Jakarta, Dakwah NU
Sejumlah pengikut aliran Hakekok Balakasuta diamankan pihak kepolisian usai ritual bugil mandi bareng di rawa viral di media sosial. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas menyebut tidak ada ajaran agama apa pun di Indonesia yang punya ritual mandi bareng.

“Sependek pengetahuan saya, tidak satu pun agama di Indonesia yang memiliki ritual membersihkan diri dari dosa dengan mandi bersama laki-laki dan perempuan di tempat yang sama dalam waktu yang bersamaan,” jelasnya kepada redaksi, Jumat (12/3/21).

Kiai Robikin berharap pemuka agama memperkuat pemahaman masyarakat supaya tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari nilai-nilai agama. Apalagi, terkait dengan suatu ritual pembersihan dosa. Tidak hanya pemuka agama, Kiai Robikin juga meminta pihak kepolisian dan pemeriah setempat untuk membina 16 pengikut Hakekok Balakasuta.

“Agama menuntun setiap pemeluknya agar berbudi luhur. Karenanya agama memberi arah jalan dan tata cara untuk mencapainya dengan cara terhormat. Karena selain bersifat ketuhanan, ujung dari tuntunan agama dimaksud adalah terwujudkan peradaban luhur umat manusia. Saya berharap mereka dibina dengan baik,” tandasnya mengakhiri.

Sebelumnya viral kabar kehadiran sekelompok orang yang melakukan ritual mandi atau bugil bareng di sebuah rawa, Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (11/3) siang. Belakangan, diketahui ritual tersebut dilakukan oleh kelompok yang menganut ajaran ‘Hakekok Balakasuta’.

Pimpinan kelompok ini diketahui bernama Aryani (52). Pria asal Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggung, Pandeglang, itu belajar ajaran tersebut langsung dari almarhum orang tuanya bernama Supri.

Sebelum diturunkan kepada Arya, Supri belajar langsung ajaran ini dari seseorang yang biasa dikenal dengan nama Abah Edi. Lewat ayahnya inilah, Arya mengenal ajaran Hakekok Balakasuta yang diajarkan Abah Edi di Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, Hakekok diketahui menggunakan alat-alat aneh saat ritualnya.

“Ya, betul. Ada beberapa barang yang kami temukan pada saat pengamanan, di antaranya alat kontrasepsi tersebut,” kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana dikutip dari detikcom, Jumat (12/3/2021).

Polisi masih melakukan pendalaman terkait penemuan kondom dan barang lainnya yang dibawa segelintir pengikut kelompok ‘Hakekok’. Sebab, di antara 16 pengikut ritual bugil ini, ada yang sudah berstatus suami-istri.

Polisi turut menyita kondom serta beberapa barang yang dijadikan jimat oleh kelompok ‘Hakekok’. Ada keris hingga kemenyan yang biasa digunakan oleh mereka selama melakukan ritual bugil dengan mandi bareng di sebuah rawa.

“Ya, betul. Ada beberapa barang yang kami temukan pada saat pengamanan, di antaranya alat kontrasepsi tersebut,” kata Wakapolres Pandeglang. (red)

Diterbitkan di Berita