Medanbisnisdaily.com-Balige. Jumlah siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri I Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatra Utara terus bertambah. Saat ini korban yang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas sudah mencapai 54 orang. Kepala SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea merasa khawatir akan siswa lainnya, mengingat jumlah seluruh siswa ada 640 orang dan seluruhnya mengkonsumsi menu MBG. "Sebagai kepala sekolah dan guru tentu ada rasa khawatir. Itu timbul ketika tidak menyampaikan rasa sakit yang dialami atau ditahan-tahan," ujar Pahala Hutapea, Rabu (15/10/2025), di RS HKBP Balige. Ia mengatakan, rasa khawatir itu muncul karena masih ada pertambahan yang saat ini sudah mencapai 54 orang dan dirawat di RS HKBP Balige, RSUD Porsea dan Puskesmas Laguboti. "Bagi seluruh orang tua siswa dimanapun berada tolong diperhatikan anak-anak kita. Ketika ada keluhan segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," imbaunya. Menurut Pahala Hutapea, kalau benar dugaan keracunan disebabkan oleh makanan bergizi tentu menjadi perhatian serius siswa lain. "Saya sampaikan 640 seluruh siswa dan saat ini yang mendapat perawatan karena diduga keracunan 41 orang, tentu 599 lagi harus dipantau," katanya. Lanjut Kepsek, program makanan bergizi kepada siswa dimulai baru 3 hari, yakni Senin-Rabu. Pada hari ini, Rabu (15/10/2025), terjadi peristiwa keracunan dan diduga karena makanan bergizi. "Sebenarnya ketika siswa menerima MBG saya masih sempat melihat kemasannya, bahkan saya konsumsi juga untuk mencoba dan tidak ada rasa lain," katanya menyebut kemasan MBG berisi nasi putih, potongan ikan mujair, sayur sawi pahit ditambah potongan buah semangka. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba melalui Sekretaris Dinas, Siti Nuraya Sirait menyampaikan total keseluruhan siswa yang dirawat akibat diduga keracunan karena MBG di SMPN 1 Laguboti hingga pukul 18:20 WIB sudah mencapai 52 orang. "Data ini semoga menjadi yang terakhir. Ke-52 orang siswa mendapat perawatan di 3 sarana atau fasilitas kesehatan yakni, RSHKBP Balige, RSUD Porsea dan Puksesmas Laguboti," katanya. Menurut Siti Nuraya, perihal kejadian dugaan keracunan itu belum dapat dipastikan darimana penyebabnya, apakah dari nasi,sayur,lauk atau buah. "Kita lihat dulu hasil penelitian dari pihak rumah sakit. Untuk saat ini belum dapat kami berikan kronologiny," ucap Siti. Reporter: Tumbur Tumanggor Editor: Sasli Pranoto Simarmata Sumber: https://medanbisnisdaily.com/news/online/read/2025/10/15/193841/ada_640_siswa_smpn_1_laguboti_konsumsi_menu_mbg_korban_keracunan_bertambah_jadi_54_orang