Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat membantah dugaan rasisme yang dituduhkan kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menegur aparatur sipil negara (ASN) di Bandung.

Ia menyebut Risma tidak ada niatan rasis terhadap warga Papua. Menurutnya, Risma justru sayang dengan Papua.

"Tadi pagi kami dialog dengan ibu menteri dan tadi ibu [bilang] itu enggak berpikir begitu [rasis]. Ibu itu sangat sayang dengan Papua," ucap Harry saat ditemui di Gedung Konvensi TMPN Utama, Jakarta Selatan, Rabu (14/7).

Harry mengatakan bukti Risma sayang terhadap Papua itu bisa dilihat dari rekam jejaknya.

Bahkan, kata Harry, Risma dianggap oleh warga setempat sebagai mama Papua. "Silakan tanya ke tokoh-tokoh Papua bagaimana seorang bu Risma itu sudah menjadi mamanya Papua gitu loh," ucap dia.

Harry pun lantas membeberkan rekam jejak yang dimaksud. Harry mengatakan saat Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma turun tangan saat terjadi bencana di Papua.

Baca juga: Fadli Zon Minta Risma Cabut Ancaman PNS ke Papua Ia mengatakan Risma membantu dari awal tanggap darurat sampai pascadarurat. Saat itu, kata dia, Risma membantu akomodasi makanan, fasilitas dan semacamnya.

Selain itu, lanjutnya, Risma juga telah membentuk koperasi di Papua. "Dulu sebagai wali kota dia suka cerita bagaimana membantu Papua dia di Surabaya. Apalagi sekarang di Kemensos. Banyak sekali masalah kemanusiaan di Papua itu dan ibu terpanggil," ucapnya.

Dugaan Risma bersikap rasisme terhadap Papua dimulai ketika dirinya menegur ASN di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (13/7). Saat itu, Risma mengancam akan memindahkan ASN yang malas ke Papua.

Ancaman Risma memindahkan ASN yang malas ke Papua menuai kritik. Risma dianggap bersikap rasisme terhadap Papua.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Risma mencabut pernyataan mengancam akan memindahkan ASN di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat ke Papua.

"Sebaiknya cabut saja pernyataan sensitif seperti ini," kata Fadli Zon lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon pada Selasa (13/7). (yla/pmg)

Diterbitkan di Berita

ILAGA - Kontak tembak antara Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Nemangkawi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB OPM kembali pecah pada 10 Juni 2021 di Kampung Eromaga, Distrik Ilaga, Kab. Puncak.

Akibat kontak tembak tersebut mengakibatkan tiga anggota Pasukan KKB terkena tembakan.

Korban dari pihak KKB Informasi dari masyarakat dan hasil pantauan drone antara lain satu orang meninggal dunia atas nama Keminus Murib sementara dua lainnya menderita luka tembak yaitu Tinggiter dan Manis.

"Kelompok teroris KKB ini sudah semakin terdesak, tiga anggotanya berhasil dilumpuhkan, dan penyebar hoaxnya berhasil kita tangkap, bagi penyebar hoax lainnya, agar bersiap TNI Polri akan menegakkan hukum.

Negara tidak akan kalah dengan segelintir orang dengan hasrat politik yang menumbalkan masyarakat sipil dan menyebar teror di provinsi Papua Indonesia," pungkas Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudussy yang baru saja mendapat promosi jabatan sebagai Kabid Humas Polda Jateng.

(sms)

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Satgas Nemangkawi TNI-Polri terlibat baku tembak dengan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pinggir Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (7/6).
 
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy mengatakan, awalnya TNI-Polri melakukan patroli di sekitar Bandara Ilaga. Lalu mereka melihat adanya anggota KKB bersembunyi sambil memegang senjata api.
 
“Tim memantau ke arah sebelah kanan Bandara dan terlihat 1 orang bersembunyi di samping rumah sedang memegang senjata api,” kata Iqbal lewat keterangan tertulisnya, Selasa (8/6).
 
Sniper TNI-Polri Tembak Mati 1 Teroris KKB Dalam Baku Tembak di Ilaga, Papua (1)
Aparat keamanan melakukan patroli di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (30/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding
 
Iqbal menuturkan, pihaknya lalu menerjunkan Sniper Blukar dan berhasil mengenai anggota KKB tersebut. Belum diketahui apakah anggota KKB tersebut tewas.
 
