Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan majelis atau kelompok pengajian hanya boleh diikuti jemaah yang sudah disuntik vaksin virus corona (Covid-19).

Menurutnya, itu perlu demi melindungi kesehatan para jemaah. Anies bicara demikian dalam webinar Peran Masjid di Tengah Pandemi Covid-19 yang digelar Partai Gelora secara virtual, Minggu (22/8).

"Ujungnya kalau majelis-majelis ini mau buka ya harus yang ikut yang sudah vaksin saja. Kenapa? Supaya aman, supaya terlindungi," kata Anies.

Anies menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan perlindungan bagi para jemaah. Apabila jemaah sudah merasa terlindungi, maka masjid akan kembali ramai dengan sendirinya.

"Saya melihat salah satu pintu penting untuk masjid bisa kembali ramai adalah dengan melindungi jemaahnya," kata Anies.

Anies lalu menceritakan upayanya mengajak Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta untuk segera disuntik vaksin Covid-19.

Namun, melihat keadaan di Indonesia, masjid masih ditutup karena kasus penularan Covid-19 tengah melonjak tinggi. Anies kemudian membujuk kedua tokoh agama itu agar melakukan vaksinasi.

"Kepingin tidak masjid kita buka lagi? Kepingin tidak masjid kita leluasa lagi? Iyalah kita kepingin, ya solusinya satu pada vaksin dan langsung kita mulai vaksin," kata Anies.

Setelah itu, kata Anies, Ketua MUI dan DMI DKI Jakarta bersama-sama disuntik vaksin virus corona.

Anies menyebut saat ini ada beberapa masjid di DKI Jakarta menjadi tempat vaksinasi. Dua di antaranya adalah Masjid Baitul Karim Johar Baru dan Masjid Said Naum Tanah Abang yang ia kunjungi pada Sabtu (21/8).

Selain dua masjid tersebut, kata Anies, pimpinan Forum Ulama dan Habaib (Fuhab) Jakarta menggelar vaksinasi di Masjid Al Ittihad, Pondok Pinang, Kota Jakarta Selatan pada pekan lalu.

"Di Masjid Baitul Karim itu memang vaksinnya di dalam masjid. Jadi artinya masjidnya dipakai vaksinasi," kata Anies. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan animo masyarakat untuk menerima suntikan vaksin menjadi lebih tinggi.

Peran tokoh agama begitu penting, sehingga masyarakat yang sebelumnya ragu kini sudah mau disuntik vaksin.

Belum lagi informasi mengenai vaksin di media sosial yang kerap kali dibumbui hoaks. Masyarakat menjadi khawatir mengikuti program vaksinasi. Peran tokoh agama menjadi penting untuk menangkal informasi yang keliru itu.

"Nah hadirnya alim ulama, tersiapkannya masjid untuk melakukan vaksinasi memberikan jawaban yang menenangkan," ujar Anies.

(iam/bmw)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan pernah menjadi Presiden Indonesia.

Bukan tanpa sebab, ia menilai bahwa saat ini Anies terancam digarap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau prediksi saya, Anies enggak pernah jadi capres ya. Sebab, KPK aja bisa jadi ancaman untuk dirinya," ujarnya.

Terlebih, partai politik yang berpotensi melirik Anies hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem.

"Banyak rintangan yang harus dia lewatkan," ujarnya  

Kontan saja, netizen pun langsung beraksi. Seperti dilihat dalam akun Facebook, Mak Lambe Turah.

MLT: “Udah ada yang mau nebeng jadi wapres didukung 130 juta umat gitu lohh.”

Lintang Abdi: “Silahkan yg mau dukung dia ... tpi aku tidak ah".

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari  mengejutkan publik karena membandingkan antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Anies Baswedan.

Bahlan, ia menyebut Jokowi sudah bagus namun kepada Gubernur Anies ia sempat menyebut: “Apa buktinya Bapak berhasil?”

Di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 11 Agustus 2021, sejumlah netizen mencuit keras.

MLT: “Laskar skuadroen yang kemaren2 memuja muji bu siti fadilah sepertinya bakal berbalik awokawokkk.”

Juniati Simbolon: “Tp gabener banyak kelebihannya buu. KELEBIHAN BAYAR MELULU.. buahahahahaha.” 

Denni Ny Hasan: “Si ibuk ny takut hilang.”

Sebelumnya diberitakan, Siti Fadilah Supari menyinggung kinerja dua pemimpin dalam penanganan Covid-19. Siti memuji Jokowi bagus dan mempertanyakan apa bukti Anies berhasil.

Penilaian Siti Fadilah ini konteksnya soal PPKM dan penurunan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Yuk simak dulu sampai selesai ya.

Mantan Menkes era Presiden SBY itu menyuarakan untuk fokus pada penekanan angka kematian Covid-19 saja kalau pemerintah tak bisa mengantisipasi dan memprediksi kapan pandemi akan terjadi lagi.

Siti Fadilah menyoroti soal klaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang belakangan menurun.

Siti nggak puas dengan penjelasan Anies, penurunan kasus Covid-19 di Jakarta itu dampak dari pemberlakuan PPKM. Menurutnya itu hanyalah asumsi Anies saja. Siti mengatakan untuk tahu angka kasus turun itu mestinya diteliti betul jangan pakai asumsi.

“Saya dengar kemarin Gubernur Anies, dia dengan happy-nya klaim berhasil. Sekarang bapak apa buktinya bapak berhasil. Kan turun katanya, apakah tracing Anda juga turun? iya turun. Kalau turun ya pasti itunya (kasus) turun. Nggak ada tracing, ya nggak ada kasus,” kata Siti dalam perbincangan di kanal Youtube Karni Ilyas Club, dikutip Selasa 10 Agustus 2021.

Nah di sisi lain, Siti Fadilah memuji langkah Jokowi yang putuskan tidak mengambil langkah lockdown. Menurutnya Jokowi tepat lho mengambil kebijakan pembatasan dengan skema PPKM atau PSBB.

Dia mengatakan orang nggak tahu saja, kalau Indonesia di-lockdown itu ada ada konsekuensi pemerintah tunduk pada kekuatan dan skenario global.

“Lockdown itu sakit lho untuk suatu negara maju sekalipun. Saya senang dengan pak Jokowi tak pilih lockdown walaupun didemo. Orang yang demo nggak tahu lockdown itu artinya kita 100 persen tunduk dengan mereka,” kata dia.

Mereka yang dimaksud Siti Fadilah adalah kekuatan global yang bisa mengendalikan ekonomi dan politik di masa pandemi ini.

Siti menjelaskan andai Indonesia lockdown, artinya Indonesia menyerah bertekuk lutut pada kekuatan tersebut. Jadinya Indonesia tak kuasa untuk menolak skenario yang diinginkan mereka.

“(Lockdwon) bukan hanya mencegah pergerakan orang tapi juga begitu lockdown, perintah dari mereka akan bersambungan terus,” katanya.

Dia melanjutkan Presiden Jokowi mengambil kebijakan pembatasan berupa PSBB itu justru layak kok bagi karakter rakyat Indonesia.

“Presiden ambil PSBB itu bagus, walaupun ada sebagian yang menilai itu karena pemerintah tak mau berikan uang ke rakyatnya karena lockdown, tapi rakyat Indonesia kan berbeda dengan bangsa lain. Paling pas menurut saya ya PSBB, PPKM. Itu cukup pas untuk orang Indonesia,” jelasnya.

Siti Fadilah Supari berpandangan virus Corona bisa menyebar secara alami dan juga direkayasa alias buatan. Nah kata Siti, kalau virus Corona terjadi secara alami, maka kejadiannya nggak seperti kasus ledakan corona di beberapa negara seperti saat ini.

Siti kok melihatnya ada yang nggak beres, kasus ledakan Covid-19 kok kompak beriringan gitu.

“Kalau natural, mestinya perjalanannya tidak seperti itu. Ini loh yang akhir-akhir ini, India, Indonesia, Singapura, nah itu rada aneh,” kata Siti di akun YouTube Karni Ilyas Club dikutip dari Suara.com, Senin 9 Agustus 2021.

Dia juga nggak tahu dan belum bisa membuktikan corona itu adalah rekayasa. Sebab kalau pemikirannya demikian, maka Amerika Serikat juga korban dari rekayasa Covid-19.

Makanya untuk memastikan karakter Corona itu asli atau buatan, Siti berpandangan perlu lho diteliti lebih dalam. Apalagi Indonesia punya sejumlah peneliti yang bisa membongkar hal itu.

