detikBali Lombok Timur - Sebanyak 21 siswa MI Yadinu Banok di Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilarikan ke Puskesmas setelah diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Para siswa mendadak mual dan muntah tak lama setelah menyantap menu yang dibagikan di sekolah. "Sekitar pukul sembilan pagi kami menerima MBG, setelah 15 menit mulai terasa mual dan sakit perut," kata Baiq Namira Fitri, salah seorang siswa, ditemui detikBali, Jumat (24/4/2026). Namira menyebut menu MBG yang diterima berupa bihun, telur goreng, susu, dan buah pisang. "Mi bihun dicampur pakai sayuran juga, sudah agak berubah rasanya," pungkas Namira. Gejala yang dialami siswa membuat pihak sekolah bergerak cepat. Penanganan awal sempat dilakukan dengan memberikan air kelapa muda, namun kondisi siswa tak kunjung membaik. "Sempat kami memberikan kelapa muda ke siswa kami, tetapi tidak juga berubah kondisinya makanya kami memutuskan untuk dibawa ke Puskesmas saja," ujar Kepala Sekolah MI Yadinu Banok, Lalu Imran. Sekitar 20 siswa dari sekolah tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans dan sepeda motor karena keterbatasan kapasitas. "Karena nggak muat di ambulans kami pakai motor, kami kasih tahu juga para orang tua siswa," terang Lalu Imran. Sementara itu, Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi, mengatakan para siswa yang mengalami keracunan berasal dari dua sekolah. Dari total 21 siswa yang dibawa ke Puskesmas, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. "Masih ada satu yang kami rawat diberikan infus karena kondisinya masih belum pulih, sempat muntah-muntah juga, sisanya karena sudah membaik kami izinkan untuk pulang," terang Suhamdi. (dpw/dpw) Sumber: https://www.detik.com/bali/nusra/d-8459357/diduga-keracunan-mbg-puluhan-siswa-lombok-timur-tumbang-di-kelas