KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebutkan pendalaman terhadap rencana penerapan  penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat masih akan dilakukan pihaknya bersama jajaran Menteri terkait. Dia meminta agar warga menunggu hasil dari pendalaman tersebut.

"Belum, tadi kan baru rapat bersama pak Menko bersama para menteri terkait, para Gubernur. Jadi baru dibahas, besok akan didalami kembali nanti kita tunggu saja pengumuman dari pak Menko detilnya saya tidak bijak kalau menyampaikan mendahului nanti apa yang akan disampaikan oleh pak Menko," ujar Riza di Balaikota Pemprov Jakarta,  Rabu (30/6/2021).

Riza menegaskan, prinsipnya dalam situasi lonjakan kasus Covid-19 sekarang ini perlu adanya pengetatan. Meski demikian ia masih belum dapat merinci, pengetatan seperti apa yang bakal diterapkan nantinya dalam PPKM darurat.

"Prinsipnya perlu ada pengetatan, itu saja yang bisa saya sampaikan ya. Pak Menko bersama jajaran menganggap perlu ada peningkatan pengetatan dari yang sudah ada, detilnya saya tidak berani menyampaikan sekarang, mungkin besok sudah disampaikan. Kita tunggu saja, besok pagi kami akan ada rapat lagi," ungkap Riza. (imr)

 

Diterbitkan di Berita
Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews Jakarta - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Samsul Ma'arif meminta Gubernur DKI Anies Baswedan melibatkan pimpinan ormas dan tokoh agama dalam penanganan Covid-19. Selama ini, kata Samsul, relatif jarang mengajak ormas untuk berembuk.

"Saya ini meminta Gubernur supaya ngajak para pimpinan ormas dan tokoh agam untuk dalam rangka pencegahan Covid, selama ini pak Gubernur itu hampir yang saya rasakan tidak mengajak tokoh-tokoh agama ormas," kata Samsul kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Samsul mengatakan sejumlah fasilitas pendidikan agama bisa dijadikan tempat vaksinasi. Dengan begitu, vaksinasi di Jakarta lebih cepat dan menyebar.

"Minimal untuk vaksin lah bisa tempat-tempat pendidikan agama, sekolah yayasan pondok pesantren itu dijadikan tempat vaksin dan banyak ustaz yang kadang-kadang ketakutan dengan vaksin mendapatkan informasi yang salah sehingga nggak mau vaksin," ujar dia.

Selain itu, kata Samsul, ikhtiar batin juga terus digaungkan oleh para ulama dan ustaz. Pendekatan-pendekatan spiritual tetap dilakukan.

"Itu ikhtiar lahir,ikhtiar batin ya tentu para ulama kiai ustaz ayo bersama-sama pemerintah tiap hari mengadakan zikir, istigasah, doa bersama pendekatan-pendekatan spiritual terus digaungkan terus tokoh-tokoh agama meminta kesadaran masyarakat supaya taat prokes," ujar dia.

Samsul pun mengeluhkan komunikasi Anies kepada para tokoh-tokoh agama. Dia bahkan harus mengirim pesan singkat langsung kepada Anies untuk bertemu dengan pimpinan ormas.

"Selama ini kan hanya gubernur dengan RT/RW, dengan tokoh-tokoh agama tidak disapa tidak disapa gitu kan, mestinya... saya langsung tegas langsung WA, baru direspons iya nanti.. nanti-nanti itu kapan nanti," ujar Samsul.

"Maksud saya respons besok langsung apa sih susahnya ngajak rapat tokoh-tokoh agama dan ormas kondisi seperti ini yang lain bisa ditinggal dulu," sambung dia.

Samsul menjelaskan komunikasi Pemprov DKI dengan para pimpinan ormas dan tokoh agama ini sangat penting. Sebab selama ini masih ada ustaz yang tidak mendapatkan informasi akurat soal vaksin.

"Kadang-kadang ada tokoh agama yang malah memberikan berita yang tidak benar itu ada juga tetapi kalau disapa gubernurnya insyaallah mereka mau," tutur dia.

(knv/fjp)

Diterbitkan di Berita

Manda Firmansyah alinea.id Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan tiga rumah sakit milik pemerintah pusat kini 100% menangani pasien Covid-19. 

Yakni, RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, dan RSPI Sulianti Saroso. Kemenkes juga sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk persiapan tempat tidur pasien Covid-19. 

"Mengkonversikan tiga rumah sakit besar pemerintah untuk menjadi 100% rumah menangani Covid-19," ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers virtual, Jumat (25/6).

Pertimbangannya, RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, dan RSPI Sulianti Saroso memiliki ratusan tempat tidur dengan fasilitas lengkap, hingga sudah tersedia tenaga kesehatan (nakes) berpengalaman. 

Selain itu, semua kamar instalasi gawat darurat (IGD) diubah menjadi kamar isolasi dengan perawatan normal. Lalu, tenda-tenda darurat disediakan di luar rumah sakit untuk pelayanan IGD.

Di sisi lain, rusun di Nagrak dan Pasar Rumput digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. Sebab, rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dengan kapasitas 7.000 tempat tidur pun sudah semakin penuh. 

RSDC Wisma Atlet bakal di-upgrade untuk menampung pasien Covid-19 bergejala sedang. "Kami akan mulai dengan 2000 dulu (tempat tidur di Rusun Nagrak). sedangkan di Pasar Rumput kita juga akan menambah kapasitas isolasi sekitar 3000 (tempat tidur).

Jadi, ada skeitar 7000 tempat tidur isolasi tambahan," beber dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginspeksi tenda darurat yang dipasang di halaman RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur.

"RSUD ini sudah penuh, bahkan lobinya itu sekarang sudah jadi tempat rawat inap. Sekarang sudah tidak cukup tempatnya, tetapi pasien masih berdatangan. Maka kita siapkan tenda seperti ini di tiap RSUD milik DKI Jakarta untuk menampung mereka yang membutuhkan," ujar Anies.

Diterbitkan di Berita

Aria Triyudha medcom.id Jakarta: Foto mobil truk dengan spanduk bertuliskan angkutan jenazah viral di media sosial. Di sudut spanduk, tercantum tulisan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta dan tampak pula sejumah petugas berseragam APD lengkap.

Banyak netizen mengira jenazah warga yang meninggal akibat covid-19 diangkut dengan truk. Dugaan itu dibantah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati.

"Itu simulasi," kata Suzi saat dikonfirmasi, Senin, 21 Juni 2021. 

Ia menyebut, simulasi digelar tadi pagi. Dia enggan memebeberkan detail simulasi. Suzi juga mengaku tidak mengetahui apakah truk sebagai pengangkut jenazah warga positif covid-19 akan direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atau tidak.

DKI Jakarta kembali mencatat rekor kasus harian covid-19 pada Minggu, 20 Juni 2021. Kasus covid-19 di Ibu Kota tembus 5.582 kasus positif harian. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi. 

Lonjakan kasus covid-19 ini membuat total kasus di Jakarta berada di angka 474.029 kasus. Sedangkan, kasus aktif menjadi 30.142 orang. 

Sementara, total kasus sembuh sebanyak 435.982 kasus. Serta, total korban meninggal akibat covid-19 mencapai 7.905 orang. 

 
(ADN)

Diterbitkan di Berita
 TRIBUN-TIMUR.COM Satu lagi proyek Pemprov DKI Jakarta segera dibongkar.

Ya, jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, akan dibongkar.

Hal tersebut menyusul kabar Kapolri Jenderal (Polisi) Listyo Sigit Prabowo menyetujui pembongkaran jalur sepeda permanen tersebut.

Jika terlaksana, pembongkaran jalur sepeda permanen menambah daftar proyek di DKI Jakarta yang dibongkar.

Sebelumnya, ada beberapa proyek di DKI Jakarta yang akhirnya dibongkar padahal belum lama dibangun.

Mulai Waring Kali Item, Instalasi bambu Getah Getih, hingga instalasi Gabion di bundaran HI.

