rmol.id Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan merupakan sosok yang sangat peduli pada kebudayaan dan menjadikan budaya sebagai sarana dakwah. Atas alasan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak kader dan elite Muhammadiyah untuk mendukung dan menaruh perhatian akselerasi kegiatan kebudayaan dan membangun kebudayaan berkemajuan.
 
Ajakan disampaikan langsung saat Haedar Nashir memembuka acara Festival Kampung Kreativitas Nasional Muhammadiyah untuk Negeri 2021” yang digelar secara daring, Jumat (20/8). “Kader dan elite Muhammadiyah tidak boleh anti terhadap kebudayaan, sebab menurut Fatwa Majelis Tarjih kebudayaan bukan suatu yang diharamkan,” kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (22/8).

Dalam acara ini, Haedar Nashir turut membacakan puisi karyanya berjudul "Kampoengku”. Setelah itu, puisi "Kampoengku" juga dibacakan bergiliran oleh sastrawan Heru Joni Putra dengan David K Alka, esais dan alumni INS Kayu Tanam, Padang Pariaman.
Sastrawan Heru Joni Putra merupakan tokoh seni 2017 versi Majalah Tempo. Buku puisi pertamanya berjudul Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa (2017) memperoleh penghargaan “sebagai Buku Sastra Terbaik 2017 versi Majalah Tempo”.

Buku tersebut sudah dialihbahasakan ke bahasa Inggris oleh George A Fowler dengan judul “Will Badrul Mustafa Never Die: Verse from the Front” (2020). Sementara David K Alka telah menulis puisi sejak di bangku SMA di INS Kayu Tanam dan pernah dimuat di Majalah Sastra Horison.
Selain itu, dia juga pernah menjadi nominasi dalam lomba menulis puisi antologi Bung Hatta dalam Puisi (2001).
 
Sajaknya juga masuk dalam buku Dian Sastro for President (2004), Luka Aceh Duka Semua (2005), Muhammadiyah Sebagai Tenda Kultural (2004), dan lain sebagainya. David juga pernah membaca puisi di Kafe Sastra Jakarta, Ambon, Padang, dan Bengkulu. Adapun puisi “Kampoengku” karya Prof. Haedar Nashir adalah sebagai berikut:

Kampoengku

Dulu ditulis Kampoeng
Sekarang dieja Kampung
Di Portugis aselinya Campo
Bernama sama di negeri serumpun
Berpenduduk rukun hidup berhimpun

Kampoengku
Ranah terkecil berhunikan warga
Alamnya kaya anugerah Allah Pencipta
Berkomunitas satu bermahkota budaya
Kuat adab taat beragama
Tonggak utama hidup berbangsa

Kampoengku
Engkau suluh masa laluku
Di rantau jauh orang mengenangmu
Pulang kampung terjadi selalu
Jalin ikatan kuat menyatu
Asa hidup menyala di kalbu

Kampoengku
Masihkah lugu seperti dulu
Alam dirawat sejiwa sekalbu
Setiap warga saling membantu
Masalah bersama dipecahkan selalu
Bersendi guyub rukun bersatu

Kampoengku
Apa jejakmu setanggguh dulu
Ketika zaman berubah arah
Media sosial mengubah wajah
Lingkungan kian tak ramah
Hubungan warga sarat ananiyah

Kampoengku
Ketika di tanahmu mewabah pandemi
Alam marah terkuras kerakusan
Warga terbelah berebut serpihan kepentingan
Sadarkanlah dengan jiwamu nan aseli
Agar Nur Ilahi datang merahmati

Kampoengku
Kami rindu paras aselimu
Tanah leluhur warisan generasimu
Antargolongan hidup damai bersatu
Gemah ripah unggul nan maju
Itulah Kampung Indonesiaku!

Peleman, Jum’at 20 Agustus 2021.
 
EDITOR: WIDIAN VEBRIYANTO
Diterbitkan di Berita

Baju Daerah Jawa Tengah

Senin, 17 Agustus 2020 10:57

Pakaian Adat Jawa Tengah, Seperti yang diketahui bahwa negara Indonesia adalah negara Kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau. Pada masing-masing pulaunya pun memiliki ciri khas yang berbeda baik dari adat istiadat maupun budaya, tak terkecuali dengan pulau Jawa. 

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Aceh

Senin, 17 Agustus 2020 10:57

Pakaian adat Aceh untuk pria Linta Baro sedangkan untuk wanita adalah Daro Baro. Baik pada pakaian pria dan wanita memiliki ciri khas disetiap bagiannya. Pada pakaian Linat baro yang dikenakan oleh pria biasanya akan dikenakan pada acara kepemerintahan.

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Bangka Belitung

Senin, 17 Agustus 2020 10:57

Baju Seting dan Kain Cual adalah pakaian adat dari Bangka Belitung. Kain Cual memiliki kesamaan dengan kain songket yang merupakan khas dari Palembang. Walaupun memiliki kemiripan, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. 

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Yogyakarta

Senin, 17 Agustus 2020 10:48

Sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia keberadaan pakaian dianggap sebagai alat atau sarana untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari serta unsur pelengkap pada berbagai upacara adat yang mengandang nilai tertentu.

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Jawa Barat

Senin, 17 Agustus 2020 15:35

Pakaian Adat Jawa Barat sudah melekat pada budaya Sunda. Budaya Sunda adalah salah satu kebudayaan tertua di Indonesia. Banyak sekali ragam dan bentuk budaya jawa barat khususnya sunda yang sangat khas. Dan beberapa diantaranya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya dan harus dipertahankan.

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Jambi

Senin, 17 Agustus 2020 15:35

Melayu Jambi adalah baju adat yang berasal dari provinsi Jambi Karena mayoritas masyarakatnya adalah suku Melayu, sehingga kebudayaan Melayu pun begitu erat di sini. Salah satu warisan adat yang sampai saat ini masih dijaga oleh masyarakatnya adalah pakaian adat Jambi.

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Gorontalo

Senin, 17 Agustus 2020 10:44

Pakaian adat Gorontalo mempunyai keunikan sama halnya dengan provinsi lain. Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau sulawesi. Provinsi gorontalo sendiri berdiri bukan sejak kemerdekaan RI, namun pada era kepemerintahan Abdurahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gusdur.

Diterbitkan di Budaya

Baju Daerah Bali

Senin, 17 Agustus 2020 10:54

Budaya Nusantara memang menawarkan keanekaragaman, yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, salah satunya adalah pakaian adat yang dimiliki masing-masing daerah, memiliki bentuk, gaya, keindahan serta estetika tersendiri, seperti misalnya pakaian tradisional adat Bali

Diterbitkan di Budaya