“Personel Sniper Blukar melakukan penembakan sehingga 1 orang tersebut tumbang terkena tembakan,” ujar Iqbal.
 
Lebih lanjut, Iqbal menyebut, TNI-Polri masih terus melakukan patroli di sekitar Bandara Ilaga, Papua. Sedangkan anggota KKB yang tertembak dibawa anggota KKB lainnya.
 
“Sampai malam ini tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengejaran KKB yang membawa rekannya yang tertembak,” ungkap Iqbal.
 
Diterbitkan di Berita

VIVA – Rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat memperkuat Polri dalam menghadapi para pemberontak bersenjata kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua bukanlah isapan jempol belaka.

Dalam waktu dekat ini, TNI Angkatan Darat akan memberangkatkan 400 personil TNI prajurit tempur yang berasal dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda atau yang dikenal dengan julukan Pasukan Setan untuk berangkat ke Papua.

400 personil pasukan elite TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) itu rencananya akan bertugas selama sembilan bulan memperkuat pasukan TNI dan Polri yang sudah lebih dulu bertugas menjaga pertahanan dan keamanan di Tanah Papua.

"Insya Allah penugasan Yonif 315/Garuda yang akan berangkat yaitu sebanyak 400 personil dan yang akan kembali ke Batalyon 315/Garuda pun sebanyak 400 Personel. Dan direncanakan dalam waktu dekat atau minggu-minggu ini akan segera berangkat dan kembali awal Januari 2022," kata Waaspers Kasad Brigjen TNI Hadi Basuki ketika mengunjungi Markas Yonif 315/Garuda di Gunung Batu, Bogor, Jum'at, 21 Mei 2021.

 

Pen.Yonif 315/Garuda

Sebagaimana diketahui, situasi di Papua akhir-akhir ini kembali memanas akibat ulah gerombolan separatis bersenjata OPM. Kelompok teroris OPM itu telah menebar sejumlah aksi teror dengan melakukan serangan terhadap aparat TNI dan Polri di sejumlah wilayah.

Tidak hanya itu, kelompok teroris OPM itu juga tidak segan-segan menargetkan masyarakat sipil sebagai sasaran aksi-aksi biadan mereka.

Catatan VIVA Militer, Dalam satu bulan terakhir ini kelompok teroris telah membunuh sejumlah aparat TNI dan Polri di Papua. Pada tanggal 25 April lalu, mereka menembak mati Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya di Boega, Kabupaten Puncak, Papua.
 
Kemudian, selang beberapa hari berikutnya, satu anggota Brimob Polri yang bernama Bharatu Anumerta Komang tewas tertembak dan dua anggota Korps Brimob lainnya atas nama Ipda Anton Tonapa dan Bripka Muhammad Syaifuddin juga terkena tembakan ketika mengejar kelompok bersenjata OPM di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.  

Setelah itu, pada tanggal 2 Mei, teroris OPM juga telah melakukan pembakaran terhadap lima ruang sekolah SD, rumah dinas guru SD, dan satu unit Puskesmas di Distrik Ilaga.

Aksi biadab kelompok teroris OPM itu tidak berhenti sampai di situ saja, mereka juga kerap melakukan intimidasi, bahkan tak segan-segan untuk membunuh sejumlah warga sipil yang dianggap sebagai mata-mata TNI dan Polri.

Terakhir, pada tanggal 18 Mei 2021, dua orang prajurit Kostrad TNI Angkatan Darat atas nama Prada Ardi Yudi Ardianto dan Praka Alif tewas akibat diserang sekitar 20 orang tak dikenal di Distrik Dekai.

Keduanya tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya dan senjata dua personel TNI AD itu dirampas. Dua prajurit Satgas Pamrahwan Yonif Para Raider 432 Kostrad TNI AD itu diduga kuat diserang oleh kelompok teroris OPM.

Diterbitkan di Berita

KOMPAS.com - Pada Kamis (13/5/2021) pukul 07.30 WIB, kontak senjata pecah di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Kontak senjata terjadi antara pasungan gabungan TNI berhadapan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Pasukan gabungan TNI yang terlibat baku tembak melawan kelompok yang telah dicap teroris oleh pemerintah itu berasal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan Batalion Infanteri (Yonif) 500/R. 

"Pasukan yang kontak tembak adalah gabungan TNI (Kopassus, Kostrad, dan Yonif 500/R)," tulis Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ignatius Yogo Triyono, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.

Pasukan gabungan TNI tersebut terlibat kontak senjata dengan kelompok separatis bersenjata pimpinan Lerimayu Telenggen. Mayjen Yogo menuturkan, dua KKB tewas dalam kejadian tersebut.  Setelah baku tembak, pasukan gabungan TNI lalu melakukan pembersihan.

Belum ada informasi soal senjata dan lainnya yang dimiliki oleh dua KKB yang tewas tersebut.  "Nanti kalau sudah ada info pasti, akan disampaikan," pungkas Mayjen Yogo.

(KOMPAS.COM/IRSUL PANCA ADITRA)
Editor : Robertus Belarminus

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah resmi menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris. Atas dasar itu, penegakan hukum pun kini menggunakan Undang-Undang Terorisme.

"Kalau memang sudah digolongkan dalam kelompok terorisme tentunya menggunakan UU itu," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/5/2021).

Menurut Rusdi, penegakan hukum sesuai UU terorisme tidak hanya menyasar ke KKB Papua saja. Namun juga pihak-pihak yang terafiliasi dengan kelompok tersebut.

"Semua telah teridentifikasi, ada beberapa kelompok menggangu daripada rasa aman dan damai masyarakat Papua. Kelompok-kelompok ini sudah teridentifikasi oleh aparat keamanan, jadi kelompok-kelompok ini telah teridentifikasi," jelas dia.

Adapun terkait pelibatan tim Densus 88 Antiteror Polro dalam penanganan KKB Papua, lanjut Rusdi, masih dalam proses kajian staf operasi Polri.

"Ketika mereka diberikan label terorisme dikenakan UU Pemberantasan Terorisme," Rusdi menandaskan.

Pada kesempatan yang sama, dia menegaskan bahwa TNI-Polri berupaya menciptakan kedamaian di Tanah Papua dengan menjaga seluruh masyarakat yang ada. Kepada kelompok apa pun yang mengganggu, maka akan tegas diterapkan penegakan hukum.

"Prinsipnya tentunya negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok ini," tutur Rusdi.

Rusdi mengaku telah menerima informasi terkait niatan OPM yang berusaha melawan penetapan terorisme dari pemerintah. Baik dengan melaporkan ke PBB hingga bermaksud mengkampanyekan bahwa Indonesia negara teroris.

"Baru isu-isu saja kan. Yang penting sudah kita antisipasi semua, TNI-Polri dan juga dibantu dengan instansi yang lainnya. Masyarakat juga di sana berupaya menciptakan, berupaya menciptakan Papua yang damai, Papua yang aman," jelas Rusdi.

Tidak Perlu Takut

Polri menanggapi sikap dari pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dunia internasional lainnya melakukan intervensi militer pasca pemerintah Indonesia menetapkan KKB Papua sebagai teroris.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, masyarakat Papua tidak perlu takut dengan ancaman KKB dan organisasi lainnya, ataupun individu yang terafiliasi dengannya.

"Masyarakat di Papua tak perlu khawatir dengan keberadaan KKB. TNI-Polri akan menjaga dan mengawal warganya dalam bingkai NKRI di Tanah Papua," tutur Argo saat dikonfirmasi, Senin (3/5/2021).

Diterbitkan di Berita

TIMIKA, iNews.id - Aksi pembakaran dan perusakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua mendapat bantuan dari beberapa warga.

Mereka simpatisan KKB. Informasi yang diperoleh iNews dari warga setempat, saat aksi pembakaran dan perusakan terjadi, terlihat banyak simpatisan KKB yang ikut membantu. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok.

BACA JUGA: KKB Kembali Bakar Gedung SD dan Rusak Jalan di Distrik Ilaga Puncak

Mereka membakar gedung SD Mayuberi, rumah dinas guru, dan bekas gedung puskesmas yang dipakai warga untuk kios sementara.

Kemudian kelompok lain melakukan perusakan di tiga titik jalan yakni Jalan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni (Pintu Angin) dengan cara menggali ruas jalan hingga kedalaman 25-40 cm.

"Saat kelompok pertama melakukan pembakaran puskesmas dan dilanjutkan membakar SD Mayuberi, kelompok lain bertugas merusak tiga titik jalan, jalan Mayuberi, jalan Kimak, jalan Wuloni," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmd Musthofa Kamal dalam keterangannya.

