"Mereka sebelumnya sudah komitmen tambahan investasi sampai 2024 sebesar Rp 5,2 Trilyun untuk  pengembangan model baru di Indonesia. Termasuk ekspansi kegiatan produksi dan menambah negara tujuan ekspor dengan memperkuat model baru pada 2022 sekitar 31 negara. Honda juga akan relokasi pabriknya dari India ke indonesia," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya yang diterima rri.co.id, Jumat (12/3/2021). 

Diketahui, Menperin dalam kunjungan ini menggelar pertemuan berlangsung dengan 4 perusahaan otomotif Jepang yaitu Mazda Motor Corp., Honda Motor Co. Ltd., Suzuki Motor Corp., dan Toyota Motor Corp. Pertemuan juga dilakukan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Hiroshi Kajiyama dan Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi serta Sojitz Corporation. 

Selain dengan Honda, Menperin Agus Gumiwang menjelaskan, komitmen tambahan investasi dari Suzuki.

"Sampai 2024 Suzuki akan menambah investasi Rp  1,2 Trilyun", lanjut Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam pertemuan dengan Toyota lanjut Agus Gumiwang, ada rencana perluasan pasar ekspor dari 80 negara menjadi 100 negara pada 2024. Sementara dengan pihak Mazda, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan belum ada komitmen yang dicapai. 

Pembicaraan dengan Sojitz Corporation diperoleh komitmen untuk pengembangan industri Methanol dan Amonia di kawasan Teluk Bintuni Papua Barat.

“Proyek Bintuni masuk dalam status Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga akan memperoleh kemudahan serta berbagai insentif Pemerintah," ujar Agus Gumiwang.

Selain itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan didampingi Dubes Heri Akhmadi juga bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshi Kajiyama dan Penasihat Khusus Perdana Menteri (PM) Jepang Hiroto Izumi. 

"Pertemuan sangat positif. Dengan Hiroshi Kajiyama yang tadinya dijadwalkan hanya 30 menit menjadi 50 menit. Kepada keduanya  kami dorong agar Pemerintah Jepang mendorong perusahaan Jepang agar menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi," terang Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Kartasasmita mengapresiasi berbagai komitmen yang dicapai selama pertemuan dengan pebisnis otomotif, asosiasi dan pejabat Pemerintah Jepang. Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengapresiasi kerja keras Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo yang memfasilitasi rangkaian pertemuan yang berlangsung. 

Dalam kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi menjelaskan, rangkaian pertemuan Menperin ini dilakukan dengan mengikuti aturan protokol kesehatan Jepang yang sangat ketat. 

"Sebelum mengeluarkan visa untuk Menperin, saya diminta oleh Pemerintah Jepang berikan jaminan tertulis agar semua pertemuan dibatasi. Semua pertemuan berlangsung hanya di Hotel Imperial. Kecuali dengan Menteri dan Penasihat Khusus PM Jepang," tutur Heri Akhmadi yang akan menjalani karantina mandiri 14 hari setelah kunjungan kerja Menperin di Tokyo Jepang.

 

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan 
 
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia lebih baik dari Jepang. 
Saat ini, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) secara nasional mencapai 2.130 megawatt (MW), menduduki peringkat 2 dunia. Sementara posisi pertama ditempat Amerika Serikat 3.676 MW.
 
Jepang masih tertinggal dari Indonesia dalam hal ini, pemanfaatan energi panas bumi di Negeri Sakura baru 542 MW. "Kita ini tetap nomor dua, angka masih besar. Bicara panas bumi Indonesia, kita masih lebih bagus dari Jepang," kata Dadan dalam diskusi 'Optimalisasi Peran Panas Bumi dalam Wujudkan Ketahanan Energi Nasional', Minggu (11/3).
 
Pemanfaatan Energi Panas Bumi RI Nomor 2 di Dunia, Lebih Baik dari Jepang (1)
Dirjen EBTKE, Dadan Kusdiana Foto: Edy Sofyan/kumparan
 
Setelah AS dan Indonesia, peringkat ketiga sebagai negara dengan pengembangan energi panas bumi terbesar dunia diduduki Filipina dengan 1.918 MW, Turki 1.526 MW, Selandia Baru 1.005 MW, Meksiko 963 MW, Italia 944 MW, Kenya 646 MW, Islandia 755, dan Jepang 542 MW.
Meski begitu, jika dibandingkan sumber daya panas bumi yang ada di dalam negeri, pemanfaatannya terbilang masih rendah.
Berdasarkan data Geologi Kementerian ESDM tahun lalu, sumber daya panas bumi mencapai 23.000 MW, tapi yang termanfaatkan baru 2.130 MW di dalam 64 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).
Untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi, Dadan mengatakan pemerintah akan fokus pada area yang sudah beroperasi agar pengembangan bisa lebih efisien. Dengan begitu, harga jual listrik dari pengembang ke PT PLN (Persero) bisa lebih murah.
 
Pemanfaatan Energi Panas Bumi RI Nomor 2 di Dunia, Lebih Baik dari Jepang (2)
Potensi energi panas bumi di Dieng Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
 
Upaya lain, pemerintah telah membuat program eksplorasi untuk mencari sumber panas bumi baru dan mendorong sinergi BUMN yang bergerak pada sektor panas bumi. 
"Sinergi BUMN dalam panas bumi PLN dengan PT Geo Dipa (Persero) atau dengan PGE (PT Pertamina Geothermal Energy) atau tiga-tiganya sekaligus (dengan PT PLN Gas & Geothermal)," tuturnya.
 
Ketiga perusahaan ini memang dikabarkan bakal digabung menjadi holding BUMN panas bumi. Saat ini, proses pembentukannya masih berjalan, namun Dadan mengungkapkan Kementerian ESDM tidak dilibatkan. Pembentukan holding baru ini berada di bawah wewenang Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
 
Meski begitu, dia berharap holding ini bisa memberikan banyak manfaat, terutama biaya eksplorasi hingga produksi panas bumi bisa kian efisien.
"Harapan kami kalau holding ini jadi, bisa dorong efisiensi. Dividen dan royalti semakin baik kontribusinya ke negara. Di dalam UU Panas Bumi, ada pengecualian untuk BUMN, ya mungkin statusnya diubah kalau bukan di bawah Pertamina lagi," terangnya.
 
 
Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: Pemerintah Indonesia mendapatkan komitmen dari pelaku industri otomotif di Jepang. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita usai menghadiri 5 agenda pertemuan dengan pelaku industri di Tokyo Jepang Rabu (10/3/2021). 

Kepada wartawan dalam konferensi pers secara virtual, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan didampingi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Heri Akhmadi,  memastikan, satu di antara komitmen itu didapat dari pabrikan otomotif raksasa Mitsubishi Motors Corporation akan melakukan perluasan kapasitas produksi mobil di Indonesia, sekaligus perluasan ekspor.

"Mereka memberikan komitmen kepada kita,  bahwa pada akhir 2025 akan ada penambahan investasi sebesar Rp 11,2 triliun sehingga terjadi peningkatan kapasitas dari 220.000 menjadi 250.000 unit kendaraan," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya yang diterima rri.co.id, Kamis (11/3/2021).

Agus mengemukakan Mitsubishi akan mengembangkan 2 model kendaraan, yaitu Sport Utility Vehicle (SUV) Xpander jenis Hybrid, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yaitu kendaraan listrik yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan dinamo listrik, serta baterainya bisa diisi ulang dengan listrik yang berasal dari sumber eksternal.

Kedua model tersebut akan diarahkan pengembangannya menjadi produk ekspor Indonesia. Mitsubishi juga memberikan izin kepada Agen Pemegang Merek (APM)-nya di Indonesia. Termasuk dengan menambah 9 negara ekspor dari yang saat ini sebanyak 30 negara menjadi 39 negara tujuan ekspor.

"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami kawal. Selain hybrid mereka juga akan melakukan investasi plug in hybrid. Khusus untuk jenis electric vehicle [EV] mereka masih melakukan studi terhadap model yang akan dikembangkan tetapi komitmen sudah ada," ujar Agus.

Termasuk terkait rencana baru pabrikan untuk ikut dalam program percepatan kendaraan bermotor listrik di dalam negeri.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pada Kamis (11/3/2021), akan bertemu dengan beberapa industri otomotif asal Jepang lain seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mazda, dan Nissan. Tujuan utamanya, untuk mendorong industri terkait agar melakukan pengembangan kendaraan listrik dan memperluas pasar ekspornya dari Indonesia, termasuk ke Australia. 

 
Diterbitkan di Berita
Halaman 2 dari 2