KBRN, Jakarta: Kajian Pemprov DKI menunjukkan, tarif jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) akan menyesuaikan dengan tata ruang sekitar. Itu, berdasarkan keterangan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Syafrin tak menampik, kisaran harga bakal diberlakukan, yaitu Rp5 ribu-Rp19 ribu. “Akan ada di antara angka itu,” kata Syafrin, Selasa (10/1/2023). Tapi, akan ada jenis kendaraan yang tidak akan dikenakan biaya. Itu, berdasarkan Raperda --- kini dibahas di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Seperti, sepeda listrik, kendaraan bermotor umum plat kuning, kendaraan dinas selain plat kuning. Selain itu, kendaraan diplomat, ambulans, hingga pemadam kebakaran. Sisanya, akan berbayar."Besaran tarif nanti, ditentukan dengan Pergub. Setelah mendapatkan persetujuan dan proses lengkap di DPRD," katanya. Berikut ini, daftar jalan rencana pengendalian lalu lintas secara elektronik: a. Jalan Pintu Besar Selatan; b. Jalan Gajah Mada; c. Jalan Hayam Wuruk; d. Jalan Majapahit; e. Jalan Medan Merdeka Barat; f. Jalan Moh. Husni Thamrin; g. Jalan Jend. Sudirman; h. Jalan Sisingamangaraja; i. Jalan Panglima Polim; j. Jalan Fatmawati (Simpang Jalan Ketimun 1 - Simpang Jalan TB Simatupang); k. Jalan Suryopranoto; l. Jalan Balikpapan; m. Jalan Kyai Caringin; n. Jalan Tomang Raya; o. Jalan Jenderal S. Parman (Simpang Jalan Tomang Raya - Simpang Jalan Gatot Subroto); p. Jalan Gatot Subroto; q. Jalan M. T. Haryono; r. Jalan D. I. Panjaitan; s. Jalan Jenderal A. Yani (Simpang Jalan Bekasi Timur Raya - Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan); t. Jalan Pramuka; u. Jalan Salemba Raya; v. Jalan Kramat Raya; w. Jalan Pasar Senen; x. Jalan Gunung Sahari; dan y. Jalan H. R. Rasuna Said. Sumber: https://rri.co.id/lain-lain/133495/daftar-jalan-berbayar-elektronik-kajian-pemprov-dki-jakarta