VOA Indonesia Pejabat PBB yang menjadi Koordinator Kemanusiaan dan Kediaman Warga di Yaman, David Gressly, mengatakan konflik dan kekerasan yang terus berlanjut di Yaman berdampak besar pada warga yang sangat ingin dapat segera membangun kembali kehidupan mereka.

Gressly berbicara di Jenewa pada Senin (11/10), sehari setelah ledakan bom mobil di kota pelabuhan Aden yang menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 110 orang lainnya.

“Saya melihat hancurnya sekolah, pabrik, jalan, jembatan dan juga sistem listrik. Hal-hal yang tujuh tahun lalu membuat Yaman dapat berfungsi, kini sudah tidak lagi ada," katanya.

Pasukan keamanan Yaman dan tim penyelamat berkumpul di sekitar bangkai mobil yang terbakar menyusul ledakan yang melanda kota pelabuhan selatan Yaman, Aden, pada 10 Oktober 2021. (Foto: AFP)
Pasukan keamanan Yaman dan tim penyelamat berkumpul di sekitar bangkai mobil yang terbakar menyusul ledakan yang melanda kota pelabuhan selatan Yaman, Aden, pada 10 Oktober 2021. (Foto: AFP)

Mantan pekerja bantuan itu memperingatkan eskalasi pertempuran baru-baru ini di bagian utara propinsi Marib yang kaya minyak. “Hal ini menambah orang yang mengungsi di kawasan itu, yag sebenarnya sudah mencapai satu juta orang.”

Ia juga memaparkan kantong-kantong wilayah di mana pertempuran masih terus berlanjut sehingga PBB tidak dapat menyampaikan bantuan. Kekhawatiran sejak lama adalah potensi terjadinya kelaparan akut di Yaman.

PBB pada bulan Maret lalu telah menyerukan dikumpulkannya anggaran hingga $3,5 miliar untuk membantu mengatasi bahaya kelaparan akut itu, tetapi hingga saat ini yang terkumpul baru $2,1 miliar. PBB berjanji akan memberikan tambahan $500-600 juta.

Gressly mengatakan warga Yaman membutuhkan lebih dari sekedar layanan darurat seperti kesehatan, pendidikan, air bersih, akses dan dukungan bagi pengungsi di dalam negara itu sendiri, dan dukungan kehidupan.

Anggaran untuk mendanai semua hal itu, tambahnya, hanya mencapai di bawah 20 persen. “Kita tidak dapat mengabaikan hal ini!” tegas Gressly. [em/jm]

Diterbitkan di Berita

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Budayawan Ridwan Saidi memberikan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut bahwa Habib Rizieq adalah seorang Satrio Piningit, sosok yang selama ini kedatangannya ditunggu-tunggu.

"Kalau saya merujuk kepada kebudayaan jawa, Habib Rizieq itu adalah Satrio Piningit, orang yang ditunggu-tunggu," ujar Ridwan Saidi dalam channel Youtube Refly Harun, dikutip pada Jumat (2/1/2021). 

Ridwan kemudian membandingkan kondisi sekarang dengan kondisi perpolitikan di tahun 1950an. Dimana, terdapat perbedaan jauh dalam pengistilahan politikus.

"Kalau kritik kepada partai-partai itu cuma satu saja dalam pandangan kita dengan tahun 1950. Tahun 1950 itu ada yang mereka katakan politikus. Politikus itu mempunyai syarat intelektualitas, punya etika. Kalau sekarang istilahnya pekerja politik. Kalau nggak ada intelektual, nggak ada etika, itu namanya pekerja politik" ungkapnya.

Namun, ada perbedaan mencolok dengan politik tahun 1950, yang mana saat ini sosok idol type itu sudah muncul, yakni Habib Rizieq. "Sekarang sudah ada idol type yang namanya Habib Rizieq, yang ditunggu-tunggu sudah tiba.

Nah benar kalau serius kawan-kawan di Front Persaudaran Islam tu tinggal dirinci program yang tadi, yang termasuk ada, intelektualitas kayaknya belum ada ya?" ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar FPI sekarang bisa bekerja untuk seluruh bangsa.

Ridwan Saidi menilai, Habib Rizieq akan merasa senang jika FPI mau bekerja untuk bangsa Indonesia.

"FPI juga bekerja untuk seluruh bangsa, berkhidmat untuk seluruh bangsa. Sehingga itu akan menggembirakan Habib Rizieq yang mempunyai tesis S2 maupun S3 tentang Pancasila kalau nggak salah, itu akan lebih baik kalau gitu," sebut Ridwan Saidi.

Sementara itu, ungkapan Babe Ridwan Saidi tersebut langsung riuh di media sosial. Warganet heran dengan pernyatan Babe Ridwan dan menudingnya tidak paham akan sejarah.

 

 

"Konsep satrio piningit tuh apa tau gk sih sejarawan abal2 nih. Mendadak jadi sejarawan. Padahal disiplin ilmunya apa coba. Yg bilang sriwijaya perompak pula wkwkwk. Susah jaman skrg banyak orang2 multitalent.Ada pula yg mendadak bisa menguasai semua ilmu pdhl cm filsafat," tulis @NFEffendi.

"Dalam Islam / arab aplagi kilapah ala2 dia, gak ada itu Satrio Piningit. Satrio Piningit hanya berlaku dalam budaya jawa. Si embah ini nglindur apa pikun atau ngomong karena disuruh ya," tulis @AndyBeezee

"Sori mbah, anda tahu tidak artinya satrio piningit, kalau nggak tahu jangan asal ngomong dong, udah sana cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi trus ganti baju lanjut tidur, udah malem. Kalau tidur jangan kebablasen ya," @DradjatKuntjor2

Ramalan tentang Satrio Piningit

Dikutip dari berbagai sumber, Satria Piningit atau Ratu Adil merupakan mitologi yang mengatakan bahwa akan datang seorang pemimpin yang akan menjadi penyelamat, ia akan membawa keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Raja tersebut disebut juga "Erucokro". Ramalan tentang datangnya Ratu Adil ini berasal dari Prabu Jayabaya, Raja Kediri 1135-1157, yang kemudian diteruskan oleh pujangga Kraton Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802-1973).

Pertanda kedatangan Ratu Adil adalah adanya kemelut sosial, malapetaka alam, serta jatuhnya raja besar yang ditakuti. Pemerintahan yang mengganti raja yang ditakuti tidak berlangsung lama.

Ratu Adil bersenjata trisula weda. Sebagaimana yang disebutkan oleh ramalan Jayabaya senjata Ratu Adil adalah trisula, senjata bermata tiga dan weda. Untuk kalimat yang satu ini dimaknai secara tersirat, karena Satrio yang dipingit tidak membawa trisula ke mana-mana.

Dalam pemaknaan trisula wedha, secara garis besar bisa dimaknai tiga menjadi satu, seperti ilmu, amal dan iman, bumi, langit, dan isinya: kiri, kanan, tengah: bener, jejeg, dan jujur, atau apa pun yang secara filsafat mengandung makna tiga menjadi satu.

Hal ini, sesuai dengan derajat dewa, sehingga berkelakuan mulia. Ratu Adil, Satria Pininggit bukan Imam Mahdi dan bukan merupakan sosok yang sama, sangat berbeda, Jawa kuno (dwipa) mengenal sosok Ratu Adil dari zaman dahulu, dia adalah sosok keturunan dari Krisna.

Dalam ugo wangsit Sliwangi tertulis jelas bahwa Ratu Adil atau budak angon (kiasan dari orang atau golongan rakyat biasa), disebutkan pula dalam ugo wangsit siliwangi bahwa ratu adil atau budak angon ditemani oleh pemuda berjanggut (orang yang dekat sebagai penasehat).

Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa Satrio Piningit itu adalah sosok ksatria pilihan yang akan muncul bersamaan puncak terjadinya goro-goro,  gonjang-ganjing dan ketidakadilan di negeri ini.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi

Diterbitkan di Berita