Farih Maulana Sidik - detikNews Jakarta - Satpol PP Jakarta Barat (Jakbar) menelusuri jejak tukang bakso yang melayani pesanan pasien Corona dari halaman hotel tempat isolasi mandiri. Tukang bakso itu akan dites swab PCR untuk mencegah penularan.

"Udah kita cari sekitar situ, tapi belum ketemu. Satpol PP udah tanya ke RT, tapi belum ketemu. Kalau ketemu langsung bawa ke Puskesmas, jangan dilama-lamain," kata Kasatpol PP Jakbar, Tamo Sijabat, kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Tamo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakbar. Dia menyebut pelacakan kontak terkait tukang bakso melayani pasien Corona akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Jakbar.

Dia mengaku pihaknya kesulitan mencari jejak tukang bakso yang dimaksud. Menurutnya, tukang bakso itu sulit dikenali karena foto yang beredar adalah gambar yang menampilkan tukang bakso membelakangi kamera.

"Cuma fotokan membelakangi masalahnya, itu agak susah. Sampai sekarang warga, RT sekitar situ belum ada lihat karena membelakangi fotonya, kalau fotonya close up gitu kan gampang," ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi saat pasien Corona selesai berjemur di sekitar hotel pada Minggu (25/7) pagi. Tamo mengatakan para pasien COVID-19 tersebut tidak ada yang keluar pagar hotel.

"Jadi apa mereka itu bisa sambil senam kali apa ada lewat bakso itu dipanggil. Jadi mereka tidak keluar pagar ya bukan. Dari dalam dia panggil abang bakso itu," ujarnya.

Peristiwa tersebut diketahui bermula dari sebuah posting-an di akun Twitter @AREAJULID kemarin (26/7). Posting-an tersebut memperlihatkan sebuah foto yang terdapat enam orang sedang duduk dan berdiri di dekat pagar.

Tiga di antaranya terlihat tengah asyik duduk sambil menyantap semangkok bakso. Sedangkan tiga lainnya terlihat sedang menunggu antrean bakso tersebut.

Banyak netizen yang menyayangkan kejadian tersebut. Bahkan mereka juga menyayangkan orang yang memfoto peristiwa tersebut, namun tidak menegurnya.

"Ini yang bikin story kenapa ga bilang? Katanya kasihan," cuit salah satu pengguna Twitter, @bukanyolanda.

(fas/haf)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Layanan Telemedicine sebelumnya diujicobakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di DKI Jakarta dan diperluas ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Kini Kemenkes kembali memperluas jangkauan penggunaan layanan telemedicine di beberapa kota yang berada di  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

"Namun penggunaannya baru menjangkau skala perkotaan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati, yang dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (23/7/2021). 

Adapun kota di empat provinsi tersebut yang dapat menggunakan layanan telemedicine yakni Karawang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta. Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Denpasar.

Widyawati menuturkan terdapat 11 platform telemedicine di Indonesia yang bekerjasama dengan Kemenkes antara lain Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell.

Sebagai informasi telemedicine adalah layanan medis online yang memungkinkan dokter atau tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan dari jarak jauh.

Layanan ini diberikan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman). 

"Layanan telemedicine ini gratis dimulai dari proses pengambilan dan pemeriksaan sampel di laboratorium," ujarnya. 

Adapun alur pelayanan untuk mendapatkan konsultasi dan obat gratis melelui telemedicine sebagai berikut:

1. Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR/Antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

2. Jika hasilnya positif, laboratorium penyedia layanan test Covid-19 akan melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR).

3. Pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Namun, jika tidak mendapatkan WA, bisa memeriksa NIK di situs https://isoman.kemkes.go.id.

4. Setelah dapat WA pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 11 layanan telemedicine.

5. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

6. Sebelum berkonsultasi, pasien harus menginformasikan bahwa dirinya adalah pasien program Kemenkes.

7. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien. Hanya pasien kategori isoman, yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

Pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (Isoman) kini tidak perlu mengirimkan pesan ke apotek Kimia Farma, tapi cukup mengisi form pemesanan obat dan unggah KTP di platform telemedicine yang dipilih.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Iman Firdaus

Diterbitkan di Berita

Jakarta (ANTARA) - Tim pemulasaraan jenazah COVID-19 di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara mengungkapkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) membludak.

"Kemarin itu ada yang tiga (meninggal dalam sehari), ada yang dua, memang bertubi-tubi saat itu di Sunter Agung angka kematiannya kemarin akibat COVID-19 itu," kata Warji saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Rabu.

Senada, anggota pemulasaraan jenazah Sunter Agung lainnya, Achmad Mustofa menimpali pernyataan rekannya tersebut, namun petugas tetap berupaya menangani pemulasaraan jenazah sebelum dikebumikan.

Usai pemulasaraan, jenazah tersebut bisa langsung dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Khusus COVID-19 Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara.

"Sudah di-wrapping (dimasukkan peti dan dibungkus plastik), sudah siap. Tinggal dibawa (oleh Satuan Kerja Perangkat Dinas terkait)," kata Mustofa.

Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka membenarkan jika jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 di lingkungan Kelurahan Sunter Agung cukup banyak.

Total Danang menuturkan Kelurahan Sunter Agung memiliki lima tim pemulasaraan yang beranggotakan 39 orang telah menangani sembilan jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19.

"Awalnya cukup banyak, sekitar sembilan orang. Tapi sekarang berangsur-angsur sudah mulai sedikit. Seminggu terakhir ini juga sudah enggak ada, moga-moga (yang isolasi mandiri) sudah pada sehat lah," ujar Danang berharap.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diterbitkan di Berita

sindonews.com PURBALINGGA - Dalam waktu sepekan, empat orang anggota keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua anak perempuan di Purbalingga, Jawa Tengah meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Tim relawan pemakaman jenazah COVID-19 Purbalingga, Jawa Tengah langsung bergegas ke rumah duka di Kelurahan Penambongan, Purbalingga. Dengan APD lengkap mereka membantu mengevakuasi jenazah ibu dan anaknya yang meninggal di rumah.

Ibu dan anak perempuannya sedang menjalani isolasi mandiri setelah sepekan sebelumnya, dua anggota keluarganya yakni ayah dan seorang anaknya yang juga perempuan meninggal dunia.

Meninggalnya ibu dan anak tersebut hanya berselang satu jam. Sang ibu meninggal terlebih dahulu, selang satu jam kemudian anaknya menyusul menghadap Sang pencipta. Ibu dan seorang anaknya menjalani isolasi mandiri karena tidak mendapat ruang perawatan di rumah sakit.

"Dalam sepekan, satu keluarga terdiri dari ayah ibu dan dua anak perempuannya meninggal. Sang ayah diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi dan dinyatakan positif COVID-19. Sedangkan anaknya memiliki riwayat penyakit asma dan meninggal beberapa jam kemudian," ujar Sidik, salah seorang relawan, Minggu (18/7/2021).

 

(nag)
Diterbitkan di Berita

PWNU DKI siapkan 12 posko isoman

Sabtu, 17 Juli 2021 17:03

alinea.id - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyampaikan, telah menyiapkan 12 titik posko isoman dapur umum di setiap cabang NU di ibu kota. Langkah ini menjadi bagian dari Gerakan Resolusi Jihad Kemanusiaan PWNU DKI.

Ketua Peduli Isoman PWNU DKI Abdul Muin mengatakan, satu posko akan menyiapkan 100 paket untuk isoman, yang berisi makanan, vitamin, obat, dan susu. 

Dia melanjutkan, Gerakan Resolusi Jihad Kemanusiaan PWNU DKI berlangsung selama dua minggu ke depan. Nantinya, akan ada tim dari NU yang mendata warga yang melakukan isoman akibat terpapar Covid-19. 

"Apabila stok berjalan habis, maka akan dikirim keesokan harinya. Terus kami lakukan ini selama dua minggu. Jika masih berlanjut, kami akan perpanjang gerakan ini," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (17/7).

Sementara itu, Ketua PWNU DKI KH. Samsul Ma'arif mengajak warga nahdliyin di ibu kota melakukan Gerakan Peduli Isoman, dengan membawakan bantuan berupa makanan, susu, dan vitamin, kepada warga DKI ke rumahnya masiang-masing yang melalukan isoman.

"Insyaallah minggu depan PWNU akan memberikan bantuan kepada Rumah Sakit Daerah DKI berupa tabung oksigen, sebab banyak nyawa hilang karena gagal mendapatkan oksigen," ujar Samsul. 

Dia menyampaikan, gerakan ini terinspirasi dari resolusi jihad yang digelorakan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari melawan penjajah dalam mempertahankan NKRI dan wujud cinta tanah air.

"Jika KH. Hasyim Asy'ari dalam resolusi jihadnya adalah melawan barang yang tampak kelihatan, hari ini kita sedang berjuang melawan virus Covid-19 yang tidak kelihatan," tuturnya.

Dia mengimbau warga Nahdliyin dan masyarakat agar mengamalkan yang pernah diajarkan oleh para kiai dan ulama, baik amalan berupa hizib, selawat, aurad, doa dan zikir, untuk diamalkan setiap saat terutama setelah salat fardu.

