekh Jafar Sodiq atau Sunan Kudus pada 1549 M.

Di masjid tersebut terdapat menara setinggi 18 meter yang berarsitektur Hindu Jawa. Ketika Sunan Kudus berdakwah, ia memadukan tradisi Islam dan Hindu serta Budha agar dapat diterima masyarakat.

Menara yang menjadi ciri khas masjid tersebut menjadi tempat mengumandangkan adzan. Di bulan Ramadhan ini, ada tradisi yang dilakukan di atas menara yaitu tabuh bedug. Tradisi tersebut menandakan awal Ramadhan.

Banyak peziarah yang setiap tahun mengunjungi Masjid Menara Kudus untuk menyaksikan tradisi tabuh bedug. Namun, di masa pandemi ini, jumlah peziarah yang datang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
 

Lihat video selengkapnya di bawah ini.

 

 

 

Diterbitkan di Berita

Dian Utoro Aji - detikFood Kudus - Selain punya soto dan sate yang enak. Di bulan puasa kompleks Masjid, Menara dan Makan Sunan Kudus juga sajikan makanan unik, intip ketan dan puli kotokan.

Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus menggelar tradisi tabuh beduk blandrangan menyambut awal bulan Ramadhan. Uniknya saat acara tersebut tamu undangan disuguhkan makanan khas Kudus, seperti intip ketan hingga makanan puli kotokan.

Suguhan makanan khas menyambut Ramadhan itu disajikan di halaman kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Senin (12/4). Terdapat tiga menu makanan khas dan suguhan air minum. Makanan khas itu terdiri dari dua makanan pecel meniran dan puli kotokan serta jajanan pasar meliputi apem, pisang, dan intip ketan.

  
Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus
Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikFood

 

Tamu undangan pun berkesempatan untuk menikmati kuliner khas tersebut. Salah satu warga Dewi Mustikasari mengatakan baru pertama kali mengikuti kuliner khas tersebut. Dia mengaku sebelumnya sempat mencicipi intip ketan. Setelah mencicipi, menurutnya rasanya enak dan gurih.

"Baru pertama kali ya, ini tadi nyicipi intip ketan. Rasanya enak, renyah, ada rasa khas sendiri," kata Dewi saat ditemui di lokasi sore tadi.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan mengatakan saat tradisi tabuh bedug blandrangan biasanya masyarakat berbondong-bondong datang ke Menara Kudus. Saat itu juga terdapat berbagai macam kuliner khas menyambut awal bulan Ramadhan.

Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus
Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikFood

 

"Dulunya masyarakat berbondong-bondong menunggu kapan satu Ramadhan. Lha masyarakat ada yang jual beli, ada jajan yang dalam rangka menyambut satu awal bulan Ramadhan yang khas," terang Nadjib saat ditemui di lokasi sore tadi.

Nadjib mengatakan ada sejumlah menu khas yang disajikan saat tradisi tabuh beduk tersebut. Di antaranya intip ketan, puli kotokan, pecel meniran, hingga jajanan apem.

"Paling pokok intip ketan, puli kotokan, pecel meniran. Kemudian jajan apem, apem itu artinya mohon maaf. Yang ikuti masyarakat Kauman dan aktivis di sini. Ini baru pertama kali formal (digelar secara formal)," ungkapnya.

 

Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus
Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikFood

 

Terpisah, panitia konsumsi Umiayati mengatakan ada dua makanan yang disajikan yakni pecel meniran dan puli kotokan. Menurutnya makanan tersebut merupakan khas dari Kudus kulon (barat). Terutama disajikan saat menyambut awal bulan Ramadhan.

"Namanya pecelmeniran, itu yang dibuat dari nasi, sama kelapa muda terus dituangkan satu-satu lalu dikukus. Lalu membuat pecelnya itu khas daun semanggi,kecipir, dan kecambah dikasih tahu putih itu masakan Jawa. Sejak dulu kala sudah ada, tradisional ada itu di Kudus kulon. Terutama saat kegiatan awal Ramadhan," jelas Umi ditemui di lokasi sore tadi.

 

Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus
Awal Ramadhan Intip Ketan dan Puli Kotokan Disajikan di Kompleks Menara Kudus Foto: Dian Utoro Aji/detikFood

 

Intip atau kerak nasi umumnya jadi camilan di Jawa Tengah. Sementara intip ketan atau kerak ketan merupakan beras ketan yang dikukus kemudian dicampur kelapa parut. Dimasak dengan dipipihkan di atas wajan dan dipanggang hingga kering atau renyah.

Sedangkan untuk makanan nasi jangkrik tahun ini ditiadakan. "Lalu untuk jajanan pasar seperti apem, intip ketan, makanan khas menghadapi Ramadhan itu istilahnya ruwahan. Makanan tradisional intip ketan itu pasti ada," jelasnya.

"Apem biasanya untuk ruwahan, intip ketan menjelang puasa dijual. Adanya setiap setahun sekali ada setiap ada tradisi ini, di sekitar Menara Kudus," tambah Umi.


(sob/odi)

Diterbitkan di Berita
Ainur Rofiq - detikNews Bojonegoro - Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di Kudus, Jawa Tengah. Rumahnya di Bojonegoro kemudian digeledah dan ditemukan 16 buku paham radikal serta jihad.

Terduga teroris itu berinisial AP (30), warga Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Sore tadi, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah istrinya di Desa Ngujung, Kecamatan Temayang.

"Iya tadi saya disuruh ikut menyaksikan proses penggeledahan di rumahnya. Ada ditemukan 16 buku paham radikal dan jihad. Satu buah kaus yang ada tulisannya Laa Ilaha Illallah dan HP," jelas Kades Ngujung, Eko Purwanto kepada detikcom, Jumat (2/4/2021).

Eko menambahkan, tim Densus 88 melakukan penggeledahan sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah orang tua terduga teroris itu di Desa Kedungsumber.

"Sebelum ke rumah istrinya, penggeledahan dilakukan di rumah orang tuanya," imbuh Eko.

Terduga teroris itu ditangkap saat hendak berangkat kerja. Tepatnya di Jalan Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. AP diamankan Densus 88 sekitar pukul 13.00 WIB. (sun/bdh)

Diterbitkan di Berita