Sub Varian Omicron Belum Ditemukan di Indonesia

Selasa, 12 April 2022 16:43
(0 pemilihan)
KBRN, Jakarta: Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi memastikan, hingga kini sub varian Covid-19 Omicron belum ditemukan di Indonesia. Hal ini disampaikan Nadia dalam keterangan pers 'Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia' secara virtual, Selasa (12/4/2022).

"Sampai saat ini baik (varian omicron) XE, XD maupun XF ini belum ditemukan di Indonesia," kata Nadia. Dia menjelaskan, varian XE sendiri merupakan gabungan dari genetik sub varian BA1 dan BA2 yang pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022 lalu.

"Di Inggris sendiri sudah 763 kasus XE yang ditemukan. Dikatakan bahwa dia lebih cepat menular dibandingkan BA2, tapi kemudian belum ada bukti-bukti epidemiologis untuk meningkatkan perubahannya di dalam masyarakat," jelasnya.

Sementara, sub varian XD merupakan gabungan dari delta AY.4 dengan omicron BA1. Kemudian sub varian XF juga ditemukan khususnya di negara Inggris tetapi masih dalam jumlah yang masih sangat kecil.

"Artinya ini tetap menjadi kewaspadaan kita bahwa walaupun dikatakan lebih cepat menular dibandingkan varian omicron serta data yang ada sampai saat ini belum mencukupi, tetapi tentunya karena kita sebagai bagian untuk upaya terus menekan laju penyaluran dan kemungkinan kemungkinan dampak daripada mudik tentunya adanya sub varian sub varian ini menjadi perhatian kita bersama," ungkapnya. 

Sampai saat ini, kata Nadia, tidak ada perbedaan gejala khusus pada sub varian XE, XD, dan XF. "Jadi sebenarnya sub varian ini masih merupakan suatu jenis yang sama dengan varian omicron tetapi kemudian jika kita melihat kemungkinan seseorang terinfeksi dengan jenis dua varian yaitu varian delta dan varian omicron yang kemudian membentuk sub varian ini, pungkasnya.

Baca 422 kali
Bagikan: