Terinspirasi ISIS, Remaja di Singapura Diduga Rencanakan Penusukan

Rabu, 23 Oktober 2024 10:31
(0 pemilihan)

damailahindonesiaku Singapura – Singapura menangkap seorang remaja laki-laki yang diduga merencanakan serangan teror yang terinspirasi kelompok mengatasnamakan Kelompok (IS/ISIS). Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam, Sabtu (19/10/2024).

Dilansir AFP, ia menambahkan bahwa rencana itu adalah “kecelakaan yang sangat fatal”. “Saya katakan ini adalah tindakan yang sangat berisiko. Beruntung sekali ISD (Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura) menangkapnya tepat waktu,” kata Shanmmugam kepada wartawan.

Shanmugam menjelaskan, remaja berusia 17 tahun itu awalnya menyaksikan propaganda ISIS yang mengagungkan serangan pisau. Kemudian, ia mengunjungi pinggiran kota untuk melatih serangannya sebelum dia ditangkap Agustus lalu.

“Dia cukup serius karena dia benar-benar berlatih gerakan menusuk dengan gunting. Dia memeriksa bagian mana yang akan menyebabkan kematian – pada dasarnya area leher – jadi dia berlatih memukul leher,” katanya menjelaskan.

Remaja tersebut diduga merencanakan aksi penusukan yang bertepatan dengan liburan sekolah pada September, ketika Singapura akan dipadati orang. Ia kini ditahan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Singapura.

ISD mengatakan remaja tersebut terpapar materi-materi ekstremis daring yang diunggah oleh ISIS. Materi-materi tersebut diunggah setelah operasi Hamas terhadap Israel, Oktober tahun lalu. Demikian disampaikan ISD dalam pernyataan yang dirilis.

“Dia bergabung dengan berbagai grup daring yang memberikan informasi terkini tentang aktivitas ISIS dan mempercayai retorika ISIS yang mempromosikan penggunaan kekerasan untuk mendirikan kekhalifahan Islam,” kata ISD.

ISD menambahkan, Januari lalu, pemuda tersebut telah menjadi pendukung setia ISIS. Ia bercita-cita untuk mati syahid saat berjuang untuk kelompok tersebut.

Menurut ISD, ia bersumpah setia kepada ISIS dan bermaksud pergi ke Suriah untuk bertempur di sana, Remaja tersebut disebut bertindak sendiri, karena ia tidak mampu memengaruhi orang lain.

Departemen itu menyebut, keluarganya sempat memergoki dia menonton video penceramah yang ekstremis dan menyarankannya untuk berhenti. Namun ia tetap melanjutkan aktivitasnya, sembari menggunakan kode sandi saat membahas keyakinannya secara daring. 

 

Sumber: https://damailahindonesiaku.com/terinspirasi-isis-remaja-di-singapura-diduga-rencanakan-penusukan.html

Baca 252 kali
Bagikan: