PUBLICANEWS, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum memanggil pulang dua aparatur sipil negara (ASN) yang sedang menjalani tugas belajar di luar negeri karena diduga terlibat kasus suap dan pelanggaran etik. Satu ASN dipanggil pulang dari Jepang lantaran kasus dugaan suap. Sementara satu ASN lainnya ditarik dari London, Inggris, karena diduga menghina program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan perilaku kedua ASN tidak dapat dibenarkan karena setiap pegawai negeri memiliki kode etik yang wajib dijaga, baik di dalam maupun luar negeri. “ASN itu ada kode etiknya, dikasih makan oleh masyarakat. Kalau ada perilaku seperti itu, saya pikir akan melukai hati masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah,” kata Dody kepada wartawan saat kunjungan kerja di Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/5). Ia menjelaskan ASN yang di Jepang sudah dmdiperiksa aparat penegak hukum, sementara ASN yang sedang studi di London masih dalam proses pemulangan ke Indonesia. Dody memperkirakan ASN tersebut tiba di Tanah Air pada akhir pekan ini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kementerian PU, hanya memfasilitasi proses pemanggilan tersebut. kayaknya Minggu datang, nanti Senin selesai kita proses," ujar Dody. Ia menekankan setiap ASN wajib menjaga nama baik institusi serta mematuhi aturan yang berlaku di mana pun bertugas. Kedua ASN tersebut diketahui menerima beasiswa yang dibiayai negara. Kementerian PU saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan internal dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Setelah proses selesai, Dody memastikan sanksi akan dijatuhkan kepada kedua ASN tersebut. "Biar diperiksa dulu sama teman-teman dari BPSDM. Nanti kemudian kita akan ada sanksinya," Dody menandaskan. (jay) Sumber: https://www.publica-news.com/berita/nasional/2026/05/16/79238/asn-pu-ditarik-pulang-dari-studi-di-london-gegara-hina-mbg.html