KBRN, Demak: Pembangunan Tol Semarang-Demak diharapkan menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Salah satunya lewat sektor pariwisata. Bupati Demak Eisti'anah mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan daya saing pariwisata religi dan non religi. Pemkab Demak berencana untuk mengembangkan wisata religi terintegrasi. Konsep 3 wisata religi yang terintegrasi di antaranya, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga Kadilangu, dan Makam Waliyullah Syeikh Mudzakir. Sebelumnya hangat diperbincangkan pada rapat paripurna DPRD Demak dan Forkopimda akhir 2022 lalu. Eisti'anah pun mendukung program pengembangan pariwisata yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar tersebut. "Wisata religi dan non religi kita kembangkan tahun ini," katanya. "Selain wisata ziarah peninggalan Walisongo, Demak juga mempunyai 12 desa wisata. Sebagai pemanis juga wisata bahari," ucapnya. Program pengembangan pariwisata Demak juga di upayakan untuk budidaya perekonomian. Menurut Bupati, sektor ekonomi kreatif, saat ini jumlahnya terbatas. "Baru di 12 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Tahun ini sudah kita siapkan desa-desa wisata yang baru," kata Eisti'anah. Menanggapi tingginya jumlah wisatawan dan peziarah pada libur Natal dan Tahun Baru lalu, Bupati Eisti'anah menyampaikan harapan besar untuk kemajuan pariwisata Demak. "Semoga cita-cita menjadi wisata maju di Jawa Tengah terwujud," harapnya. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR dikutip Senin (30/1/2023). Proyek jalan tol Demak-Tuban termasuk dalam daftar proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang akan digarap pada tahun ini. Jalan Tol Demak-Tuban akan dibangun sepanjang 179,55 kilometer. Nantinya jalan tol ini akan menghubungkan 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sumber: https://rri.co.id/daerah/149253/tol-semarang-demak-diharapkan-dapat-tingkatkan-wisata-religi