Bendahara PWNU DKI Mohamad Taufik menuturkan, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian NU DKI beserta badan-badan otonom (Banom) di Jakarta. 

"Di masa-masa seperti inilah kita bersama-bersama menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan kuat. Kepedulian tinggi, saling membantu. Kita harus bergotong royong agar bisa segera pulih, khususnya Jakarta dan bangkit," ucap Taufik.

Diterbitkan di Berita
Sebanyak 60 ribuan orang dengan kasus aktif Covid-19 di Jawa Barat dengan berbagai gejala terpaksa isolasi mandiri (isoman) di rumah seiring keterbatasan kapasitas tempat isolasi dan rumah sakit.

"Saya bingung, kata dokter saya harus isoman. Pas lagi isoman nggak boleh ke mana-mana, kan isoman. Saya bingung cari makan, sedangkan saudara kena [Covid] juga istrinya. Jadi dia tidak bisa ke mana-mana juga," kata Naufal Rabani.

Naufal didiagnosa positif Covid-19 pada awal Juni lalu. Ia mengaku kebingungan memenuhi kebutuhan pokok harian.

Di satu sisi, dia harus tetap di rumah, namun di sisi lain tidak ada orang yang membantu memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama perihal makan.

Satgas Covid-19 setempat dan tetangga di sekitar rumahnya tidak memberikan bantuan seperti yang diharapkan, padahal warga Cibeunying Kidul, Kota Bandung, ini sudah melapor ke pengurus RT/RW agar mendapat pertolongan.

"Saya mengontak rumah singgah [tempat isolasi], kondisinya juga penuh. Padahal kondisi saya OTG, isteri saya bergejala. Jadi harus di rumah. Saya bingung makan gimana," ujarnya kepada wartawan Yuli Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (12/07).

"Saya kontak-kontak ke dokter puskesmas, katanya suruh orang lain saja. Saya nggak ada siapa-siapa di rumah. Malah dokter itu [bilang] saya yang lagi positif ini nggak apa-apa keluar, tapi memakai masker. Saya kaget juga, saya positif kenapa dokter nyaranin begitu," ungkap Naufal melalui sambungan telepon.

Terpaksa, Naufal pun keluar rumah untuk mencari makan buat dirinya dan sang istri. Naufal mengaku paham risiko penularan bila kontak dengan orang lain. Tapi, Naufal tak tahu harus berbuat apa lagi.

 

Bandung, PPKM

Keadaan Pasar Baru, Kota Bandung yang lengang di masa PPKM pada 14 Juli 2021. GETTY IMAGES

 

"Saya berjuang sendiri [selama isoman]," tutur Naufal yang sekarang sudah sembuh.

Naufal tak sendiri. Sebagian warga warga Bandung yang melakukan isoman kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lantaran larangan keluar rumah. Mereka harus memikirkan bagaimana bisa makan, di tengah perjuangan untuk sembuh.

'Selangkah lebih maju dari pemerintah'

Naufal tidak seberuntung Mira Sari. Perempuan 36 tahun ini mendapat cukup bantuan dari berbagai pihak selama isoman.

Selain dari tetangga dan satgas setempat, Mira yang terpapar Covid-19 bersama suami dan ibunya ini, mendapat bantuan dari gerakan berbagi makanan bagi warga isoman yang digagas Nadya Rizki Amatullah dan kawan-kawan.

"Alhamdulillah, sangat membantu sekali karena makanan yang diberikan ini healthy food," ujar Mira.

 

berbagi makanan isoman

Tim Gerakan Berbagi Makanan untuk Isoman sedang menyiapkan paket makan bagi pasien Covid 19 yang sedang isoman. Sebanyak 100 paket makanan disiapkan setiap hari GERAKAN BERBAGI MAKANAN UNTUK ISOMAN

 

Saat dinyatakan positif Covid-19, Mira sempat khawatir memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Terlebih lagi, di rumahnya ada dua anaknya yang masih kecil, juga dua orang lansia.

Beruntung warga Coblong, Kota Bandung, ini mendapat informasi ada gerakan berbagi makanan bagi warga isoman.

"Awalnya ada yang menghubungi, salah satu teman saya via WhatsApp, katanya suruh menghubungi [nomor penggagas gerakan] itu, nanti kalau ada rezekinya dari pihak itu bisa membantu.

"Lalu suami saya menghubungi via WhatsApp, Alhamdulillah, direspons. Katanya, kirim hasil swab-nya, fotokopi KTP. Besoknya baru kita dapat bantuan," kata Mira.

Warga Kabupaten Bandung, Hendi Setiawan beruntung pula mendapat bantuan logistik selama isoman dari komunitas Solidaritas Sosial Bandung (SSB).

Hendi mendapat paket sembako, vitamin, susu, dan popok bayi. Bantuan itu membuatnya bisa melalui masa isoman dengan nyaman, di saat dia dan keluarga tidak mendapat bantuan dari warga sekitar rumahnya.

"Kalau dibilang membutuhkan, ya membutuhkan. Karena kan dari puskesmas itu cuma dikasih vitamin selama lima hari, dan setelah saya diperpanjang isolasi mandiri juga nggak dikasih vitamin lagi."

Meski begitu, Hendi mengaku tak memanfaatkan situasi. Dia hanya menerima bantuan untuk kebutuhan yang kurang saja.

"Susu, alhamdulillah, masih bisa beli. Tapi dibilang kurang, ya kurang. Karena mau minta tolong ke saudara, seperti kakak, orang tua, [mereka juga] sama juga, sedang isolasi mandiri.

"Belum pernah saya mendapat bantuan dari [warga] sini. Penyemprotan disinfektan juga tidak ada. Padahal banyak [yang positif]," kata Hendi.

 

Jawa barat, joko widodo, ridwan kamil

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (17/06) ANTARA FOTO

 

Hendi berkata pernah mengakses fitur isoman di Pikobar Jabar, sebuah aplikasi ponsel yang berisi informasi Covid-19 di Jawa Barat, namun sampai saat ini bantuan obat dan vitamin belum diterimanya.

"[Gubernur Jawa Barat] Ridwan Kamil ada obat gratis, bagi-bagi, saya sempat daftar, tapi udah beberapa hari ke belakang [daftarnya, sampai sekarang obatnya] belum sampai," ujar Hendi merujuk ke program bantuan suplemen vitamin dan obat yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pekan lalu.

Ayah dua anak itu mengapresiasi langkah komunitas SSB yang selangkah lebih maju dibanding pemerintah dalam membantu warga yang tengah isoman.

"Kan sekarang banyak yang isoman malah pusing, stress, takut, ini harus bagaimana nanti saya. Makanya saya apresiasi banget buat kegiatan seperti ini. Sebelum pemerintah turun, bisa dibilang komunitas ini sudah melangkah duluan.

"Yang saya tahu warung-warung ditutup, apa saja ditutup, tapi nggak mikirin orang-orang nanti gimana, buat cari makan susah. Itu mereka yang sehat, apalagi saya yang nggak bisa ke mana-mana," tutur Hendi.

 

Virus kebaikan, bukan virus corona

bandung, isoman

Petugas kesehatan mengevakuasi jenazah korban Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman, Bandung, 14 Juli 2021 TIMUR MATAHARI

 

Akhir Juni tahun ini, Nadya Rizki Amatullah terpapar Covid-19 dengan gejala ringan sehingga dia memutuskan isoman di rumahnya di Jakarta.

Selama isoman, Nadya tidak terlalu kesulitan memenuhi kebutuhan harian lantaran suaminya negatif hingga bisa tetap beraktifitas.

Namun di hari keenam masa isoman, Nadya mulai memikirkan orang-orang yang sedang isoman, tapi tidak seberuntung dirinya, seperti anak kos atau supir ojek online yang menjadi tulang punggung keluarga.

Dari situlah, Nadya terpikir membantu orang-orang yang kesulitan saat menjalani isoman. Ia pun mengunggah ide tersebut di akun Instagramnya.

"Saya kepikiran juga, kasihan kalau anak-anak kos yang kena [Covid-19]. Atau sopir ojol yang cari makan, dia yang kerja, makannya bagaimana. Sebenarnya cuma kepikiran dari situ saja.

"Akhirnya saya posting di Instagram. Alhamdulillah, saya sedang ada uang, kalau misalnya ada yang mau dibantu untuk makanan selama isoman, boleh DM saya. Kasih lihat bukti PCR dan KTP, maksudnya biar tahu benar atau enggak dia sedang isoman," papar Nadya.

 

isoman

Penerima paket makanan dari Gerakan Berbagi Makanan untuk Isoman di Kota Bandung GERAKAN BERBAGI MAKANAN UNTUK ISOMAN

 

Di luar dugaan Nadya, unggahan itu direspons banyak orang. Ada yang ingin menyumbang, membuat gerakan serupa di daerahnya, juga berkolaborasi. Dimulai oleh Nadya di Jakarta, gerakan ini mulai menular ke Bandung, Cibinong, Solo, dan Yogyakarta.

