Ketujuh kawasan tersebut berada di Jakarta, Bandung, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, dan Bali.

“Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Pemerintah, Kementerian PUPR menyiapkan tidak hanya ruang isolasi, tetapi juga rumah sakit. Contohnya Asrama Haji di Pondok Gede yang terdiri dari lima gedung yang telah diubah menjadi Rumah Sakit Darurat untuk penanganan Covid-19 dengan total hampir 900 tempat tidur, termasuk untuk menampung tenaga kesehatan,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima, Rabu (21/7/2021).

Gedung Asrama Haji Pondok Gede yang dimanfaatkan sebagai RS Darurat Covid-19 adalah Gedung A, Gedung B, Gedung C, Gedung H dan Gedung D5, yang sudah beroperasi secara bertahap sejak, Jumat (16/7/2021) lalu. 

Selain itu, terdapat juga Gedung D3 dan D4 yang akan dimanfaatkan bagi para tenaga kesehatan. Selain Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta juga disiapkan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput dan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (PKIA) Kiara di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Rusun Pasar Rumput sendiri, memanfaatkan tiga tower yang ada dengan total kapasitas 5.952 tempat tidur. Untuk Tower 1 akan memanfaatkan 689 unit dengan total 2.067 tempat tidur, Tower 2 sebanyak 606 unit dengan 1.818 tempat tidur, dan Tower 3 sebanyak 689 unit dengan total 2.067 tempat tidur. 

Sedangkan di Gedung PKIA Kiara di RSCM, akan memanfaatkan bangunan di lantai 3, 4, 5, 8, 9, dan 10 dengan total kapasitas 394 tempat tidur.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara (Jubir) Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menyebut, pengerjaan di RSCM ini ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan. 

“Penyelesaian renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM paling lambat selesai pada tiga pekan ke depan,” kata Endra.

Selain itu, terdapat juga dua fasilitas di Bali dan empat fasilitas di DI Yogyakarta.

"Terdapat setidaknya tiga fasilitas RS Darurat Covid-19 di Bandung yang disiapkan dan diperkirakan mulai beroperasi Rabu (21/7/2021),” imbuh Endra. 

Sementara di Surabaya, Endra menyatakan saat ini tengah disiapkan RS Indrapura Surabaya untuk menjadi layanan pasien Covid-19 yang diperkirakan penyelesaian renovasinya rampung awal Agustus 2021.

“Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan fasilitas isolasi dan perawatan Covid-19 di Semarang dan Solo Raya yang diperkirakan dapat beroperasi mulai Kamis, 22 Juli 2021 yang akan datang,” ujarnya. 

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PUPR juga siap untuk terus mengkonversi bangunan lain di luar Pulau Jawa-Bali menjadi RS Darurat Covid-19. 

Sejak awal pandemi terdapat beberapa RS Darurat yang telah disiapkan, antara lain RS Pulau Galang di Kepulauan Riau, Wisma Atlet Kemayoran dan Rusun Pasar Rumput di DKI Jakarta, RSUD Lamongan di Jawa Timur dan RS Universitas Muhammadiyah Malang di Jawa Timur, dan RS Akademik UGM di Yogyakarta.

Diterbitkan di Berita

bensinkita.com Asrama Haji Pondok Gede diresmikan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dengan nama Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Arafah.

Rumah sakit rujukan Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini akan dioperasikan oleh PT Pertamina Bina Medika IHC guna membantu penanganan pasien Covid-19.

Acara peresmian dilakukan tiga menteri, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021).

Dengan peresmian ini, maka RSPJ Ekstensi Arafah siap melayani pasien covid-19. Sejumlah petinggi Pertamina juga ikut hadir menyaksikan peresmian ini, antara lain Komisaris Utama PBM IHC Farid Haryanto, Direktur Utama Pertamina Nieke Widyawati, Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat.

RSPJ Ekstensi Arafah menempati gedung Arafah yang berada di komplek Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede.

Dalam gedung empat lantai tersebut, pemerintah menyediakan 150 bed rawat isolasi Covid-19. Terbagi menjadi ruang instalasi gawat darurat (IGD) sebanyak 30 bed dan ruang rawat sebanyak 120 bed.

Ruang IGD yang berada di lantai dasar, terdiri dari 24 bed ICU dan 6 bed non-ICU. Sementara, ruang rawat yang berada di lantai 2, 3, dan 4 gedung Arafah ini memiliki 15 bed HCU dan 105 bed ICU.

RSPJ ekstensi juga dilengkapi dengan 74 unit mesin ventilato, 50 unit High Flow Nasal Canul (HFNC) dan 124 alat bantu pernapasan.

Fasilitas medis seperti oksigen sentral, negative pressure dengan hepafilter, Radiologi CT Scan, X Ray serta laboratorium klinik pun tersedia dalam rumah sakit ini.

Menag Yaqut menuturkan, keberadaan RSPJ Ekstensi Arafah ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak untuk saling bahu membahu menangani pandemi covid-19. Ia menyampaikan, kebersamaan ini harus menjadi kekuatan agar bangsa Indonesia dapat melewati pandemi covid-19 dengan baik.

Menag juga mengatakan bahwa Covid 19 adalah ujian sekaligus cara Tuhan untuk menjadikan bangsa Indonesia agar lebih besar dan kuat.

“Tidak ada sebuah bangsa yang tumbuh tanpa melewati berbagai ujian. Tugas kita adalah bagaimana mengkonversi ujian dan tantangan itu menjadi sebuah peluang yang akan menerbangkan sayap garuda terbang semakin tinggi,” tutur Menag.

“Kita pernah diuji dengan berbagai cobaan dan permasalahan kebangsaan, Penjajahan, bencana alam besar seperti Tsunami Aceh dan lainnya pernah kita rasakan bersama, namun semua itu berhasil kita llaui dengan baik,” imbuhnya.

Senada dengan Menag, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan kerjasama luar biasa yang dijalin dalam mewujudkan Rumah Sakit ini tidak akan sia-sia.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya bekerja, berpikir dan berjuang untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita,” tutur Erick

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Kementerian Agama dan Kementerian BUMN yang telah ikut serta dalam penanganan pandemi Covid 19 di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat mengatakan, setelah diresmikan RSPJ Ekstensi Arafah sudah mulai menerima pasien. Usai diresmikan, sudah ada 20 pasien yang mendaftar untuk dirawat di rumah sakit ini. 

“Kami langsung melakukan gerak cepat, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan medis dalam penanganan covid 19, sehingga malam ini kami langsung menerima pasien,” pungkas Fathema.

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dijadwalkan meresmikan rumah sakit (RS) ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede , sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 .

Peresmian dilakukan pada Senin 19 Juli 2021 siang nanti. Tak hanya Erick Thohir, agenda tersebut juga dihadiri Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

"Acara peresmian RS Ekstensi Asrama Haji sebagai RS Rujukan Covid-19, yang akan dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas," demikian bunyi undangan Kementerian BUMN yang diterima MNC Portal Indonesia.

Sebelumnya pemerintah memastikan pengoptimalan Asrama Haji, Pondok Gede, sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Kapasitasnya juga akan ditambah, dari tiga menjadi lima gedung dengan daya tampung mencapai 988 pasien.

Awalnya, satu gedung di asrama haji pondok gede sudah dimanfaatkan RS untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

(akr)

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta bakal beroperasi sebagai rumah sakit (RS) penanganan Covid-19 mulai Sabtu, 10 Juli 2021. Terdapat delapan gedung yang bakal digunakan sebagai tempat perawatan pasien covid-19 sedang hingga berat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menerangkan bahwa untuk mendapatkan perawatan di RS Asrama Haji Pondok Gede, pasien covid-19 terlebih dahulu harus mengisi aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas).

"Sisrutenas ini diisi oleh rumah sakit atau Puskesmas terdekat dari tempat tinggal pasien. Melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika dirujuk kesini bisa mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata Abdul Kadir, di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (9/7/2021).

Ia menambahkan, pihaknya mengoptimalkan seluruh gedung di asrama haji ini untuk dapat melayani pasien Covid-19. Sementara, pengelolaan manajemen RS Asrama Haji merupakan extension (perpanjangan) dari beberapa rumah sakit.

Adapun rumah sakit yang terlibat dalam manajemen RS Asrama Haji, yaitu: RS Dharmais mengelola pelayanan di Gedung A, RS Harapan Kita mengelola Gedung B, RS Kota mengelola Gedung C, RS Marzoeki Mahdi Bogor mengelola Gedung H, serta RS Ibu dan Anak Bunda mengelola Gedung D5.

"Kita mengoptimalkan semua pelayanan seluruh gedung yang ada di asrama haji, menyiapkan tempat sebanyak-banyaknya, extension (perluasan) rumah sakit dibawah agar kita dapat memonitor secara langsung dan tentunya lebih terkoordinir," terangnya.

Selain sarana prasarana, dari pihak Kemenkes juga telah menyiapkan tenaga kesehatan (Nakes) untuk memberikan pelayanan di RS Asrama Haji Pondok Gede. Total ada350 nakes yang berasal dari seluruh daerah dengan 78 spesialis.

"Nakes yang kami siapkan merupakan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya dan semua menginap di asrama haji," ujar Abdul Kadir.

Lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid 19 adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Satu gedung yang sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat adalah Gedung Arafah.

Sedang dua gedung yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan adalah gedung D3 dan D4.

(kha)
Diterbitkan di Berita
 

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur untuk penanganan COVID-19, sudah mulai dapat dioperasikan besok Sabtu, 10 Juli 2021.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi saat meninjau dan meresmikan RS Asrama Haji Pondok Gede bersama dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Jumat (9/7/2021).

"Saya tadi sudah cek ke dalam, peralatan rumah sakit, kemudian pergantian AC, kemudian pembangunan lift untuk para pasien, saya lihat semuanya dalam keadaan 99 persen siap," ujarnya.

"Sehingga, besok pagi, Rumah Sakit Wisma Haji ini sudah bisa dioperasionalkan," kata Jokowi dalam konferensi persnya, yang disiarkan dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Ajak Masyarakat Jadi Relawan

Pada kesempatan tersebut, Jokowi pun juga mengajak mahasiswa, pemuda-pemudi, ibu-ibu PKK, dan kader-kader Posyandu, untuk bersama-sama menjadi relawan dalam penanganan COVID-19.

"Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI, dan Polri, sudah bekerja keras pagi siang malam sejak bulan Maret 2020 yang lalu sampai saat ini," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat, sehingga penanganan COVID ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya," imbuh Jokowi.

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa selama 2021 pihaknya telah melakukan pembayaran klaim rumah sakit untuk pelayanan COVID-19 sebesar Rp17,1 triliun termasuk dengan klaim yang berasal dari layanan 2020.

Dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Rita Rogayah menjelaskan telah dilakukan pembayaran sebesar Rp17.183.658.176.432 untuk pelayanan COVID-19 pada 2021.

"Di mana yang sudah kami lakukan ini ada bulan layanan tahun 2020, ada bulan layanan 2021. Kenapa muncul bulan layanan 2020? Karena rumah sakit mengunggahnya pada tahun 2021, jadi rumah sakit ini mengklaim itu pada tahun 2021 layanannya di 2020," kata Rita.

Jumlah yang sudah ditransferkan ke rumah sakit untuk bulan layanan 2020 berjumlah Rp6.623.344.969.193 yang ditransferkan pada 2021.

Untuk pembayaran klaim Januari-Mei 2021 sendiri telah dilakukan sebesar Rp10.560.313.207.239, dengan paling tinggi adalah klaim Januari 2021 sebesar Rp3,19 triliun.

Terkait klaim bulan layanan 2020, dia menjelaskan pihak Kemenkes bahkan masih membayarkan klaim pelayanan di bulan-bulan awal pandemi seperti Maret 2020 yang baru diklaim pada 2021.

"Sehingga pada bulan April kami tidak melanjutkan pembayaran untuk unggahan bulan layanan 2020 karena itu secara regulasi harus ditinjau dulu oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," jelasnya.

Dari pembayaran Rp17,1 triliun itu paling banyak untuk rumah sakit swasta dengan besaran Rp9,5 triliun yang diklaim oleh 803 rumah sakit.

Sementara itu, 415 rumah sakit daerah mengklaim Rp4,6 triliun, 58 RS TNI sebesar Rp685 miliar, RS Polri sebesar Rp448 miliar, 30 RS Kemenkes sebesar Rp976 miliar, 23 RS BUMN sebesar Rp550 miliar dan 11 Rs kementerian lainnya sebesar Rp340 miliar.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Wahid mengusulkan agar pemerintah membangun Rumah Sakit Khusus Covid-19 untuk merawat para tenaga kesehatan ketimbang membangun RS Covid-19 khusus untuk pejabat.

Usul itu ia sampaikan merespons permintaan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Rosaline Irene Rumaseuw yang agar pemerintah membuat rumah sakit Covid-19 khusus pasien dari kalangan pejabat negara.

"Kalaupun ada RS khusus, itu sebaiknya untuk nakes," kata Alissa kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/7).

Alissa menegaskan pihaknya tak setuju dengan usulan pembangunan RS Covid-19 khusus pejabat. Menurutnya, hal demikian pasti menabrak rasa keadilan bagi masyarakat secara luas.

Terlebih, saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit imbas melonjaknya penularan virus corona. "Nanti pejabat semakin jauh dari realita RS yang sesungguhnya," kata dia.

Rosaline Irene sebelumnya mengusulkan pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan Covid-19 khusus untuk pejabat negara. Dia menilai pejabat negara seharusnya diistimewakan karena bekerja memikirkan negara dan rakyat. (rzr/gil)

 

Diterbitkan di Berita

Pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk menyediakan lebih banyak pasokan oksigen medis. Meninggalnya puluhan pasien akibat krisis oksigen di RSUP dr Sardjito Yogyakarta akhir pekan lalu menjadi pemicunya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Oksigen COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tri Saktiyana, mengakui krisis akhir pekan lalu karena lonjakan kebutuhan yang luar biasa.

“Kebutuhan oksigen meningkat drastis. Sebagai contoh, RSUP dr Sardjito itu kebutuhan oksigen-nya meningkat lima kali lipat dari kebutuhan oksigen di masa normal, sehingga perlu upaya ekstra, upaya darurat,” kata Saktiyana di Yogyakarta, Senin (5/7).

 

Para petugas mendorong tangki oksigen di RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (Foto: Kalandra/AP Photo)
Para petugas mendorong tangki oksigen di RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, Minggu, 4 Juli 2021. (Foto: Kalandra/AP Photo)

 

Menurut Saktiyana, setidaknya ada tiga faktor teknis di lapangan, tetapi cukup menganggu dan butuh penyelesaian. Faktor pertama adalah karena tangki oksigen cair di setiap rumah sakit, memiliki merek sesuai perusahaan penyedianya.

Jika sebuah rumah sakit memiliki tabung oksigen cair berkapasitas besar milik perusahaan A, kata Saktiyana, ada kesulitan ketika pasokan ketika harus menerima oksigen dari perusahaan B.

“Di situasi normal, tidak etis merek A kosong kemudian diisi merek B, seperti botol Coca-Cola yang diisi Pepsi, kan enggak boleh. Ini memang harus merubah pola pikir yang cepat terkait kondisi darurat,”

Kondisi ini sebenarnya telah diatasi dengan kesepakatan antarperusahaan penyedia oksigen. Namun, kata Saktiyana, pelaksanaan kesepakatan itu di lapangan masih menemui hambatan.

 

Medical workers treat patients inside an emergency tent erected to accommodate a surge in COVID-19 cases, at Dr. Sardjito General Hospital in Yogyakarta, Indonesia, July 4, 2021.
Medical workers treat patients inside an emergency tent erected to accommodate a surge in COVID-19 cases, at Dr. Sardjito General Hospital in Yogyakarta, Indonesia, July 4, 2021.

 

Faktor kedua adalah alat angkut, dalam hal ini truk tangki oksigen yang terbatas. Tidak hanya itu, meskipun alat angkut ada, untuk menjadi sopir tangki oksigen ternyata dibutuhkan sertifikasi sehingga tidak dapat dilakukan oleh setiap pengemudi truk.

Masalah ketiga adalah karena Yogyakarta tidak memiliki pabrik oksigen. Pabrik paling dekat ada di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, yang juga terbebani dengan kebutuhan di daerah itu sendiri.

