PIKIRAN RAKYAT - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap Satuan Pemenuhan Pelayanan (SPPG) Batutulis, Kota Bogor. Investigasi dilakukan pascadugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa SD dan SMK usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Jumat (14/11/2025). Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi kepada seluruh SPPG yang ada, khususnya dapur yang ada di Batutulis. “Kejadian ini sangat disesalkan dan membuat prihatin,” kata dia kepada awak media. Sementara, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan bahwa SPPG Batutulis belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinkes. “SPPG itu baru beroperasi dan belum memiliki SHLS,” kata dia, kemarin (17/11/2025). Ia sangat berharap, kejadian keracunan ini tidak terjadi lagi ketika SPPG yang ada di Kota Bogor telah memiliki sertifikasi. “Semuanya harus hati-hati, jangan mengabaikan kesehatan anak-anak,” kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan bahwa sedikitnya ada 50 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Korban Alami BAB Berdarah Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi, serta pengambilan sampel makanan dan spesimen dari pasien. Korban, menurut dia, sebelumnya mengalami mual, muntah, diare, BAB berdarah, demam hingga nyeri di bagian perut. “Kami juga terus melakukan tindak lanjut untuk antisipasi dan melakukan monitor kasus tambahan, pemeriksaan sampel ke labkesda, penanganan pasien, monitoring laporan kasus dari rumah sakit, puskesmas, dan sekolah," ujarnya. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Kota Bogor, SPPG Batutulis setiap harinya mendistribusikan 3.992 porsi MBG untuk 17 sekolah. Menu makanan ini didistribusikan sebanya tiga kloter.*** Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019798309/dugaan-keracunan-mbg-di-batutulis-bogor-sppg-akan-diinvestigasi?page=all