Siti menjelaskan Indonesia memiliki sejumlah ahli yang bisa meneliti virus corona. Ia mengatakan keterlaluan virus yang memicu ledakan kasus Covid-19 di sejumlah negara itu sama. Kira-kira sama nggak sih karekter virus Covid-19 yang ada di Singapura, Amerika Serikat.

“Kalau sama ya kebangetan. Wong dunia segini lebarnya, hawanya berbeda, lah kok bisa agak sama. Dan mestinya kita manfaatkan itu virolog-virolog Eijkman, untuk mengeksplorasi virus pada waktu meledak itu berkarakter seperti apa, dari mana dia datang, ke mana dia pergi,” saran Siti.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan pemanggilan terhadap Anies akan dilayangkan dalam waktu tak lebih dari dua pekan ke depan. 

"Pada saatnya KPK akan menyampaikan kepada publik secepatnya, mungkin minggu ini atau minggu depan," kata Firli saat dihubungi, Senin (26/7)

Jenderal polisi bintang tiga itu mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan juga masih dilakukan kepada sejumlah pihak lain.

Firli memastikan tak akan tebang pilih dalam mengusut setiap kasus korupsi. Setiap proses penanganan kasus, katanya, hanya akan mengacu pada bukti yang terkumpul, termasuk dalam kasus dugaan korupsi lahan di DKI Jakarta.

"Kita memang akan jadwalkan untuk pemanggilan para pihak yang terkait pada perkara korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta, beri waktu KPK untuk bekerja," kata dia.

Sebelumnya, Firli mengatakan, sebagai orang nomor satu di Jakarta, tentunya Anies memahami penyusunan APBD DKI. Oleh sebab itu, penyidik KPK tidak menutup kemungkinan memanggil Anies untuk meminta keterangan mengenai dugaan kasus korupsi tersebut.

"Dalam penyusunan program anggaran APBD DKI, tentu Gubernur DKI sangat memahami, begitu juga dengan DPRD DKI yang memiliki tugas kewenangan menetapkan RAPBD menjadi APBD bersama Pemda DKI," kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/7).

"Mestinya tahu akan alokasi anggaran pengadaan lahan DKI. Jadi tentu perlu dimintai keterangan, sehingga (kasus) menjadi terang benderang," kata dia menambahkan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Selain Rudy, empat tersangka lainnya yakni mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan; Direktur PT AP, Tommy Adrian; Wakil Direktur PT AP, Anja Runtuwene; dan korporasi yakni PT AP.

KPK menaksir kerugian negara mencapai Rp152,5 miliar dari kasus tersebut. Lembaga antirasuah menduga uang tersebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi, sepertimembeli tanah dan kendaraan mewah.

(thr/fra)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait dengan dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur tahun 2019. 

Selain Anies, lembaga anti rasuah itu juga akan melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Dalam kasus tersebut, ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 152,5 miliar.

Pemerikasaan tersebut dilakukan karena anggaran pengadaan tanah, termasuk di Munjul bersumber dari APBD yang dibahas dan ditetapkan oleh Pemprov dan DPRD DKI.

"Terkait program pengadaan lahan tentu dalam penyusunan program anggaran APBD DKI tentu Gubernur DKI sangat memahami, begitu juga dengan DPRD DKI yang memiliki tugas kewenangan menetapkan RAPBD menjadi APBD bersama Pemda DKI mestinya tahu akan alokasi anggaran pengadaan lahan DKI. Jadi tentu perlu dimintai keterangan sehingga menjadi terang benderang," ujar Ketua KPK, Firli Bahuri saat dikonfirmasi wartawan pada Senin 12 Juli 2021.

Firli menyebut bahwa KPK paham terhadap keinginan masyarakat agar kasus tersebut dapat dituntaskan demi kepastian hukum. Sehingga dapat menimbulkan rasakeadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Ketua KPK itu pun memastikan bahwa penyidik tetap bekerja keras dalam mengusut kasus tersebut. "Kami akan ungkap semua pihak yang diduga terlibat baik dari kalangan legislatif, dan eksekutif," kata dia. 

Menurutnya, anggaran pengadaan lahan tersebut sangatlah merugikan negara, sehingga siapapun pelakunya yang terlibat dengan bukti yang cukup KPK tidak akan pandang bulu.

Ia menegaskan KPK akan terus mencari dan mengumpulkan bukti untuk membongkar setiap peristiwa pidana dan menemukan tersangkanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjunjung tinggi asas-asas tugas pokok KPK, yakni kepentingan umum, kepastian hukum, keadilan, transparan, akuntabel, proporsional, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

"Tidak boleh menetapkan tersangka tanpa bukti yang cukup, dan setiap tersangka memiliki hak untuk mendapat pemeriksaan dengan cepat dan segera diajukan ke peradilan the sun rise and the sun set principle harus ditegakkan. Beri waktu KPK untuk bekerja, pada saatnya KPK pasti akan menyampaikan ke publik," ujarnya.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang warganet dengan akun LALALAYEYEYE @nety_rusi bertanya-tanya sebenarnya Gubernur Anies Baswedan bisa kerja gak sih?

"Tadi siang Pak @aniesbaswedan sidak dan marah-marah di PT Equity Life, ternyata PT Equity Life adalah perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, yang termasuk sektor usaha esensial, menurut peraturan dibolehkan tetap beroperasi. Dih Pak, bisa kerja nggak sih, jadi salah yakan?" kata akun tersebut. 

Rupanya hal itu membuat Dosen Universitas Indonesia, Ade Armandio tergelitik namun menahan komentarnya.

“Takut dosa ah ngetawain kebodohan gubernur magang,” kata Ade Armando. 

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluapkan kegeramannya saat mendapati masih ada perusahaan sektor non-esensial yang mewajibkan karyawannya ke kantor selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Padahal aturan PPKM Darurat menyebut perusahaan sektor non-esensial wajib menerapkan bekerja dari rumah atau work from home 100 persen. 

Insiden itu terekam dalam instastory Anies di Instagram, @aniesbaswedan. Dalam unggahannya, Anies tengah melakukan sidak ke PT Ray White dan PT Equity Life di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, Selasa (6/7). 

Dalam video itu, Anies terlihat sedang memarahi seseorang dari bagian HRD PT Ray White. 

"Ibu Diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab. Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa. Kita ini mau nyelamatin nyawa orang, dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja," ujar Anies dengan nada cukup tinggi. 

Perempuan yang dibentak Anies itu tampak hanya terdiam saat Anies mengomelinya. Anies kemudian meminta pekerja di PT Ray White untuk menutup kantor dan karyawan untuk pulang ke rumah. 

Kemudian, dalam video berikutnya, Anies terlihat melakukan sidak ke PT Equity Life. Anies geram masih ada karyawan yang bekerja dari kantor selama PPKM Darurat. Anies makin geram ketika mengetahui bahwa salah satu karyawan yang datang ke kantor adalah ibu hamil. 

"Setiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, enggak ada yang untung. Apalagi ada ibu hamil masuk," tegas Anies. "Ibu hamil kalau kena covid mau melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima satu ibu hamil meninggal. Kenapa? Melahirkan, Covid," ujarnya lagi. 

Anies sebelumnya telah meminta karyawan perusahaan di sektor non esensial dan dipaksa masuk ke kantor selama PPKM darurat melapor melalui aplikasi JAKI. JAKI adalah aplikasi 'Jakarta Kini' yang membuka laporan hingga informasi bagi warga. 

Setelah laporan masuk, Anies berjanji akan langsung menindak tegas perusahaan-perusahaan yang tetap memaksa karyawannya masuk pdahal tengah diterapkan PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli mendatang. PT Equity Life membenarkan sidak yang dilakukan Gubernur Anies.

Dilasnir CNNIndonesia.com, perusahaan menyatakan apa yang terjadi saat sidak tersebut sudah ditindaklanjuti oleh manajemen. Perusahaan mengklaim telah mengikuti peraturan dan protokol kesehatan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah.  Sampai saat ini, kantor masih beroperasi. 

"Sejauh ini kami masih mengikuti sesuai peraturan dan protokol yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Namun untuk info lebih lanjut bisa hubungi kantor pusat," kata salah satu karyawan contact center PT Equity Life saat dihubungi. 

Sementara pihak Ray White belum dapat dihubungi sampai berita ini ditulis.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita
Beredar video ceramah Pendakwah Alfian Tanjung yang terang-terangan melemparkan serangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terkait Covid-19 yang beredar di media sosial.

Video Alfian Tanjung tengah menyerang Anies soal Covid pun ikut diunggah oleh Pegiat media sosial Eko Kuntadhi, melalui akun Twitternya, seperti dilihat, Rabu (23/6/2021). 

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1407340849084649472

 

Eko mengaku kasihan dengan para tengaka kesehatan (Nakes) di rumah sakit lantaran isi ceramah Alfian Tanjung tersebut.

Sebab, menurut dia, ceramah tersebut telah menuding para nakes sebagai penyebab orang meninggal dunia. 

Patut diketahui, sambung Eko, para nakes tersebut sudah mengorbankan nyawa mereka untuk menolong nyawa pasien Covid-19.

“Nah ini. Penceramah ancor! Kasian nakes dan RS kita, dituding menjadi penyebab orang meninggal. Padahal mereka mengorbankan nyawanya untuk menolong pasien,” cuitnya.

Sementara itu, dalam video tersebut terlihat ceramah Alfian Tanjung yang Gubernur Anies Baswedan soal Covid-19. 

Menurut Alfian, Anies saat mengetahui adanya gejala positif Covid-19 enggan ke rumah sakit.

Karena itu, ia pun menuding jika hal tersebut karena semua pasien Covid-19 yang dibawa ke RS pasti meninggal.  

“Anies Baswedan ketika ada gejala positif (Covid-19) dia gak mau ke rumah sakit. Pokoknya semua yang dibawa ke RS judulnya sampai ke liang kubur (meninggal). Tapi kalau di rumah, dominan pulang. Itu fakta loh,” ungkapnya.

“Kita tidak sedang menyerang pribadi, tapi ini fakta. Secara physicly, Ustad Najamudin Ramli, Ustad Sudarno Hadi, Ustad Soimin, semua guru-guru kita yang dibawa ke rumah sakit semua selesai (meninggal),” tuturnya.

Karena itu, iia menilaii harus ada tim investigasi untuk mengungkap fakta tersebut. 

“Seharusnya ada tim investigasi, bukan saya marah atau memfitnah,” ujarnya.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, mediakita.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengimbau warga Ibukota agar di rumah saja. Hal itu disampaikan Anies Baswedan melalui akun twitternya https://twitter.com/aniesbaswedan. (19/6/2021)

Orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut mengimbau agar Sabtu-Minggu di rumah saja menghabiskan waktu bersama keluarga dan hanya keluar rumah bila mendesak.

‘Teman-teman, mari kita di rumah saja hari Sabtu-Minggu ini. Habiskan waktu bersama keluarga, tidak usah bepergian kecuali untuk kebutuhan yang mendesak dan pokok. Semoga teman-teman tetap sehat dan terhindar dari potensi penularan COVID-19’ tulis Anies Baswedan.

 

 

Sehari kemudian tepatnya hari ini Minggu (20/6/2021) di akun yang sama, Anis membagikan aktifitasnya bersama keluarga plesiran keliling bersepeda.

Anies yang mengunggah foto bersama istri dan anaknya mengungkapkan bahwa ia bersepeda menyusuri jalur sepeda sepanjang Jalan Sudirman.

‘Pagi ini olahraga bersepeda bersama @FeryFarhati dan Ismail. Menyusuri jalur sepeda sepanjang jalan Sudirman, dengan tetap menjaga jarak dan menaati prokes.’ tulisnya disertai foto dirinya bersepeda.

Unggahan Anies tersebut direspon netizen. Adalah akun twitter menulis:

BACA JUGA :  Hasil Survei SMRC: Apapun Partainya, Tahun 2024 Tetap Ganjar Presidennya

‘Katanya Sabtu-Minggu di rumah saja pak? Berarti sepedaan hal yang penting dan mendesak ya?’ tanyanya sembari disertai cuitan imbauan Anies sebelumnya.

Selain Anies, istri dan anaknya tampak pula beberapa orang yang bersepeda dengannya sebagian besar mengendarai sepeda di luar jalur sepeda yang ditentukan. Akibatnya netizen pun menyayangkan kelakuan orang yang bersama gubernur tersebut tapi tidak ditegur.

‘Padahal jelas di foto kedua ada yang sepedahan diluar jalurnya. Gubernurnya aja gamau langsung jewer yang bandel’ tulis akun https://twitter.com/hilMANCE 

 

 

Seperti santer diberitakan bahwa jalur sepeda yang ada di Jalan Sudirman tersebut yang menghabiskan anggaran 28 milyar akan dibongkar karena dianggap mengganggu lalulintas dan tidak efektif. (Prb/mediakita.co)

 
 
Diterbitkan di Berita
 TRIBUN-TIMUR.COM Satu lagi proyek Pemprov DKI Jakarta segera dibongkar.

Ya, jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, akan dibongkar.

Hal tersebut menyusul kabar Kapolri Jenderal (Polisi) Listyo Sigit Prabowo menyetujui pembongkaran jalur sepeda permanen tersebut.

Jika terlaksana, pembongkaran jalur sepeda permanen menambah daftar proyek di DKI Jakarta yang dibongkar.

Sebelumnya, ada beberapa proyek di DKI Jakarta yang akhirnya dibongkar padahal belum lama dibangun.

Mulai Waring Kali Item, Instalasi bambu Getah Getih, hingga instalasi Gabion di bundaran HI.

Berikut Tribun-timur.com bagikan rangkumannya:

1. Waring Kali Item

Biaya: Rp 580 juta

Dibangun: Juli 2018

Dibongkar: 15 November 2018.

Kain Waring yang menutupi Kali Item, Jakarta Pusat, pertama kali dipasang pada Juli 2018 lalu.

Saat itu, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Asian Games yang dihelat Agustus 2018.

Umurnya kurang dari empat bulan.

Jaring seharga Rp 580 juta mulai dibongkar 15 November 2018.

2. Instalasi Bambu Getah Getih

Biaya: Rp 550 juta.

Diresmikan: 16 Agustus 2018.

Dibongkar: 17 Juli 2019.

Instalasi bambu Getih Getah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) depan Monumen Selamat Datang, Jakarta Pusat, kini tinggal kenangan.

Tak ada lagi instalasi bambu yang berdiri kontras di tengah gedung-gedung modern.

Kini, hanya tersisa tanaman-tanaman hijau yang menghiasi sekitar bekas tempat bambu tersebut.

Instalasi bambu tersebut telah dibongkar pada Rabu (17/7/2019) malam setelah bertahan selama 11 bulan.

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengungkap alasan pembongkaran instalasi bambu.

Menurut dia, kondisi instalasi bambu itu mulai rapuh sehingga tidak bisa digunakan lagi.

"Iya dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca, sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh, khawatir (nanti) rubuh," kata Suzi saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Diketahui, instalasi bambu Getih Getah dibuat seorang seniman bernama Joko Avianto atas permintaan Gubernur DKI, Jakarta Anies Baswedan.

Instalansi bambu yang diresmikan Anies pada Kamis, 16 Agustus 2018 sempat jadi sorotan.

Satu diantaranya karena biaya yang dipakai untuk membuat dan memasang instalasi bambu mencapai setengah miliar!

3. Instalasi Gabion di Bundaran HI

Biaya: Rp 150 juta.

Dibangun: Agustus 2019.

Dibongkar: Desember 2019.

Instalasi batu gabion di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, telah dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada 2019 lalu.

Padahal, instalasi dengan bahan dasar batu bronjong itu terbilang masih seumur jagung.

Gabion baru dipasang selama empat bulan terhitung dari Agustus 2019 hingga Desember 2019.

Instalasi gabion sendiri menggantikan instalasi bambu getih getah di lokasi yang sama.

Pemprov DKI Jakarta mengucurkan anggaran senilai Rp 150 juta untuk instalasi dari batu karang ini.

Saat itu, Dinas Kehutanan DKI Jakarta memasang tiga instalasi yang disusun terdiri dari berbagai ukuran.

Terdapat tiga instalasi yang diletakkan secara berdampingan.

Dua instalasi setinggi kurang lebih 160 centimeter dan satunya setinggi kurang lebih 180 sentimeter.

Di sekitar instalasi tersebut pun dihiasi berbagai macam tanaman, yakni lidah buaya dan bougenville berwarna ungu, putih, dan merah.

Juga terdapat batu-batu berwarna coklat dan pasir putih.

Waktu awal didirikan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pemasangan instalasi gabion di Bundaran HI itu merupakan bagian dari penataan kota.

Instalasi tersebut merupakan pengganti Getih Getah, karya seni Joko Avianto yang dibongkar karena bambunya sudah rapuh.

Anies menyebut rancangan tersebut langsung dari Dinas Pertamanan (Dinas Kehutanan) DKI Jakarta.

Tujuannya hanyalah untuk mempercantik kota layaknya taman-taman lainnya di DKI Jakarta.

"Taman biasa. Itu rancangannya dari dinas pertamanan. Namanya kan nanti dinas pertamanan dan hutan kota. Jadi rancangan begitu sama seperti taman-taman yang lain. Tentu lah, memang untuk apalagi kalau bukan mempercantik," kata dia.

Namun kini, tempat berdirinya gabion hanya bersisa serpihan-serpihan batu.

Batu-baru berwarna krem, kehijauan, dan coklat hanya berserakan bercampur tanah berwarna coklat. Tanaman-tanaman yang dahulu menghiasi sekeliling gabion tak lagi ada.

Di lokasi yang sama, terdapat besi untuk kerangka panggung yang disusun maupun dijajarkan.

Tak jauh dari bekas lokasi instalasi gabion memang sudah berdiri satu panggung besar tepat di depan patung selamat datang dan satu panggung kecil di belakang.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita mengatakan, pembongkaran ini hanya untuk sementara.

Di lokasi tempat berdiri gabion tersebut akan diperuntukkan bagi acara tahun baru.

"Iya sementara. Untuk persiapan penyelenggaraan acara tahun baru untuk warga jakarta di bundaran HI. Setelah itu akan dipasang kembali," tutur Suzi saat dihubungi wartawan, Kamis (26/12/2019).

4. Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin

Biaya: Rp 28 Miliar

Dilansir dari Kompas.com, Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya setuju jalur sepeda permanen di Jakarta itu dibongkar.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp28 miliar untuk membuat jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer tersebut.

Namun, Listyo mengatakan, Polri akan mencari formula terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul setelah adanya jalur sepeda tersebut.

"Prinsipnya, terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah (jalur) yang permanen itu nanti dibongkar saja," kata Listyo dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6/2021).

Listyo menuturkan, untuk mencari solusi tersebut, Polri akan melakukan studi banding ke beberapa negara terdekat.

Ia menyebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain pengaturan rute sepeda baik sepeda yang digunakan untuk bekerja atau berolahraga.

Kemudian, jam pemberlakuan jalur sepeda, pengaturan luas wilayah jalur sepeda, serta daerah-daerah mana saja yang menerapkan jalur sepeda.

"Ini akan kami koordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, dengan Pemerintah Daerah DKI. Para kapolda di seluruh wilayah juga melakukan yang sama," kata Listyo.

Harapannya, keberadaan jalur sepeda nantinya tidak akan mengganggu kendaraan-kendaraan lain dan pengguna jalan lainnya.
"Sehingga kemudian jalur sepeda bagi masyarakat tetap ada, jamnya dibatasi, sehingga tidak mengganggu para pengguna atau moda-moda yang lain yang memanfaatkan jalur tersebut," kata dia.

Adapun hal ini disampaikan Listyo merespons pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang mengusulkan agar jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin dibongkar.

Sahroni berpendapat, keberadaan jalur sepeda tersebut dapat menciptakan diskriminasi antara pengguna sepeda road bike, sepeda seli, maupun pengguna jalan lainnya.

"Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini, untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang. Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin," ujar politikus Partai Nasdem itu. (Tribunnews.com/ Kompas.com)

Editor: Sakinah Sudin

Diterbitkan di Berita

VIVA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setuju usulan untuk membongkar jalur sepeda permanen yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau Pemerintah Provinsi DKI di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

“Prinsipnya, kami akan terus mencari formula yang pas. Kami setuju masalah permanen itu dibongkar saja,” kata Sigit saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Senayan pada Rabu, 16 Juni 2021.

Namun, Sigit mengatakan Polri akan melakukan study banding ke beberapa negara terdekat terkait jalur sepeda. Selain itu, pengaturan rute sepeda baik sepeda yang digunakan untuk kerja maupun olahraga.

“Nanti diatur terkait jam, pengaturan luas wilayah daerah mana saja,” ujarnya.

Tentu, kata Sigit, Polri akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Provinsi Jakarta. Namun, jalur sepeda untuk masyarakat harus tetap ada.

“Jam dibatasi sehingga tidak mengganggu para pengguna atau moda lain yang memanfaatkan jalur tersebut. Ini akan terus kami perbaiki, mudah-mudahan bisa kita laksanakan dengan sebaiknya,” ujarnya.

Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 4