Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Menjelang akhir 2021, dunia masih berkutat dengan pandemi COVID-19. Bahkan di beberapa negara kasus virus corona kembali melonjak. Hal itu terjadi di Singapura. Selain Singapura, salah satu wilayah di negara asal corona, China, mengalami peristiwa serupa.
 
Kumparan merangkum beberapa berita corona yang terjadi di dunia sepanjang Jumat hingga Sabtu (17-18/9/2021) ini:
 

1. India Diminta Bantu Sebarkan Vaksin

Kabar Corona Dunia: Kasus di Singapura Meroket; Warga di Xiamen Diminta di Rumah (1)
Seorang petugas kesehatan memberikan dosis COVISHIELD, vaksin corona yang diproduksi oleh Serum Institute of India kepada seorang warga di Lidderwat, distrik Anantnag, Kashmir selatan, India. Foto: Sanna Irshad Mattoo/REUTERS
 
Kebutuhan vaksin COVID-19 saat ini mencapai hingga miliaran dosis untuk bisa diberikan kepada seluruh penduduk dunia. Sayangnya, hingga kini, vaksinasi masih belum bisa merata sehingga masih banyak negara maupun warga dunia yang belum menerima dosis pertama. 
India merupakan salah satu negara yang telah memproduksi vaksin COVID-19 sendiri. Atas kemampuan India ini, negara itu diharap dapat segera mendonasikan produksi vaksinnya untuk negara-negara lain.
 

2. Penularan Virus Corona di Singapura Meroket, Sekolah Ditutup

Kabar Corona Dunia: Kasus di Singapura Meroket; Warga di Xiamen Diminta di Rumah (2)
Para siswa menggunakan masker di Sekolah di Singapura (2/6). Foto: REUTERS/Edgar Su
 
Penularan virus corona kembali melonjak di Singapura. Pada Jumat (17/9), penambahan kasus COVID-19 mencapai 935 orang. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar sejak April 2021.
Pemerintah Singapura langsung memberlakukan sejumlah kebijakan untuk menekan laju penyebaran virus corona. Salah satunya adalah penutupan pembelajaran tatap muka selama 10 hari di sekolah dasar.
 

3. Warga Xiamen Diminta di Rumah

Kabar Corona Dunia: Kasus di Singapura Meroket; Warga di Xiamen Diminta di Rumah (3)
Warga mengantre untuk menjalani tes COVID-19 di Xiamen, di provinsi Fujian timur China, 14 September 2021. Foto: STR / AFP / China OUT
 
Pemerintah daerah Xiamen di China meminta warganya tetap di rumah. Perintah itu dikeluarkan menyusul semakin melonjaknya virus corona. Selain meminta warga di rumah, pemerintah daerah Xiamen menutup sarana olah raga, hingga taman.
Warga diizinkan keluar rumah hanya jika ada keperluan mendesak.
Diterbitkan di Berita

INDOZONE.IDMenteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi di Indonesia telah rebound atau membaik daripada tahun lalu dan membandingkannya dengan Singapura serta Malaysia yang belum memiliki nasib serupa.

Pandemi yang terjadi di hampir seluruh negara membuat seluruh ekonominya jatuh, termasuk dengan Indonesia. Pada kuartal II 2020, ekonomi RI minus 5,32 persen atau hanya di posisi Rp2.500 triliun. Nilai ini jadi yang terparah sejak pemerintahan Presiden Habibie. 

Namun dengan perlahan ekonomi Indonesia mulai bangkit. Pada kuartal II 2021, ekonomi RI naik sampai 7,07 persen atau naik ke posisi 2.773 secara tahunan. Tapi tak semua negara punya perbaikan seperti Indonesia.

"Apakah dengan adanya kontraksi ekonomi menjamin rebound? Ternyata tidak. Lihat Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. GDP (produk domestik bruto) mereka di kuartal II 2021 belum bisa melewati kondisi sebelum COVID-19," kata Sri Mulyani, dikutip pada Rabu (1/9).

Menurutnya, keberhasilan ini membalikkan keadaan lantaran APBN bekerja sangat teratur. Alokasi yang semula dirancang hanya Rp400 triliun, kini ditambah jadi Rp774 triliun. 

"Ekonomi semester I ini kita sudah melewati fase resesi. Dan kedepannya ditentukan oleh kemampuan kita kendalikan COVID-19. Varian baru bisa berpotensi disrupsi, karena itu seluruh kebijakan harus adaptif dan fleksibel tapi harus ada arahan yang jelas untuk melindungi masyarakat," pungkas Sri Mulyani.

Diterbitkan di Berita

katadata.id Singapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19, dengan mencatat 156 kasus baru yang ditularkan secara lokal pada Selasa (31/8). Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir.

Dilansir dari Channel News Asia, menurut data harian Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), 26  dari kasus baru terkait dengan kluster staf pertukaran bus, yang kini telah berkembang menjadi total 276 infeksi di delapan kluster.

Kemudian, sebelas dari kasus baru berasal dari kluster Bugis Junction, yang sekarang memiliki 222 kasus.

Dari 156 kasus baru yang dilaporkan pada Selasa (31/8), Dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Selasa, 48 infeksi terkait dengan kasus sebelumnya dan telah ditempatkan di karantina.

Sedangkan 29 infeksi terkait lainnya terdeteksi melalui pengujian pengawasan. Kementerian Kesehatan Singapura mengungkapkan, di antara kasus baru tersebut, dua kasus di atas usia 70 tahun yang tidak divaksinasi atau baru divaksinasi dosis pertama, dan berisiko sakit serius.

Kasus baru Covid-19 pada Selasa (31/8) merupakan jumlah harian tertinggi dari kasus penularan lokal sejak 22 Juli lalu, ketika Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 162 kasus.

Sejak munculnya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu,  total kasus infeksi yang dilaporkan oleh Singapura mencapai 67.620 kasus dengan kasus kematian menembus 55 jiwa.

Sementara itu,  Singapura sudah memberikan 8,7 juta dosis vaksin Covid-19 di bawah program vaksinasi nasional, dengan lebih dari 4,3 juta orang telah menyelesaikan vaksinasi penuh pada Senin (30/8).

Selain itu, 167.242 dosis vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah diberikan pada Senin (30/8), mencakup 85.688 orang.

Secara total, 80% populasi Singapura telah menyelesaikan vaksinasi lengkap atau menerima dua dosis vaksin Covid-19, sementara sebanyak 83% telah menerima setidaknya satu dosis.

Diketahui, Pemerintah Singapura berencana membuka kembali berbagai kegiatan di negaranya serta akan hidup berdampingan dengan Covid-19 layaknya penyakit umum seperti influenza setelah capaian vaksinasi warganya sudah 80%.

Pemerintah Singapura akan melonggarkan lebih banyak pembatasan seperti perjalanan, pertemuan sosial, acara massal dan makan di tempat pada September. Singapura juga akan memudahkan akses masuk bagi warga negara asing serta wisatawan yang telah divaksinasi.

Pertemuan sosial juga akan dilonggarkan yang sebelumnya dibatasi dua orang menjadi lima orang. Acara massal seperti pertunjukan langsung akan diizinkan untuk menerima hingga 500 peserta, asalkan semuanya divaksinasi.

Jumlah ini akan dinaikkan menjadi 1.000 peserta jika persentase vaksinasi meningkat. Melonjaknya kasus Covid-19 di Singapur bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Perekonomian Singapura tumbuh 14,3% pada kuartal II-2021 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Pertumbuhan ini menunjukkan Singapura telah bangkit dari resesi, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak kuartal II-2010.

Kementerian Industri dan Perdagangan Singapura mengatakan pertumbuhan ekonomi yang menguat sebagian besar disebabkan oleh basis yang rendah pada kuartal II-2020.

Saat itu, pemerintah menerapkan karantina wilayah, sehingga ekonomi terkontraksi 13,3% secara tahunan.  Ekonomi Singapura pun berangsur membaik setelahnya, meski masih dalam fase kontraksi.

Pertumbuhan ekonomi Negeri Singa tercatat sebesar -5,8% pada kuartal III-2020 dan -2,4% pada kuartal IV-2020. Angkanya baru tumbuh positif pada kuartal lalu, yakni 1,3%.

 

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi Editor: Maesaroh

Diterbitkan di Berita

tagar.id Jakarta - Singapura jadi salah satu negara di Asia yang telah sukses memvaksinasi 80% populasi secara penuh. Sementara itu, Jepang masih berjuang dengan kampanye inokulasinya setelah beberapa suntikan vaksin Moderna tercemar.

Singapura telah sepenuhnya memvaksinasi 80% populasi. Keberhasilan ini menjadikannya negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, di tengah upaya negara-negara lain yang sedang berjuang mengendalikan penyebaran varian Delta.

"Kami telah melewati tonggak sejarah lain, di mana 80% dari populasi telah menerima dua dosis vaksin," kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, dalam sebuah postingan di media sosial. "Kesuksesan itu berarti Singapura telah selangkah lebih maju dalam menangani Covid-19," tambahnya.

"Ini adalah hasil dari upaya kolektif banyak orang yang bekerja di belakang layar dan orang-orang Singapura maju untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka."

 

Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tagar/Dok Kemenkes)

 

1. Indonesia

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Indonesia bisa menyalip Jerman dalam hal laju vaksinasi Covid-19. Caranya dengan mengebut penyuntikan hingga 2,3 juta orang per bulan.

"Per hari ini saya lihat sudah 97,8 juta sudah kita suntikan, mudah-mudahan bisa mengejar Jerman kalau angkanya juga naik terus," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin, 30 Agustus 2021.

Menkes mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi hingga 100 juta dosis pada akhir bulan Agustus 2021. "Dan kalau bisa rata-ratanya ditingkatkan ke 2,3 juta," katanya.

olimpiade tokyo

Tokyo menjadi tuan rumah upacara pembukaan Paralimpiade (Foto: dw.com/id)

 

2. Jepang

Jepang menargetkan vaksinasi penuh warganya pada Oktober atau November mendatang, menurut Kepala Program Vaksinasi Nasional Taro Kono. Dia juga menjanjikan suntikan booster untuk pekerja medis dan orang tua pada awal tahun depan.

"Jepang menargetkan tingkat vaksinasi 80%," kata Kono di Fuji TV.

Target tersebut diyakini akan tetap dijalankan meski Jepang tengah berurusan dengan vaksin Moderna yang tercemar, yang dilaporkan telah mengorbankan dua warganya. Inokulasi di pusat vaksinasi skala besar di prefektur Okinawa pun dihentikan pada Minggu (29/08) setelah pencemaran ditemukan di beberapa suntikan.

 

Dr Anthony Fauci

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS (Foto: voaindonesia.com/AP)

 

3. Amerika Serikat

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan Amerika Serikat tetap berpegang pada implementasi vaksin booster Covid-19 kepada warganya, delapan bulan setelah menerima dosis kedua.

Fauci menyebut "tidak ada keraguan" dalam pikirannya bahwa orang perlu mendapatkan suntikan tambahan setelah mereka menerima vaksin Pfizer atau Moderna dua dosis, mengingat masifnya penyebaran varian Delta yang sangat menular.

"Hanya sekitar 50% atlet pria pada turnamen US Open yang telah divaksinasi," kata juru bicara ATP. Sementara bagi penonton yang ingin menyaksikan US Open, wajib memiliki setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19 [ha/hp (Berbagai sumber)]/dw.com/id. []

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura melarang warganya menjenguk pasien dengan penyakit apa pun di rumah sakit demi mengurangi potensi penularan Covid-19.

Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa aturan ini mulai berlaku besok, Kamis (5/8) hingga 18 Agustus mendatang.

Meski demikian, ada pengecualian untuk empat kelompok, yaitu jika pasien sangat sakit, pasien bayi atau anak, pasien ibu yang akan atau baru melahirkan, juga pasien berkebutuhan perawat khusus.

Kelompok tersebut bisa dijenguk satu orang yang sudah menyerahkan hasil tes negatif Covid-19, dengan durasi tak lebih dari 30 menit dalam sehari. Penjenguk juga hanya bisa berada di samping tempat tidur pasien.

Kemenkes Singapura menegaskan bahwa penjenguk tak diperkenankan menggunakan toilet pasien, duduk di tempat tidur, juga makan dan minum di dalam kamar.

"Untuk pasien yang sangat sakit, bisa dijenguk lima orang yang sudah didaftarkan sebelumnya, dengan maksimal dua pengunjung di samping tempat tidur dalam sekali kunjungan dengan durasi kunjungan tidak lebih dari 30 menit," demikian pernyataan Kemenkes Singapura.

Penjenguk bisa tinggal lebih dari 30 menit jika pasien benar-benar membutuhkan pendamping terlatih. Namun, para pendamping itu harus menyerahkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen yang diawasi langsung oleh rumah sakit.

The Straits Times melaporkan bahwa Kemenkes mengambil tindakan ini setelah mereka mendeteksi peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini, termasuk dari staf dan pasien di rumah sakit.

Sejauh ini, Kemenkes Singapura sudah menemukan klaster-klaster Covid di Changi General Hospital dan Yishun Community Hospital sejak Minggu (1/8).

Dengan kemunculan klaster-klaster baru itu, kasus Covid-19 di Singapura pun melonjak dengan angka hampir 100 setiap harinya sejak pekan lalu.

Angka ini melonjak dari bulan lalu, ketika Singapura melaporkan puluhan kasus Covid-19, sampai-sampai mereka sudah berencana melonggarkan aturan perbatasan.

Dengan penambahan saat ini, Singapura secara keseluruhan sudah melaporkan 63.315 kasus Covid-19 dengan 38 kematian sejak pandemi melanda tahun lalu.

(has)

Diterbitkan di Berita

Suara.comSingapura melaporkan lonjakan kasus Covid-19 terbesar dalam 10 bulan terakhir setelah satu kluster terdeteksi di sebuah karaoke plus-plus.

Menyadur Al Jazeera Sabtu (17/7/2021), Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 56 kasus pada hari Rabu (14/7). Sebanyak 42 kasus terdeteksi di klaster karaoke.

Kluster karaoke pertama kali terdeteksi ketika seorang wanita Vietnam mengunjungi dokter karena mengalami masalah pernapasan akut pada Minggu.

Wanita Vietnam tersebut memasuki Singapura pada Februari 2021 menggunakan visa jangka pendek dan disponsori oleh sang pacar yang seorang warga Singapura.

Pihak berwenang berhasil melacak bahwa wanita tersebut sempat mengunjungi tempat karaoke. Setelah itu, kasus lain mulai terdeksi. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) langsung terjun menginvestigasi penyebaran di kalangan pramuria yang kerap berpindah-pindah belasan KTV yang berbeda lokasi.

Jumlah kasus Covid-19 langsung melonjak drastis, dari 12 kasus pada Selasa (13/7) tembus 120 kasus hingga Jumat (16/7). Meskipun aturan pembatasan sudah dicabut, Pemerintah Singapura masih melarang kelab malam dan karaoke untuk buka.

"Setiap outlet yang menyediakan layanan, permainan dadu, dan semua kontak yang sangat dekat ini, tidak pernah diizinkan," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung kepada Channel News Asia. Setelah terjadi kluster tersebut, Ong Ye Kung memperingatkan polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar.

Polisi Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menangkap 20 wanita pada Rabu malam, di antaranya warga Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, atas dugaan kegiatan di karaoke KTV.

Today melaporkan bahwa tiga operator karaoke sedang diselidiki karena melanggar aturan jarak sosial, tetapi tidak terkait dengan kluster. Ong mengatakan tidak ada rencana untuk kembali menerapkan pembatasan yang baru-baru ini dilonggarkan setelah kluster tersebut ditemukan.

Di antara mereka yang terinfeksi juga seorang penumpang kapal pesiar yang dibawa ke rumah sakit pada hari Rabu. Hampir 3.000 penumpang dan awak saat ini diisolasi, menunggu hasil tes keluar.

Pada bulan Mei, Singapura telah memberlakukan pembatasan khusus yang bertujuan memperlambat penyebaran varian Delta. Pembatsan ini juga bertujuan untuk menyelesaikan program vaksinasi yang ditargetkan mencapai dua pertiga dari populasinya pada 9 Agustus.

Diterbitkan di Berita

“Saat pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dan para Menteri Singapura selalu ditanyakan bantuan apa yang bisa dilakukan Singapura, terutama di dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Indonesia berterima kasih atas respon cepat untuk menambah peralatan yang dibutuhkan untuk distribusi oksigen. Sekarang ini tantangannya memang bagaimana produksi oksigen yang ada bisa cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Menko Airlangga dalam siaran pers yang diterima, Kamis (15/7/2021).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Singapura berkomitmen menambah bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen sebanyak 24 unit ke Indonesia, yang akan dikirimkan secara bertahap dalam enam pekan ke depan.

“Pemerintah Singapura berkomitmen menambah bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen sebanyak 24 unit. Melalui Smart Gas akan dilakukan refurnished terhadap Iso Tank yang tersedia di Singapura dan sebagian lagi akan dipesan yang baru dari Tiongkok,” sebutnya.

Dalam upaya penanganan Covid-19, terutama varian Delta yang tingkat penyebarannya sangat cepat, pemerintah Indonesia terus mengambil langkah pengendalian penyebaran virus ini. 

Pemerintah, kata Airlangga, telah menambah tempat-tempat isolasi mandiri untuk mereka yang terinfeksi Covid-19. Penambahan ruang isolasi mandiri memerlukan dukungan peralatan baik tabung silinder maupun Iso Tank untuk mendistribusikan oksigen yang ada.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha Indonesia di Singapura, Menko Airlangga juga mengapresiasi inisiatif mereka untuk mengumpulkan bantuan oxygen concentrator. 

Sejauh ini sudah terkumpul 11 ribu oxygen concentrator, dan pengiriman pertama sebanyak 1.500 unit sudah tiba di Jakarta. Kolaborasi antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Singapura diorganisir oleh Temasek.

Sementara, Istri PM Singapura, Ho Ching turun tangan langsung untuk memastikan donasi itu bisa terkumpul dan dikirimkan ke Indonesia sesegera mungkin. 

Diterbitkan di Berita

alinea.id Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa dukungan kerja sama pemerintah Singapura berupa alat-alat kesehatan bagi Indonesia tiba pada Jumat (9/7).

Dikutip dari keterangan resmi Kemlu RI, bantuan dari Singapura termasuk 200 ventilator, 256 tabung oksigen kapasitas 50 liter, masker, sarung tangan, APD, tutup kepala, serta alat kesehatan lainnya. 

"Dukungan tersebut dikirim melalui jalur udara dan akan terdapat beberapa dukungan yang akan dikirim melalui jalur laut," tutur Kemlu RI dalam pernyataannya.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan pengadaan secara mandiri (pembelian) dari Singapura berupa 10,000 unit oxygen concentrator, di mana sebagian kecil yaitu 30 unit telah tiba bersama dengan dukungan pemerintah Singapura.

Kemlu menyatakan bahwa selain Singapura, pada Jumat juga akan tiba dukungan kerja sama penanganan pandemik Covid-19 dari Australia berupa 1.000 ventilator.

Dukungan kerja sama telah ditawarkan oleh sejumlah negara kepada Indonesia, yaitu Amerika Serikat, Belanda, Australia, Jepang, Inggris, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), India, China, dan entitas internasional lainnya. 

Kemlu RI menambahkan, dukungan kerja sama yang ditawarkan antara lain berupa vaksin, obat-obatan, maupun alat kesehatan lainnya.

"Indonesia mengapresiasi tawaran dukungan kerja sama tersebut," jelas Kemlu RI. "Kerja sama dan kolaborasi adalah prinsip yang terus dikedepankan oleh dunia agar dunia dapat segera keluar dari pandemi ini secara bersama."

Diterbitkan di Berita
Konten ini diproduksi oleh kumparan
 
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Pandjaitan bergerak cepat mengatasi sejumlah masalah penanganan corona. Salah satunya terkait kebutuhan tabung oksigen yang terus melonjak. "Suplai oksigen yang tidak mencukupi untuk kebutuhan medis, betul. Tapi setelah 3 hari terakhir kami mobilisasi ambil dari mana-mana," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Selasa (6/7).
 
Ia menambahkan, terbaru ada kiriman 21 tank pembawa tabung oksigen sudah sampai DKI Jakarta hari ini dan langsung didistribusikan. "Kemudian juga oksigen dari Cilegon, oksigen di Batam, dan sekarang kita arahkan 100 persen oksigen dari industri untuk membantu dulu kesehatan karena kita lihat 2 minggu ke depan," ungkapnya.
 
Kebutuhan Oksigen Melonjak, RI Pesan 10 Ribu Tabung ke Singapura (1)
Ilustrasi anak menggunakan masker oksigen. Foto: Shutter stock
 
"Sementara itu kita arahkan supaya oksigen ini murni menolong orang di isolasi dan rawat intensif. Sementara yang ringan akan diarahkan ke oksigen konsentrator. Ini ambil dari udara biasa, diproses, dan bisa dihirup," tambah dia. 
Selain itu, pemerintah juga telah memesan tabung oksigen juga ke Singapura. Semua demi perawatan yang lebih baik untuk pasien corona.
 
"Sekarang kita pesan 10 ribu dan sebagian datang pakai pesawat Hercules dari Singapura dan akan ambil dari tempat-tempat lain bila dirasakan masih ada kekurangan," jelas Luhut.
Diterbitkan di Berita

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth Jakarta - Menghadapi lonjakan kasus COVID-19, Singapura akan memberlakukan 'lockdown' atau pembatasan ketat. Kebijakan ini mulai berlaku pada Minggu (16/5/2021) hingga pertengahan Juni 2021.

Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan COVID-19 di negaranya tidak bisa dihadapi dengan hanya mengandalkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Kami terus mendorong warga Singapura untuk divaksinasi... Namun penting untuk diingat bahwa kami tidak dapat mengandalkan herd immunity," ucap Gan, dikutip dari The Straits Times, Jumat (14/5/2021).

"Akan ada beberapa orang yang tak bisa divaksinasi, karena kondisi medis. Meski (vaksin Corona) dapat melindungi dari penyakit parah, itu tidak sepenuhnya menghentikan infeksi atau penularan," tambahnya.

Menurut Gan, vaksinasi COVID-19 bukanlah satu-satunya cara untuk melawan virus Corona. Oleh karena itu, kata Gan, herd immunity tak bisa menjadi jaminan Singapura bisa terbebas dari COVID-19.

"Vaksinasi harus dilihat sebagai salah satu dari banyak alat yang bisa kita gunakan... Tindakan seperti menjaga jarak tetap sangat penting dilakukan dan upaya pelacakan kontak (contact tracing) adalah bagian tak terpisahkan dari rangkaian alat yang kami gunakan untuk melindungi Singapura," jelasnya.

Diterbitkan di Berita
Halaman 1 dari 2