Detik-Detik Deklarasi Penandatanganan Papua Damai Kamal menambahkan, saat perusakan dan pembakaran terjadi, kelompok yang memegang senjata berada di pinggir jalan mengamankan para simpatisan.

"Dan kelompok yang bersenjata berada di pinggir jalan mengamankan simpatisan yang bekerja merusak fasilitas umum tersebut," tuturnya. Aksi brutal KKB itu terjadi pada Minggu (2/5/2021).

Namun baru diketahui kepolisian pada Senin (3/5/2021) setelah Kepala Distrik Ilaga Utara, Joni Elatotagam mendatangi Polres Puncak untuk melaporkan aksi brutal KKB tersebut.

Editor : Reza Yunanto

Diterbitkan di Berita

Wawan mengatakan, bahwa Danny selalu berada dibaris terdepan saat menjalani tugas. 

"Sebetulnya Putu sudah kawakan tugas disitu, memang dia kalau sedang bertugas selalu didepan tidak mau dibelakang memang dia prajurit sangat patriotik," kata Wawan kepada RRI.co.id, Senin (26/4/2021).

"Jadi kalau ada tembakan bukan hal yang mengejutkan untuk Birjen Putu Dani dan memang beliau selalu digaris depan," tambahnya.

Kedepannya, kata Wawan, BIN akan melakukan evaluasi pemetaan dan operasi. "Jadi kedepan kita akan lakukan evaluasi pemetaan dan operasi," ucapnya.

Selain itu, Wawan juga mengatakan, bahwa Putu Danny bukan menjadi target KKB, hanya saja kelompok pemberontak itu memang sudah mengancam semua pihak bukan hanya pihak keamanan melainkan masyarakat sipil.

"Namanya pergerakan, dia secara acak aja menyerang siapa-siapa bergerak ke wilayah itu. Itu biasalah terjadi seperti itu penghadangan-penghadangan, mereka memang menunggu momentum siapapun disikat, seperti tukang ojek lewat ditembak juga, dan ada juga pelajar.

Ini memang sudah mengarah ke separatis dan teroris. Targetnya bukan hanya para aparat keamanan melainkan semuanya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu Dani Karya dikabarkan gugur saat terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, pada Minggu, sekitar pukul 15.30 WIT.

Kapendam XVII/cenderawasih, Kolonel. Inf. Reza Nur Patria ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, menurutnya Kabinda Papua, gugur ketika sedang bertugas di Beoga.

“Dapat kami sampaikan bahwa pada hari Minggu, tanggal 25 April 2021, telah terjadi penembakan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak oleh Kelompok Sipil Bersenjata, yang mengakibatkan satu orang putra terbaik bangsa gugur, atas nama Brigjen TNI I Gusti Putu Dani, Kabinda Papua,” kata Kol Inf Reza Nur Patria, Minggu (25/04/2021).

Diterbitkan di Berita

voi.id JAKARTA - Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) meninggal dunia saat kontak tembak dengan TNI di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 11.52 waktu setempat. Saat itu, sebanyak empat orang anggota KKB melakukan kontak tembak dengan tim Alap-alap 2 Dari Yonif Raider 715/MTL. 

"Telah terjadi kontak tembak antara Tim Alap-alap 2 dipimpin Ltd Inf Alif dari Yonif Raider 715/MTL dgn kelompok KSB pada hari Sabtu, 6 Maret 2021 pukul 11.52 WIT di Kampung Puyagia, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya," kata Suriastawa dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu, 6 Maret.

Dia mengatakan, empat anggota KKB tersebut diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Undianus Kogoya. Saat penyerangan terjadi, mereka juga diketahui membawa satu pucuk senjata. 

"Mereka bergerak dari arah Kampung Pesiga sedang menuju ke arah Kampung Kumbalagupa distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya, kontak tembak dengan Tim dari YR 715," ungkapnya.

Saat peristiwa tembak menembak terjadi, dua dari empat orang anggota KKB ini berhasil ditembak anggota TNI. Satu orang meninggal dunia sementara seorang yang tertembak ini berhasil melarikan diri. "KSB lain kabur membawa senjata," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Suriastawa mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui identitas anggota KKB yang tertembak. Bahkan, warga setempat mengaku tak mengetahui identitas anggota KKB itu. 

"Tidak ada korban dari TNI. Saat ini sedang dilakukan pengurusan jenazah KSB dengan warga Kampunv Sonetapa distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya," pungkasnya.

Diterbitkan di Berita