Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai dampak krisis perusahaan properti raksasa asal China, Evergrande, ke perekonomian. Krisis ini dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas sektor keuangan di China maupun secara global.

"Jadi kita harus melihat dengan mewaspadai apa yang terjadi di dalam perekonomian Tiongkok dengan adanya fenomena gagal bayar dari perusahaan Evergrande ini," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/9).

Evergrande saat ini dibebani kewajiban lebih dari USD 300 miliar atau sekitar Rp 4.300 triliun. Utang ini bahkan setara 2 persen dari PDB China.

Menurut Sri Mulyani, risiko stabilitas sektor keuangan, utamanya di China, akan terus menjadi perhatian pada minggu-minggu ini. Apalagi, gagal bayar ini terjadi pada satu perusahaan konstruksi real estat yang sangat besar ini memiliki dampak yang luar biasa.

"Di mana total utangnya mencapai USD 305 miliar dan mereka akan mengalami situasi tidak mudah dan memiliki dampak yang luar biasa besar baik pada perekonomian domestik di Tiongkok maupun di dunia," jelasnya.

Selain krisis Evergrande, Sri Mulyani juga menyoroti risiko pemulihan ekonomi global masih belum usai. Meskipun banyak pihak memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia bisa tumbuh positif pada tahun ini.

"Di sisi d0wnside risk-nya sebetulnya ini belum balik. Varian delta masih harus kita perhatikan, mutasi virusnya juga masih akan terjadi. Dan pemulihan ekonomi yang tidak merata, inflasi di berbagai negara menimbulkan komplikasi," pungkas dia.

Evergrande kini tak punya uang untuk mengembalikan dana ke investor yang sudah jatuh tempo. Investor pemegang obligasi Evergrande, mulai dari korporasi raksasa hingga investor ritel atau per seorangan.

Di antara korporasi raksasa, terdapat perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), BlackRock. Selain itu HSBC dan UBS disebut sebagai pembeli terbesar obligasi yang diterbitkan Evergrande.

Tak heran jika ancaman kebangkrutan Evergrande, memicu kekhawatiran akan berdampak ke ekonomi China. Karena negara itu merupakan kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia, kecemasan merebak ke pelaku industri keuangan global, meski hal ini ditepis oleh IMF.

 

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- China telah merampungkan dua dosis vaksinasi Covid-19 terhadap lebih dari 1 miliar warganya atau 71 persen dari total penduduk pada Kamis (16/9). Pemerintah China sendiri memulai program vaksinasi Covid-19 nasional sejak awal 2021.

"Pada 16 September, 2.16 miliar dosis vaksin telah disuntikkan secara nasional," ujar Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng, dalam konferensi pers di Beijing seperti dikutip AFP.

Angka vaksinasi itu disebut nyaris tiga kali lipat lebih tinggi dari India, yang menempati peringkat kedua negara dengan jumlah vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia.

Agustus lalu, otoritas kesehatan China mengatakan sekitar 890 juta orang sudah divaksinasi, dan dua miliar dosis diberikan secara nasional. Sejauh ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi target cakupan vaksinasi China.

Namun ahli virologi terkemuka, Zhong Nanshan, mengatakan kemungkinan Beijing bisa merampungkan vaksinasi Covid-19 terhadap 80 persen penduduknya pada akhir tahun demi mencapai kekebalan herd immunity.

Menurut pejabat senior di Komisi Nasional Kesehatan China, Lei Zhenglong, lebih dari 200 juta orang berusia 60 tahun ke atas telah divaksin. Sementara itu, 95 juta anak 12-17 juga telah merampungkan vaksinasi.

"Jumlah total dosis dan jumlah orang yang tercakup oleh vaksinasi di negara kami menempati urutan tertinggi pertama di dunia," tutur Lei seperti dikutip New York Times.

China menjadi salah satu negara yang tengah berjuang memerangi varian Delta virus corona yang dianggap lebih mudah menular. Varian tersebut telah menyebabkan wabah Covid-19 baru dengan hampir 200 kasus di tiga kota dalam beberapa waktu terakhir.

Puluhan kasus corona baru itu diantaranya merupakan anak-anak sekolah ketika sistem belajar mengajar tatap muka mulai diberlakukan lagi.

Di saat tingkat vaksinasi China telah mencapai 1 milar penduduk, negara itu masih melaporkan 49 kasus infeksi lokal Covid-19 baru yang sebagian besar terdeteksi di wilayah Fujian. 

Pihak berwenang mengatakan pasien yang dicurigai memicu klaster di Kota Putian adalah seorang lelaki yang baru tiba dari Singapura.

Anak dari laki-laki itu, yang berusia 12 tahun, dan salah satu teman kelasnya menjadi pasien pertama di klaster itersebut. Varian Delta corona pun lantas menyebar di sekolah dan menginfeksi 36 anak-anak lainnya, termasuk 8 siswa TK.

Meski China sudah meluncurkan kampanye vaksinasi untuk anak-anak 12-17 tahun, sebagian besar anak di negara itu tetap belum divaksinasi. Hal ini memicu kekhawatiran wabah Fujian dapat menyerang kelompok rentan di China seperti anak-anak.

Demi menekan laju penyebaran virus, pemerintah kemudian menerapkan aturan pembatasan, seperti pembatasan perjalanan, pengujian massal, dan penutupan sekolah.

Padahal, sebelumnya, China mengklaim berhasil meredam penyebaran varian Delta Covid-19 dengan mencatat nol kasus selama Juli hingga Agustus.

(isa/rds)

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan lembagatersebuttidak mengalami peretasan atau pembobolan olehperetas alias hacker dari China. Saat ini, server BIN diklaim dalam kondisi aman.

"Hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto saat dikonfirmasi, Jakarta Selasa (14/9/2021).

Meski begitu, Wawan menyebut, sejumlah serangan siber yang digencarkan terhadap BIN memang merupakan hal yang wajar terjadi sebagai institusi negara.

Saat ini, menurut Wawan, pihaknya tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Wawan menjelaskan, BIN saat ini masih mendalami isu peretasan server di sejumlah Kementerian/Lembaga pemerintah lain.

"BIN selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem yang berjalan, termasuk server, untuk memastikan bahwa server tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya," ujar Wawan.

Wawan meminta agar masyarakat tak mudah mempercayai informasi yang beredar. Wawan menyinggung agar masyarakat dapat berkaca dari kasus sebelumnya terkait kebocoran data eHAC Kemenkes yang dicapnya sebagai berita bohong alias hoaks.

"Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang dan tetap melakukan checkrecheck, dan crosscheck atas informasi yang ada di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoaks kebocoran data eHAC," tutur Wawan.

Hacker asal China dilaporkan berhasil menembus jaringan internal kementerian dan lembaga di Indonesia. Tidak main-main, jumlahnya mencapai 10 kementerian dan lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).

Penyusupan tersebut ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future. Ini diketahui dari laporanlaman The Record pada Minggu (12/9/2021). Menurut laman tersebut, penyusupan ini dikaitkan dengan kelompok yang disebut Mustang Panda.

Mereka merupakan kelompok yang berasal China yang memiliki kampanye spionase siber dengan menargetkan kawasan Asia Tenggara.

Peneliti Insikt pertama kali menemukan kampanye ini pada bulan April lalu, ketika mereka mendeteksi server command and control (C&C) malware PlugX yang dioperasikan oleh Mustang Panda, berkomunikasi dengan host di dalam jaringan Pemerintah Indonesia.

Komunikasi ini kemudian ditelusuri kembali setidaknya ke Maret 2021. Namun, titik instruksi dan metode pengiriman malware masih belum jelas. Sampai saat ini beberapa sistem masih terinfeksi, meskipun ada upaya pembersihan.

Menurut peneliti, beberapa sistem masih terinfeksi, meskipun ada upaya pembersihan. Peneliti Insikt Group telah memberi tahu pihak berwenang di Indonesia tentang penyusupan tersebut pada bulan Juni lalu.

(muh)

 
Diterbitkan di Berita

tvonenews.com Juru Bicara Taliban mengatakan bahwa begitu Taliban resmi berkuasa, kami akan melakukan aliansi dengan China untuk bangun kembali negeri kami yang porak poranda.

Pada 2019, China menjadi negara yang pertama kali menjadi tuang rumah bagi perwakilan Taliban untuk negosiasi. Sejak itu hubungan China dan Taliban semakin erat.

Cina menjanjikan investasi besar dalam proyek energi dan infrastruktur, termasuk pembangunan jaringan jalan di Afghanistan.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - China mulai waspada atas lonjakan kenaikan kasus covid-19 yang baru saja terjadi. Berbeda dari yang sebelumnya, virus yang menyebar adalah varian ganas, delta.

Dalam laporan Jumat (6/8/2021), kasus Covid-19 baru menyentuh angka tertinggi sepanjang gelombang baru ini, 124 kasus pada Kamis (5/8/2021). Angka ini naik dari sebelumnya 85 kasus. Dari data itu, 80 kasus merupakan transmisi lokal, naik dari sehari sebelumnya 62 kasus.

Mengutip Reuters, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan lonjakan infeksi masih terjadi di provinsi Jiangsu. Di mana ada 61 kasus baru yang dilaporkan atau naik dari sehari sebelumnya 40 kasus.

Xi Jinping diketahui belum mengomentari lebih jauh soal gelombang infeksi tersebut. Namun dari kebijakan yang ditempuh, terlihat kesiagaan cukup tegas.

Kemarin, dalam pernyataan publiknya, ia hanya menyebutkan kembali niat Beijing dalam membantu seluruh dunia dengan mengirimkan vaksin corona dan bantuan-bantuan lainnya.

China akan menyumbangkan 2 miliar dosis vaksin Covid sepanjang tahun ini. Selain itu Negeri Tirai Bambu juga akan memberikan US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun untuk program distribusi vaksin global Covax untuk negara-negara berkembang.

"China akan terus melakukan yang terbaik untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pandemi," kata Xi.

Gelombang di China kali ini terjadi akibat masuknya varian Delta. Varian virus corona ini pertama kali ditemukan di India awal Mei lalu dan masuk ke China lewat penerbangan dari Rusia 20 Juli.

Saat ini, varian itu telah menyebar ke setidaknya 18 provinsi dan puluhan kota. Ini menghasilkan setidaknya empat daerah berisiko tinggi dan 91 daerah berisiko sedang.

Sementara itu, sejak akhir pekan, China sudah mengambil kebijakan penguncian (lockdown) melalui karantina khusus dan wilayah. Media pemerintah Global Times mengklaim beberapa kota tampaknya telah memperlihatkan hasil yang baik.

Di kota Nanjing, masih di provinsi Jiangsu, tempat virus mewabah pertama kali, kurva infeksi harian diklaim mulai datar. Bahkan, kota itu mencatatkan infeksi hingga satu digit saja dalam tiga hari berturut-turut.

Komisi Kesehatan kota Nanjing melaporkan empat kasus lokal baru yang dikonfirmasi pada Rabu (4/8/2021). Sehingga jumlah total infeksi di kota itu menjadi 227 sejak epidemi pecah dari bandara setempat.

Wang Guangfa, seorang ahli pernapasan di Rumah Sakit Pertama Universitas Peking, mengatakan bahwa tren menunjukkan wabah di Nanjing telah dikendalikan.

"Dengan langkah-langkah yang tepat waktu dan akurat untuk memutus rantai penularan, menahan penyebaran virus, dan vaksinasi, kami yakin dapat mengekang lonjakan Covid-19 bahkan dalam menghadapi varian Delta," kata Wang.

Hingga saat ini,China telah mencatat 93.374 kasus virus dan 4.636 kematian sejak wabah itu pertama kali muncul di kota Wuhan.

(mij/mij)

Diterbitkan di Berita

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Sedikitnya 20 pejabat di Pemerintah Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, China, dicopot dari jabatannya akibat kelalaiannya sehingga menyebabkan terjadinya penularan COVID-19 varian Delta secara massal.

Mereka dianggap paling bertanggung jawab terhadap pertunjukan seni di kota wisata yang pernah menjadi lokasi syuting film Avatar yang memicu penyebaran wabah tersebut ke delapan provinsi lainnya di China.

Media setempat pada Kamis, (5/8/2021) menyebutkan di antara yang dikenai sanksi pemecatan itu adalah pejabat level distrik, staf manajemen rumah sakit, dan personel yang terkait dengan pertunjukan seni di gedung teater Charming Xiangxi yang dipadati 2.000 penonton pada 22 Juli lalu.

Ada enam pejabat publik di Distrik Yongding, Kota Zhangjiajie, termasuk Kepala Bidang Kesehatan Xu Xionghui yang didongkel dari posisinya, sebagaimana laporan CCTV.

Xu dianggap tidak berkompeten dalam mengimplementasikan protokol kesehatan dan lemah dalam mengontrol pasien yang terinfeksi, demikian pernyataan otoritas setempat. Di Distrik Yongding hingga Selasa (3/8) terdapat 15 kasus positif COVID-19 varian Delta.

Direktur Departemen Kegawatdaruratan Rumah Sakit Daerah Zhangjiajie, Deng Huabin, yang bertanggung jawab atas tes PCR juga dicopot dari jabatannya lemahnya manajemen hingga menyebabkan kerumunan dan kekacauan di rumah sakit saat tes berlangsung.

Menurut otoritas setempat, kerumunan itu sangat berisiko terjadinya infeksi silang di rumah sakit. Saat ini, baik warga Zhangjiajie maupun wisatawan yang mengisi liburan musim panas, dilarang meninggalkan kota itu.

Sementara itu, seorang pengiring pasien COVID-19 di Rumah Sakit Daerah Zhangjiajie ditangkap polisi.

Biro Keamanan Publik Kota Zhangjiajie mengumumkan bahwa seorang bermarga Ruan melanggar peraturan antipandemi dan undang-undang pencegahan penyakit menular karena menyembunyikan hasil tes positif COVID-19.

Selama 16-30 Juli, dia juga berulang kali mengunjungi kedai kopi di dekat rumah sakit. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan tua asal Nanjing, Provinsi Jiangsu, juga ditangkap polisi karena dianggap memicu terjadinya penularan wabah COVID-19 secara massal di Kota Yangzhou.

Perempuan bermarga Mao melakukan perjalanan sejauh 100 kilometer dari Nanjing ke rumah adiknya di Yangzhou dalam masa larangan bepergian.

Sebanyak 94 warga Yangzhou, termasuk adik Mao, turut terinfeksi COVID-19 varian Delta klaster Nanjing. 

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

lokadata.id - Pemerintah Cina melakukan penguncian di sejumlah kota menyusul munculnya kasus baru positif Covid-19. Meski hanya puluhan orang terinfeksi virus korona, pemerintah akan melakukan pengujian massal dan pembatasan perjalanan.

Pemerintah Kota Wuhan pada Selasa (3/8/2021) menyatakan akan melakukan tes Covid-19 untuk seluruh populasinya setelah kota tempat virus korona pertama kali muncul pada akhir 2019 itu melaporkan kasus infeksi lokal pertamanya dalam setahun lebih.

Pejabat senior Wuhan, Li Tao menyampaikan dalam konferensi pers, kota berpenduduk 11 juta itu segera meluncurkan tes asam nukleat menyeluruh untuk semua penduduk.

Pada Senin, pihak berwenang mengumumkan tujuh kasus infeksi penularan lokal yang ditemukan di antara para pekerja migran di kota tersebut. Ini merupakan kasus domestik pertama setelah wabah awal yang disusul dengan lockdown ketat pada awal 2020.

Dilansir France 24, Selasa (3/8), dalam beberapa hari terakhir Cina telah meminta warga di seluruh kota tinggal di rumah-rumah mereka, memutus jaringan transportasi domestik dan melaksanakan tes massal untuk mengatasi wabah terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Selasa, Cina melaporkan 61 kasus domestik saat wabah varian Delta menyebar ke puluhan kota setelah kasus infeksi pada para petugas kebersihan bandara di Nanjing, yang kemudian memicu rantai kasus yang dilaporkan di seluruh negeri.

Kota-kota besar termasuk Beijing telah melakukan tes terhadap jutaan penduduknya, menutup kompleks permukiman, dan mengkarantina kontak terdekat orang yang terinfeksi.

Kota Yangzhou, di dekat Nanjing, merupakan pemerintah daerah terbaru yang memerintahkan warga diam di rumah setelah tes skala besar mendeteksi 40 kasus infeksi baru dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 1,3 juta penduduk Yangzhou sekarang diam di rumah, di mana hanya satu orang dalam setiap rumah tangga yang diizinkan keluar rumah dalam sehari untuk belanja berbagai barang keperluan, seperti disampaikan pemerintah kota pada Selasa.

Pada Senin, Cina melaporkan 55 kasus baru virus korona yang ditransmisikan secara lokal. Virus menyebar cepat seiring merebaknya varian Delta di lebih dari 20 kota dan 12 provinsi.

Pemerintah daerah di kota-kota besar termasuk Beijing telah menguji jutaan penduduk. Selain itu kompleks perumahan ditutup dan menempatkan orang yang kontak dekat dengan pasien Covid-19 di karantina.

Cina sebelumnya menganggap telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Angka kasus Covid-19 hampir nol sejak virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan pada 2019.

Namun wabah kembali merebak dari Nanjing akibat masuknya varian delta. Sebanyak sembilan petugas kebersihan di bandara internasional dinyatakan positif pada 20 Juli 2021 yang mengancam keberhasilan Cina mengendalikan wabah.

Setelah itu lebih dari 360 kasus domestik dilaporkan dalam dua minggu terakhir. Di tempat wisata Zhangjiajie, dekat Zhuzhou, wabah menyebar bulan lalu di antara pengunjung teater.

Virus itu kemudian terbawa ke rumah dan menyebar hingga ke seluruh negeri. Zhangjiajie pun memberlakukan lockdown di kota berpenduduk 1,5 juta orang sejak Jumat pekan lalu.

Diterbitkan di Berita

BEIJING, NETRALNEWS.COMPemerintah China pada Minggu (1/8/2021) melaporkan 75 kasus baru COVID-19 di wilayah daratan yang tercatat pada 31 Juli, termasuk kasus baru penularan lokal di delapan provinsi. Angka itu naik dari 55 kasus sehari sebelumnya.

Gelombang baru itu jadi bagian dari wabah varian Delta COVID-19 yang terus meluas dan makin memburuk, setelah berbulan-bulan China mencatat nol kasus atau sedikit kasus penularan lokal.

Provinsi Jiangsu di bagian timur mencatat 30 kasus baru penularan lokal, naik dari 19 dari hari sebelumnya. Sebelumnya dikabarkan pada Sabtu bahwa sebuah klaster di ibu kota provinsi itu, Nanjing, telah meningkat menjadi 184 kasus.

Para pejabat pada Jumat mengatakan kasus awal wabah di Nanjing terkait dengan pekerja Bandara Internasional Lukou yang tertular setelah membersihkan sebuah pesawat dari Rusia yang membawa penumpang terinfeksi.

Mereka mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut disebabkan oleh varian Delta virus corona. Sebanyak 12 kasus baru juga dilaporkan di Henan, China bagian tengah, di mana kota Zhengzhou yang terhantam banjir melaporkan 11 kasus baru pada Sabtu, selain 16 kasus tanpa gejala.

China tidak memasukkan jumlah kasus tanpa gejala ke data resmi. Total jumlah kasus infeksi terkini China mencapai 1.022 kasus, dengan nol kematian baru yang dilaporkan. Selama pandemi, negara itu mencatat 93.005 kasus COVID-19.

Hingga 30 Juli, China telah memberikan 1,6 miliar dosis vaksin COVID-19 kepada penduduknya.

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia menyoroti pernyataan akun bernama  GarudaHitam @SilumanRi yang viral di sosial media. 

"Jika nanti tiba saatnya kalian rakyat kelaparan, maka mulailah dari sekarang menyerbu supermarket, mall, swalayan milik China yang saat ini justru menimbun sumber bahan pokok tersebut. serbu dan dapatkan dengan gratis untuk kalian pribumi bertahan hidup,” kata akun GarudaHitam@SilumanRi.

Ade Armando kemudian  menanggapi cuitan tersebut dengan mempertanyakan mengapa “kadrun” mendukung PPKM diperpanjang.

“Kenapa ya Kaum Kadrun ngotot banget supaya PPKM dilanjutkan? Ada yang faham?” cuit Ade Ar,mando, Minggu malam 18 Juli 2021.

“Mereka membayangkan kalau PPKM dilanjutkan, masyarakat akan kelaparan. Karena itulah mereka memprovokasi sejak awal. . . Biadab!” imbuhnya.

Sementara sebelumnya secara terpisah diberitakan bahwa rencana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mendapat penolakan oleh relawan Jokowi.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer menegaskan, adanya wacana perpanjangan PPKM sangat tidak etis. Apalagi tanpa adanya adanya evaluasi dari PPKM yang sedang berjalan.

"Harusnya ada evaluasi dulu. Tunggulah tanggal 17 atau 18 Juli. Kalau ada penurunan signifikan Covid-19, rasanya tak perlu diperpanjang," tegas Noel, sapaan Immanuel seperti dinukil RMOL, Kamis (15/7). 

Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa-Bali 2021 Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah baru akan mengumumkan secara resmi hasil keputusan perpanjangan PPKM darurat pada dua sampai tiga hari lagi. Luhut mengaku pemerintah dilema dalam mengeluarkan kebijakan dari perpanjangan PPKM ini yaitu ekonomi terdampak bagi rakyat kecil dan menekan laju varian covid-19 varian Delta.

Dia mengatakan, evaluasi dari pelaksanaan PPKM Darurat ini yang telah diselenggarakan sejak 3 Juli 2021 lalu. "Disatu sisi dampat terhadap ekonomi rakyat kecil juga sangat cukup besar,  akibat penurunan mobilitas dan aktifitas di masyarakat. Mall dan pusat perbelanjaan harus tutup. karyawan  pabrik dikurangi, yang masuk aja harus dipastikan protokol kesahatan, restoran dan tempat makan hanya melayani take away,"kata Luhut melalui Konferensi Virtual, Sabtu (17/07/2021)

Luhut memaparkan dengan adanya kebijakan PPKM, Mobilitas masyarakat menjadi terhambat dan akan berdampak kepada pendapatan harian para pekerja dan pegadang kecil.

"Disatu sisi, bukan kebijakan yang mudah untuk melanjutkan PPKM ini,disatu sisi kita harus menekan penyebaran kasus varian delta yang eksponensial atau naik sangat tinggi.Bukan pemerintah yang mudah satu sisi menghentikan eksponensial agara para perawat, dokter, nakes di rumah sakit serta puskesmas bisa menyembuhkan para pasien nya saat ini,"  tandasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

 
Diterbitkan di Berita

alinea.id - Jutaan warga China menghadapi larangan akses ruang publik termasuk sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan kecuali mereka sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Aturan ini berada di bawah dekrit baru yang mencakup hampir 24 kota dan kabupaten.

Coronavirus pertama kali muncul di kota Wuhan di China tengah pada akhir 2019, tetapi sejak itu, sebagian besar China telah berhasil mengendalikannya. Ibu kota China Beijing, bertekad untuk tetap mempertahankan keadaan tersebut. 

Aturan baru ini sebagai akar dari munculnya varian Delta yang sangat menular di seluruh Asia. Aturan ini akan diberlakukan di banyak kota lapis kedua sebagai penanda kemungkinan apa yang akan terjadi di seluruh negara tersebut.

China memiliki target nasional untuk menginokulasi 64% dari 1,4 miliar penduduknya pada akhir tahun. Di Kota Chuxiong di Provinsi Selatan Yunnan yang berpenduduk 510.000 orang, semua penduduk di atas usia 18 tahun perlu mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin pada 23 Juli, menurut pemberitahuan pemerintah.

Mereka yang gagal memenuhi tenggat waktu tidak akan diizinkan memasuki fasilitas umum termasuk rumah sakit, panti jompo, taman kanak-kanak dan sekolah, perpustakaan, museum, atau naik transportasi umum.

Pemberitahuan serupa dikeluarkan oleh pihak berwenang di setidaknya 12 kota dan kabupaten di seluruh negeri, termasuk enam di Provinsi Jiangxi timur, satu di Sichuan, satu di Gaungxi dan tiga di Provinsi Fujian.

Banyak yang mengatakan mereka ingin menyuntik 70 hingga 80% populasi lokal pada September melebihi target nasional. Kabupaten Tianhe di Provinsi Henan tengah mengancam akan berhenti membayar upah dan memberhentikan pegawai negeri mana pun yang tidak disuntik pada 20 Juli, menurut pemberitahuan resmi.

Setidaknya 12 tempat telah menempatkan sukarelawan di gedung-gedung pemerintah, stasiun kereta api, dan ruang publik sibuk lainnya untuk mencatat nama dan informasi kontak mereka yang tidak divaksinasi. Tidak jelas apakah informasi ini kemudian dibagikan dengan satuan tugas pencegahan pandemi lokal.

Keberhasilan China dalam menekan wabah coronavirus, ditambah masalah keamanan vaksin, menyebabkan penyerapan yang rendah ketika kampanye vaksinasi negara itu diluncurkan tahun lalu, dan para pejabat telah menggunakan serangkaian insentif untuk meningkatkan jumlah inokulasi.

Hingga Selasa (12/7) China telah memberikan lebih dari 1,4 miliar dosis vaksin Covid-19, kata Komisi Kesehatan Nasional, tanpa merinci jumlah orang yang divaksinasi.

Sumber : thehindu.com

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2