bensinkita.com Untuk kesekian kalinya, Jakarta kembali masuk dalam daftar sebagai kota besar dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Berdasar pantauan IQAir.com pada 7 Juli 2021 pukul 05.20 WIB, indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 165 dalam katagori tidak sehat dengan konsentrasi polusi PM 2.5 tercatat mencapai 82,4 µg/m³.

Konsentrasi partikulat PM 2.5 di Jakarta tersebut tercatat  8 kali lipat di atas rekomendasi ambang batas yang ditetapkan WHO. Artinya, warga Jakarta wajib menggunakan masker pelindung jika berada di luar ruangan guna mencegah timbulnya gangguan kesehatan akibat terpapar polutan.

Menurut IQAir.com, kondisi udara Jakarta secara real time pada 7 Juli 2021 pukul 05.20 WIB berada dalam urutan pertama yang terburuk di dunia. Sementara kota besar yang tercatat dengan kondisi udara terburuk kedua di dunia adalah  Kota Johannesburg (Afrika Selatan) dengan indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 151 dalam katagori tidak sehat.

 

Dua hari sebelumnya, Jakarta juga masuk dalam daftar sebagai kota besar dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Berdasar pantauan IQAir.com pada Senin 5 Juli 2021 pukul 06.20 WIB, indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 168 dalam katagori tidak sehat dengan konsentrasi polusi PM 2.5 tercatat mencapai 88 µg/m³.

Menurut IQAir.com, kondisi udara Jakarta secara real time pada 5 Juli 2021 pukul 06.20 WIB berada dalam urutan pertama yang terburuk di dunia. Sementara kota besar yang tercatat dengan kondisi udara terburuk kedua di dunia adalah Kota Zagreb (Kroasia), kemudian disusul Kota Johannesburg (Afrika Selatan) di urutan ketiga, dan Kota Dhaka (Banglades) di urutan keempat.

Terkait memburuknya kualitas udara Jakarta ini, Pertamina terus mengajak warga Jakarta untuk beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan. Saat ini Pertamina memberikan potongan harga sebesar Rp 300 per liter bagi para pembeli BBM Pertamax RON-92, Pertamax RON-98, Dexlite CN-51 maupun Pertamina Dex CN-53. Potongan harga tersebut berlaku hingga 31 Juli 2021 bagi pengguna aplikasi MyPertamina.

Diterbitkan di Berita
Ardela Nabila - detikHealth Jakarta - Vaksinasi COVID-19 bagi anak dan remaja sudah dimulai. Berikut ini daftar lokasi vaksin COVID-19 untuk anak 12-17 tahun di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kementerian Kesehatan RI sudah resmi memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan serta Masyarakat Umum dan Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun.

Bagi anak dan remaja usia 12-17 tahun yang ingin divaksin, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah dengan membawa Kartu Keluarga atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) anak.

Sementara itu, mekanisme pelaksanaannya masih sama dengan vaksinasi COVID-19 untuk orang dewasa, yakni tahap screening, pelaksanaan, dan observasi. Jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi COVID-19 anak usia 12-17 tahun ini pun sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

"Menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari," tulis Kemenkes.

Berikut ini daftar lokasi vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun di DKI Jakarta.

(Update 3 Juli 2021)

Rumah Sakit Lapangan Artha Graha Peduli (Rumkitlap AGP) (Jakarta Utara)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Mall Artha Gading, Function Hall Lantai 5 (Jakarta Utara)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

SCBD, Lot 8 (ex. Live Space) (Jakarta Selatan)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Hotel Borobudur Jakarta, Hall Majapahit (Jakarta Pusat)

Jadwal: Senin-Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB.

Syarat

  • Terbuka untuk semua WNI berusia di atas 12 tahun yang memiliki NIK.
  • Penyandang disabilitas.
  • Membawa identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga.
  • Melakukan pendaftaran online melalui TAUTAN INI
  • Bisa mendaftar offline, tetapi kuota terbatas.

Summarecon Mall Serpong, Gedung Parkir L6 SMS 2 (Kabupaten Tangerang)

Jadwal: Minggu, 4 Juli 2021 pukul 08.00-14.00 WIB.

Syarat:

  • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
  • Berusia 12 tahun ke atas.
  • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
  • Melakukan pendaftaran di 
  • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong (Kabupaten Tangerang)

Jadwal: Senin, 5 Juli 2021 pukul 08.00-12.00 WIB.

Syarat:

  • Membawa KTP/Kartu Keluarga/surat keterangan domisili di Kabupaten Tangerang
  • Berusia 12 tahun ke atas.
  • Belum pernah terdaftar vaksinasi.
  • Melakukan pendaftaran di 
  • Informasi lebih lanjut hubungi (021) 5422-0811 atau 0813-1772-0859.

Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Universitas Indonesia (RSKGM UI) (Jakarta Pusat)

Syarat:

  • Berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lainnya yang mencantumkan NIK anak.
  • Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI

(Update 2 Juli 2021)

Mal Taman Anggrek (Jakarta Barat)

Jadwal: Senin-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

Lokasi:

  • Ground Floor - The Kitchen (untuk tahap registrasi dan verifikasi data).
  • 4th Floor - North Wing (untuk tahap screening kesehatan, vaksinasi, dan observasi).

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Bagi anak yang berdomisili di luar DKI Jakarta, maka diharuskan juga untuk membawa surat keterangan domisili.
  • Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI

Klinik Pediacare (Jakarta Selatan)

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga DKI Jakarta atau identitas lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Melakukan pendaftaran melalui 
  • Informasi lebih lanjut hubungi 0819-1000-0019.

Mall Kota Kasablanka, Lantai 3 (Jakarta Selatan)

Jadwal:

  • Periode I: 5-9 Juli 2021.
  • Periode II: 12-16 Juli 2021.

Syarat:

  • Membawa pre-screening yang telah dicetak.
  • Membawa KTP asli atau fotokopi Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
  • Membawa pulpen.
  • Melakukan pendaftaran dan memilih jadwal vaksinasi melalui aplikasi JAKI.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta Pusat)

Jadwal: 3-4 Juli 2021.

Syarat:

  • Membawa pre-screening yang telah dicetak.
  • Membawa KTP asli atau fotokopi Kartu Keluarga bagi pendaftar berusia 12-17 tahun.
  • Membawa pulpen.
  • Melakukan pendaftaran dan memilih jadwal vaksinasi melalui aplikasi JAKI.

RSIA SamMarie Basra (Jakarta Timur)

Jadwal: Rabu dan Jumat pukul 09.00-14.00 WIB (mulai 7 Juli 2021).

Syarat:

  • Anak berusia 12-17 tahun.
  • Membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.
  • Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi (021) 8661-3145 atau Whatsapp 0877-8400-2551/0821-5712-2323/0812-1913-5501.
(up/up)
 
Diterbitkan di Berita

suaraislam.co Tiga terduga teroris, DS, SY, dan AS ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. Penangkapan tersebut dilakukan di Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim); Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar); dan Bangka Belitung (Babel).

“Hari ini, Rabu, 30 Juni 2021, Densus 88 Antiteror Polri Satgas Wilayah DKI bekerja sama dengan Satgas Wilayah Babel telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang diduga teroris namanya adalah DS, SY, dan AS,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, seperti dikutip dari detk.com, Rabu (30/6/2021).

Ramadhan mengungkapkan ketiganya diduga berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ketiganya ditangkap usai AS diduga mengirim paket senjata dari Babel ke Jakarta.

“Di mana perannya adalah menerima barang paket titipan dari saudara AS yang dikirim dari Provinsi Babel. Di mana setelah ditangkap Satgas Wilayah Densus 88 DKI, barang bukti yang diamankan adalah tiga pucuk senapan panjang dengan amunisi 120 butir, kemudian tiga pucuk senpi jenis revolver dengan amunisi 100 butir, juga ada dua pisau belati,” tuturnya.

“Hasil penyelidikan sementara bahwa kelompok ini adalah kelompok JAD,” sambung Ramadhan. Ramadhan mengatakan Densus masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku lainnya. DS dan SY yang ditangkap di Jakarta bakal dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Selanjutnya tentunya Densus teruskan penyelidikan lebih lanjut di mana pelaku-pelaku lain. (DS dan SY) akan dibawa ke Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebutkan pendalaman terhadap rencana penerapan  penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat masih akan dilakukan pihaknya bersama jajaran Menteri terkait. Dia meminta agar warga menunggu hasil dari pendalaman tersebut.

"Belum, tadi kan baru rapat bersama pak Menko bersama para menteri terkait, para Gubernur. Jadi baru dibahas, besok akan didalami kembali nanti kita tunggu saja pengumuman dari pak Menko detilnya saya tidak bijak kalau menyampaikan mendahului nanti apa yang akan disampaikan oleh pak Menko," ujar Riza di Balaikota Pemprov Jakarta,  Rabu (30/6/2021).

Riza menegaskan, prinsipnya dalam situasi lonjakan kasus Covid-19 sekarang ini perlu adanya pengetatan. Meski demikian ia masih belum dapat merinci, pengetatan seperti apa yang bakal diterapkan nantinya dalam PPKM darurat.

"Prinsipnya perlu ada pengetatan, itu saja yang bisa saya sampaikan ya. Pak Menko bersama jajaran menganggap perlu ada peningkatan pengetatan dari yang sudah ada, detilnya saya tidak berani menyampaikan sekarang, mungkin besok sudah disampaikan. Kita tunggu saja, besok pagi kami akan ada rapat lagi," ungkap Riza. (imr)

 

Diterbitkan di Berita
 

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan ibadah di masjid-masjid kawasan DKI Jakarta ditutup hingga 5 Juli 2021. Hal itu sesuai kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro untuk menekan laju penullaran Covid-19.

Perpanjangan PPKM Mikro ini sesuai dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) No 796 Tahun 2021 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kepgub tersebut mengatur pembatasan di sejumlah sektor, termasuk masjid.  

“Kegitan beribadatan dilaksanakan di rumah,” demikian bunyi kutipan Kepgub 796 Tahun 2021 yang dikutip Liputan6.com pada Kamis (24/6/2021).

Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mendukung kebijakan Pemprov terkait upaya pengendalian Covid-19 di Ibu Kota. DMI DKI Jakarta pun mengeluarkan surat edaran untuk semua masjid dan musala di ibu kota.

Surat yang diteken Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar HS dan Ketua Pimpinan Wilayah DMI DKI Jakarta KH Ma’mun al Ayyubi itu menyerukan, meniadakan Salat Jumat berjemaah dan menggantinya dengan Salat Zuhur di rumah masing-masing.

Azan Tetap Dikumandangkan Tiap Waktu

Selain itu, salat wajib atau rawatib berjemaah di masjid juga ditiadakan dan dilakukan di rumah masing-masing.

Meski demikian, pengurus masjid tetap dibolehkan mengumandangkan azan sebagai pengingat masuk waktu salat.

“Azan dan iqamah tetap dilakukan setiap waktu salat,” demikian isi edaran itu.

Infografis Jakarta Terancam Genting Covid-19
 
Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya bakal menggelar patroli gabungan dalam rangka menegakkan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di masyarakat.

Patroli masif akan dilakukan bersama TNI dan Pemprov DKI Jakarta menyusul terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan patroli ini akan diawali dengan pelaksanaan apel bersama di Monas pada Jumat (18/6) sore.

"Nanti sore kami akan apel di Monas, kita akan sama-sama nanti apel, di sana kita lakukan patroli masif termasuk di dalamnya adalah yustisi," tutur Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6). 

Patroli akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta. Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan pembagian tim untuk patroli di masing-masing wilayah.

Petugas yang terjun ke lapangan juga akan membagikan masker kepada masyarakat.

"Kembali lagi bagaimana kita mengingatkan masyarakat, kerumunan kita bubarkan, pengetatan PPKM berskala mikro ini, dengan aturan-aturan itu yang kita tegakkan sekarang untuk mendisiplinkan masyarakat," ucap Yusri.

Diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta terus mengalami peningkatan. Pada Kamis (17/6) kemarin, tercatat kasus positif harian Covid-19 DKI Jakarta mencapai 4.144 orang.

Menyikapi hal ini, Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menggelar rapat evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Kita melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang sudah kita laksanakan beberapa hari yang lalu, dihadapkan kepada dua target yang harus dicapai oleh DKI, yaitu herd immunity dan PPKM," kata Mulyo di Polda Metro Jaya, Jumat (18/6).

(mjo/bmw)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa ada dua kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang disebabkan varian mutasi ganda B.1.617 dari India.

Keterangan Nadia tersebut melengkapi pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menyebutkan mutasi baru Covid-19 dari India telah masuk ke Indonesia.

"Iya benar yang dimaksud varian B.1.617," ujar Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (3/5/2021).

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada dua kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi akibat penularan varian mutasi dari India. Dua kasus tersebut dilaporkan ditemukan di DKI Jakarta.

Budi menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Senin (3/5/2021).

"Tadi juga sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India.

Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta," ujar Budi dalam siaran langsung konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

Berdasarkan perkembangan terbaru ini, Budi meminta kepada masyarakat untuk semakin memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

Menurut dia, sudah menjadi kewajiban bersama bagi semua pihak untuk mencegah penularan Covid-19 dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Diketahui varian virus corona B.1.617 yang dikenal karena mutasi gandanya, adalah varian baru yang ditemukan dari India. Bukti awal menunjukkan bahwa B.1.617 lebih menular daripada jenis virus sebelumnya, seperti dikutip dari NPR.

Sebuah penelitian menemukan, mutasi L452R dapat meningkatkan kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia di laboratorium. Varian di California, pembawa mutasi yang sama, sekitar 20 persen lebih mudah ditularkan daripada jenis virus yang lebih tua.

Varian B.1.617 juga menyebar dengan cepat di India, yang diketahui memiliki dua mutasi, yaitu E484Q dan L452R. Selama beberapa bulan terakhir, telah menjadi strain yang dominan di negara bagian Maharashtra.

Namun, WHO tidak bisa memastikan apakah varian itu benar-benar berperan dalam lonjakan kasus di India.

Senada dengan WHO, ilmuwan penyakit menular dari Scripps Research Institute Kristian Andersen mengatakan, tidak ada yang tahu pasti apakah B.1.617 lebih dapat ditularkan dan dengan demikian mendorong lonjakan India.


Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Bayu Galih


Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Kasus corona di Jakarta mengalami kenaikan dalam 2 minggu terakhir. Hal ini pula yang membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PPKM Mikro 3 Mei 2021.
Belakangan yang jadi sorotan, yakni klaster keluarga. Musababnya, libur panjang yang berujung pada naiknya lagi kasus corona yang sudah mulai terkendali. Namun, tak hanya klaster keluarga saja. Diam-diam, klaster perkantoran kembali melesat naik.
 
Bukan Menakuti, Kini Klaster Perkantoran di Jakarta Naik Nyaris 3 Kali Lipat (1)
Foto aerial pemukiman di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10/2020). Foto: GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
 
Data yang dibagikan Pemprov DKI Jakarta lewat akun instagramnya dan dikutip kumparan, Minggu (25/4), saat ini ada 425 kasus yang tersebar di 177 klaster kantor. Data ini dihimpun dari 12-18 April 2021. 
Angka ini jauh meningkat dibanding pekan sebelumnya. Pada 5-11 April 2021, ada 157 kasus corona di 58 klaster kantor. Dengan jumlah ini, artinya kenaikan nyaris 3 kali lipat hanya dalam waktu satu minggu.
 
 
Bukan Menakuti, Kini Klaster Perkantoran di Jakarta Naik Nyaris 3 Kali Lipat (2)
Imbauan Pemprov DKI Jakarta untuk waspada klaster perkantoran. Foto: Instagram/@dkijakarta
 
Angka ini memang belum setinggi saat awal pandemi 2020. Jakarta pernah mencatat ada 3.194 orang positif corona dari klaster perkantoran pada September 2020. 
Kasus corona di klaster perkantoran mulai turun pada Oktober 2020 seiring dengan meningkatnya klaster keluarga karena banyaknya libur panjang.
 
 
Bukan Menakuti, Kini Klaster Perkantoran di Jakarta Naik Nyaris 3 Kali Lipat (3)
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
 
Sampai saat ini memang belum diketahui apa yang menyebabkan klaster corona di perkantoran bisa melesat tinggi. Padahal, aturan PPKM Mikro mewajibkan kantor maksimal hanya diisi oleh 50% kapasitas ruang kantor. 
Namun, bila dilihat dari kondisi Jakarta beberapa hari ini tentu sangat mengkhawatirkan. Jalanan Jakarta sudah macet seperti saat normal sebelum pandemi corona. Hal ini sempat ditanyakan ke Wagub DKI Jakarta Riza Patria. Riza menilai, kemacetan yang terjadi masih terkendali.
"Nanti sabar, memang ada peningkatan intensitas kepadatan lalu lintas. Namun masih dalam kondisi wajar terkendali, aman," tuturnya.
Diterbitkan di Berita

Kasus Covid-19 di Jakarta Kembali Naik

Sabtu, 17 April 2021 09:38

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menjelaskan, sebulan belakangan, penambahan kasus harian Covid-19 di Ibu Kota cenderung fluktuatif. Penambahan kasus beberapa kali masih tercatat lebih dari seribu dalam sehari, meskipun jika dirata-rata terdapat penurunan.

"Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting.

Karena pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka kami sudah bergerak naik," kata Widyastuti dalam siaran di kanal Youtube FMB9ID_IKP, Jumat (16/4/2021).

Ia berharap masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dari data yang diperoleh, pada periode 16-22 Maret, jumlah kasus Covid-19 di DKI berjumlah sebanyak 10.521 kasus. Di pekan selanjutnya, yakni mulai 23-29 Maret kasus menurun menjadi total 8.650 kasus.

Kemudian pada periode 30 Maret-5 April kasus terus menurun menjadi 6.283 kasus. Namun pada sepekan belakangan ini pada periode 6-12 April, penambahan kasus Covid-19 naik sedikit menjadi total 6.301 kasus dalam sepekan.

Ia mengatakan, penambahan kasus harian itu terjadi lantara ada penurunan jumlah testing yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dalam sepekan, DKI testing berada di kisaran 68 ribu.

"Angka 68 ribu tadi angka menurun, meskipun masih tinggi dari standar WHO, dari standar DKI itu pernah di posisi 90 ribu. Kapasitas lab kita mampu 100 ribu lebih per hari," tutupnya.

Diterbitkan di Berita

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.666 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 862 positif dan 9.804 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 3.665 orang dites, dengan hasil 74 positif dan 3.591 negatif. 

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 326.647. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.961. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 279 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.296 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," kata Dwi Oktavia di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 388.338 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 375.651 dengan tingkat kesembuhan 96,7%, dan total 6.391 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.  

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. 

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.415.143 orang (47,2%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 580.965 orang (19,4%). 

Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 122.326 orang (108,9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 106.437 orang (94,8%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 496.569 orang (54,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 124.880 orang (13,7%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 796.248 orang (40,3%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 349.648 orang (17,7%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang. 

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir hingga 28 Maret 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 106 RS rujukan.

Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 7.692, persentase keterisiannya sebesar 49% dengan total pasien isolasi sebanyak 3.774 orang. Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.137, persentase keterisiannya sebesar 54% dengan total pasien ICU sebanyak 610 orang.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. 

Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. 

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta hingga 6 April 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan rincian sebagai berikut:

A. PERORANGAN (Tidak Memakai Masker)

- Kerja Sosial = 2.602

- Denda = 30

- Jumlah = 2.632

B. RESTORAN / RUMAH MAKAN

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 1x24 jam = 3

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 jam = 0

- Teguran Tertulis = 15

- Pembubaran = 4

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 306

- Jumlah = 328

C. PERKANTORAN, TEMPAT USAHA, TEMPAT INDUSTRI

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 0

- Teguran Tertulis = 12

- Pembekuan Sementara/Pencabutan Izin = 0

- Tidak ditemukan Pelanggaran = 377

- Jumlah = 389

NILAI DENDA

- Perorangan = Rp4.100.000

- Tempat Usaha Makan Minum / Restoran / rumah Makan = Rp - 

- Tempat Kerja / Kantor/ Tempat Industri = Rp -

-Jumlah = Rp4.100.000

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran kasus positif COVID-19 yang masih terus bertambah.

Kendati Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan 3T, diperlukan kerja bersama masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus ini. 

Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 3