Saktiyana menjelaskan, dalam kondisi normal di luar pandemi, DIY membutuhkan oksigen rata-rata 20 ton per hari. Saat ini, kebutuhannya adalah sekitar 55 ton oksigen per hari.

“Ini tentu harus bekerja sama karena kita tidak punya pabrik, harus menjalin hubunan baik dengan Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur,” tambahnya.

Dalam pernyataan pada Minggu (4/7) sore, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga menyebut persoalan ketersediaan dan distribusi oksigen yang terkendala ini.

Dia mengakui, kekurangan oksigen tidak hanya di RSUP dr Sardjito. Akibat lonjakan penderita, seluruh 27 rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY perlu tambahan jatah oksigen.

 

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono menanggapi opsi PSBB di Yogyakarta, Selasa (29-12). (Foto: Courtesy/Humas DIY)
Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono menanggapi opsi PSBB di Yogyakarta, Selasa (29-12). (Foto: Courtesy/Humas DIY)

 

“Bagaimana kita bisa mendistribusikan oksigen, dari pabrik-pabrik yang di Yogya tidak ada. Adanya hanya di Jawa Tengah, dan kita harus berebut dengan Jawa Tengah, sehingga tidak bisa. Kami minta dari Jakarta dan Jawa Timur,” kata Sultan.

Pasokan oksigen di berbagai rumah sakit di Yogyakarta pada Senin (5/7) terpantau stabil. Maria Vita Puji, Humas RS Panti Rapih kepada VOA mengatakan pasokan oksigen di rumah sakit tersebut lancar.

“Kami menggunakan sistem oksigen sentral dan cadangan berupa tabung-tabung,” ujarnya.

Hari Minggu (4/7) sore, truk tangki oksigen PT Samator juga terpantau mengisi pasokan oksigen sentral di RS PKU Muhamamdiyah Yogyakarta.

 

Mobil tangki oksigen PT Samator mengisi pasokan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (4/7). (Foto: VOA/Nurhadi)
Mobil tangki oksigen PT Samator mengisi pasokan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (4/7). (Foto: VOA/Nurhadi)

 

Pusat Janjikan Lancar

Hari Senin (5/7), dalam keterangan kepada media, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan juga menyebut soal lonjakan kebutuhan oksigen ini.

“Oksigen pun sebenarnya, ini karena peningkatan kebutuhan sampai 3-4 kali lipat jumlah yang dibutuhkan, jadi sempat distribusinya agak tersendat. Memang ada sedikit kekurangan, tetapi sekarang dengan pengaturan dari lima produsen oksigen, kita minta seratus persen sekarang dikasihkan kepada kesehatan,” kata Luhut.

 

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (1/7) menargetkan PPKM Darurat bisa turun kasus harian covid di bawah 10.000 kasus. (Foto: VOA)
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (1/7) menargetkan PPKM Darurat bisa turun kasus harian covid di bawah 10.000 kasus. (Foto: VOA)

 

Luhut juga mengakui, memang ada masalah terkait oksigen, tetapi dia meminta seluruh pihak untuk tidak panik karena dia menilai semua terkendali.

“Sekarang kita bekerja sepanjang waktu untuk mengatasi kekurangan oksigen,” janjinya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya sudah mengidentifikasi kebutuhan oksigen di masing masing rumah sakit.

“Kita sudah membuat Satgas Oksigen di masing-masing provinsi. Kita akan menggerakkan agar Satgas ini bisa menyesuaikan supply yang ada dengan demand di masing-masing rumah sakit, dan juga transportasi logistiknya, ke masing-masing rumah sakit, dari produsen yang ada,” kata Budi.

 

Budi juga menggarisbawahi perintah Menkomarves yang menegaskan bahwa jika terjadi kekurangan, Kementerian Perindustrian diminta mengkonversi alokasi oksigen industri ke oksigen medis untuk rumah sakit.

“Dan juga kalau perlu mengimpor oksigen,” tambah Budi. [ns/ab]

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama akan menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat sementara, dalam menangani pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

"Kami bersepakat, menjadikan Gedung Arafah yang selama ini digunakan oleh RS Haji untuk perawatan pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat, ditingkatkan sarana prasarananya agar bisa menjadi RS Darurat," ujar Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Rencana menjadikan asrama haji Pondok Gede menjadi RS Darurat sementara merupakan hasil pembicaraan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN Erick Tohir beberapa waktu lalu.

Jajaran di Kemenag kemudian menindaklanjutinya dengan menggandeng Petra Medika, anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak pada layanan kesehatan untuk menyiapkan tenaga kesehatan dan segala fasilitas penanganan.

"Rencana, hari ini akan dilakukan survei lokasi dan diharapkan peralatan pemeriksaan kesehatan dari Perta Medika bisa segera dipasang," kata dia.

Menurut Nizar, dalam mengatasi lonjakan kasus COVID-19 serta RS yang sudah tak bisa menampung pasien lagi, dibutuhkan tempat baru yang dapat dijadikan ruang penanganan COVID-19.

Apabila membangun, tentu butuh waktu. Karenanya, kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan layanan di gedung Arafah asrama haji Pondok Gede sebagai RS darurat.

"Kebetulan, layout kamar dan struktur bangunan gedung Arafah menyerupai rumah sakit, sehingga diharapkan dapat memudahkan proses optimalisasi fungsinya sebagai RS darurat," kata dia.

Ia berharap keberadaan RS darurat di asrama haji Pondok Gede ini bisa ikut memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, utamanya bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat.

"Ini bagian kehadiran Kemenag dan komitmen BUMN dalam membantu masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan sebanyak 3.308 kamar dari 26 asrama haji di seluruh Indonesia siap digunakan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 menyusul melonjaknya angka penularan virus berbahaya tersebut.

"Ada sebanyak 3.308 kamar yang siap digunakan untuk pasien COVID-19. Kira-kira dapat menampung sebanyak 10 ribuan orang," kata dia.

Menurut dia, Kemenag hanya mampu menyiapkan kamar isolasi, sementara tim pendukung seperti tenaga medis, obat-obatan, dan makanan harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19, BNPB, Kodam, dan Dinas Kesehatan setempat.

"Sementara tenaga medis, obat-obatan, tenaga pengamanan dan konsumsi diserahkan kepada pemda dan dinas kesehatan masing-masing," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Manda Firmansyah alinea.id Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan tiga rumah sakit milik pemerintah pusat kini 100% menangani pasien Covid-19. 

Yakni, RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, dan RSPI Sulianti Saroso. Kemenkes juga sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk persiapan tempat tidur pasien Covid-19. 

"Mengkonversikan tiga rumah sakit besar pemerintah untuk menjadi 100% rumah menangani Covid-19," ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers virtual, Jumat (25/6).

Pertimbangannya, RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, dan RSPI Sulianti Saroso memiliki ratusan tempat tidur dengan fasilitas lengkap, hingga sudah tersedia tenaga kesehatan (nakes) berpengalaman. 

Selain itu, semua kamar instalasi gawat darurat (IGD) diubah menjadi kamar isolasi dengan perawatan normal. Lalu, tenda-tenda darurat disediakan di luar rumah sakit untuk pelayanan IGD.

Di sisi lain, rusun di Nagrak dan Pasar Rumput digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. Sebab, rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dengan kapasitas 7.000 tempat tidur pun sudah semakin penuh. 

RSDC Wisma Atlet bakal di-upgrade untuk menampung pasien Covid-19 bergejala sedang. "Kami akan mulai dengan 2000 dulu (tempat tidur di Rusun Nagrak). sedangkan di Pasar Rumput kita juga akan menambah kapasitas isolasi sekitar 3000 (tempat tidur).

Jadi, ada skeitar 7000 tempat tidur isolasi tambahan," beber dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginspeksi tenda darurat yang dipasang di halaman RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur.

"RSUD ini sudah penuh, bahkan lobinya itu sekarang sudah jadi tempat rawat inap. Sekarang sudah tidak cukup tempatnya, tetapi pasien masih berdatangan. Maka kita siapkan tenda seperti ini di tiap RSUD milik DKI Jakarta untuk menampung mereka yang membutuhkan," ujar Anies.

Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 3