Semua Bos ACT Ganti Mobil Jadi Innova, Janji Tak Pakai Duit Donasi Lagi Buat Operasional

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Senin, 4 Juli 2022. Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta, Senin, 4 Juli 2022. /Antara/Asep Firmansyah/pri.
Selasa, 05 Juli 2022 11:56
(0 pemilihan)

JURNALACEH.COM - Setelah petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) heboh diberitakan bergaji ratusan juta perbulan, hingga mendapat fasilitas kendaraan mewah, yayasan penggalangan dana ini angkat bicara.

Pertama soal kendaraan. Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengatakan seluruh fasilitas kendaraan Dewan Presidium ACT adalah Innova. Ia mengklaim kebijakan ini telah dilakukan restrukturisasi sejak Januari lalu.

"Kendaraan tersebut pun tidak melekat pada pribadi, melainkan juga bisa digunakan untuk keperluan operasional tim ACT," bunyi keterangan pers Ibnu, sebagaimana diterima Jurnal Aceh. 

Begitupun soal gaji. Penghasilan bombastis petinggi ACT yang sebelumnya mencapai ratusan juta juga akan dipangkas total. Bahkan Ibnu berjanji tidak akan menggunakan duit donasi lagi untuk membiayai operasional. Tapi itu baru bisa direalisasikan tahun 2025 mendatang.

"Sebelumnya, rata-rata biaya operasional termasuk gaji para pimpinan pada tahun 2017 hingga 2021, adalah 13,7 persen," ungkapnya. 

"Rasionalisasi pun kami lakukan untuk sejak Januari 2022 lalu. Insyaallah, target kita adalah dana operasional yang bersumber dari donasi adalah sebesar 0 persen pada 2025. Namun tentu perlu ikhtiar dari masyarakat sehingga bisa melakukan distribusi bantuan sebaik-baiknya," lanjut Ibnu

Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pemberitaan miring ACT belakangan ini. Karena itu, Ibnu merasa perlu mengklarifikasinya. 

Karena ACT, menurutnya adalah sebuah lembaga kemanusiaan global. Ia mengklaim lembaga yang dipimpinnya itu telah berkiprah di 47 negara. Sepanjang tahun 2020, yayasannya telah melakukan 281.000 aksi. 

Ia menjelaskan bahwa sejak 11 Januari 2022, ACT telah melakukan restrukturisasi organisasi. Restrukturisasi termasuk manajemen, fasilitas dan budaya kerja. Ia memastikan SDM ACT saat ini dalam kondisi terbaik dan fokus memenuhi amanah yang diberikan ke lembaga.

Pihaknya juga telah memangkas jumlah karyawan secara besar-besaran untuk peningkatan produktifitas. "Pada 2021 lalu, jumlah karyawan kita 1688 orang, sementara Juli 2022, telah dikurangi menjadi 1128 orang," sebutnya.

Bos baru ACT ini melanjutkan, restrukturisasi juga berlaku pada penyesuaian masa jabatan pengurus menjadi tiga tahun, dan pembina menjadi empat tahun.

Selain itu, sistem kepemimpinan akan diubah menjadi bersifat kolektif kolegial, yakni melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan kebijakan melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat. Mekanisme ini, klaimnya juga akan diawasi secara ketat oleh Dewan Syariah yang telah dibentuk ACT.

Nah, selain melakukan penggantian Ketua Pembina ACT, dengan 78 cabang di Indonesia, serta 3 representative di Turki, Palestina dan Jepang, ACT melakukan banyak perombakan kebijakan internal. Menurutnya, hal ini penting dilakukan, untuk mendorong laju pertumbuhan organisasi.

"Sejak 11 Januari 2022 tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga. Dengan masukan dari seluruh cabang, kami melakukan evaluasi secara mendasar,” tandasnya.***

 

Sumber: https://jurnalaceh.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1794921444/semua-bos-act-ganti-mobil-jadi-innova-janji-tak-pakai-duit-donasi-lagi-buat-operasional

 

Baca 322 kali
Bagikan: