Belajar dari Kebakaran Kilang Dumai, Pemerintah Diminta Reformasi Perkilangan Migas

Minggu, 05 Oktober 2025 19:15
(0 pemilihan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebakaran yang melanda Kilang Dumai pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB menjadi sinyal bahaya bagi ketahanan energi nasional. 

Kilang Dumai adalah salah satu kilang minyak terbesar yang dimiliki oleh PT. Pertamina (Persero), terletak di Dumai, Provinsi Riau. 

Kilang ini berfungsi sebagai salah satu pusat pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk turunan seperti bensin, solar, avtur (bahan bakar pesawat), minyak tanah, dan produk petrokimia lainnya. 

Kilang Dumai memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi di wilayah Sumatra, khususnya untuk pasokan bahan bakar. Pada Rabu (1/10/2025) malam, terjadi ledakan dan menyebabkan kebakaran pada kilang tersebut.

Peristiwa ini dinilai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, bukan sekadar insiden teknis, tetapi menunjukkan lemahnya infrastruktur perminyakan Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

Sebab itu, Mulyanto mendesak pemerintah segera melakukan audit komprehensif dan peningkatan keamanan terhadap seluruh kilang eksisting, terutama yang sudah berusia tua seperti Dumai, Balongan, dan Cilacap. 

Dia menekankan pentingnya penggantian peralatan rentan, evaluasi sistem proteksi kebakaran, dan penerapan manajemen risiko yang lebih ketat. Ia mengingatkan bahwa dalam empat bulan terakhir, hampir selalu terjadi insiden kebakaran di fasilitas kilang. 

Padahal, di Pertamina sudah dibentuk unit setingkat direktur yang khusus menangani manajemen risiko. "Aspek ini harus dievaluasi secara mendalam, kalau memang pemerintah serius menangani soal ketahanan energi ini," kata Mulyanto dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).

Selain langkah teknis, Mulyanto juga menyoroti pentingnya percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru untuk memperkuat pasokan domestik.

"Modernisasi kilang Balikpapan, Cilacap dan Balongan harus dituntaskan sesuai jadwal. Kita sedih melihat kilang Balikpapan yang terbakar tahun lalu padahal baru saja berhasil ditingkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Mulyanto menambahkan, proyek kilang Tuban juga perlu segera diselesaikan agar tidak bernasib sama seperti proyek kilang Bontang yang terhenti. 

Pembangunan kilang baru dengan tambahan kapasitas minimal 500 ribu barel per hari dapat dilakukan melalui kemitraan dengan swasta dan investor asing.

"Jangan terkatung-katung seperti sekarang ini. Salah-salah bisa ambyar pembangunannya seperti kilang Bontang," ucap Mulyanto. Terkait pendanaan, ia menilai pemerintah dapat memanfaatkan potensi pembiayaan dari Danantara, lembaga investasi nasional.

"Tanpa langkah-langkah konkret memperkuat kilang lama, mempercepat pembangunan kilang baru, dan mengamankan cadangan BBM nasional, kita akan terus rentan terhadap krisis energi dan defisit migas yang menggerus APBN," pungkas Mulyanto.

Kebakaran Kilang Dumai

Kilang Pertamina RU II Dumai mengalami kebakaran hebat pada Rabu (1/10/2025) malam. Api pertama kali diketahui oleh operator yang sedang bertugas, dan meskipun sempat dilakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kobaran api terus membesar dan menyebar.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.20 WIB setelah lebih dari tiga jam upaya pemadaman. Sekitar 100 meter persegi di bagian atas bangunan kilang terdampak.

Penanganan dilakukan oleh tim pemadam internal Pertamina, yang bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke area lain. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, namun korban yang merupakan warga sekitar mengalami trauma.

"Saat kejadian Rabu malam, kami menerima laporan ada sekitar 20 Warga yang dilarikan ke RSUD Dumai namun sudah berangsur sehat dan pulang ke Rumah masing masing," kata Lurah Tanjung Palas Untung Effendi, pada Kamis (2/10/2025)

Dia menjelaskan, warga yang terdampak ini rata-rata kaget atau trauma akibat bunyi ledakan serta kobaran api, namun pihaknya tetap akan memantau kondisi Paska kejadian ini. Untung mengaku untuk fasilitas umum serta rumah-rumah warga sejauh ini tidak ada yang rusak akibat ledakan di area Kilang Pertamina Dumai. 

"Kami minta kepada pihak Pertamina untuk membuat posko kesehatan dan pengaduan, karena menurut laporan, masih ada warga yang membutuhkan bantuan medis dan lainnya," pungkasnya.

Rasa khawatir masyarakat bukan tanpa alasan, di balik peran vitalnya, kilang Putri Tujuh juga menyimpan catatan kelam. Sejak berdiri, beberapa kali terjadi kebakaran dan ledakan. 

Pada 2008, sebuah tangki berkapasitas 5.000 kiloliter terbakar. Setahun kemudian, 2009, pipa bertekanan tinggi di kilang ini meledak dan terbakar.  Peristiwa paling memilukan terjadi pada 2014, ketika ledakan menewaskan beberapa orang.

Pada April 2023, insiden ledakan gas compressor memicu api yang melukai sembilan pekerja. Tahun 2025 ini kembali terjadi kebakaran.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina

 

Sumber: https://www.tribunnews.com/regional/7737670/belajar-dari-kebakaran-kilang-dumai-pemerintah-diminta-reformasi-perkilangan-migas?page=all

 

Baca 316 kali
Bagikan: