Peneliti Celios Bhima Yudhistira Mengaku Diancam Disiram Air Keras

Minggu, 05 April 2026 09:08
(0 pemilihan)

JAKARTA, KOMPAS.TVDirektur Eksekutif Center of Economic and Law Studies atau Celios Bhima Yudhistira mengaku mendapat teror digital berupa ancaman penganiayaan hingga pembunuhan.

Bhima mengungkapkan, teror tersebut diterimanya melalui pesan di akun media sosial pribadinya pada 31 Maret 2026.

“Awalnya tanggal 31 Maret 2026 muncul banyak sekali pesan di akun sosial media pribadi. Intinya melakukan ancaman, dan ancamannya sudah mengarah pada ancaman penganiayaan, misalnya mengancam menyiram air keras, tapi juga mengancam yang sebenarnya masuk kategori ancaman pembunuhan ya,” kata Bhima dilaporkan Jurnalis Kompas TV Thfifal Solesa Waldi pada Sabtu (4/4/2026).

“Dan saya kira ini menjadi salah satu sinyal bahwa memang kewaspadaan kehati-hatian harus terus ditingkatkan.” 

Selain dirinya, Bhima menuturkan, Celios juga menerima ancaman serupa usai melayangkan gugatan atas perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat ke Pengadailan Tata Usaha Negara Jakarta.

“Ada banyak sekali rekan-rekan yang melaporkan mendapat intimidasi. Nah, intimidasinya dari serangan digital yang masif dalam satu dua bulan terakhir,” ucap Bhima.

"Terutama, pasca Celios melakukan gugatan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan juga agreement of resriprocal trade atau kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat. Nah, serangan ini bukan kali pertama dan kita lihat bukan hanya (menyasar) aktivis, tapi juga peneliti terutama di bidang ekonomi."

Oleh karena itu, Bhima mengingatkan Tim Celios untuk meningkatkan keamanan digital dan keamanan secara individu maupun organisasi sesuai standar operating procedur atau SOP.

“Salah satunya adalah kita meningkatkan cyber security, kemudian mewaspadai malware spyware yang ada di email yang ada di WhatsApp, dan di sosial media. Jadi, enggak bisa sembarangan klik link tanpa melihat keamanannya,” ucap Bhima.

“Kemudian juga dari segi tim, ketika turun ke lapangan kita memiliki body protection system. Jadi, harus ditemani oleh satu atau dua, sehingga ada proteksi dan juga kita tidak ingin membahayakan misalnya mitra-mitra kerja lainnya.”

 

Sumber: https://www.kompas.tv/nasional/660827/peneliti-celios-bhima-yudhistira-mengaku-diancam-disiram-air-keras

 

Baca 14 kali Terakhir diubah pada Minggu, 05 April 2026 09:10
Bagikan: