Nila Rustiyani BETANEWS.IDKUDUS – Tempat Ibadah yang berada di daerah berstatus zona merah penyebaran Covid-19, termasuk di Kudus, dilarang ada kegiatan keagamaan. Kebijakan ini berlaku bagi semua tempat ibadah semua agama, baik masjid, gereja, wihara, maupun klenteng.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, Akhmad Mundakir. Kebijakan tersebut, menurutnya, mengacu pada SE Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021, yang menyebut kegiatan keagamaan di daerah zona merah ditiadakan sementara waktu. 

Berdasarkan surat edaran tersebut, Mundakir juga menyebut kegiatan salat Jumat akan ditiadakan terlebih dahulu di masjid yang berada di zona merah. Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan pengurus Masjid Agung Kudus. Pengurus masjid dikatakan telah setuju dengan kebijakan yang ditetapkan.

“Satgas sudah ada kesepakatan bersama Pemkab dan tokoh-tokoh agama menindaklanjuti surat edaran dari Pemerintah Pusah ini. Ibadah bisa dilaksanakan di rumah masing-masing,” kata Mundakir saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/6/2021).

Meski begitu, Mundakir mengatakan tetap membiarkan jika ada masyarakat atau pengurus masjid yang memaksa menyelenggarakan kegiatan keagamaan, termasuk salat Jumat. Pihaknya akan meminta pengurus untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

Seperti yang diketahui, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan SE Nomor 13 Tahun 2021, tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah. Dalam SE tersebut, wilayah yang berada di zona merah dan oranye dilarang menggelar kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Kegiatan keagamaan yang tercantum, antara lain pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya, di lingkungan rumah ibadah. Kegiatan-kegiatan itu untuk sementara waktu ditiadakan. 

Sedangkan bagi wilayah yang berada zona hijau, dalam surat edaran tersebut, disebutkan boleh melakukan kegiatan keagamaan. Namun, kegiatan yang dilaksanakan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita
KUDUS, kilat.com- Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memanfaatkan sejumlah gedung sekolah negeri yang tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi sebagai tempat isolasi terpusat yang pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing desa.
 
"Kabupaten Kudus memang masih membutuhkan tempat isolasi yang representatif demi memutus mata rantai penularan virus corona. Salah satunya, dengan menyiapkan tempat isolasi bagi warga desa yang terpapar virus corona," kata Bupati Kudus Hartopo saat mengunjungi tempat isolasi memanfaatkan SD Negeri 3 Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (16/6/2021).
 
Dengan tersedianya tempat isolasi di masing-masing desa, dia berharap penularannya tidak menyebar ke anggota keluarga yang lainnya karena ketika isolasinya di rumah, potensi menular ke orang terdekat sangat besar.
 
Amannya, kata dia, memang harus disediakan tempat isolasi tersendiri. Karena banyak gedung sekolah yang tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar secara tatap muka karena masih pandemi, maka lebih baik untuk sementara digunakan sebagai tempat isolasi.
 
Ia mencatat hampir semua desa memanfaatkan bangunan sekolah yang ada di masing-masing desa karena ruangannya banyak sehingga bisa menampung warga yang menjalani isolasi dalam jumlah banyak.
 
Petugas medis yang akan bertugas memantau, kata dia, melibatkan bidan desa dan tim medis di puskesmas setempat. Termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan milik swasta juga akan dilibatkan.
 
"Karena Pemkab Kudus juga tidak memiliki banyak anggaran, maka untuk kelengkapan sarana dan prasarana isolasi yang memanfaatkan gedung sekolah ditanggung pemerintah desa," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Tumpangkrasak Sarjoko Saputro menambahkan Gedung SD Negeri 3 Tumpangkrasak yang dimanfaatkan terdiri lima ruang dengan daya tampung 20 orang.
Masing-masing ruang kelas, kata dia, sudah dibuatkan pembatas dari tirai sehingga warga yang menjalani isolasi lebih nyaman, termasuk disediakan tempat tidur serta berbagai kebutuhan lainnya. Sedangkan petugas jaga melibatkan nakes Puskesmas Ngembal Kulon, Satgas COVID-19 Desa Tumpangkrasak, serta TNI dan Polri. (ant/yus)
Diterbitkan di Berita

Ditemui di lokasi, Direktur Rumah Sakit Islam Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin mengatakan, sejak Sabtu (12/6/2021) pihaknya menyelenggarakan vaksinasi untuk masyarakat Kudus. Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama sebulan, serta bisa diikuti semua kalangan.

 

Beberapa warga dicek kesehatannya sebelum menjalani vaksinasi di RSI Sunan Kudus, Selasa (15/6/2021). Foto: Rabu Sipan.

 

“Vaksinasi ini untuk semua kalangan warga Kudus yang berusia di atas 18 tahun. Kegiatan vaksinasi akan diselenggarakan selama sebulan,” ujar pria yang akrab disapa Syaifuddin kepada Betanews.id, Selasa (15/6/2021).

Syaifuddin menambahkan, RSI Sunan Kudus dapat jatah vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKk) Kudus sebanyak 5 ribu dosis atau sasaran. Target per hari mampu menyasar 500 hingga 600 orang.

“Targetnya sehari kami mampu memvaksin 500 sampai 600 orang. Nanti kalau habis rencana akan ada tambahan vaksin dari Kemenkes lagi,” ungkapnya.

Meski untuk semua umur, pihaknya tetap memprioritaskan warga usia lanjut. Cara daftarnya pun mudah yakni melalu nomor WhatsApp 081 229 733 254. Untuk syaratnya hanya membawa kartu tanda penduduk (KTP) Kudus.

Dia pun kemudian, mengingatkan pentingnya warga untuk ikut vaksinasi. Sebab vaksin bertujuan untuk melindungi tubuh. Kalau badan terpapar, virusnya bisa dinetralisir apabila virusnya sedikit. Jika virusnya banyak, gejalanya hanya ringan tidak sampai parah.

“Bagi masyarakat yang sudah dapat jatah untuk vaksin, gunakan kesempatan itu. Sebab vaksin akan melindungi kita dan orang sekitar kita,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan adanya penularan Covid-19 varian B16172 Delta atau varian India di Kudus. Varian Covid-19 ini memiliki ciri penularan yang sangat cepat.

Ganjar mengatakan, kepastian ditemukannya varian Covid-19 Delta itu setelah dilakukan uji Genome Sequencing pada sampel pasien COVID-19 di Kudus. Di wilayah lain, kata Ganjar, juga akan dilakukan Genome Sequencing.

“Maka ini serius untuk semuanya, jangan pernah melepas masker apalagi ketika kita berkerumun banyak orang,” ujar Ganjarusai meninjau meninjau dan memastikan kondisi penanganan COVID-19 di Kabupaten Kudus, Minggu (13/6).

Soal varian ini, Ganjar mencurigai juga jadi faktor cepatnya penyebaran yang menyebabkan peningkatan kasus COVID-19 di wilayahnya dalam 3 minggu terakhir, khususnya di Kudus. Untuk itu, Ganjar mengusulkan gerakan Kudus 5 hari di rumah saja.

“Artinya kenapa penularannya cepat sekali maka masyarakat musti sadar betul. Saya mengusulkan kalau perlu lima hari sekua di rumah saja,” tegas Ganjar.

Ganjar mengatakan, pihaknya butuh dukungan dari masyarakat terutama untuk mengurangi mobilitas mengingat varian baru COVID-19 sudah ditemukan.

“Saya butuh dukungan masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung ini nanti kucing-kucingan terus. Ingat varian baru sudah masuk di Kudus. Catat itu, sudah masuk di Kudus,” kata Ganjar.

Ganjar berharap, selama 5 hari tersebut para orangtua atau lansia hingga anak-anak tidak bepergian. Perkantoran juga mesti memperbanyak persentase karyawan yang Work From Home.

“Ini betul-betul kita harus bareng-bareng memotong COVID (di Kudus) ini agar bisa kita stop. Kita akan membantu, pusat juga akan membantu jangan kuatir, dan saya juga berkomunikasi dengan yang di sekitar Kudus, ada yang di Grobogan, ada yang di Demak, Pati, kita sampaikan semua,” ujarnya.

Ganjar mencontohkan kegiatan di rumah saja yang digencarkan di Kabupaten Grobogan. Ganjar berharap, pada pelaksanaannya benar-benar maksimal dan masyarakat hanya akan keluar jika memang keperluannya penting.

“Hari ini Grobogan juga sama, sehari ini di rumah saja mereka sepi. Maka kalau kita lihat, saya nggak tau anda wawancara aja orang-orang itu mau ke mana. Itu contoh-contoh saja menurut saya mereka tidak taat dan inilah yang musti kita lakukan operasi justisi,” tandasnya.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dan rombongan akan melakukan pengecekan terhadap warganya yang melakukan isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

“Hari ini, kami beserta bupati Insya Allah akan melakukan pemberangkatan ke sana (Donohudan) untuk meninjau dan berkomunikasi dengan pihak pengelola,” kata Mas’ut, Jumat (11/6/2021).

Sejak ratusan warganya melakukan isolasi terpusat di Donohudan beberapa waktu lalu, Mas’ut telah menerima berbagai keluhan dari sana.

Ada yang mengeluhkan penanganan dokter yang terkesan lambat, tenaga medis yang tidak selalu siap sedia, obat-obatan yang tidak memadai, hingga kekurangan air minum bagi para pasien. Atas semua keluhan tersebut,

Mas’ut telah mencoba untuk berkoordinasi dengan penanggungjawab di Donohudan.

“Mereka berjanji akan memperbaiki semuanya. Keluhan yang ada, sebagai koreksi atas kinerja mereka dan mereka akan bertanggungjawab dan memperbaiki kualitas pelayanan di Asrama Haji Donohudan,” ungkapnya.

Keadaan hingga saat ini, dikatakan Mas’ut beragam. Jika memang masih ada kekurangan dalam pelayanan, pihaknya mengira bahwa semua hal itu lumrah adanya. Dan ini dijadikan koreksi bagi pihak pengelola untuk bisa lebih baik nantinya.

Kini, DKK Kudus telah memberhentikan pengiriman warganya untuk melakukan isolasi terpusat di Donohudan.

Hal ini, karena ketersediaan tempat tidur yang tinggal sedikit. Saat ini, hanya tinggal 150 tempat tidur yang tersisa di asrama tersebut dan akan difokuskan untuk menampung pasien yang berasal dari wilayah Solo Raya.

Untuk itu, DKK Kudus mulai mempersiapkan isolasi terpusat di dalam wilayah, tepatnya di Rusunawa Bakalankrapyak.

Bukan hanya itu, Pemkab Kudus juga berkoordinasi dengan para camat untuk mempersiapkan ruang isolasi di tingkat desa, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, dan rumah sakit cadangan yang dipersiapkan sudah tidak mampu menampung lagi.

“Kami juga mempersiapkan isolasi terpusat di Rusunawa, kalau mungkin semuanya penuh. Hari ini juga camat kita kumpulkan untuk persiapan ruang isolasi di tingkat desa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut penanganan peningkatan kasus Covid-19 di Kudus sudah mulai membuahkan hasil. Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus di daerah itu terus mengalami penurunan.

“Dalam tiga hari ini sudah turun (kasus penularan). Kemarin awal-awal itu sehari bisa 300 kasus bahkan lebih. Sekarang turun terus dan hari ini hanya 200 san kasus,” kata Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (9/6/2021).

Meski begitu, Ganjar meminta semuanya tidak boleh lengah. Pemkab Kudus harus terus meningkatkan tracing dan testing agar penanganan bisa optimal.

“Tidak hanya di Kudus, tapi daerah sekitarnya yang merah-merah itu seperti Pati, Sragen, Demak dan sekitarnya saya minta testing tracingnya jangan kendor. Tingkatkan terus tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ganjar mengatakan tidak masalah jika dari hasil tracing dan testing itu membuat temuan kasus menjadi lebih banyak. Hal itu justru semakin baik, karena treatment bisa dilakukan lebih baik.

“Tingkatkan terus tracing dan testingnya. Ndak papa. Makin banyak kita ketahui, makin bagus kita melakukan treatmentnya nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, evakuasi pasien Covid-19 di Kudus ke tempat-tempat isolasi terpusat milik Pemprov Jateng terus dilakukan. Hal itu untuk mengurangi tekanan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.

“Sementara kami evakuasi ke Donohudan Boyolali dan BPSDM Srondol. Kalau di sana penuh, kami masih punya banyak tempat lain. Ada STIE Bank Jateng, hotel di Kopeng, Banyumas dan lainnya,” ucapnya.

Tapi untuk sementara, pihaknya masih berkonsentrasi di Donohudan dan BPSDM. Sebab di dua lokasi itu, semuanya sudah siap, baik sarana prasarananya hingga tenaga kesehatan.

“Dan dua tempat itu juga masih belum penuh, keterisiannya baru sekitar 50 persen. Sampai tadi siang kami masih evakuasi dari Kudus ke dua tempat itu,” jelasnya.

Disinggung terkait kondisi pasien Covid-19 di Jateng, Yulianto mengatakan mayoritas adalah orang tanpa gejala (OTG). Sehingga tempat isolasi terpusat memang harus disiapkan.

“95 persen itu OTG, yang dirawat itu hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus Covid-19,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, KUDUS – Perpanjangan imbauan Kudus di Rumah Saja hingga Rabu (9/6/2021), membuat pasar Kliwon sepi pembeli.

Kepala Pasar Kliwon Kudus Sugito mengatakan, sejak hari pertama pemberlakuan imbauan itu pada Sabtu (5/6/2021), pengunjung di Pasar Kliwon turun drastis hingga 75 persen.

“Saat ini Pasar Kliwon Kudus sepi pembeli. Pengunjung turun drastis hingga 75 persen dari biasanya,” ujar pria yang akrab disapa Gito kepada Betanews.id, Selasa (8/6/2021).

 

Aktivitas di Pasar Kliwon tampak lengang setelah ada imbauan Kudus di Rumah Saja. Foto: Rabu Sipan.

 

Gito mengungkapkan, dengan sepinya pembeli otomatis perputaran uang di Pusat Tekstil terbesar kedua di Jawa Tengah itu pun ikut turun. Namun, penurunannya berapa, Gito mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

“Kalau perputaran uang turun sudah pasti ya. Tapi penurunannya jadi berapa kami belum mengetahuinya,” ungkapnya.

Meski sepi pengunjung, lanjutnya, para pedagang di Pasar Kliwon Kudus memutuskan tetap berjualan. Menurutnya, hanya ada beberapa kios atau los saja yang tutup. Mereka pun masih berjualan meski Kudus berstatus zona merah.

“Para pedagang masih berjualan seperti biasa. Paling hanya beberapa saja yang tutup,” beber Gito. Pedagang Pasar Kliwon Kudus jumlahnya ada ribuan, dengan banyaknya jumlah pedagang dikhawatirkan jadi klaster penyebaran Covid-19.

Apalagi saat ini kasus Covid-19 di Kudus lagi tinggi. Saat disinggung apa ada pedagang yang terpapar atau ada keluhan, Sugito menjawab, selama ini aman dan tidak ada keluhan.

“Kalau keluhan sakit atau yang terpapar Covid-19 alhamdulillah belum ada. Namun, kalau pedagang mengeluh dagangannya sepi tak ada pembeli, banyak,” bebernya.

Dia berharap, pandemi Covid-19 di Indoneisa dan di Kudus ini segera berakhir. Ekonomi segera pulih, pasar-pasar pun kembali ramai pembeli. Sehingga roda perekonomian pasar kembali normal.

“Ya harapan kami virus corona hilang. Ekonomi pulih dan Pasar Kliwon Kudus kembali ramai,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Diterbitkan di Berita

Kudus (Kemenag) --- Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Kudus Afi meraih medali emas Olimpiade Numerasi dan Literasi Indonesia (ONLI) Session 2 Tahun 2021 Level 5 Tingkat  Mahasiswa, Siswa, Guru, Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK Se-Indonesia.

Selain Asfi, mahasiswa Tadris Matematika IAIN Kudus lainnya, Herdiyanti Putri Mu’asaroh juga berhasil meraih medali perunggu pada ajang dan tingkat yang sama.

Ajang ini diselenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) pada 29-30 Mei 2021. Khusus bidang matematika tingkat mahasiswa, ada dua mahasiswa IAIN Kudus yang meraih medali perak, yaitu: Herdiyanti Putri Mu’asaroh dan  Faisal Ulin Alamsyah. Sementara Mustofa meraih medali perunggu bidang matematika kategori mahasiswa. 

“Melalui Mathematic Olimpiade Club (MOC) di Tadris Matematika IAIN Kudus saya bisa sharing soal-soal olimpiade dan secara mandiri memperdalam kembali soal-soal tersebut,” tutur Asfi di Kudus, Senin (7/6/2021).

Keberhasilan ini tidak lepas dari usaha Asfi dalam belajar. Medali emas ini menjadi pelecut semangatnya untuk mengikuti kompetisi lainnya. “Dengan adanya ini saya lebih semangat dalam mengikuti event-event lomba dan menambah pemahaman dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade,” ucapannya.

Ketua Prodi Tadris Matematika Arghob Khofya Haqiqi turut bangga atas prestasi yang diperoleh mahasiswanya. “Kerja keras dan semangat yang maksimal membuahkan hasil sehingga mampu bersaing dengan mahasiswa di tingkat Nasional, bahkan internasional,” katanya.

Arghob berharap mahasiswa akan terus meningkatkan prestasinya, baik di bidang akademik maupun non akademik. “Prestasi di masa mahasiswa akan bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kelak setelah lulus," ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Ihsan, mengapresiasi prestasi yang diraih mahasiswa  Tadris Matematika IAIN Kudus. Ihsan mengatakan bahwa capaian tersebut adalah wujud komitmen mahasiswa dan bidang kemahasiswaaan untuk terus mendorong seluruh mahasiswa berprestasi melalui home based masing-masing.

“Tidak ada yang tidak mungkin bagi mahasiswa yang berniat dan sungguh-sungguh ingin berprestasi. Terutama berprestasi sesuai dengan program studi yang sudah dipilih dan diambil sebagai bidang studi yang ditekuni untuk benar-benar berkompetensi," kata Alumni IAIN Semarang ini.

Dukungan lembaga, dosen pembimbing, utamanya keseriusan Kaprodi dalam mendampingi mahasiswa mengikuti moment-moment nasional bahkan internasional menjadi keniscayaan terutama untuk mendongkrak prestasi mahasiswa ke taraf internasional.

“Ini awal dan mula yang sangat baik dan inspiratif terhadap seluruh mahasiswa untuk terus mengukir prestasi ke depan yang lebih hebat,” terang Ihsan. (Yusi/RB)

Diterbitkan di Berita

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau tempat karantina di STIE Bank Jateng, Senin (8/12/2021).

Tempat yang telah disiapkan Pemprov sejak awal pandemi lalu itu, rencananya akan digunakan untuk isolasi warga positif Covid-19 dari Kudus dan sekitarnya.

Ganjar mengatakan, tempat tersebut belum pernah dipakai sejak disiapkan sekitar setahun yang lalu. Meski begitu, tempat karantina tersebut dinilai sangat layak untuk digunakan.

“Ini ruang yang kita siapkan dulu pada saat tahun lalu covidnya muncul, belum pernah dipakai tempatnya bagus, kemarin saya minta ini untuk dibuka lagi, udah dibersihkan,” kata Ganjar.

Ganjar melihat satu demi satu bilik dan tempat tidur isolasi. Serta fasilitas seperti perlengkapan APD hingga MCK. Ganjar menerangkan, lokasi tersebut sudah siap digunakan untuk jadi tempat isolasi terpusat.

“Jadi nanti kalau dari Kudus Demak sekitar Semarang membutuhkan, (tempat) ini sudah siap. Bagus sekali tempatnya, AC-nya juga hidup. Di sini malah ada bednya bagus,” ujarnya.

Setidaknya ada 19 bed isolasi yang siap digunakan di STIE Bank Jateng. Tempat tersebut, tahun lalu disiapkan oleh Pemprov Jateng untuk isolasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang pulang dari Malaysia.

Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di sejumlah daerah Jateng mulai mengakibatkan Bed Ocupancy Ratio di daerah-daerah tersebut mulai penuh. Ganjar pun meminta daerah lainnya untuk gotong royong membantu.

Sebelum ke tempat isolasi tersebut, ganjar menggowes sepedanya menyusuri sudut-sudut Kota Semarang. Setiap menemukan kerumunan, Ganjar menyempatkan berhenti untuk sekadar mengingatkan para warga yang tak menggunakan masker.

“Ayo ibu maskernya dipakai,” ujar Ganjar mengagetkan warga kelurahan Rejosari, Semarang Timur.

Ganjar terus mengayuh sepedanya menyusuri gang-gang sempit dan menemukan banyak warga yang tak menggunakan masker saat berkumpul. Di wilayah Semarang Timur tersebut, Ganjar menemukan banyak kerumunan yang tak disiplin protokol kesehatan.

“Ibuke nganggo masker ora? Lha ya dipakai, ditutupke (mulut dan hidungnya). Ibuke kok pakai masker kenapa?,” tanya Ganjar menghampiri kerumunan ibu-ibu yang sedang berbelanja.

Dengan santai, Ganjar berdialog dengan ibu-ibu tersebut tentang pentingnya menggunakan masker. Ganjar bahkan mengapresiasi mereka yang menggunakan masker. Salah satunya bernama Barokah.

“Alhamdulillah bisa ketemu pak Ganjar seneng banget. Pesennya ya harus pakai masker, jaga protokol kesehatan, jaga jarak,” ujarnya.

“Biasanya yo pakai, mau ndilalah ketemu pak Ganjar nggak pakai,” ujar ibu-ibu lainnya yang sempat ditegur Ganjar.

Editor: Suwoko

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19, pasien di Kudus dan Bangkalan akan dirujuk ke rumah sakit yang ada di sekitar wilayah tersebut.

"Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini. Karena memang Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," kata Menkes dalam konferensi pers, Senin (7/6/2021).

Budi pun mengatakan strategi pertama yang dilakukan untuk mengatasi situasi tersebut adalah dengan mengurai tekanan yang ada di rumah sakit, dengan cara merujuk pasien-pasien bergejala sedang dan berat ke kota terdekat.

"Untuk Kudus ke Semarang. Untuk Bangkalan ke Surabaya. Alhamdulillah, kapasitas rumah sakit di Semarang dan juga kapasitas rumah sakit di Surabaya itu cukup untuk menerima rujukan dari daerah Kudus dan Bangkalan," kata Budi Gunadi dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain itu, Menkes juga mengatakan bahwa pemerintah telah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengirimkan tenaga kesehatannya nya ke dua daerah tersebut.

Menurut Menkes, pengiriman dokter dan perawat dilakukan untuk mengisi kekosongan dan mengurangi tekanan tekanan kesehatan setempat, yang cukup banyak terpapar COVID-19.

Minta Pemda Perketat Protokol Kesehatan

"Di Kudus ada sekitar 300-an lebih tenaga kesehatan yang sudah terpapar, karena sudah divaksin semua, alhamdulillah sampai sekarang kondisi mereka masih baik," kata Budi Gunadi.

Dia menambahkan bahwa di antara dokter di Kudus yang terinfeksi COVID-19, ada satu orang dokter spesialis yang berusia 70 tahun yang kondisinya juga baik.

Sementara di sisi hulu, Budi Gunadi mengimbau agar semua kepala daerah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, tetap dijalankan.

"Itu harus diperketat dan harus juga dijelaskan dengan baik," kata Budi.

Minta Warga Tak Tolak Tracing

Menkes juga meminta agar daerah melakukan testing atau pemeriksaan COVID-19 secara disiplin dan dilaporkan secara lengkap. "Dengan demikian kita bisa melakukan langkah antisipasi kalau kita temui ada yang terkena."

Budi pun meminta agar masyarakat yang didatangi petugas pelacakan kontak atau tracing untuk tidak khawatir.

"Tracing-nya jangan ditolak. Kalau Anda terkena tidak usah khawatir. Tidak usah takut bahwa kalau saya kena citranya bagaimana. Kita tanyakan supaya kita bisa mengurangi laju penularan," ujarnya.

Selain itu, Budi juga meminta agar tersedia tempat isolasi mandiri. "Jadi tolong secara swadaya, banyak daerah-daerah yang sudah bisa melakukan tempat isolasi mandiri."

Di sisi lain, Menkes juga sudah menyalurkan 50 ribu vaksin COVID-19 ke Kudus, dan akan segera didistribusikan ke Bangkalan sebanyak 50 ribu dosis.

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran
Diterbitkan di Berita