Mengurangi Makan Nasi Pilihan

Minggu, 08 Oktober 2023 22:13
(8 pemilihan)

Ajakan Mendagari Tito Karnavian agar masyarakat meninggalkan makan beras itu sulit diikuti. Mungkin, orang yang punya penyakit diabetes akan mengikuti ajakan Mendagri, agar penyakitnya tidak makin berat.

Ajakan Mendagri itu disampaikan karena menipisnya stok beras sebagai dampak El Nino. Banyak sawah di Indonesia kekeringan.

Seperti biasa, ada rumus supply & demand, jika kebutuhan tetap tinggi sedangkan supply beras berkurang, maka harga beras akan naik. Untuk menahan kenaikan beras, agar tidak terlalu tinggi, maka Bulog harus melakukan operasi pasar. Operasi pasar ini menguras stok beras di gudang-gudang Bulog. Untuk itu Bulog akan impor beras lagi, yaitu dari China. Sedang dijajaki pula untuk impor beras dan Vietnam, Thailand dan Kamboja. Perlu dicacat, ada beberapa negara menghentikan export berasnya.

Krisis pangan

Ajakan Mendagri perlu ditawar. Masyarakat sulit meninggalkan makan nasi, namun masih mungkin untuk menguranginya. Biasanya, orang makan nasi tiga kali sehari. Tidak terlalu sulit jika mengurangi makan nasi menjadi dua kali sehari.

Banyak orang lansia yang punya gejala diabetes dan yang gemuk badannya sudah mencoba makan nasi dua kali sehari, yaitu sarapan dan makan siang. Mereka tidak makan nasi di malam hari. Kalau masih merasa kelaparan, mereka akan makan buah-buahan di malam hari, atau minum juice buah.

Ada kelompok masyarakat yang makan nasi dua kali sehari, yaitu makan siang dan makan malam. Sedangkan untuk sarapan, mereka makan makanan lain, misalnya kentang, jagung, ubi, singkong, talas, dan lain-lain. Harian Pikiran Rakyat (Jumat, 6 Oktober 2023) menyajikan laporan utama tentang makanan yang bisa menjadi pegganti nasi.

Gerakan mengurangi makan nasi ini, insya Allah bisa mengurangi konsumsi beras. Gerakan ini perlu disampaikan kepada masyarakat untuk dilakukan sesegera mungkin, agar Indonesia tidak terperosok ke dalam krisis pangan.

Sesungguhnya, Indonesia sudah bersiap melawan kelaparan waktu ada pandemic Covid19. Awal Oktober 2022, Presiden Joko Widodo menginstrusikan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersinergi untuk menangani krisis pangan, energi, dan finansial.

Ancaman kelaparan dan berbagai krisis itu tidak hanya melanda Indonesia, namun juga berbagai negara lain.

(Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co).***

Baca 626 kali Terakhir diubah pada Senin, 09 Oktober 2023 08:26
Bagikan: