Jakarta, CNN Indonesia -- Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengungkapkan setidaknya 85 persen pasien terpapar virus corona yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) rata-rata seluruhnya belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

Sekretaris Jenderal PERSI Lia Gardenia Partakusuma menyebut 85 persen pasien tersebut mengalami gejala berat, namun memang rata-rata mereka juga memiliki komorbid alias penyakit penyerta.

"Terbanyak pasien itu yang berat di ICU ada 85 persen mereka yang belum divaksinasi, dan itu biasanya komorbid juga," kata Lia dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Selasa (12/10).

Melihat temuan itu, Lia meminta pemerintah agar benar-benar melakukan akselerasi pada program vaksinasi nasional. Sementara warga diminta untuk tidak memilih-milih vaksin covid-19 agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar.

Kendati mayoritas warga yang belum divaksin memiliki potensi perburukan gejala saat terpapar covid-19. Namun menurutnya masih ada sejumlah warga yang sudah menerima vaksin lengkap, namun masih mengalami kondisi yang kurang baik.

"Ada orang yang sudah dua kali vaksin kok tetap kena, misalnya. Nah, ternyata ada varian mutan yang didapatkan di beberapa provinsi itu memang menyebabkan penularan lebih tinggi dari yang lain," kata dia.

Untuk itu, Lia juga meminta agar pemerintah menggenjot pemeriksaan strain virus baru menggunakan metode pengurutan genom secara keseluruhan (Whole Genome Sequencing/WGS) lantaran varian-varian Covid-19 tampaknya sudah menjadi penularan lokal.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada ribuan variant of concern (VoC) di Indonesia. Rinciannya 3.114 kasus varian Delta, 65 kasus varian Alfa, dan 22 kasus varian Beta.

"Umumnya mereka yang sudah divaksin tidak menunjukkan gejala berat, tetapi ada juga yang sedang diteliti ini adalah karena varian itu," ujar Lia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada akhir Juli lalu juga sempat mengungkapkan setidaknya 90-94 persen kasus kematian warga yang meninggal akibat terinfeksi covid-19 di Indonesia disumbang oleh mereka yang belum menerima suntikan vaksin covid-19.

Dante menambahkan berdasarkan laporan, mayoritas orang yang telah mendapatkan suntikan dosis lengkap vaksin covid-19 tidak mengalami perburukan gejala hingga gejala berat saat terpapar covid-19.

Adapun Kemenkes per Selasa (12/10) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 101.362.894 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 58.405.580 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 48,67 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 28,04 persen.

(khr/DAL)

Diterbitkan di Berita
Tiara Aliya Azzahra - detikNews Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 kembali menurun. Saat ini, keterisian tempat tidur isolasi sebesar 33 persen dan keterisian ruang ICU 59 persen.

Riza merinci dari total 10.028 tempat tempat tidur isolasi yang disediakan, sekitar 3 ribu sudah terisi. Sedangkan untuk tempat tidur ICU telah terpakai 917 dari total 1.562.

"Tempat tidur BOR turun menjadi 33 persen atau 3.303. ICU turun menjad 917 atau 59 persen," kata Riza kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Di sisi lain, Riza juga melaporkan saat ini dosis pertama vaksinasi COVID-19 mencapai 8,7 juta. Sedangkan untuk dosis kedua masih berkisar di angka 3,8 juta.

"Total dosis satu dan dua sebanyak 12.592.336," ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya berupaya menambah sentra vaksinasi COVID-19 hingga tingkat kecamatan. Tujuannya agar target 11 juta warga divaksinasi COVID-19 bisa segera tercapai. 

"Kami minta seluruh warga Jakarta yang belum melaksanakan vaksin segera datangi sentra-sentra vaksin di tempat-tempat penyelenggara vaksin," ucapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (10/8) lalu, keterisian tempat tidur isolasi sebesar 37 persen dan keterisian ruang ICU 64 persen.

"BOR turun lagi menjadi 37 persen, dan ICU turun lagi menjadi 64 persen. Kami terus meningkatkan pelayanan fasilitas RS, laboratorium, oksigen, TPU, peti mati semuanya, obat-obatan bahkan nakes terus kita tambah," kata Riza di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Politikus Gerindra itu juga menyampaikan saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan uji coba pembukaan mal di masa perpanjangan PPKM Level 4. Kendati demikian, dia tetap meminta warga meminimalkan bepergian ke luar rumah agar tidak terpapar virus Corona.

