Jaga Toleransi dan Harmonisasi, Gereja Joyodinigratan Solo Tak Gelar Kebaktian Saat Idul Adha

Selasa, 12 Juli 2022 23:07
(0 pemilihan)

damailahindonesiaku Solo – Sikap saling toleransi dan menjaga keharmonisan antarumat beragama dilaksanakan pengurus Masjid Al Hikmah Keratonan Solo dan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Solo. Salah satunya saat momentum Hari Raya Idul Adha.

Saat pelaksanaan Salat Idul Adha 1443 Hijriyah, Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan meniadakan ibadah kebaktian pagi dan siang hari agar pada waktu tersebut umat Islam dapat melaksanakan Salat Idul Adha, sekaligus penyembelihan hewan kurban yang digelar di depan gereja maupun masjid.

Sebagai informasi, Masjid Al Hikmah Keratonan Solo dan Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan sama-sama berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Solo, Jawa Tengah dan bersebelahan.

Dikutip dari laman Tempo.co, pendeta Gereja Kristen Jawa Joyodiningratan Solo Nunung Istining Hyang mengemukakan, ditiadakannya jadwal kebaktian pada pagi dan siang hari saat Idul Adha tersebut memang sudah dikoordinasikan antara pihak pengurus gereja dengan Masjid Al Hikmah.

“Koordinasi sudah jauh hari, antara pengurus masjid dan gereja. Karena kalau di kalender itu kan tanggal 9 ya Idul Adhanya. Tapi setelah ada pengumuman dari pemerintah bahwa Idul Adha jatuh pada hari Minggu dan kemudian koordinasi lagi dengan pengurus masjid bahwa penyelenggaraan Salat Id juga hari Minggu, maka pada hari itu gereja meniadakan kebaktian pagi dan siang, tapi untuk kebaktian sore dan malam dilaksanakan, yaitu pukul 16.00 dan 18.30,” ujar Nunung.

Nunung menjelaskan hal itu memang berbeda dengan saat Idul Fitri di mana jadwal kebaktian hanya ditiadakan pada pagi hari. “Kalau Idul Fitri itu kan hanya Salat Id di pagi hari, maka saat itu yang ditiadakan hanya kebaktian pagi, untuk kebaktian siang, sore, dan malam bisa diadakan. Sedangkan saat Idul Adha, setelah Salat Id dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban,” kata dia.

Nunung menyatakan itu merupakan hal biasa yang selalu dilaksanakan oleh pihak pengurus gereja maupun masjid karena saling menjaga keharmonisan. Dari para jemaat gereja pun diakui Nunung, tidak ada komplain terhadap kondisi tersebut.

“Ya kita memang berkomitmen untuk selalu menjaga keharmonisan ini bersama-sama ya,” ujar dia. Bahkan Nunung mengatakan pihak gereja juga tidak keberatan ketika hewan-hewan kurban ditempatkan di depan tempat ibadah tersebut.

“Untuk hewan kurban juga sudah beberapa tahun ini biasanya ditempatkan di depan gereja dan masjid. Itu juga tidak ada masalah. Karena kan juga hanya sehari ya dan nanti kan dibersihkan juga,” katanya.

Imam Masjid Al Hikmah Keratonan Solo, Muhammad Nasir mengatakah, pihaknya selalu koordinasi antarpihak dengan gereja. Penggunaan depan gereja untuk salat dan tempat hewan kurban juga telah diizinkan oleh pengurus gereja dan biasanya gereja juga akan memundurkan jadwal kegiatan ibadahnya menjadi siang hari.

“Memang selama ini kami saling menjaga dengan selalu berkoordinasi. Hal itu juga sudah dilakukan sejak dari para pendahulu kita, menjaga kebersamaan dalam perbedaan. Kalau sama, rukun itu wajar, tapi ini beda, rukun, tentu luar biasa,” ungkap Nasir.

 

Sumber: https://damailahindonesiaku.com/jaga-toleransi-dan-harmonisasi-gereja-joyodinigratan-solo-tak-gelar-kebaktian-saat-idul-adha.html

 

Baca 351 kali
Bagikan: