Ahmad Sadali

Senin, 09 November 2020 08:28

Ahmad Sadali (1924-1987) adalah seniman lukis yang terkenal dengan gaya abstrak. Lahir di Garut, dari keluarga yang menggemari batik dan kegiatan cetak-mencetak. Antara tahun 1944 hingga tahun 1945, ia masuk Sekolah Tinggi Islam Jakarta. Hanya setahun, karena perjuangan kemerdekaan berkobar. Bersama pelukis lain, ia menggambari dinding bangunan umum dan kereta api, mengobarkan semangat juang. Pulang ke Garut, ia jadi Kepala Siaran RRI darurat, sambil mengerjakan poster perjuangan. Tahun 1947 masuk kamp tahanan Belanda.

Bebas dari tahanan setahun kemudian, ia belajar di Universiteire Leergang voor de Opleiding van Tekenleraren (Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar), yang merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Teknik Uniersiteit Indonesia, di Bandung. Sadali adalah murid pertama Ries Mulder, seorang pelukis berkebangsaan Belanda dan dosen yang turut membangun berdirinya Departemen Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah menyelesaikan studinya, dia diangkat menjadi dosen di ITB. Pada tahun 1956, ia mendapat beasiswa untuk belajar seni rupa di Departements of Fine Arts, University of Iowa, dan New York Art Student League. 

Sadali terus mengembangkan gagasan baru dalam karyanya, terutama setelah kepulangannya dari Amerika. Kecenderungan abstrak dan kaligrafi Islam semakin kuat mewarnai karya-karyanya. Dia kemudian dikenal sebagai pelukis bernuansa kaligrafi religius. Walaupun begitu, dia cukup produktif berkarya dalam berbagai rupa, antara lain, sketsa, patung, mural, interior, dan grafik. Karya grafisnya yang terkenal antara lain logo HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia) dan logo PU (sekarang Kementrian PUPR).

Sadali telah mengerjakan sejumlah karya monumental, antara lain lukisan dinding di gedung MPR/ DPR dan Hotel Hilton, Jakarta, dan supergrafik di Taman Rekreasi Pusri, Palembang. Selain sebagai pelukis berkaliber internasional, Sadali juga merupakan staf akademi yang giat. Selama tiga periode (1962-1968), ia menjabat Ketua Bagian Seni Rupa ITB, Dekan Fakultas (1962–1968), Deputi Rektor untuk Urusan Luar ITB (1969–1977) dan dikukuhkan sebagai guru besar ITB pada tahun 1972.

Ahmad Sadali adalah pencetus berdirinya Perguruan Tinggi Islam atau yang sekarang dikenal dengan nama Universitas Islam bandung (UNISBA). Pada akhir hayatnya, dia sempat menjabat sebagai ketua umum Yayasan Pembina Masjid Salman ITB.

Diterbitkan di Apa Siapa