Dari Kelas ke Rumah Sakit, Dugaan Keracunan MBG Picu Investigasi di Majalengka

Selasa, 02 Jun 2026 12:38
(0 pemilihan)

timesindonesia MAJALENGKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kini menjadi sorotan. 

Puluhan penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan pencernaan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut, sehingga operasional dapur penyedia makanan di wilayah Kecamatan Talaga terpaksa dihentikan sementara.

Peristiwa ini terjadi setelah sejumlah siswa yang menjadi penerima manfaat Program MBG mengeluhkan kondisi kesehatan mereka pada Jumat (29/5/2026). Keluhan mulai dirasakan pada malam hari setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan pada siang harinya.

Berdasarkan laporan terbaru, 22 penerima manfaat diduga mengalami gangguan pencernaan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Sebagian di antaranya bahkan sempat menjalani perawatan dan observasi di RSUD Talaga guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terkendali.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, jumlah penerima manfaat yang terdampak terus diperbarui berdasarkan laporan dari pihak SPPG.

"Betul, mengenai dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan. Penerima manfaat yang terdampak sesuai laporan Kepala SPPG ter-update berjumlah 22 orang," ujar Intan saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Sebagai langkah cepat mencegah risiko bertambahnya korban, operasional dapur SPPG Yayasan Jabar Bima Pratama di Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, sementara dihentikan sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan instansi terkait.

Keputusan penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus memberikan ruang bagi proses pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi kepada para penerima manfaat.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami para siswa masih belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka telah mengamankan sampel makanan yang diduga terkait dengan kejadian tersebut untuk dilakukan pengujian laboratorium.

"Untuk penyebab kami masih menunggu hasil pengujian laboratorium dari sampel makanan yang sudah diamankan oleh pihak Dinas Kesehatan," kata Intan.

Pemkab Majalengka bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para siswa yang terdampak.

Berdasarkan laporan sementara, sebagian besar penerima manfaat yang sempat mengalami keluhan kesehatan kini berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

Di tengah proses investigasi yang masih berlangsung, masyarakat berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diketahui agar penyebab kejadian tersebut menjadi terang dan langkah evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh.

Salah seorang warga Kecamatan Talaga, Dudi (42), menilai Program MBG memiliki manfaat besar bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

Namun demikian, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

"Program MBG ini sangat baik untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak. Kami berharap penyebab kejadian ini segera diketahui dan ada evaluasi menyeluruh supaya kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak mengingat Program MBG merupakan salah satu program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pelajar.

Hasil investigasi dan uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kejadian sekaligus langkah perbaikan agar pelaksanaan program MBG di Majalengka dapat berjalan lebih aman dan optimal di masa mendatang. (*)

 

Sumbe: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/592868/dari-kelas-ke-rumah-sakit-dugaan-keracunan-mbg-picu-investigasi-di-majalengka

 

Baca 9 kali Terakhir diubah pada Selasa, 02 Jun 2026 12:43
Bagikan: