Serangan Covid-19 ke Afrika relatif paling rendah di dunia. Benua Eropa dan Amerika Serikat (AS) adalah wilayah yang paling parah dihantam Covid-19. Seharusnya Afrika yang menolak orang Eropa dan AS untuk memasuki wilayahnya, namun yang terjadi justru sebaliknya, Eropa dan AS melarang orang Afrika memasuki wilayahnya. Hal ini karena ditemukan varian baru Covid-19 yang mulai menyebar di Afrika, yang dinamakan omicron. Mari kita lihat data yang dikumpulkan oleh worldometer.info tentang Covid-19 di dunia, pada tanggal 26 November 2011 (lihat tabel). Pada hari itu ada 578.339 kasus baru di dunia; Sebanyak 411.393 kasus baru, atau 71,1% kasus baru berasal dari Eropa; Sebanyak 37.643 kasus baru, atau 6,5% kasus baru berasal dari AS; Sebanyak 5.737 kasus baru, atau 1% kasus baru berasal dari Afrika. Pada hari itu juga, ada 6.852 orang meninggal dunia karena Covid-19, sebanyak 4.094 orang yang meninggal dunia, 59,7%, berasal dari Eropa; Sebanyak 337 orang meninggal dunia, 4,9% berasal dari AS; Sebanyak 154 orang meninggal dunia, 2,2%, dari benua Afrika. Sebulan ini keadaan Eropa paling parah di dunia, dan dalam keadaan yang separah itu, Eropa menolak kedatangan orang Afrika yang hanya terkena 1% dari kasus baru dunia. Selain Eropa, keadaan AS sangat parah, apalagi jika dilihat dari kasus aktif di dunia, pada tanggal 26 November 2011. Ada 19,98 juta kasus aktif di dunia, sebanyak 9,4 juta orang atau 47,1% kasus aktif berasal dari AS; Sebanyak 7,08 juta orang, atau 35,4% kasus aktif berasal dari Eropa; Sebanyak 378.074 orang, 1,9% kasus aktif berasal dari Afrika. Sekali lagi, AS dan Eropa menolak kedatangan warga Afrika Selatan dan beberapa negara lainnya dari Afrika. Padahal, untuk melihat membaik dan memburuknya penanganan Covid-19 di suatu negara, lihatlah data kasus aktif Covid-19. Angka kasus aktif didapatkan dari jumlah kasus yang terjadi dikurangi dengan jumlah pasien yang sembuh dan yang meninggal. Sebagai perbandingan, kasus aktif di Indonesia pada tanggal 26 November 2021 tercatat 8.093 orang atau 0,04% dari kasus aktif Covid-19 dunia. Silakan simak https://inharmonia.co/index.php/berita/berita/update-posisi-indonesia-dalam-pandemi-covid-19-seluruh-dunia. Perlu dicatat, kasus aktif Covid-19 di dunia semakin bertambah. Pada tanggal 19 Oktober 2021, kasus aktif di dunia menurun sampai pada 17,28 juta orang, tetapi setelah itu kasus aktif terus bertambah sehingga mencapai lebih dari 20 juta orang pada 28 November 2021. Jadi dalam waktu 40 hari, kasus aktif di dunia naik 2,7 juta orang. Varian baru dari Afrika Warga yang dilarang masuk AS dan Eropa adalah Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambique dan Malawi, karena munculnya varian baru Covid-19 yaitu Omicron (variant: B.1.1.529). WHO menyebutkan varian itu ditemukan di Afrika Selatan "Omicron, B.1.1.529, disebut sebagai varian mengkhawatirkan karena dia memliki beberapa sifat yang mengkhawatirkan," kata Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19 dalam sebuah video yang dipublikasikan di Twitter dan dikutip oleh berbagai media di dunia. Pada tanggal 21 November 2021, hanya ada 691 kasus baru di Afrika Selatan, pada tanggal 27 November 2021 menjadi 3.220 kasus baru. Jadi ada peningkatan kasus baru harian sebanyak 4 kali di Afrika Selatan. Sekarang ini seluruh dunia sedang memantau perkembangan Covid-19 di Afrika Selatan dan negara-negara Afrika yang lainnya. Ketakutan AS dan Eropa menular ke Indonesia. Indonesia juga melarang warga Afrika Selatan dan tujuh negara Afrika untuk berkunjung ke Indonesia, walaupun Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dari Universitas Washington, AS, memuji keberhasilan Indonesia dalam menanggulangi Covid-19 (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5828029/lembaga-as-prediksi-tak-ada-gelombang-3-corona-di-indonesia). Bahkan IHME memprediksi Indonesia tidak akan diamuk gelombang 3 Covid-19. Dalam perhitungan mereka, kasus Covid-19 di Indonesia tetap rendah pada bulan Desember 2021, hingga Maret 2022 mendatang. Walaupun pujian IHME menyenangkan, masyarakat Indonesia jangan lengah, dan pemerintah tetap menerapkan PPKM level 3 pada liburan Natura. Ingat kejadian Natura 2020. Sebelum pertengahan Desember 2020, kasus aktif di Indonesia belum mencapai 100.000 orang, setelah libur Natura 2020, kasus aktif mencapai 176.291 orang pada tanggal 7 Februari 2021. Keadaan kemudian bisa dikendalikan, kasus aktif turun menjadi 87.514 orang pada tanggal 18 Mei 2021, dan setelah liburan lebaran bulan, kasus aktif mencapai puncaknya, 573.908 orang, pada 25 Juli 2021. Antara bulan Juli-Agustus 2021 banyak sekali korban Covid-19 yang meninggal di Indonesia, dan sekarang jumlah yang meninggal mencapai lebih dari 143.000 orang. Ditinjau dari jumlah korban Covid-19 yang meninggal dunia, Indonesia berada pada peringkat ke 7 terburuk di dunia. Juara pertama tetap AS, dengan 799.312 orang meninggal karena Covid-19. Pengalaman pahit tahun lalu dan adanya varian omicron mengharuskan Indonesia tidak boleh lengah. Daripada nanti terkena dampak yang pahit sekali, lebih baik Indonesia lebih hati-hati. Taati protokol kesehatan, dan hati-hati terhadap serbuan Covid-19 dari luar negeri. (Muhammad Ridlo Eisy, Pemimpin Redaksi inharmonia.co)***