Turki Sengaja Transfer Teknologi Drone ANKA ke PTDI Karena Indonesia Harus Diuntungkan

Turki Sengaja Transfer Teknologi Drone ANKA ke PTDI Karena Indonesia Harus Diuntungkan Turki Sengaja Transfer Teknologi Drone ANKA ke PTDI Karena Indonesia Harus Diuntungkan
Minggu, 13 Agustus 2023 12:27
(0 pemilihan)

ZONAJAKARTA.COMTak cuma mendapat unit UAV saja, dalam kontrak pembelian drone ANKA yang masih dalam proses aktivasi, Indonesia akan mendapatkan sejumlah hal di dalamnya, termasuk garansi dari Turki.

Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari Siaran Pers Nomor: SP/06/VII/2023/ROHUMAS, yang menyebut Menhan Prabowo Beli 12 Unit UAV ANKA dari Turkiye.

"Kontrak senilai USD 300 juta ini sekarang masih dalam proses aktivasi di kementerian Keuangan dan pengiriman 12 unit UAV ANKA tersebut akan dilaksanakan 32 bulan setelah kontrak berlaku efektif.

Dalam pengadaan UAV tersebut, selain materiil kontrak utama terdapat pula materiil kontrak tambahan berupa Intergrated Logistic Support (ILS), Ground Support and Test Equipment (GS&TE), Flight Simulator, Infrastruktur Hanggar dan pelatihan serta masa warranty selama 24 bulan/600 jam terbang (mana yang tercapai lebih dulu).

Pengadaan 4 sistem UAV ANKA yang terdiri dari 12 unit UAV ANKA ini merupakan upaya nyata Menhan Prabowo dalam menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk terus memperkuat sistem pertahanan Indonesia, terutama dengan meningkatkan ragam, kuantitas dan kualitas alutsista TNI. (Biro Humas Setjen Kemhan)," jelas siaran pers Kemenhan tersebut.

Tak hanya itu, dalam wawancara khusus CEO Dirgantara Temel Kotil bersama 7 agensi media lain dari Indonesia dan Malaysia di sela-sela pameran industri pertahanan nasinal IDEF 2023 di Istanbul, perwakilan Turki mengatakan akan melakukan transfer teknologi.

"Untuk kontrak pembelian dengan Indonesia, 6 unit akan dirakit di Turki, dan 6 unit lainnya akan dirakit di PT DI. Ini sebagai bentuk transfer teknologi.

Kami rencanakan mulai mengirimkan komponen paa Agustus tahun ini," ujar Turki Presiden dan CEO Dirgantara Temel Kotil mengatakan di Istanbul, Turki pada 27 Juli 2023 kepada seperi dikutip dari Antara.

Turki Transfer Teknologi Drone ANKA SIHA ke PT Dirgantara Indonesia dengan Cara Ini
Turki Transfer Teknologi Drone ANKA SIHA ke PT Dirgantara Indonesia dengan Cara Ini

 

Dikutip Zonajakarta.com dari akun Instagram @kemhanri yang mengunggah sebuah postingan pada 9 Agustus 2023, Turki rupanya memang harus tranfer teknologi drone ANKA ke Indonesia.

"Menteri Pertahanan Prabowo Subianto @prabowo mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo @jokowi, paradigma belanja pertahanan harus menjadi investasi, agar dapat membantu peningkatan ekonomi nasional.

Karenanya, Indonesia harus diuntungkan dari segala aspek dalam setiap kesepakatan pembelian alutsista. Penegasan itu disampaikan Menhan saat memimpin Rapat Pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) belum lama ini.

Seperti halnya proses pembelian 12 (dua belas) unit pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) ANKA dari TUSAŞ – Tűrk Havacilik VE Uzay Sanayii A.Ş (Turkish Aerospace), Turki.

Selain materiil kontrak utama, terdapat keuntungan lainnya yakni Transfer of Technology (ToT), Integrated Logistic Support (ILS), Ground Support and Test Equipment (GS&TE), Flight Simulator, Infrastruktur Hanggar dan pelatihan serta warranty.

Drone ANKA dapat dilengkapi dengan beberapa jenis senjata. Konfigurasi perangkat dan senjata yang dapat dipasang di dalam drone buatan Turki ini antara lain yakni EO/IR SATCOM+Radio Relay, EO/IR+SATCOM+Laser Guided Smart Bombs and Missiles, EO/IR+SATCOM+SAR/ISAR/GMTI+AIS dan EO/IR+COMINT/DF+ESM/ELINT," jelas akun Instagram @kemhanri dalam unggahannya. 

Berbekal ilmu dari Turki, Indonesia diharapkan bisa mengembangkan UAV sendiri kedepannya. Apalagi, dikutip Zonajakarta.com dari situs resmi Turkish Aerospace Industries Inc. (TUSAŞ), produsen drone ANKA SIHA secara terang-terangan akan mendukung pengembangan Elang Hitam, UAV buatan Indonesia.

Dalam pembelian drone ANKA SIHA Turki, Indonesia menggelontorkan dana sekitar 300 juta dolar untuk mendapakan selusin pesawat nirawak. "Indonesia menandatangani kontrak senilai USD 300 juta, untuk 12 ANKA UAV.

Penandatanganan kesepakatan pada 2 Februari 2023 di Kantor Kementerian Pertahanan Indonesia, Jakarta, Indonesia," jelas TUSAS. Tak cuma pesawat nirawak, Indonesia juga akan mendapatkan transfer teknologi dan dukungan dari Turki dalam pengembangan Elang Hitam.

"Proyek ini juga memasukkan program offset dan ToT untuk Industri dan Universitas Indonesia sebagai penerima manfaat, dilanjutkan dengan konten lokal untuk perakitan akhir dan MRO. Turkish Aerospace juga berkomitmen mendukung AUV lokal Indonesia, Proyek Elang Hitam," tutup TUSAS.

 ***

 

Sumber: https://www.zonajakarta.com/internasional/6739764719/turki-sengaja-transfer-teknologi-drone-anka-ke-ptdi-karena-indonesia-harus-diuntungkan

 

Baca 554 kali
Bagikan: