Skenario kedua menuju kekebalan kelompok

Jumat, 27 Agustus 2021 08:05

Jakarta (ANTARA) - Memasuki bulan ke delapan tahun ini, program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus beradu kecepatan dengan kemampuan bermutasi virus SARS-CoV-2 yang variannya kian beragam serta mudah menular.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meyakini kalau kecepatan mutasi virus sangat ditentukan oleh pergerakan manusia, karena mutasi dapat terjadi saat ada penularan.

Lonjakan kasus COVID-19 diperkirakan Budi masih akan terus terjadi selama virus belum bisa dikendalikan. "Vaksin jadi satu cara yang paling efisien menangkal Corona bermutasi," katanya saat hadir di dalam diskusi di Podcast Deddy Corbuzier, Rabu (25/8).

Syaratnya, kata Budi, 70 persen populasi di Indonesia telah seluruhnya terlindungi oleh vaksin atau disebut sebagai kekebalan kelompok.

Hampir 18 bulan sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, sejumlah produsen vaksin COVID-19 menghadirkan beragam produk di Indonesia seperti Sinovac, Coronavac dan Sinopharm yang berplatform inactivated virus, Pfizer dan Moderna berplatform mRNA, AstraZeneca dan Sputnik-V berplatform Adenovirus.

Sebagian besar vaksin tersebut saat ini sudah hadir di Indonsia. Namun bagimana dengan kemanjurannya terhadap varian baru SARS-CoV-2 yang kini ada?.

Kemenkes baru saja merampungkan riset terhadap vaksin berplatform mRNA di Amerika Serikat dan Israel yang memiliki laju penyuntikan dosis lengkap vaksin di atas 50 persen. Hasilnya menunjukkan terjadi penurunan efikasi yang cukup drastis terhadap varian Delta.

Lonjakan kasus di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir hampir menyentuh angka 200 ribu kasus konfirmasi per hari dari gelombang sebelumnya mencapai angka 250 ribu per hari dengan jumlah pasien dirawat mencapai 70 persen dari gelombang sebelumnya.

"Namun angka kematian di Amerika Serikat relatif lebih rendah meskipun masih menunjukkan tren penambahan kasus," katanya. Situasi yang sama juga terjadi di Israel yang kini mendekati puncak kasus sebelumnya sekitar 80 persen.

Kondisi berbeda dialami negara yang dominan menggunakan vaksin berplatform Adenovirus, yakni Inggris. "COVID-19 di Inggris juga sedang mengalami peningkatan. Namun situasi yang membedakan dengan Amerika Serikat dan Israel adalah angka pasien yang dirawat dan angka kematiannya lebih landai," katanya. 

Skenario kedua 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam kesempatan webinar, Selasa (24/8), mengatakan bahwa COVID-19 varian Delta membuat kekebalan kelompok sulit untuk dicapai.

"Memang kita menghadapi satu varian Delta yang tidak memungkinkan kita mencapai herd immunity. Ini sudah dirumuskan tim ahli epidemiologi dari Universitas Gadjah Mada maupun Universitas Airlangga," katanya.

Persoalan yang melatarbelakangi situasi itu adalah reproduksi atau penularan dari varian Delta mencapai lima atau delapan kali lipat lebih cepat dari varian sebelumnya. Di sisi lain, efikasi vaksin yang ada pun masih berkisar pada rata-rata angka 60 persen.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Slamet Budiarto dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8), merekomendasikan vaksinasi dosis ketiga atau penguat (booster) untuk masyarakat umum sebagai skenario kedua jika Indonesia tetap ingin mencapai target kekebalan kelompok.

Strateginya adalah memberikan vaksin tambahan kepada peserta vaksinasi di bulan Januari, Februari, Maret, April 2021 yang sudah menerima dosis lengkap Sinovac.

Berdasarkan analisa PB-IDI, vaksin Sinovac mengalami penurunan efikasi dalam waktu enam hingga 12 bulan sehingga berpotensi memperlambat pencapaian kekebalan kelompok yang ditargetkan rampung di triwulan pertama 2022.

Jika kecepatan vaksinasi dosis kedua di Indonesia saat ini mencapai 594.774 per hari dari total sasaran 208 juta orang, kata Slamet, maka butuh tujuh hingga delapan bulan untuk terjadi kekebalan kelompok.

Slamet sependapat bahwa target vaksinasi di Indonesia sebanyak 70 persen populasi sudah tidak relevan dengan perkembangan mutasi virus yang ada saat ini.

Sesuai jurnal ilmiah Australia yang disampaikan Slamet, cakupan vaksinasi di Indonesia perlu ditingkatkan mencapai 86 persen bila efikasi vaksin di Indonesia berkisar 60-70 persen. Sehingga jumlah vaksin yang tersedia pun perlu ditambah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengabarkan bahwa empat industri farmasi swasta mentransfer teknologi pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia melalui PT Bio Farma.

Kandidat industri farmasi swasta yang akan mendampingi uji klinik vaksin COVID-19 dengan berbagai platform bersama Bio Farma di antaranya PT Baylor Medical College yang saat ini sedang mengembangkan vaksin berbasis rekombinan protein subunit dalam proses optimalisasi uji klinik fase 1, 2 dan 3 di Indonesia.

Industri farmasi swasta lainnya adalah PT Etana Biotech bekerja sama dengan Walfax Abogen juga akan memproduksi vaksin berbasiskan mRNA yang pertama di Indonesia yang sedang tahap uji klinik fase ketiga.

Berikutnya adalah PT Biotis Pharmaceutical bekerja sama dengan Universitas Airlangga mengembangkan vaksin Merah Putih. Saat ini prosesnya sedang dalam tahap kedua dari uji praklinik.

Industri farmasi swasta lainnya adalah Genexine Korea bekerja sama dengan PT Kalbe Farma yang sedang mengembangkan vaksin berplatform DNA pertama di Indonesia.

"Saat ini sedang melakukan uji klinik fase 2 dan 3 dan akan ada teknologi transfer juga dengan PT Kalbe Farma," katanya. 

Hidup berdampingan 

Selain mengejar kekebalan kelompok, upaya pengendalian COVID-19 juga ditempuh pemerintah untuk membiasakan masyarakat patuh pada protokol kesehatan, antara lain dengan 3M, 3T, dan mengurangi durasi kontak.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan pemerintah telah mempersiapkan peta jalan hidup berdampingan bersama COVID-19 yang bertujuan untuk menyeimbangkan kehidupan yang sehat dengan ketahanan sektor ekonomi nasional.

Strategi tersebut menyasar sejumlah sektor kebijakan, di antaranya protokol kesehatan berbasis teknologi informasi, testing dan tracing serta perawatan.

Kebijakan di sektor teknologi diwujudkan lewat aplikasi PeduliLindungi yang saat ini dipakai secara nasional untuk membantu menjaga implementasi protokol kesehatan di berbagai fasilitas publik seperti mal, pasar, tempat ibadah, pariwisata, sekolah, angkutan umum dan sebagainya.

Pada sektor pelacakan kasus lewat kegiatan pengetesan epidemiologi dan penelusuran terus diperkuat secara terarah pada sasaran. Sektor ketiga, kata Nadia, adalah perawatan atau terapeutik pada pasien COVID-19 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang terus ditingkatkan kapasitasnya.

Seluruh daya dan upaya yang telah dikerahkan oleh pemerintah tentunya tidak akan pernah cukup, sebab simpul dari permasalahan COVID-19 sesungguhnya ada pada prilaku masyarakat. Lantas, sudahkah anda patuh pada protokol kesehatan?.

Oleh Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menyebut Indonesia berpotensi masuk fase hiperendemi ketika beberapa negara lain masuk tahap endemi selepas pandemi virus corona (Covid-19).

"Kalaupun pandemi itu dicabut, boleh jadi menjadi endemi, bahkan hiperendemi. Indonesia potensial menjadi negara hiperendemi," kata Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/8).

Sebagai informasi, pandemi merujuk pada situasi wabah penyakit yang terjadi serempak dimana-mana, meliputi daerah geografis yang luas.

Sementara endemi adalah penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu. Biasanya, penyakit tersebut sudah bisa dikendalikan dalam jangka waktu yang lama.

"Hiperendemi bisa jadi kasus itu masih tinggi, karena statusnya dicabut WHO. Artinya kasus itu belum terkendali secara signifikan," ujar Hermawan.

Hermawan menilai WHO belum mencabut status pandemi global karena penyebaran Covid-19 di sejumlah negara masih kritis, termasuk Indonesia.

Menurutnya, Indonesia belum bisa mengendalikan penularan virus corona dengan baik. Hal ini terlihat dari tambahan kasus positif dan kematian Covid-19 yang masih terbilang tinggi.

"Kita ini dilihat oleh WHO belum keluar dari critical momentum-nya malah. Artinya masih tinggi ya angka kesakitan, kematian, dan sebagainya," katanya.

Hermawan mengaku tak tahu kapan WHO akan mencabut status pandemi global. Namun, ia memprediksi keputusan itu bisa saja dilakukan akhir tahun ini karena beberapa negara sudah bisa mengendalikan penyebaran virus corona.

"Perkiraan saya WHO akan mencabut pandemi ini di akhir 2021. Melihat konstelasi global, banyak negara dunia yang sudah mampu mengendalikan," ucapnya.

Hermawan mengusulkan pemerintah menyiapkan perencanaan (road map) secara menyuluruh sebelum memasuki fase hiperendemi. Menurutnya, pemerintah tak cukup hanya hanya menyiapkan protokol kesehatan.

"Negara kita potensial menjadi hiperendemi, road map-nya harus menyeluruh," kata Hermawan. Hermawan menyatakan permasalahan Covid-19 itu kompleks.

Menurutnya, yang dihadapi bukan hanya penambahan kasus Covid-19, melainkan penyakit peneyerta atau komorbid pasien yang bisa memperburuk kondisi.

Hermawan menyoroti beberapa penyakit besar yang sudah dianggap berisiko tinggi saat tertular Covid-19, seperti stroke, jantung, gagal ginjal, diabetes, tuberkolosis, dan malaria. Menurutnya, road map yang harus disiapkan harus mengacu pada ketahanan kesehatan di masyarakat.

"Road map bukan hanya Covid nya, tapi menyangkut risiko penyakit lain yang menjadi faktor yang memperburuk keadaan," ujarnya.

"Kalau bicara kesehatan itu, dalam road map seolah hanya rumah sakit, dokter, dokter spesialis, klinik. Padahal upaya ketahanan kesehatan masyarakat itulah yang menjadi hulu," kata Hermawan menambahkan.

Sebelumnya Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkap Presiden Joko Widodo memiliki rencana program yang diistilahkan sebagai "pandemik bertransisi menuju endemik".

Pemerintah sedang menyusun sejumlah program untuk mencapai itu dan mulai dilaksanakan tahun 2022. "Khusus tahun depan, kita lihat perlu ada program menggeser atau yang diistilahkan Bapak Presiden adalah dari pandemik bertransisi menuju endemik," kata Airlangga dalam wawancara eksklusif di CNNIndonesia TV, Kamis (29/7).

Sampai kemarin, Selasa (24/8), total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.008.166 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.606.164 orang sembuh, 128.252 orang meninggal, dan 273.750 orang masih dalam perawatan.

(yla/fra)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Dakwah NU Setelah sebelumnya mengatakan kemenangan Taliban menguasai Afghanistan dijadikan motivasi dan membangkitkan semangat kelompok radikal di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pelajar Indonesia yang saat ini tengah menimba ilmu di berbagai belahan dunia. Ia berharap para pelajar tersebut hanya membawa ilmu, bukan budaya di tempat negaranya belajar.

“Saya sempat belajar ke Timur Tengah, Gus Dur juga ke Irak dan Mesir, Alwi Shihab ke Mesir. Tapi kita pulang bawa ilmu. Ilmu agama tafsir, hadis. Tapi tak bawa budaya, tak bawa cara berfikir orang Arab,” ujarnya.

“Begitu juga silakan yang kuliah di Eropa, Amerika, pulang bawa teknologi, jangan bawa budaya Eropa atau barat atau AS ke Indonesia,” sambungnya.

Kiai Said menekankan Indonesia memiliki kebudayaan tersendiri yang khas dan harus dipertahankan. Ia menegaskan budaya yang berasal dari negara lain tak akan cocok untuk Indonesia. “Dan saya yakin [budaya Indonesia] lebih baik dari budaya orang Arab dan Eropa,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Anggota Jemaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas mengatakan keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan menjadi euforia di kalangan jihadis alias pihak yang terkait kelompok teror berbasis agama.

Nasir menyebut para ‘jihadis’ merasa memiliki misi dan perjuangan yang sama, yakni mendirikan negara berdasarkan agama Islam. Nasir menyebut ada kebanggaan dari JI, Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atas keberhasilan Taliban.

“Akibat Taliban mendapatkan kemenangan, di sini jelas terjadi euforia di kalangan para jihadis,” kata Nasir dalam webinar Kemenangan Taliban di Afghanistan dan Implikasinya yang digelar Lakpesdam PBNU, Kamis (19/8).

Taliban menguasai Afghanistan setelah menduduki ibu kota Kabul pada 16 Agustus 2021. Manuver Taliban semakin intens setelah Amerika Serikat (AS) menarik pasukan yang telah beroperasi di Afghanistan selama 20 tahun.

Sebelum menguasai Kabul, Taliban telah menguasai belasan kota lainnya di Afghanistan. (red)

Diterbitkan di Berita

Nationalgeographic.co.idDalam sejarah dunia, berbagai perdaban membuat budaya pakaian tradisionalnya dan memiliki penutup kepala. Mulai dari kebudayaan Mesopotamia, Yahudi, dan Arab yang kini dikenal seperti hijab, hingga yang dimiliki masyarakat Nusantara.

Pada kebudayaan masyarakat Nusantara, rupanya penutup kepala ini memiliki ragam bentuk dan nama. Tetapi seiring dengan adanya penyeragaman pakaian, penutup kepala perempuan perlahan-lahan tergerus.

"Masing-masing dari tutup kepala ini merupakan simbol dan atribut dari budayanya, dan muatan filosofis yang sungguh kaya," papar Andy Yantriyani dari Komnas Perempuan dalam sambutannya di webinar Pembukaan Penyelenggaraan Festival Penutup Kepala Nusantara 2021, Selasa (18/08).

"Sayangnya, pengetahuan tentang ini di Indonesia—di antara kita bahkan—sangat terbatas."

Tengkuluk

Tengkuluk misalnya, penutup kepala perempuan yang berasal dari Sumatera Barat dan Jambi. Penutup kepala ini di Jambi memiliki tiga jenis berdasarkan kegunaannya, untuk sehari-hari, kegiatan seni dan budaya, dan upacara adat.

Tengkuluk Jambi juga mengidentifikasi status seorang perempuan lewat juntaiannya. Apabila juntaiannya berada di sisi kiri, menandakan perempuan itu belum menikah, dan sebaliknya bila berada di sisi kanan.

Sedangkan tengkuluk di budaya Minangkabau, lebih disebut sebagai tikuluak. Jumlah jenisnya lebih beragam dari segi bentuk dan daerahnya, contohnya tengkuluk yang memiliki sisi tanduk yang tumpul dari Lima Puluh Kota.Ada pula yang berbentuk sederhana dan ada yang menyerupai cerobong yang bisa digunakan secara ikat dari Tanah Datar dan Solok.

Bahan yang menjadi kain tengkuluk bisa dari kain tenun, kain bugis, telekung, kain ludru, kain mukena, kain batik, hingga pasmina.

"Menurut pandangan kami, sebenarnya menggambarkan kedaulatan perempuan di Minangkabau dan hiasan kepala perempuan," ujar Yefri Heriani yang memperkenalkan tikuluak di forum itu.

"Tingkuluak melambangkan kekuatan hati, mempunyai kemauan yang tinggi untuk mencapai yang baik, gigih tidak pernah berputus asa, berani, ramah tamah dan tidak ingin melukai hati, keseimbangan, bersifat adil sesuai kebutuhan."

Sedangkan di Jambi, tengkuluk masih dipakai dan diwajibkan oleh pemerintah daerah sejak 2010 untuk digunakan dalam instansi pemerintahan.

 

Ibu Negara Iriana Jokowi menggunakan Bulang Simalungun di kepalanya. via Facebook

 

Bulang

Bagi perempuan adat Simalungun di Sumatera Utara, Bulang sebagai penutup kepala perempuan juga memiliki jenis berdasarkan kegunaannya: bulang sulappei untuk adat atau pesta, bulang siteget untuk pengantin, bulang gijang untuk yang berusia tua, dan bulang salalu untuk dipakai sehari-hari. Semua bisa dibedakan dengan cara melipatnya.

Penutup kepala ini hanya dikhususkan bagi perempuan yang sudah menikah. Bulang akan diberikan oleh mertua kepada menantunya sebagai tanda memasuki keluarga baru.

Bulang berbahan kain tenun yang panjangnya 1,5 meter dan lebarnya 30 sentimeter, dengan rumbai sepanjang 18 sentimeter. Yang membuatnya berbeda dari semua jenis. Dalam coraknya terdapat simbol alat kelamin perempuan dan laki-laki di sisi yang berbeda.

Perempuan yang menggunakan bulang harus menonjolkan simbol perempuan itu, tetapi bagian simbol laki-laki harus dimasukkan atau disembunyikan.

"Artinya secara filosofi, perempuan Simalungun itu mengangkat harga diri suaminya, sehingga kalau ada kekurangan itu harus ditutupi," ujar Anita Martha Hutagalung yang memperkenalkan bulang. "Kendalanya sekarang tergerus oleh zaman, perempuan zaman sekarang mulai berkurang yang mau memakai."

Jong Bayan

Penutup kepala ini khas dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Bahannya terbuat dari kain tenun berbentuk persegi empat yang luasnya sekitar 40 sentimeter dengan paduan benang warna-warni.

Pemakaiannya cukup sederhana, dengan membagi dua hingga membentuk segitiga untuk diikatkan ke kepala. Selanjutnya, benang diujung kain yang merupakan tali pengikat harus dibalutkan ke depan kepala sampai habis.

"Segitiga itu bermakna melambangkan sebuah gunung adalah sumber dari makhluk hidup di Bumi ini. Jong digunakan sejak turun temurun dan sering digunakan pada acara ritual antara lain: 1.  Maulid adat bayan; 2. Ritual menumbuk padi; 3. Ritual mencuci beras di saat kami ingin melaksanakan ritual adat," papar Sarbini Wati yang mengenalkan jong.

Agar kuat tidak lembek berdiri di kepala, jong bisa ditambahkan kertas manila dalam lipatan segitiga sebelum dikenakan.

 

 

Jong Bayan, penutup kepala perempuan khas Lombok Utara. Desa Karang Bajo
 

Tatupung Dayak Maanyan

Ada tiga jenis tatupung sebagai penutup kepala perempuan Dayak Maanyan, yakni tatupung balik, tatupung rebe, dan tatupung bahuru. Tatupung balik bertujuan untuk mempercantik dan merapihkan penampilan perempuan saat acara adat seperti kematian dan hajatan.

Tatupung rebe lebih digunakan untuk melindungi kepala perempuan dari serangan terik matahari. Jenis tatupung ini biasa digunakan untuk kegiatan menanam, menumbuk, hingga memanen padi, yang dapat melingungi kepala, wajah, punggu, hingga kaki.

 

 

Dua gadis dayak sekitar tahun 1930 menggunakan penutup kepala tatupung. KITLV

Sama dengan tatupung rebe, tatupung bahuruk biasanya digunakan untuk melindungi kepala. Biasanya tatupung ini digunakan oleh perempuan yang bekerja di perkebunan seperti karet, sehingga fungsinya lebih melindungi diri dari percikan getah, dan membawa benda berat di kepala.

"Secara kesluruhan, apabila perempuan Dayak menggunakan tatupung itu sudah siap bekerja dan membantu aktivitas masyarakat adat Maanyan. Artinya yang menutup wajah sampai punggung itu adalah sifat yang harus  pantang mundur," Mama Endek dari Kalimantan Tengah menjelaskan.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat intelijen dan terorisme Ridlwan Habib mengatakan kemenangan Taliban di Afganistan, tidak akan secara langsung membuat gerakan radikal di Indonesia menjadi lebih kuat.

Namun, aparat keamanan dan para pihak terkait tetap harus melakukan antisipasi. “Secara langsung tidak,” ujar Ridlwan Habib saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (16/8/2021).

Kendati demikian, menurut Ridlwan, peristiwa ini bisa memotivasi kelompok radikal untuk membuat negara Islam. “Spirit atau semangat untuk menciptakan negara Islam tentu bisa termotivasi,” imbuhnya.

Diketahui, kelompok Taliban mengambil alih kepemimpinan nasional di Afganistan, dan segera memproklamasikan berdirinya Negara Islam Afghanistan. Taliban adalah kelompok fundamentalis Islam yang pernah memerintah Afghanistan pada 1996-2001.

Pemerintahan Taliban terguling setelah Amerika Serikat (AS) bersama sekutu melakukan invasi.

Aksi militer itu digelar karena kelompok Taliban memberikan perlindungan kepada Al-Qaeda dan pemimpinnya, Osama bin Laden, dalang serangan teror dengan sasaran World Trade Center dan Pentagon, Amerika Serikat, 11 September 2001.

Beberapa bulan belakangan, Taliban meningkatkan agresi terhadap pemerintahan Afganistan, menguasai perlintasan perbatasan sekaligus memperluas kedudukannya di seluruh negeri. Kemudian, Taliban berhasil menguasai Ibu Kota Kabul, pada 15 Agustus 2021.

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Indonesia masuk ke daftar 10 besar negara dengan jumlah penyuntikan vaksin Covid-19 terbanyak hingga 12 Agustus 2021. 

Dalam grafik yang disusun Our World in Data, tampak Indonesia telah menyuntikkan 79.05 juta dosis vaksin virus corona. 

Dengan demikian, Indonesia juga menempati peringkat teratas di lingkup Asia Tenggara. 

Grafik Our World in Data dihitung berdasarkan total dosis yang telah disuntikkan. Bila ada vaksin corona yang disuntikkan lebih dari satu dosis, semua dihitung. 

Oleh sebab itu, jumlah dosis yang telah diberikan bisa lebih tinggi dari populasi. Namun, banyaknya dosis juga dipengaruhi jumlah penduduk negara itu. 

Semakin sedikit, maka semakin rendah pula angka dosis yang perlu disuntikkan.

Negara dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia adalah China dengan 1,83 miliar dosis dari sekitar 1,43 miliar penduduknya.

Berikut adalah daftar 10 besarnya. 

1. China: 1,83 miliar dosis 

2. India: 523,67 juta dosis hingga 11 Agustus 2021 

3. Amerika Serikat: 353,86 juta dosis 

4. Brasil: 160,06 juta dosis 

5. Jepang: 108,18 juta dosis 

6. Jerman: 96,85 juta dosis 

7. Inggris: 87,18 juta dosis hingga 11 Agustus 2021 

8. Turki: 81,44 juta dosis 

9. Perancis: 79,29 juta dosis hingga 11 Agustus 2021 

10. Indonesia: 79,05 juta dosis

Kemudian untuk Asia Tenggara, berikut daftarnya. 

1. Indonesia: 79,05 juta dosis 

2. Malaysia: 26,39 juta dosis 

3. Filipina: 26,13 juta dosis sampai 11 Agustus 2021 

4. Thailand: 22,29 juta dosis sampai 11 Agustus 2021 

5. Kamboja: 15,6 juta dosis 

6. Vietnam: 12,1 juta dosis sampai 11 Agustus 2021 

7. Singapura: 8,33 juta dosis sampai 11 Agustus 2021 

8. Laos: 2,57 juta dosis sampai 8 Agustus 2021 

9. Timor Leste: 443.729 juta dosis sampai 10 Agustus 2021 

10. Brunei Darussalam: 201.441 juta dosis sampai 11 Agustus 2021 

11. Myanmar: Tidak ada data (Kompas)

Diterbitkan di Berita

hops.id Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan tarif batas tertinggi untuk harga swab PCR Covid-19 sebesar Rp900 ribu. Keputusan itu diambil setelah banyak pihak mengusulkan pemerintah menetapkan standar tarif karena harga.

Namun harga ini dirasakan masih mahal jika dibandingkan dengan di India yang sebesar Rp96 ribu saja. Lantas, berapa harga tes PCR di negara lainnya? Berikut ini daftar harga tes PCR di negara lain seperti yang dirangkum Hops.id dari berbagai sumber:

1). Dubai

Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) mengumumkan bahwa mereka telah menurunkan harga tes usap hidung Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Covid-19 menjadi AED150 atau Rp607.335).  

Otoritas Kesehatan Dubai menegaskan rumah sakit swasta tidak diperbolehkan mengenakan biaya lebih dari AED250.

2). Prancis 

Prancis membanderol harga tes swab PCR nya dengan harga yang terbilang terjangkau. GeneStore France memasarkan tes dengan harga terjangkau €9,9 atau Rp147,484.   

Seperti dalam laman Medical Device, CEO global GeneStore Anubhav Anusha menyebut real time PCR ini memungkinkan laboratorium beralih dari RNA yang dimurnikan ke hasil dalam waktu satu jam. 

“Sejalan dengan misi global kami untuk memerangi penyakit menular dengan memungkinkan pengujian yang terjangkau, GeneStore mengomersialkan kit uji dengan harga yang sangat terjangkau €9,9 dan dapat memproduksi satu juta kit uji per bulan di fasilitas manufakturnya yang berbasis di Prancis,” kata Anubhav Anusha.

 
Ilustrasi swab PCR di Inggris. Foto: MinewsID
Ilustrasi swab PCR di Inggris. Foto: MinewsID

 

3). Filipina

Sementara itu, di Filipina, tes PCR berkisar dari P4.000 (Rp1,2 juta) hingga P12.000 (Rp3,6 juta).

Departemen Kesehatan (DOH) merekomendasikan penerbitan Perintah Eksekutif (EO) untuk mengamanatkan batas harga tes swab Covid-19 untuk rumah sakit swasta, fasilitas kesehatan, dan lembaga swasta lainnya. 

4). Amerika Serikat  

Harga tes swab PCR di Amerika Serikat harganya terbilang masih tinggi. Dilansir dari The Wall Street Journal, biaya tes PCR berkisar dari sekitar US$60 (Rp891.564) hingga US$300 (Rp4,4 juta).

Apa yang dibayarkan bergantung pada banyak faktor, itulah sebabnya biayanya bervariasi. Tes PCR yang dilakukan di laboratorium dipandang sebagai standar  untuk tes diagnostik, karena sangat akurat.

5). Inggris

Rata-rata biaya tes PCR mencapai 75 Poundsterling per orang, atau sekitar Rp1.488.424. Tetapi harga tes ini tidak selalu sama di setiap laboratorium atau klinik Inggris.

6). Malaysia

Pemerintah setempat menetapkan harga tertinggi tes swab PCR sebesar 150 Ringgit, atau sekitar Rp509.012 di Semenanjung Malaysia.

7). Singapura

Menurut situs resmi SafeTravel Singapura, harga tes di sejumlah lokasi seperti di Bandara Changi, Tanah Merah, dan Woodlands, biayanya mencapai 160 SGD atau setara dengan Rp1.693.578.

8). Thailand

Tarif tes swab PCR di Thailand tergolong cukup tinggi. Dikutip dari sejumlah situs klinik dan rumah sakit di Kota Bangkok, biaya berkisar antara 3.000 sampai 6.500 Baht, atau setara dengan Rp1.298.355 sampai Rp 2.813.104.

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa Indonesia bukanlah negara dengan tarif tes swab PCR termahal. Masih ada negara lain yang mematok harga lebih tinggi untuk tes swab PCR.

Namun demikian, rakyat berharap agar harga wab PCR diturunkan dari harga saat ini. Meski turun harga namun diharap tidak mengurangi kecepatan dan ketepatan hasil tes swab PCR.

Diterbitkan di Berita

KBRN,  Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengakui Indonesia masih harus mengimpor sejumlah bahan baku untuk produksi obat. 

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan sedang mengupayakan untuk memproduksi bahan baku produksi obat di dalam negeri.

"Ke depan kita akan melakukan proses supaya produk-produk bahan baku obat yang tadinya diimpor itu bisa diproduksi di dalam negeri," kata Dante dalam acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2021 secara virtual, Selasa (10/8/2021).

Menurut Dante berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihaknya, setidaknya ada sebanyak 10 molekul obat yang paling diperlukan untuk produksi obat di Indonesia. Semuanya diungkap Dante harus didatangkan dari luar negeri.

"Sampai saat ini kami sudah melakukan evaluasi 10 molekul obat yang paling diperlukan dalam prduksi obat di Indonesia dan semuanya masih dalam impor," ujarnya. 

Bahkan, lanjut Dante,  Indonesia dapat melakukan produksi bahan baku untuk pembuatan obat di dalam negeri. Semisal saja untuk produksi obat penurun panas atau paracetamol di mana bahan bakunya masih impor.

Dante menganggap kalau Indonesia tidak perlu impor lagi karena sudah memiliki bahan bakunya yang berasal dari zat fenol, sisa produksi bahan bahan bakar minyak.

"Padahal itu berasal dari fenol yang diproduksi dari PT Pertamina, sisa produksi bahan bakar minyak, jadi itu bisa diproduksi," ungkap Dante.

Selain soal obat-obatan, Dante juga mengatakan jika Indonesia sudah bisa memproduksi alat kesehatan sendiri. 

"Sebut saja membuat ventilator, alat bantu napas, hingga alat-alat kesehatan sederhana lainnya,"ungkap Dante. 

Kunci terpenting menurutnya adalah kekompakan di mana industri bisa bekerja sama dengan kampus-kampus yang berkaitan dengan pengolahan produk-produk kesehatan.

Diterbitkan di Berita

Anadolu Agency JAKARTA Indonesia akan menerima tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari pemerintah Prancis.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasinya dengan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian pada 22 Juli lalu.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Prancis,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers daring, Kamis. 


Berdasarkan informasi sementara dari Kementerian Luar Negeri RI, vaksin yang akan diberikan Prancis yakni AstraZeneca.

Nantinya, pengiriman pertama dijadwalkan pada akhir Agustus sebanyak 1,3 juta dosis vaksin.

Indonesia memiliki lebih dari 3,53 juta kasus Covid-19, termasuk penambahan 35.867 pasien baru pada Rabu.

Indonesia sekaligus melaporkan tambahan 1.747 kasus kematian Covid-19 pada kemarin sehingga totalnya mencapai 100.636.

 

 

 

 

 

 

 

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy), tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

Ini sekaligus mencatatkan rekor pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak Krisis Subprime Mortgage, bahkan lebih tinggi dari negara peers. 

Pertumbuhan tersebut dicapai pada saat Kasus Aktif Covid-19 rata-rata selama Triwulan II-2021 yang tercatat mencapai sekitar 113.218 kasus.

Hal ini menunjukkan pemulihan ekonomi terus berlanjut dan tingginya angka kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang dilakukan pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi yang terjadi tersebut ditopang oleh kuatnya pertumbuhan baik dari sisi demand maupun supply," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Virtual tentang Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2021, Kamis (5/8/2021).

Dari sisi demand, komitmen Pemerintah dalam PC-PEN mendorong konsumsi Pemerintah tumbuh mencapai 8,06 persen (yoy).

Komitmen ini secara bersamaan telah berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga sebesar 5,93 persen (yoy) dan konsumsi LNPRT tumbuh juga sebesar 4,12 persen (yoy). 

Pembentukan Modal Tetap Bruto juga tumbuh tinggi sebesar 7,54 persen (yoy) seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian domestik yang mendorong kapasitas produksi dunia usaha.

Membaiknya perekonomian global juga membuat ekspor tumbuh sangat tinggi sebesar 31,78 persen (yoy) disusul dengan impor yang tumbuh 31,22 persen (yoy).

Selanjutnya dari sisi supply, seluruh sektor lapangan usaha mengalami perbaikan. Sektor Industri Pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif sebesar 6,58 persen (yoy).

Sektor utama lainnya juga tumbuh signifikan, antara lain Sektor Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 25,10 persen (yoy) dan Sektor Akomodasi dan Makanan Minuman yang tumbuh sebesar 21,58 persen (yoy).

"Beberapa sektor yang mendukung aktivitas di tengah pandemi Covid-19 juga melanjutkan penguatan pertumbuhan, seperti sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan. Kami juga melihat, sektor pertanian masih konsisten tumbuh selama pandemi dan berperan penting terhadap ketahanan pangan Indonesia," ungkap Menko Airlangga.

Secara spasial, seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami perbaikan. Pulau Jawa sebagai kontributor perekonomian nasional mampu tumbuh tinggi diikuti oleh pulau Kalimantan dan Sumatera, serta Bali dan Nusa Tenggara.

Lebih lanjut, Pulau Sulawesi serta Maluku dan Papua juga tumbuh tinggi beriringan dengan kenaikan nilai ekspor yang terjadi, terutama karena tingginya permintaan produk-produk komoditas unggulan di luar negeri.

"Pemulihan ekonomi global yang terjadi sepanjang semester I-2021 juga mendorong perbaikan ekonomi domestik serta menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Tren pemulihan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir 2021," jelas Menko Airlangga. (rizal)

Diterbitkan di Berita