UMBUL UMBUL MERAH PUTIH(Ulang Tahun Indonesiaku) Langit senja Sisa udara panas menerpa wajah, terasa perihUmbul-umbul Merah Putih menggantung diamSeperti janji yang sudah lama dikhianati,menanti tandaYa, menanti tanda keberkahanyang tak kunjung datang Bukan kebencian yang menanam akar,Bukan amarah yang merajaHanya kesedihan dan kepedihan sembilu...Merambat dingin hingga ke sumsum tulang.Hari ini seharusnya berkibar lambang kemerdekaanHendak dibawa ke mana negeri ini?Ketika setumpuk jabatan dibagi rata pada kroni _oligarki hitam Tak layak rasanya,Dari bibir pemegang kuasa.Terucap kata setajam sembilu:"Jika kau rasa negeri ini suram, pergilah...."Bawa lukamu sendiriJangan kembali ke siniJangan kembali ke sini(Seolah negeri ini hanya miliknya) Lihatlah, kursi jabatan berjejer rapi,Bak meja makan yang dipenuhi hidanganKhusus di siapkan untuk kerabat dan sahabat;para anggota partai sehaluanyang mudah diperintahSiapa yang berani menyentuh?Siapa yang berani menyentuh? Mereka rakus akan jabatan,tamak akan hartaDisimpan berhimpitan Seolah dunia hanya milik satu keturunanMereka menguasai kemudiLalu menutup mata dari arah mata angin. Langit menahan tangisAwan jingga kehitaman berceceran Rakyat jelata menjadi bisuMenelan ludah bagai sembilu, tercekik harga kebutuhan sehari-hari.Kami tak lagi bertanya tentang merdekaKarena merdeka hanyalah retorika di atas panggung pencitraan Kami tidak pergi,Hanya meredup mata hatiKelam dalam keperihan, memohon keberkahan untuk negeriKami tak lari dari rumah yang sedang rapuh,perlahan akan tenggelamDijarah oleh orang-orangYang seharusnya menjaga. Umbul-umbul Merah Putih menggantung diam.Warnanya memudar,Tertutup debu ambisi Langit pekat, jingga kehitamanKami tetap berdiri di sini, bukan untuk menantang badai,Kami hanya saksi kepedihan. Bahwa negeri ini_bukan lagi rumah yang ramah milik bersama,Berubah menjadi ladangMilik mereka sendiriYang bebas dipanenSesuka hati,Sesuka hati... Di hari yang seharusnya penuh gembira,Umbul-umbul Merah Putih ituhanya diam, menggantung dibalik pohon yang meranggasTak berani berkibar,Malu, melihat siapa yang kini memegang tali kendali. 2026