JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab mendapat saran Politikus PDIP Kapitra Ampera agar mendirikan partai untuk menguji apakah dirinya laku di masya masyarakat. Hal ini lebih baik ketimbang lakukan aksi di jalanan.

Menanggapi saran tersebut, tokoh asal Papua, Christ Wamea justru menduga partai HRS bakal tak laku dan sulit berkembang. “Saya memprediksi tidak akan laku dan sulit berkembang...,” kata Christ Wamea melalui akun Twitternya, dinukil NNC, 6 September 2021.

Untuk diketahui, Politikus PDIP Kapitra Ampera menyarankan Habib Rizieq Shihab (HRS) mendirikan partai politik agar bisa menyalurkan kekuatan yang dimiliki secara konstitusional untuk membangun bangsa dan negara. 

Hal itu disampaikan Kapitra Ampera pernyataan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin yang menuding putusan banding Habib Rizieq di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta sarat kepentingan politik penguasa di Pemilu 2024.  

Novel juga menilai Imam Besar Habib Rizieq Shihab merupakan tokoh berpengaruh dan bahkan balih-balihonya saja ditakuti penguasa. 

"Sekarang tanya, apa sih, kekuatan politik apa yang dimiliki (Habib Rizieq, red). Apa yang bisa diubah di republik ini dengan berteriak di jalan? Apa?" kata Kapitra seperti dilansir  JPNN.com di Jakarta, Sabtu (4/9). 

Kapitra justru menyarankan bila HRS mau masuk ke kancah politik dan melakukan perubahan kepemimpinan politik, maka salah satu caranya dengan mendirikan parpol. 

"Jadi, formil, ada cara-cara konstitusional. Ingin mengubah negara dari jalanan itu merusaknya, itu revolusi, menghancurkan. Mana ada perubahan bisa dilakukan di jalan," tegas eks pengacara Habib Rizieq itu. 

Pria berdarah Minang itu menyatakan kalaupun ada gerakan-gerakan politik di jalanan yang berhasil, itu selalu bermuara ke parlemen, DPR dan MPR RI sebagai lembaga formil.  "Coba bikin partai politik, buktikan kalau Habib Rizieq itu tokoh dan laku secara politik," ucapnya.

Setelah mendirikan parpol, lanjut Kapitra, Habib Rizieq bisa membuktikan kekuatan dan pengaruhnya dengan memenangkan dukungan 20-25 persen presidential threshold. 

"Kalau bisa, pasti dia bisa mengusulkan (diri) sebagai calon presiden. Tetapi kalau hanya teriak kekuatan saya ini, nothing. Enggak dilihat kok, kekuatan apa?" ucapnya. 

"Jadi, lebih baik kalau ingin berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini, ubah melalui cara-cara legalitas, konstitusional dan formalitas. Itu yang bisa dilakukan," tandas Kapitra Ampera.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP

Diterbitkan di Berita

TEMPO.CO, Bogor - Kepala Kantor Agama Perwakilan Kabupaten Bogor, Abbas Resmana membenarkan sudah dipanggil dan diperiksa oleh Direktorat Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Tipidter Bareskrim) Mabes Polri dalam sengkarut Yayasan Markaz Syariah yang didirikan Rizieq Shihab, dengan PTPN VIII. 

“Kami dimintai keterangan perihal administrasi, perizinan dan pengelolaan yayasan Markaz Syariah yang mendirikan pondok pesantren Agro Kultural di Megamendung. Kami kata kan, sejauh ini kami belum menerima permohonan ijin nya,” kata Abbas dikonfirmasi Tempo, Jumat malam 6 Agustus 2021. 

Abbas menegaskan pihaknya hanya dimintai keterangan sebatas administrasi pondok pesantren saja. Artinya dalam sengkarut lahan yang dijadikan pondok pesantren oleh Yayasan Markaz Syariah, Abbas menyebut pihaknya tidak tahu menahu dan tidak atau bukan kapasitasnya menjawab hal itu. 

Perihal perizinan pondok pesantren Markaz Syariah FPI, pendirinya Rizieq Shihab sempat membahasnya di pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam persidangan kasus kerumunan Megamendung.

Dalam persidangan tersebut, Rizieq bertanya kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Bogor Sihabuddin yang menyebut Ponpesnya tidak berizin. 

Dalam persidangan tersebut, Rizieq menyebut Markaz Syariah bukan tidak sama sekali memproses perihal ijin mendirikan pesantren Agrokultural di Megamendung.

Namun, Rizieq menuding bahwa Kemenag Kabupaten Bogor justru tidak pernah melakukan penyuluhan soal pendaftaran pesantren ke yayasan Markaz Syariah. 

“Memang penyuluhan pendaftaran pesantren belum ada dilakukan oleh Kemenag, jadi bukan Markaz Syariah yang menolak untuk melakukan pendaftaran,” kata Rizieq, Senin 26 April 2021. 

Sihabuddin pun mengakui bahwa pihaknya memang belum pernah berkunjung dan melakukan penyuluhan ke Pondok Pesantren Markaz Syariah, termasuk mengirim petugas Kemenag lainnya melakukan penyuluhan ke Ponpes yang terletak di Desa Kuta, Megamendung itu.

“Belum (melakukan penyuluhan ke Pesantren Rizieq),” jawab Sihabudin terhadap pertanyaan Rizieq Shihab.

M.A MURTADHO

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terkait kerumunan Petamburan. Rizieq tetap dihukum penjara selama delapan bulan.

Putusan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur nomor Nomor: 221/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 27 Mei 2021 Nomor: 221/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim yang dimintakan banding tersebut," demikian bunyi amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta yang diunduh dari situs Direktori Putusan MA, Rabu (4/8).

Putusan itu resmi diketok hari ini oleh ketua majelis hakim Sugeng Hiyanto dengan anggota Tony Pribadi dan Yahya Syam. Majelis hakim memerintahkan Rizieq tetap ditahan dengan masa hukuman dikurangi penahanannya.

"Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat peradilan, yang untuk tingkat banding sebesar Rp 5.000," bunyi putusan tersebut.

Rizieq divonis selama delapan bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Jaktim dalam perkara kerumunan Petamburan. Baik Jaksa maupun Rizieq sama-sama mengajukan banding putusan hakim PN Jaktim tersebut ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Sementara itu, Pengadilan Tinggi Jakarta juga tetap memvonis Rizieq dengan denda sebesar Rp20 juta atau penjara selama 5 bulan di kasus kerumunan Megamendung.

Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memvonis Rizieq dengan hukuman denda Rp20 juta atau diganti hukuman 5 bulan penjara.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 226/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim tanggal 27 Mei 2021 yang dimintakan banding tersebut," bunyi amar putusan Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta, Rabu (4/8).

Putusan itu diketok pada hari ini oleh ketua majelis Sugeng Hiyanto dengan anggota Tony Pribadi dan Yahya Syam.

Majelis hakim menilai penerapan pidana terhadap Rizieq yang didakwa telah melakukan pembarengan tindak pidana terikat dan berpedoman pada ketentuan dalam Bab VI Pasal 63 sampai dengan Pasal 71 KUHP tentang Pembarengan (concursus).

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta juga menilai majelis hakim PN Jaktim telah memberikan pertimbangan hukum dalam menjatuhkan pidana dalam perkara a quo. bahwa pidana yang dijatuhkan terhadap Rizieq bukan semata-mata sebagai upaya balas dendam.

"Akan tetapi lebih dititikberatkan sebagai upaya pembinaan," ujar majelis banding.

Sebelumnya, selain kasus Petamburan, Rizieq juga divonis denda Rp20 juta subsider kurungan penjara 5 bulan oleh Majelis Hakim PN Jaktim dalam perkara kerumunan Megamendung. Dalam vonis ini, hanya jaksa penuntut umum yang melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

(rzr/wis)


Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COMAde Armando mengunggah foto cucu-cucu Habib Rizieq Shihab (HRS). Di kaos mereka dikabarkam tertera kalimat yang menyita perhatian warganet.

"Menurut informasi, ini foto cucu2 Rizieq Shihab. Tulisan di kaos mereka berbunyi: "Sampai jumpa di pengadilan akherat". Sedih dan kasihan..," kata Ade Armando, Senin 19 Juli 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, Pengacara eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan bahwa kliennya sempat mengutarakan pesan kepada para majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk nantinya sama-sama bertemu di pengadilan akhirat.

Hal itu Rizieq utarakan saat bersalaman dengan para hakim usai dijatuhkan vonis empat tahun penjara dalam sidang kasus tes swab virus Corona (Covid-19) RS Ummi, Bogor yang menjeratnya di PN Jaktim, Kamis (24/6).

"Sampai jumpa di pengadilan akhirat," kata Aziz seperti dinukil CNNIndonesia.com, Kamis (24/6).

Aziz mengklaim bahwa Rizieq tak bersalah dalam kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa kliennya tak berbohong karena saat melakukan perawatan di RS Ummi badan Rizieq masih sangat terasa sehat.

Ia lantas membandingkan banyak pejabat-pejabat publik lainnya yang melakukan kebohongan di depan publik namun tak pernah diproses sampai di meja hijau.

"Melalui tes Covid-19 valid yang waktu itu belum ada hasilnya. Tapi tadi majelis hakim berpandangan lain. Seperti yang tadi saya utarakan, sampai jumpa di pengadilan akhirat," kata Aziz.

Senada, pengacara Rizieq lainnya, Achmad Michdan menilai hakim telah keliru menghukum Rizieq selama 4 tahun penjara. Padahal, perkara yang menjerat Rizieq hanya sebatas perkara pelanggaran protokol kesehatan, bukan kejahatan yang luar biasa.

"Justru ini menunjukkan sikap tidak adil, jauh dari rasa keadilan perkara ini," kata Michdan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

Diterbitkan di Berita

PIKIRAN RAKYAT - Kawasan di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mencekam. Sejumlah massa yang mengaku membela Habib Rizieq ini berkumpul di depan kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya.

Massa yang datang dengan pakaian biasa, berjaket, berpeci, dan bersorban, awalnya hanya berkumpul. Lantas mereka menyuarakan aspirasi, meminta Rizieq Shihab dibebaskan. 

 

 

Namun, kumpulan massa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya justru berakhir rusuh dengan melempari petugas Kepolisian pada Senin, 12 Juli 2021.

Akibat amuk massa tersebut dilayah kejaksaan mencekam. Warga tak berani keluar lantaran takut salah sasaran. Ada tiga mobil dinas Polres Tasikmalaya dirusak, sementaran Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna dilempari batu.

Dilaporkan juga akibat kerusuhan tersebut, seorang polisi mengalami luka di bagian tangan. Informasinya, 31 pengunjukrasa langsung diamankan kepolisian.

Hingga saat ini pengunjukrasa yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya.

"Awalnya demo itu meminta Kejaksaan membebaskan Rizieq. Tadi, Kejari Singaparna disuruh membuat pernyataan untuk itu, saya enggak mau, mereka yang mau," jelas Kepala Kejaksaan Negeri Singaparna, Muhammad Syarif, saat dihubungi wartawan.

Dikatakan Syarif, massa yang berdemo bukan hanya berasal dari Tasikmalaya saja, tapi berasal dari Ciamis dan Majalengka. "Ada tiga mobil polisi hancur, satu anggota polisi luka dipukul dekat pagar. Sesuai informasi sebagian pelaku ada dari Ciamis dan Majalengka," tambah Syarif.

Jelas Syarif, dirinya tidak bisa mengabulkan tuntutan sekelompok orang tersebut. Diduga akibat itulah, massa yang berunjukrasa akhirnya melakukan kerusuhan.

"Intinya, mereka meminta pembebasan. Saya tidak mau," ujar dia. Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno, membenarkan jika polisi sudah mengamankan 31 orang.

Ke-31 orang tersebut merupakan kelompok yang diduga terlibat kerusuhan dan perusakan mobil dinas polisi saat unjukrasa. Polisi masih memeriksa pelaku secara intensif terkait kerusuhan tersebut.

"Iya, 31 orang yang diamankan sementara, cukup dulu ya," singkatnya. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatakan, 3 mobil dinas polisi rusak.

Namun, Kapolres belum menjelaskan secara detail rincian kerusakan dari 3 mobil polisi. "Ada 31 orang yang diamankan. Sebanyak 18 dewasa dan 13 anak," jelasnya. "Ya memang benar aksi ini awalnya datang ke Kejaksaan menuntut tentang Habib Rizieq di Jakarta," kata Rimsyahtono.

Polisi masih mendalami dan memeriksa 31 orang, termasuk asal mereka datang dan tergabung. Untuk menyelidiki kasus ini, polisi akan mempelajari video viral yang beredar di media sosial.

"Saat ini ada yang masih kita amankan dipelajari dari videonya dan kita sudah banyak yang kita amankan," kata dia.***

Diterbitkan di Berita

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Budayawan Ridwan Saidi memberikan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut bahwa Habib Rizieq adalah seorang Satrio Piningit, sosok yang selama ini kedatangannya ditunggu-tunggu.

"Kalau saya merujuk kepada kebudayaan jawa, Habib Rizieq itu adalah Satrio Piningit, orang yang ditunggu-tunggu," ujar Ridwan Saidi dalam channel Youtube Refly Harun, dikutip pada Jumat (2/1/2021). 

Ridwan kemudian membandingkan kondisi sekarang dengan kondisi perpolitikan di tahun 1950an. Dimana, terdapat perbedaan jauh dalam pengistilahan politikus.

"Kalau kritik kepada partai-partai itu cuma satu saja dalam pandangan kita dengan tahun 1950. Tahun 1950 itu ada yang mereka katakan politikus. Politikus itu mempunyai syarat intelektualitas, punya etika. Kalau sekarang istilahnya pekerja politik. Kalau nggak ada intelektual, nggak ada etika, itu namanya pekerja politik" ungkapnya.

Namun, ada perbedaan mencolok dengan politik tahun 1950, yang mana saat ini sosok idol type itu sudah muncul, yakni Habib Rizieq. "Sekarang sudah ada idol type yang namanya Habib Rizieq, yang ditunggu-tunggu sudah tiba.

Nah benar kalau serius kawan-kawan di Front Persaudaran Islam tu tinggal dirinci program yang tadi, yang termasuk ada, intelektualitas kayaknya belum ada ya?" ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar FPI sekarang bisa bekerja untuk seluruh bangsa.

Ridwan Saidi menilai, Habib Rizieq akan merasa senang jika FPI mau bekerja untuk bangsa Indonesia.

"FPI juga bekerja untuk seluruh bangsa, berkhidmat untuk seluruh bangsa. Sehingga itu akan menggembirakan Habib Rizieq yang mempunyai tesis S2 maupun S3 tentang Pancasila kalau nggak salah, itu akan lebih baik kalau gitu," sebut Ridwan Saidi.

Sementara itu, ungkapan Babe Ridwan Saidi tersebut langsung riuh di media sosial. Warganet heran dengan pernyatan Babe Ridwan dan menudingnya tidak paham akan sejarah.

 

 

"Konsep satrio piningit tuh apa tau gk sih sejarawan abal2 nih. Mendadak jadi sejarawan. Padahal disiplin ilmunya apa coba. Yg bilang sriwijaya perompak pula wkwkwk. Susah jaman skrg banyak orang2 multitalent.Ada pula yg mendadak bisa menguasai semua ilmu pdhl cm filsafat," tulis @NFEffendi.

"Dalam Islam / arab aplagi kilapah ala2 dia, gak ada itu Satrio Piningit. Satrio Piningit hanya berlaku dalam budaya jawa. Si embah ini nglindur apa pikun atau ngomong karena disuruh ya," tulis @AndyBeezee

"Sori mbah, anda tahu tidak artinya satrio piningit, kalau nggak tahu jangan asal ngomong dong, udah sana cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi trus ganti baju lanjut tidur, udah malem. Kalau tidur jangan kebablasen ya," @DradjatKuntjor2

Ramalan tentang Satrio Piningit

Dikutip dari berbagai sumber, Satria Piningit atau Ratu Adil merupakan mitologi yang mengatakan bahwa akan datang seorang pemimpin yang akan menjadi penyelamat, ia akan membawa keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Raja tersebut disebut juga "Erucokro". Ramalan tentang datangnya Ratu Adil ini berasal dari Prabu Jayabaya, Raja Kediri 1135-1157, yang kemudian diteruskan oleh pujangga Kraton Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802-1973).

Pertanda kedatangan Ratu Adil adalah adanya kemelut sosial, malapetaka alam, serta jatuhnya raja besar yang ditakuti. Pemerintahan yang mengganti raja yang ditakuti tidak berlangsung lama.

Ratu Adil bersenjata trisula weda. Sebagaimana yang disebutkan oleh ramalan Jayabaya senjata Ratu Adil adalah trisula, senjata bermata tiga dan weda. Untuk kalimat yang satu ini dimaknai secara tersirat, karena Satrio yang dipingit tidak membawa trisula ke mana-mana.

Dalam pemaknaan trisula wedha, secara garis besar bisa dimaknai tiga menjadi satu, seperti ilmu, amal dan iman, bumi, langit, dan isinya: kiri, kanan, tengah: bener, jejeg, dan jujur, atau apa pun yang secara filsafat mengandung makna tiga menjadi satu.

Hal ini, sesuai dengan derajat dewa, sehingga berkelakuan mulia. Ratu Adil, Satria Pininggit bukan Imam Mahdi dan bukan merupakan sosok yang sama, sangat berbeda, Jawa kuno (dwipa) mengenal sosok Ratu Adil dari zaman dahulu, dia adalah sosok keturunan dari Krisna.

Dalam ugo wangsit Sliwangi tertulis jelas bahwa Ratu Adil atau budak angon (kiasan dari orang atau golongan rakyat biasa), disebutkan pula dalam ugo wangsit siliwangi bahwa ratu adil atau budak angon ditemani oleh pemuda berjanggut (orang yang dekat sebagai penasehat).

Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa Satrio Piningit itu adalah sosok ksatria pilihan yang akan muncul bersamaan puncak terjadinya goro-goro,  gonjang-ganjing dan ketidakadilan di negeri ini.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi

Diterbitkan di Berita

suaraislam.co

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menuding tuntutan dan vonis yang diberikan kepada Rizieq itu merupakan pesanan cukong atau pihak tertentu, bukan murni penegakan hukum.

“Tuntutan jaksa diduga kuat pesanan para cukong dan terhadap vonis juga sudah saya prediksikan pesanan,” kata Novel seperti dikutip dari jpnn.com, Sabtu (26/6).

Sebelumnya, Eks pentolan FPI tersebut dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena dinilai telah menyebarkan berita bohong dengan sengaja menimbulkan keonaran di tengah masyarakat terkait kondisi kesehatannya saat dirawat di RS Ummi. Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yaitu 6 tahun penjara.

Tudingan Novel Bamukmin tersebut mendapat komentar dari mantan pengacara Rizieq yang juga politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera.

Kapitra menegaskan hal tersebut terlalu dini untuk menuding vonis empat tahun penjara Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara swab RS Ummi Bogor bagian dari pesanan cukong untuk skenario Pilpres 2024.

Kapitra menyebutkan sampai saat ini masih belum ada sosok yang akan maju di Pilpres 2024, sehingga tudingan tersebut hanya membuang-buang tenaga. “Menghabiskan tenaga saja, membuat diri sendiri lelah dalam prasangka,” kata Kapitra saat dihubungi jpnn.com, Sabtu (26/6).

Lebih lanjut, Kapitra juga menantang kubu Rizieq untuk menyebutkan orang yang ingin memenjarakannya melalui vonis perkara swab RS Ummi.

“Kalau skenario pilpres, siapa yang memenjarakan dia? Sebut, siapa orangnya,” sambungnya. Menurut Kapitra bisa saja calon presiden tahun 2024 merupakan orang-orang yang didukung oleh Rizieq sebelumnya, sehingga tudingan tersebut menjadi mentah.

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi mencibir viral ibu-ibu yang kenakan odol sebelum dukung Habib Rizieq Shihab menjalani persidangan di PN Jaktim, Kamis 24 Juni 2021. 

“Janganlah perbuatanmu menyerupai satu kaum. Maka kamu nanti akan dikira kaum donat kemplo...,” kata Eko Kuntadhi, 26 Juni 2021.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1408697526539014148

 

Banyak netizen memberikan tanggapan, berikut di antaranya:

@rheneebabe: “Kirain buah kesemek.”

@donarevi: “Klaster polos & lugu.”

@puting_vladimir: “Oh my goat...”

Untuk diketahui, sebuah video memperlihatkan ibu-ibu simpatisan Habib Rizieq Shihab dengan wajah penuh dengan pasta gigi atau odol saat melakukan aksi demonstrasi. Mulai dari dahi, hidung, pipi hingga dahinya penuh dengan odol.

Aksi mengoles odol di seluruh muka membuat ibu-ibu berkacamata ungu tersebut terlihat seperti memakai bedak. Dalam video, ibu-ibu itu mengoleskan odol di wajahnya untuk melindungi diri dari gas air mata.

Berdasarkan keterangan dari @merekamjakarta, tembakan gas air mata tersebut terjadi di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

 
Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet geram dengan viralnya seorang pengguna akun FB bernama Lutpi Anwar yang terang-terangan mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo jika tidak membebaskan Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen mengecam aksi pengguna FB tersebut. 

Kang Bahar: “Jangan bilang kamu kilaf Emosi ya ? Kamu harus merasakan Tidur di KANDANG BESI LEBIH LAMA dari JUNJUNGANMU RIZIQ.”

Ineu Apriyani: “Jgn sampe pake materai.”
 

ꦲꦤꦏ꧀ꦩꦱ꧀: “Nunggu berita keciduk nya min...”

Eddy Hariyanto: “Koplak se koplak koplaknya.”

Niko Siregar: “Itu bentuk ancaman teroris.”

Untuk diketahui, baru-baru ini, pengguna Facebook bernama Lutpi Anwar secara terang-terangan mengancam akan mem-bunuh Presiden Jokowi andai tak membebaskan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dari tahanan.

Bahkan, pria yang diketahui berasal dari Bogor, Jawa Barat itu turut mengirimkan perkataan kasar dan tak pantas kepada pemimpin negara tersebut.

“Harus dibunuh dengan cara apa supaya dia mati? PKI datang ke Indonesia, Jokowi biadab. Ulama besar, al Habib Rizieq dimasukkan ke dalam penjara, Jokowi bangs*t,” tulisnya melalui media sosial Facebook yang kemudian dibagikan ulang akun @narkosun, Kamis 24 Juni 2021.

Pria yang terlihat masih muda itu tak terima, lantaran Jokowi kerap menangkap ulama atau pemuka agama panutannya. Maka, kemarahannya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut semakin menjadi-jadi.

“Saya tidak rela ulama-ulama dipenjara sama si cungkring,” tegasnya.

Parahnya, di penghujung kalimat, dia mengajak orang lain bersama-sama mengumpulkan tekat untuk membunuh Jokowi. Dia berharap, dengan terbunuhnya Jokowi, Indonesia dipimpin sosok lain yang menurutnya lebih baik.

“Siapkan tekat kalian untuk bunuh Jokowi. Ganti lah presiden. Kita rakyat Indonesia sengsara dipimpin oleh si cungkring. Salam dari saya, Lutpi,” kata dia.

Cuitan Lutpi kemudian diunggah ulang oleh akun @/narkosun di media sosial Twitter.

Hingga tulisan ini dimuat, unggahan tersebut sudah mendapat ratusan komentar, like, dan retweet. Kebanyakan dari mereka langsung mengirimkan aduan ke akun @DivHumas_Polri melalui kolom komentar.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Diterbitkan di Berita

aartreya.com JAKARTA – Ratusan massa aksi pendukung Rizieq terlibat bentrok dengan petugas kemanan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, tak jauh dari arena sidang vonis Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Tmir, Kamis (24/6/2021).

Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan sidang vonis kasus swab RS Ummi Bogor dengan terdakwa Rizieq yang di gelar di PN Jakarta Timur, hari ini.

Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 Anto Kusumayuda berkomentar, bentrokan pendukung Rizieq tersebut sudah diskenariokan.

Dia juga menuding ada actor intelektual yang menggerakan massa dan membuat kekisruhan dilingkungan PN Jakarta Timur saat vonis Rizie.

“Ada dugaan terencana. Tujuanya diduga ingin memojokan Jokowi. Karena, massa akai yang hadir mayoritas merupakan para pembenci Jokowi dan disinyalir anti pemerintah,” tandasnya kepada media online ini,

Anto berujar, pengerahan massa aksi tersebut merupakan suatu hal yang sudah dari jauh hari direncanakan.

“Sudah ada pengkondisian pengerahan massa. Polisi harus mendalami, mengusut dan tangkap actor intelektual atau dalang penggeraknya.

Yang dilakukan mereka sudah jelas menyalahi, membuat kerumunan saat Covid-19 sedang tinggi. Mereka ingin menyumbangkan tambahan kasus positif Covid-19 baru dengan cara itu. Dan, ujungnya Jokowi yang nantinya dituding gagal kendalikan pandemic dan Covid,” tandasnya.

Ia juga meminta Presiden Jokowi untuk menindak tegas para petualang politik yang memanfaatkan situasi sekarang untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini.

Menurut Anto, bentrok pendukung HRS dengan aparat kepolisian di PN Jakarta Timur bagian pemanasan untuk menjatuhkan Jokowi.

“Ada ekonom senior yang membuat pernyataan provokasi pemerintahan Jokowi tidak bisa bertahan dalam dua tahun. Provokasi ekonom senior ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Selain itu, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kata Anto akan dipakai pemanasan untuk menjatuhkan Presiden Jokowi.

“Kampus-kampus sedang konsolidasi untuk membuat isu pelemahan KPK dengan tujuan akhir menjatuhkan Jokowi. Jadi, kami PPJNA 98 mendesak Kepolisian segera tangkap dalang penggerak aksi massa pendukung Rizieq,” tandasnya. (Nesto)

Diterbitkan di Berita