(idn/idn)

Diterbitkan di Berita

Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengatakan bahwa tingkat keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit-rumah sakit yang ada di wilayahnya sudah turun menjadi 40 persen.

"Yang pertama (tingkat keterisian tempat tidur) rumah sakit kita sudah turun ke 40 persen. Mudah-mudahan besok lusa turun ke 30 persen, tingkat kesembuhan juga naik di 85, 41 persen, kemudian kasus aktif turun dari sekian puluh ke 12,94 persen," katanya saat menyampaikan keterangan pers secara virtual di Bandung, Selasa.

Menurut data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), jumlah rumah sakit di wilayah Jawa Barat total 387 rumah sakit, meliputi 337 rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 dan 50 rumah sakit yang tidak menangani pasien COVID-19.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menunjukkan, tingkat keterpakaian tempat tidur pasien di rumah sakit mencapai 90,91 persen pada 2 Juli 2021, sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dari 3 sampai 20 Juli 2021.

Pada 20 Juli, hari terakhir PPKM darurat, tingkat keterpakaian tempat tidur pasien di rumah sakit Jawa Barat turun menjadi 77,04 persen. Tingkat keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit yang ada di Jawa Barat terus menurun setelah PPKM Level 3 dan 4 mulai 3 Agustus 2021.

Penurunan tingkat keterpakaian tempat tidur pasien di rumah sakit terjadi seiring dengan penurunan kasus penularan COVID-19.

Gubernur Jawa Barat mengatakan bahwa meski secara keseluruhan di wilayahnya terjadi penurunan jumlah kasus aktif, yang mencakup penderita COVID-19 yang dirawat maupun menjalani isolasi mandiri, namun ada beberapa daerah yang angka kasus aktifnya masih tinggi seperti Kota Depok dan Kota Bandung.

Dia juga mengemukakan bahwa masih ada sekitar 30 ribu penderita COVID-19 yang sudah sembuh atau sudah tuntas menjalani karantina namun belum terlaporkan datanya.

"Minggu ini kita sedang memperbaiki (data) kasus, karena masih ada kasus aktif yang sudah 21 hari tapi belum diperbaharui. Jumlahnya bisa sampai 30 ribu kasus yang kita duga sudah sembuh tapi belum terlaporkan. Ini membuat jumlah kasus aktif lebih realistis," kata dia.

Ia menjelaskan pula bahwa dari 27 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat, ada 12 kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM Level 4, 14 kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM Level 3, dan satu kabupaten, Tasikmalaya, yang menerapkan PPKM Level 2 hingga 16 Agustus 2021.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

lokadata.id Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan rumah sakit darurat (RSD) untuk penanganan pasien Covid-19 di 33 lokasi, yang bisa menampung 8.800 pasien.

"Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh pemerintah, Kementerian PUPR menyiapkan tidak hanya ruang isolasi, tetapi juga rumah sakit," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip Medcom (8/8/2021).

RSD tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, Bali, Medan, dan Lampung. Salah satu RSD teranyar yang diwujudkan di Ibu Kota yakni Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

"RSD Asrama Haji terdiri dari lima gedung yang telah diubah menjadi RSD untuk penanganan Covid-19 dengan total hampir 900 tempat tidur, termasuk untuk menampung tenaga kesehatan," ujar Basuki.

RSD Asrama Haji Pondok Gede memiliki kapasitas 887 tempat tidur di ruang perawatan atau isolasi dan 36 tempat tidur High Care Unit (HCU). Bangunan dikonversi menjadi RSD sejak Juni 2021.

Sejumlah RSD di Jakarta lainnya, yakni Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Rusun Nagrak, dan Wisma Atlet Kemayoran. Kemudian, Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (GPKIA) Kiara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang selesai pengerjaan pada 6 Agustus 2021.

"GPKIA memiliki 288 tempat tidur di ruang perawatan, 38 Neonatal Intensive Care Unit (NICU), 8 Intensive Care Unit (ICU), 23 HCU, dan 2 ruang operasi," ujar Basuki.

Selanjutnya, di Bandung terdapat tujuh RSD yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 10 lokasi.

Kota Solo dan Semarang terdapat tambahan kapasitas tampung tempat isolasi yakni di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Rusun BBWS Pemali Juwana, dan Gedung Diklat BPSDMD Jawa Tengah. Di Surabaya, terdapat RSPAL Dr Ramelan, RSUP Dr Soetomo, dan Rumah Oksigen SIER.

Sementara itu, RSD yang disiapkan di luar Pulau Jawa merupakan hasil evaluasi dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Kesehatan dan Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Beberapa di antaranya yakni Wisma Werdhapura dan Wisma Bima I Kuta di Bali.

Selanjutnya di Medan, Sumatra Utara, berada di RS Pirngadi dan RS Adam Malik. Lalu, di Lampung RSD covid-19 disiapkan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Angka kasus Covid-19 di Sri Lanka kembali melonjak, rumah sakit di negara tersebut pun keteteran menangani jumlah pasien yang membludak.

Melansir AFP, Pemerintah Sri Lanka melarang gelaran upacara kenegaraan dan pertemuan publik hingga 1 September mendatang demi mencegah terjadinya krisis Kesehatan.

Pemerintah Sri Lanka membatasi para pegawainya untuk masuk kantor setelah sebelumnya membolehkan pegawai negeri untuk kembali bekerja di kantor.

Pemerintah Sri Lanka meminta perusahaan untuk membuat laporan siapa saja pegawai kantor yang harus bertugas di luar rumah. Pembatasan ini diambil setelah pada Jumat angka kasus positif dan kematian naik drastis dalam sepekan. Angka kasus dan kematian melebihi angka bulan lalu.

Gambaran situasi rumah sakit disampaikan oleh seorang penyiar televisi Sri Lanka, Thilakshani Maduwanthi. Ia memperlihatkan kondisi rumah sakit Kolombo Selatan sangat padat. Dalam satu ranjang tiga orang pasien harus berbagi tempat tidur.

Thilakshani mengatakan, dua pasien meninggal di hadapannya dan para tenaga kesehatan terpaksa merawat para pasien di bawah pohon karena tidak dapat masuk ke dalam rumah sakit.

Dilansir dari AFP, dalam unggahan di Facebook, Thilakshani menuliskan: "Apa yang kami laporkan tentang India di mana orang-orang meninggal di luar rumah sakit yang penuh sesak bulan lalu, kini pemandangan serupa terjadi tepat di depan mata saya."

Unggahan lain di media sosial menunjukkan penumpukan jenazah di dua rumah sakit di luar ibu kota. Pemerintah Sri Lanka hanya mengizinkan 25 pelayat dan pernikahan hanya diperbolehkan sebanyak 150 orang.

Pemerintah Sri Lanka melonggarkan pembatasan kegiatan pada bulan lalu saat pemerintah mengedarkan dan mengkampanyekan vaksinasi. Lebih dari 10 juta orang dari total 21 juta populasi telah diberikan vaksin dosis pertama dan 2,67 juga jiwa telah menerima vaksin dosis kedua pada Kamis (5/8).

Meski begitu, jumlah infeksi meningkat lebih dari dua kali lipat per harinya, dengan rata-rata kasus harian mencapai 2.500 dan angka kematian berada di atas 80. Sampai saat ini, Sri Lanka telah mencatat ribuan angka kematian.

Kasus kenaikan signifikan terjadi setelah pemerintah melonggarkan pembatasan pada bulan April untuk merayakan perayaan Sinhala dan Tahun Baru Tamil. Peraturan diperketat lagi di bulan Mei dan dilonggarkan kembali pada bulan Juli.

(AFP/imb/bac)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TVPemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami penurunan.

Pada Jumat (6/8/2021) siang, tercatat ada 217 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan dipulangkan dari RSD Wisma Atlet Kemayoran.

“Untuk update hari ini memang turun lagi, sekarang di angka 2002, ini kira kira BOR-nya (Bed Occupancy Rate) itu 25,36%,” kata Koordinator Humas RSD Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Mintoro Sumego, Jumat (6/8/2021).

Kolonel Mintoro Sumego menambahkan, pasien yang masih menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran merupakan pasien bergejalan ringan, sedang, hingga berat dengan komorbid.

“Kita masih tetap pasien-pasien yang dirawat di sini adalah dengan gejala ringan maupun sedang dan berat dengan komorbid. Jadi tetap dengan sesuai dengan SOP yang ada,” ujarnya.

“Dengan menurunnya pasien sekarang tower 4 sudah kosong, untuk sementara di-standby-kan (disiapkan). Jadi sekarang yang dipakai adalah tower lima enam dan juga tujuh.”

Meski demikian, Mintoro Sumego menuturkan untuk keterisian ruang ICU di RSD Wisma Atlet Kemayoran masih cukup tinggi, yaitu berada di angka 70 persen.

“ICU sekarang dihuni oleh 70 persen pasien dari 39 tempat tidur yang ada, terus di tower enam dan tujuh juga ada perbaikan ICU intermediat care dan HCU jumlahnya nanti ditingkatkan,” jelas Kolonel Mintoro Sumego.

Tower delapan digunakan bagi mereka yang repatriasi nah begitu hasil swabnya positif maka mereka akan digeser ke wisma atlet.”

Kolonel Mintoro Sumego menuturkan salah satu faktor yang membuat keterisian RSD Wisma Atlet Kemayoran turun adalah adanya penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Selain itu, angka pasien yang sembuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pasien positif baru Covid-19.

“Yang masuk ke sini yaitu 100 sampai 150 pasien perhari, sedangkan untuk pasien yang sembuh itu lebih banyak di angka 300 sampai 400 jadi trennya memang lebih banyak yang sembuh,” jelasnya.

“Kedua mungkin juga karena PPKM ketat pasien bisa saja dirawat di rumah tanpa gejala isolasi mandiri.”

Dalam keterangannya, Kolonel Mintoro Sumego, pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran rata-rata dirawat 10-12 hari.

Namun, sambungnya, ada juga pasien Covid-19 yang dirawat hingga 26 hari.

“Obat dan oksigen juga cukup, oksigen kita banyak bantuan, baik oksigen tabung dan kita juga sudah menggunakan liquid oksigen di ruang ICU (Intermediat Care Unit) dan HCU,” jelasnya.

Kemudian, tambahnya, berdasarkan keterangan pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet kebanyakan tertular dari klaster keluarga dan perkantoran.

“Hampir 70 persen tapi di angka 20 persen itu kebanyakan dari keluarga yang sisanya itu dari kantor,” ujarnya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Gading Persada

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura melarang warganya menjenguk pasien dengan penyakit apa pun di rumah sakit demi mengurangi potensi penularan Covid-19.

Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa aturan ini mulai berlaku besok, Kamis (5/8) hingga 18 Agustus mendatang.

Meski demikian, ada pengecualian untuk empat kelompok, yaitu jika pasien sangat sakit, pasien bayi atau anak, pasien ibu yang akan atau baru melahirkan, juga pasien berkebutuhan perawat khusus.

Kelompok tersebut bisa dijenguk satu orang yang sudah menyerahkan hasil tes negatif Covid-19, dengan durasi tak lebih dari 30 menit dalam sehari. Penjenguk juga hanya bisa berada di samping tempat tidur pasien.

Kemenkes Singapura menegaskan bahwa penjenguk tak diperkenankan menggunakan toilet pasien, duduk di tempat tidur, juga makan dan minum di dalam kamar.

"Untuk pasien yang sangat sakit, bisa dijenguk lima orang yang sudah didaftarkan sebelumnya, dengan maksimal dua pengunjung di samping tempat tidur dalam sekali kunjungan dengan durasi kunjungan tidak lebih dari 30 menit," demikian pernyataan Kemenkes Singapura.

Penjenguk bisa tinggal lebih dari 30 menit jika pasien benar-benar membutuhkan pendamping terlatih. Namun, para pendamping itu harus menyerahkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen yang diawasi langsung oleh rumah sakit.

The Straits Times melaporkan bahwa Kemenkes mengambil tindakan ini setelah mereka mendeteksi peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini, termasuk dari staf dan pasien di rumah sakit.

Sejauh ini, Kemenkes Singapura sudah menemukan klaster-klaster Covid di Changi General Hospital dan Yishun Community Hospital sejak Minggu (1/8).

Dengan kemunculan klaster-klaster baru itu, kasus Covid-19 di Singapura pun melonjak dengan angka hampir 100 setiap harinya sejak pekan lalu.

Angka ini melonjak dari bulan lalu, ketika Singapura melaporkan puluhan kasus Covid-19, sampai-sampai mereka sudah berencana melonggarkan aturan perbatasan.

Dengan penambahan saat ini, Singapura secara keseluruhan sudah melaporkan 63.315 kasus Covid-19 dengan 38 kematian sejak pandemi melanda tahun lalu.

(has)

Diterbitkan di Berita

Padang, CNN Indonesia -- Dirut RSUP Dokter Muhammad Djamil Padang, Yusirwan Yusuf mengajak masyarakat yang tak percaya dengan virus corona (Covid-19) untuk melihat langsung ruang perawatan. Dia ingin kalangan yang tidak percaya untuk melihat langsung kondisi saat ini.

"Siapapun yang tidak percaya, ayo ikut bersama saya ke ruangan Covid tersebut," Kata Yusirwan Yusuf kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/7).

"Bagi siapapun yang tidak mempercayainya, entah itu da'i, sarjana pertanian, atau siapapun silahkan yok saya tantang ikut bersama saya," tambahnya.

Yusirwan mengaku tantangan untuk datang langsung melihat pasien Covid di rumah sakit juga pernah disampaikannya dalam sebuah diskusi virtual bersama tokoh-tokoh, ulama dan pemangku adat di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Dia ingin memperlihatkan situasi penanganan pasien Covid-19 saat ini yang begitu mengkhawatirkan. Harapannya agar mereka yang tidak percaya menjadi percaya dan mematuhi protokol kesehatan.

"Siapapun itu, inilah kondisi riilnya, melihat pakaian tenaga medis yang begitu sesak, pasien yang menumpuk dan desak-desakan di rumah sakit akibat Covid-19," kata Yusirwan.

"Pasien yang berdesak-desakan karena harus bergantian menggunakan ventilator dan hasil rontgen paru-paru setiap orang yang terkena virus membahayakan itu. Namun jika masih ada yang tidak mempercayainya, apa boleh buat," sambungnya.

Menurut Yusirwan, keberadaan kalangan yang tidak percaya dengan Covid-19 menghambat penanganan di lapangan. Mereka kerap mengabaikan protokol kesehatan, sehingga penularan jadi makin sering terjadi.

"Kita bisa melihat meskipun kasus peningkatan kasusnya hingga 400 persen, tapi masih banyak masyarakat yang tidak patuh akan prokes, terutama masyarakat di daerah-daerah," ujar Yusirwan.

Yusirwan mengatakan hal itu juga didorong oleh masih banyaknya pemuka masyarakat, seperti ulama dan pemangku adat yang berbicara di masjid atau di forum-forum adat bahwa keberadaan virus corona merupakan hoaks dan konspirasi semata.

"Bagaimanapun, masyarakat kita tetap akan lebih mempercayai apa yang dikatakan oleh ulama di masjid ketimbang yang disampaikan oleh dokter," kata dia.

Yusirwan mengatakan bahwa angka kematian pasien Covid-19 di Padang tergolong kecil jika dibandingkan jumlah penduduk, yakni hanya 5 persen dari total jumlah penduduk.

Meski demikian, dia tidak mau itu disepelekan. Dia berharap masyarakat percaya dengan Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari risiko kematian.

"Tapi lima persen itu merupakan nyawa manusia yang wajib diselamatkan secara medis. Jadi, boleh berkunjung dan berwisata Covid-19, semua petugas akan dipersiapkan untuk memberikan akses" tambah Yusirwan.

Yusriwan lalu berharap setiap elemen masyarakat, terutama tokoh agama dan adat, untuk bersama-sama memerangi virus corona. Menurutnya itu tindakan konkret yang bisa dilakukan agar pandemi bisa segera terkendali.

Ia juga mengimbau agar masyarakat meminimalisir kegiatan yang berada di luar rumah, termasuk ibadah berjamaah. Sebab, Kegiatan berkumpul itu bisa menjadi pemicu penyebaran.

Mengenai keadaan RSUP M.Djamil, Yusirwan mengatakan saat ini sudah ada 358 kamar yang digunakan hanya untuk pasien Covid-19 saja. Sebanyak 141 ruangan di antaranya merupakan ruangan ICU dan HCU.

(nya/bmw)


Diterbitkan di Berita

MURIANEWS, Jepara – Warga Kabupaten Jepara yang dirawat di rumah sakit karena terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini tersisa 67 orang. Dari jumlah itu, 41 pasien dirawat di rumah sakit di Jepara, dan sisanya di luar daerah.

Kabupaten Jepara sendiri kini berstatus Level 4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Muh Ali mengatakan,penurunan jumlah pasien dirawat juga diiringi turunnya kasus aktif sampai 65 persen, dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.

Menilik data di laman corona.jepara.go.id, kasus aktif Covid-19 saat ini sebanyak 436 kasus, terdiri dari 67 orang dirawat dan sisanya isolasi mandiri. Hingga kini akumulasi kasus positif covid-19 di Bumi Kartini mencapai 17.285 kasus.

Dari akumulasi tersebut, sebanyak 15.889 pasien dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan itu setara 91,92 persen. “Karena BOR (bed occupancy rate, red) tempat tidur turun, secara otomatis pasien yang dirawat juga ikut turun.  

Pasien (Covid-19, red) yang dirawat saat ini 41 di Jepara, 26 di luar Jepara,” sebut Muh Ali, Selasa (27/7/2021). Pihaknya memaparkan, kini di RSUD Kartini Jepara merawat 14 pasien positif Covid-19. Di RSUD Rehatta Kelat ada 16 pasien Covid-19 yang saat ini dirawat.

Sedangkan di RSI Sulatn Hadlirin saat ini hanya empat pasien covid-19 yang dirawat. “Di RS Graha Husada sekarang masih ada tiga pasien. Kemudian di RS PKU Muhammadiyah Mayong dan RSU Aisyiyah Jepara masing-masing ada dua pasien yang masih dirawat,” terangnya.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyebut, BOR di Jepara kini tinggal 13 persen yang terisi. Seluruh tempat karantina terpusat pun sudah kosong.

“Angka BOR kita saat ini 13 persen, ini penurunan yang sangat luar biasa,” pungkasnya.  

Reporter: Faqih Mansur Hidayat Editor: Ali Muntoha


Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Haji Pondok Gede Jakarta Timur menerima 45.402 produk makanan dan minuman bergizi serta bantuan alat medis seperti oxygen concentrator, Alat Pelindung Diri (APD) masker dan hazmat dari salah satu perusahaan swasta yang bergerak di sektor produk makanan dan minuman untuk membantu meringankan beban penanganan pandemi akibat virus SARS-CoV-2 itu.

Bantuan itu merupakan bentuk kolaborasi yang memang menjadi kunci dalam penanganan virus asal Wuhan itu. “Kami mengapresiasi dukungan kepada RDSC Wisma Haji Pondok Gede beserta tenaga kesehatan yang turut serta dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi ini.

Upaya gotong royong ini akan membantu kami dalam penanganan pandemi COVID-19,” kata Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan dokter Andi Saguni dalam keterangannya ditulis, Minggu.

RSD COVID-19 Wisma Haji merupakan salah satu rumah sakit darurat yang digagas oleh Pemerintah di awal Juli 2021 untuk membantu penanganan lonjakan kasus yang terjadi beberapa waktu belakangan ini akibat masuknya varian baru yaitu varian Delta.

Tempat itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan memiliki kapasitas 900 kamar dan pembuatannya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu ada 950 tempat tidur tambahan bersama 50 kamar tambahan untuk memastikan RDSC Wisma Haji bisa menangani lebih banyak pasien COVID-19 dengan optimal.

Untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), pengerjaannya menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diletakan di luar gedung RSD.

Sementara untuk tenaga kesehatan yang bekerja di RSDC Wisma Haji Pondok Gede berasal dari zona hijau seperti Kalimantan dan Sumatera, mereka difasilitasi tempat tinggal di Asrama Haji sehingga bisa meminimalisir potensi penyebaran COVID-19 di antara para tenaga kesehatan atau pun anggota keluarganya.

Ada pun tenaga medis yang bertugas di RSDC Wisma Haji Pondok Gede Jakarta Timur berjumlah 350 orang dengan 78 tenaga medis spesialis.

RSDC Wisma Haji Pondok Gede hanya menerima rujukan resmi dari puskesmas dan rumah sakit untuk pasien bergejala ringan hingga sedang. Sementara untuk pasien bergejala berat hingga kritis belum bisa ditangani di lokasi ini karena belum adanya fasilitas yang memadai.

Hingga Juli 2021 tercatat di Indonesia ada sebanyak 389 ribu tempat tidur yang ada di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia, 30 persennya diminta untuk dialokasikan sebagai tempat penanganan COVID-19 atau berkisar 130 ribu tempat tidur.

Sementara itu, dari pihak swasta yang membantu RSDC Pondok Gede berharap bantuan itu bisa meringankan beban tenaga kesehatan dan juga fasilitas kesehatan di tengah perang melawan virus tak kasat mata itu. “

Kami sadar bahwa pandemik COVID-19 di Indonesia hanya bisa diatasi dengan kerjasama seluruh anggota masyarakat serta pemerintah, oleh karena itu Nestlé Indonesia ikut hadir untuk bekerja sama dan memberikan bantuan kepada RSDC Wisma Haji Pondok Gede dengan harapan dapat ikut meringankan beban tenaga dan fasilitas kesehatan serta masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 secara bergotong royong,”kata Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia Debora R. Tjandrakusuma.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 3