Berikut Tribun-timur.com bagikan rangkumannya:

1. Waring Kali Item

Biaya: Rp 580 juta

Dibangun: Juli 2018

Dibongkar: 15 November 2018.

Kain Waring yang menutupi Kali Item, Jakarta Pusat, pertama kali dipasang pada Juli 2018 lalu.

Saat itu, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Asian Games yang dihelat Agustus 2018.

Umurnya kurang dari empat bulan.

Jaring seharga Rp 580 juta mulai dibongkar 15 November 2018.

2. Instalasi Bambu Getah Getih

Biaya: Rp 550 juta.

Diresmikan: 16 Agustus 2018.

Dibongkar: 17 Juli 2019.

Instalasi bambu Getih Getah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) depan Monumen Selamat Datang, Jakarta Pusat, kini tinggal kenangan.

Tak ada lagi instalasi bambu yang berdiri kontras di tengah gedung-gedung modern.

Kini, hanya tersisa tanaman-tanaman hijau yang menghiasi sekitar bekas tempat bambu tersebut.

Instalasi bambu tersebut telah dibongkar pada Rabu (17/7/2019) malam setelah bertahan selama 11 bulan.

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengungkap alasan pembongkaran instalasi bambu.

Menurut dia, kondisi instalasi bambu itu mulai rapuh sehingga tidak bisa digunakan lagi.

"Iya dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca, sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh, khawatir (nanti) rubuh," kata Suzi saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Diketahui, instalasi bambu Getih Getah dibuat seorang seniman bernama Joko Avianto atas permintaan Gubernur DKI, Jakarta Anies Baswedan.

Instalansi bambu yang diresmikan Anies pada Kamis, 16 Agustus 2018 sempat jadi sorotan.

Satu diantaranya karena biaya yang dipakai untuk membuat dan memasang instalasi bambu mencapai setengah miliar!

3. Instalasi Gabion di Bundaran HI

Biaya: Rp 150 juta.

Dibangun: Agustus 2019.

Dibongkar: Desember 2019.

Instalasi batu gabion di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, telah dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada 2019 lalu.

Padahal, instalasi dengan bahan dasar batu bronjong itu terbilang masih seumur jagung.

Gabion baru dipasang selama empat bulan terhitung dari Agustus 2019 hingga Desember 2019.

Instalasi gabion sendiri menggantikan instalasi bambu getih getah di lokasi yang sama.

Pemprov DKI Jakarta mengucurkan anggaran senilai Rp 150 juta untuk instalasi dari batu karang ini.

Saat itu, Dinas Kehutanan DKI Jakarta memasang tiga instalasi yang disusun terdiri dari berbagai ukuran.

Terdapat tiga instalasi yang diletakkan secara berdampingan.

Dua instalasi setinggi kurang lebih 160 centimeter dan satunya setinggi kurang lebih 180 sentimeter.

Di sekitar instalasi tersebut pun dihiasi berbagai macam tanaman, yakni lidah buaya dan bougenville berwarna ungu, putih, dan merah.

Juga terdapat batu-batu berwarna coklat dan pasir putih.

Waktu awal didirikan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pemasangan instalasi gabion di Bundaran HI itu merupakan bagian dari penataan kota.

Instalasi tersebut merupakan pengganti Getih Getah, karya seni Joko Avianto yang dibongkar karena bambunya sudah rapuh.

Anies menyebut rancangan tersebut langsung dari Dinas Pertamanan (Dinas Kehutanan) DKI Jakarta.

Tujuannya hanyalah untuk mempercantik kota layaknya taman-taman lainnya di DKI Jakarta.

"Taman biasa. Itu rancangannya dari dinas pertamanan. Namanya kan nanti dinas pertamanan dan hutan kota. Jadi rancangan begitu sama seperti taman-taman yang lain. Tentu lah, memang untuk apalagi kalau bukan mempercantik," kata dia.

Namun kini, tempat berdirinya gabion hanya bersisa serpihan-serpihan batu.

Batu-baru berwarna krem, kehijauan, dan coklat hanya berserakan bercampur tanah berwarna coklat. Tanaman-tanaman yang dahulu menghiasi sekeliling gabion tak lagi ada.

Di lokasi yang sama, terdapat besi untuk kerangka panggung yang disusun maupun dijajarkan.

Tak jauh dari bekas lokasi instalasi gabion memang sudah berdiri satu panggung besar tepat di depan patung selamat datang dan satu panggung kecil di belakang.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita mengatakan, pembongkaran ini hanya untuk sementara.

Di lokasi tempat berdiri gabion tersebut akan diperuntukkan bagi acara tahun baru.

"Iya sementara. Untuk persiapan penyelenggaraan acara tahun baru untuk warga jakarta di bundaran HI. Setelah itu akan dipasang kembali," tutur Suzi saat dihubungi wartawan, Kamis (26/12/2019).

4. Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin

Biaya: Rp 28 Miliar

Dilansir dari Kompas.com, Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya setuju jalur sepeda permanen di Jakarta itu dibongkar.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp28 miliar untuk membuat jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer tersebut.

Namun, Listyo mengatakan, Polri akan mencari formula terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul setelah adanya jalur sepeda tersebut.

"Prinsipnya, terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah (jalur) yang permanen itu nanti dibongkar saja," kata Listyo dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6/2021).

Listyo menuturkan, untuk mencari solusi tersebut, Polri akan melakukan studi banding ke beberapa negara terdekat.

Ia menyebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan antara lain pengaturan rute sepeda baik sepeda yang digunakan untuk bekerja atau berolahraga.

Kemudian, jam pemberlakuan jalur sepeda, pengaturan luas wilayah jalur sepeda, serta daerah-daerah mana saja yang menerapkan jalur sepeda.

"Ini akan kami koordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, dengan Pemerintah Daerah DKI. Para kapolda di seluruh wilayah juga melakukan yang sama," kata Listyo.

Harapannya, keberadaan jalur sepeda nantinya tidak akan mengganggu kendaraan-kendaraan lain dan pengguna jalan lainnya.
"Sehingga kemudian jalur sepeda bagi masyarakat tetap ada, jamnya dibatasi, sehingga tidak mengganggu para pengguna atau moda-moda yang lain yang memanfaatkan jalur tersebut," kata dia.

Adapun hal ini disampaikan Listyo merespons pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang mengusulkan agar jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin dibongkar.

Sahroni berpendapat, keberadaan jalur sepeda tersebut dapat menciptakan diskriminasi antara pengguna sepeda road bike, sepeda seli, maupun pengguna jalan lainnya.

"Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini, untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang. Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin," ujar politikus Partai Nasdem itu. (Tribunnews.com/ Kompas.com)

Editor: Sakinah Sudin

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Kasus corona di Jakarta begitu cepat meningkat. Diduga kuat, penyebabnya adanya varian baru corona yang sudah mulai menyebar di Jakarta alias adanya transmisi lokal.
 
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, setidaknya ada 2 varian baru corona yang harus diwaspadai. Pertama varian Delta B1617.2 dari India dan varian Beta B1351 dari Afrika Selatan.
 
“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar," kata Widyastuti, dikutip dari PPID, Selasa (15/6).
 
Varian Baru Corona Sudah Menyebar di Jakarta, Dampaknya Mematikan (1)
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
 
Sementara itu, varian lain yang juga perlu diwaspadai yakni varian Beta B1351 dari Afrika Selatan. Dia menjelaskan, varian ini sangat mematikan.
 
"Varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” tegasnya.
  
Saat ini, Jakarta juga tengah meminta untuk penambahan petugas tracer guna identifikasi kasus. Harapannya dengan tracing yang lebih baik, penularan kasus bisa dicegah.
 
"Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk menambah tracer (petugas yang akan melakukan pelacakan) di mana para tracer inilah yang nantinya memegang peran penting untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, pengendalian dapat dilakukan dengan baik," tuturnya.
 

Varian Corona India di Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan varian baru corona delta atau India sudah mulai mendominasi di Jakarta. Ada sejumlah daerah lain juga yang sudah terkontaminasi varian ini.
 
"Untuk DKI Jakarta, Kudus, Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian Delta atau B1617.2 atau varian India mendominasi. Karena ini penularan lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Senin (14/6).
 
Varian India ini menurut riset di Inggris terbukti meningkatkan risiko perawatan. Apabila seseorang terpapar varian ini, kemungkinan ia dirawat di rumah sakit sampai 2,61 kali lipat.
Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 5.453 pasien terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) hingga Selasa (15/6) masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

"Pasien bertambah 425 orang," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Selasa.

Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (14/6) sebanyak 5.028 orang. Pasien yang masuk berasal dari wilayah DKI Jakarta.

Aris menjelaskan para pasien COVID-19 itu dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7. Para pasien itu dirawat dengan gejala ringan. Kapasitas RSDC Wisma Atlet Kemayoran mampu menampung 7.937 pasien sehingga saat ini tersisa sebanyak 2.484 tempat tidur yang kosong.

Untuk rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 15 Juni 2021 sebanyak 92.278 pasien terdaftar. Dimana 86.825 pasien telah keluar dengan rincian 85.815 dinyatakan sembuh, 918 dirujuk ke RS lain, dan 92 orang meninggal dunia.

Sementara itu, di RS Darurat Wisma Atlet Pademangan pasien rawat inap sebanyak 3.326 orang per Selasa (15/6). Angka itu berkurang 432 orang dibandingkan Senin (14/6) sebanyak 3.758 orang. Para pasien dirawat di tower 8, 9, dan 10.

Sebelumnya, Koordinator RSDC Wisma Atle, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan pihaknya mengoptimalkan setiap unit apartemen/rusunawa di tower 4,5, 6, dan 7.

“Setiap unit kita maksimalkan daya tampungnya jadi tiga pasien terutama pasien kategori gejala ringan. Tadinya maksimal hanya 2 pasien,” jelas Tugas.
 

Pewarta: Fauzi
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memastikan vaksinasi warga Ibu Kota dapat tercapai, pada akhir Agustus 2021. 

"Saya telah sampaikan kepada Gubernur DKI untuk nanti di akhir Agustus target 7.5 juta penduduk di Jakarta harus sudah tervaksinasi," kata Jokowi dalam keterangan pers usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Senin (14/6/2021).

Jokowi mengaku ambisius dalam memasang target vaksinasi Covid-19 itu.

"Ini memang target yang sangat ambisius, tapi mau tidak mau kita harus menuju ke sana untuk mencapai kekebalan komunal," tegas Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi menekankan upaya kerja keras seluruh pihak mulai dari tingkat pemerintah kota di DKI hingga seluruh fasilitas kesehatan yang ada untuk dapat mencapai target tersebut.

"Di DKI ini interaksi antar masyarakatnya tinggi, mobilitas masyarakat juga tinggi. Sehingga, kecepatan vaksinasi amat menentukan," ujar Jokowi.

Sebelum meninjau pelaksanaan vaksinasi di Rusun Tanah TInggi, presiden juga meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Waduk Pluit, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, pagi tadi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menargetkan penyuntikan dosis vaksin Covid-19 sebanyak 100 ribu per hari di wilayah DKI Jakarta mulai pekan mendatang.

Percepatan penyuntikan dosis vaksinasi tersebut, lanjut dia, agar sesegera mungkin tercapai kekebalan komunal baik di wilayah Ibu Kota maupun daerah-daerah sekitarnya.

"Kita harapkan DKI Jakarta ini mulai minggu depan satu hari target yang kita berikan 100 ribu per hari bisa dicapai karena kita ingin mengejar herd immunity," kata Jokowi. (DNS)

Diterbitkan di Berita

Liputan6.com, Jakarta - Tiga skenario tengah disiapkan dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan daerah penyanggah, begitu kata Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito.

Ganip, mengatakan, pemerintah akan membuka Tower 8 Wisma Atlet Pademangan untuk untuk merawat pasien COVID-19 kategori orang tanpa gejala (OTG).

Tower tersebut saat ini ditempati para tenaga kesehatan. Ketika dialihfungsikan, nakes akan dipindahkan ke hotel.

"Apabila langkah ini berhasil, kita akan menambah 1.572 tempat tidur," kata Ganip saat memberikan keterangan pers Kesiapan Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca Libur Lebaran yang disiarkan secara langsung di Kanal Youtube BNPB pada Minggu sore, 13 Juni 2021.

Selain itu, di saat bersamaan akan ditambah pula kapasitas tempat tidur per kamar di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi tiga yang semula dua.

"Sehingga penambahan kapasitas ini bisa menambah 2.000 tempat tidur di RSDC Wisma Atlet," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Ganip Warsito, kapasitas RSDC Wisma Atlet Kemayoran dapat meningkat dari kondisi sekarang, dari 5.944 menjadi 9.566 tempat tidur.

Rusun Nagrak Cilincing untuk Pasien COVID-19

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mulai mengoperasikan fasilitas isolasi terkendali bagi pasien COVID-19 OTG di Rusun Nagrak Cilincing.

"Terdiri dari lima tower, masing-masing 16 lantai, sehingga menambah 2.550 tempat tidur," ujarnya.

Satgas melalui BNPB, lanjut Ganip, akan membantu mengisi kebutuhan di Rusun Nagrak Cilincing secara bertahap,"Saat ini sudah kita kirimkan 900, nanti akan kita lengkapi sesuai dengan kapasitas tempat tidur yang ada di sana.".

Dengan demikian, RSDC Wisma Atlet akan memiliki kapasitas 12.116 tempat tidur, kata Ganip.

"Penambahan ini realnya menjadi 6.122 tempat tidur atau 102 persen," katanya.

 
Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India.
Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat Kabupaten Kudus menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk kategori zona merah alias wilayah dengan risiko penularan kasus virus corona tinggi di Indonesia pada sepekan terakhir.

Seperti diketahui, di sisi lain, zona merah terbanyak terdapat di Pulau Sumatra.

Berdasarkan data perkembangan terakhir Satgas Covid-19 per 30 Mei 2021, terdapat total 13 kabupaten/kota yang masuk zona merah. Jumlah daerah yang masuk zona merah pada pekan ini bertambah dibanding data pekan lalu yang hanya mencatat 10 wilayah.

Adapun 13 kabupaten/kota yang tercatat masuk zona merah sepekan terakhir yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kemudian empat daerah di Sumatra Barat, yakni Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kemudian dua lainnya berasal dari Sumatra Selatan yakni Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

Selanjutnya, masing-masing dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara; Kota Pekanbaru, Riau; Kota Batam, Kepulauan Riau; Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat; Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi; dan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Lebih lanjut, penambahan zonasi juga terjadi di zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19. Dari pekan lalu tercatat sebanyak 302 wilayah zona oranye, sementara pekan ini bertambah menjadi 322 kabupaten/kota zona oranye.

Seluruh wilayah di DKI Jakarta masuk dalam zona oranye pekan ini.

Sedangkan untuk zona kuning atau wilayah dengan risiko rendah penularan Covid-19 berkurang menjadi 171 wilayah, dari pekan lalu yang mencatat 194 kabupaten/kota masuk dalam zona kuning.

Sementara itu, tujuh kabupaten/kota masuk dalam kategori zona hijau atau tidak ada kasus. Satgas Covid-19 juga mencatat satu wilayah yang tidak terdampak virus corona hingga saat ini adalah kabupaten Dogiyai di Papua.

Adapun data terakhir yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terakhir per Selasa (1/6) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 4.824 kasus. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 5.360 kasus, dan kasus meninggal 145 kasus baru.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.826.527 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.674.479 orang dinyatakan pulih, 101.325 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 50.723 lainnya meninggal dunia.

(ain)

Diterbitkan di Berita