"Sebenarnya tidak menyangka jadi viral, karena memang awalnya benar-benar niat pribadi, terus makin ke sini orang banyak yang jiwa sosialnya tinggi tapi kadang-kadang mereka suka bingung mau bergerak dari mana. Itu banyak banget yang mau nyumbang.

"Untuk yang daerah Bandung saya cari-cari, akhirnya ada teman saya juga, yang mengusulkan bikin di daerah Bandung," ujar perempuan 37 tahun ini.

Hingga kini, sebanyak 130 orang dari Bandung dan Jakarta telah mendapat bantuan. Nadya menerapkan sistem orang tua asuh, yakni satu orang donatur membantu kebutuhan harian satu orang atau satu keluarga selama masa isoman.

Permintaan bantuan masih berdatangan melalui pesan langsung di akunnya. Karena keterbatasan, Nadya terpaksa menyeleksi penerima bantuan.

"Kalau yang masuk masih banyak, tapi yang memang kita pilih. Pertama, yang isomannya masih di awal-awal. Kedua, yang memang dia sendiri di sini, ngekos, terus yang dia kepala keluarga. Kalau yang masih punya saudara, kami tidak masukkan," katanya.

Melihat respon positif dari banyak orang atas gerakan ini, Nadya yakin banyak orang-orang baik di luar sana yang bisa saling membantu dan menularkan virus kebaikan.

Gerakan ini bisa diartikan pula sebagai itikad memberikan sesuatu yang bermanfaat dibanding mengeluhkan keadaan.

 

penerima bantuan

Salah seorang penerima bantuan paket isoman dari Solidaritas Sosial Bandung. SOLIDARITAS SOSIAL BANDUNG

 

"Saya cuma, sudah tidak usah nyinyir dengan keadaan, sudah seperti ini, mau bagaimana lagi. Yang penting kita bisa ngasih manfaat, dari pada kita komentar yang aneh di sosmed lebih baik menyebarkan manfaat dengan repost yang baik, berbuat yang baik," ungkapnya.

Nadya tidak memiliki target sampai kapan gerakan ini akan dilakukan.

"Mengalir saja selama masih ada rejekinya, teman-teman yang mau bantu juga masih ada, masih jalan terus," pungkas dia.

Tak mau bergantung donasi saja

Minggu siang (11/07), Dani Chrisdian baru selesai belanja kebutuhan bagi pasien Covid-19 yang isoman.

Kebutuhan berupa sembako, vitamin, dan logistik lainnya itu akan dikemas sore hari, sebelum diantar ke penerimanya. Setiap hari, Solidaritas Sosial Bandung (SSB), komunitas di mana Dani menjadi relawan, mengirimkan sebanyak 20 hingga 30 paket logistik.

Paket-paket itu tidak hanya diantar di wilayah Kota Bandung saja, tapi hingga ke wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, seperti Ngamprah, Jayagiri, dan Majalaya.

 

bandung, ppkm

Suasana di Kota Bandung pada 14 Juli 2021 GETTY IMAGES

 

"Untuk pengiriman kita sesuaikan dengan ketersediaan tenaga kawan-kawan kurir. Kita pun saat ini kondisinya lumayan terbatas untuk antar ke rumah. Jadi dari data yang masuk biasanya kita pilih juga per area, berapa paket ke area Selatan, Barat, Timur, begitu teknisnya," kata Dani.

Karena keterbatasan, Dani menyebutkan, SSB baru bisa memenuhi separuh dari 275 jiwa yang mengajukan bantuan. Gerakan ini cakupannya menjadi luas lantaran infonya semakin sering dibagikan melalui sosial media.

Kondisi itu juga seiring semakin banyaknya warga yang isoman di rumah.

"Laporannya untuk saat ini tidak hanya logistik saja, tapi juga ketersediaan ruang isoman, oksigen, terus ambulan. Ya laporan [kebutuhan] seperti itu sudah lumayan masuk ke kami, tapi kami hanya bisa memberikan informasi dari teman-teman, kami lanjutkan [informasinya] saja.

"Laporan untuk oksigen, kami cukup kesulitan. Kemarin hampir dua hari mengantri belum dapat juga," tutur Dani.

Untuk satu keluarga yang isoman, Dani menyebutkan, pihaknya akan mendampingi minimal selama isoman atau 14 hari.

Tapi jika ada warga yang masih positif setelah masa isoman selesai, SSB akan mengkaji ulang apakah pendampingan akan dilanjutkan atau tidak.

Komunitas SSB aktif berkegiatan sosial sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Diawali dengan melakukan gerakan solidaritas pangan, yakni menginisiasi 15 dapur umum untuk membantu pekerja jalanan yang terdampak pandemi akibat kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sedangkan kebijakan PPKM saat ini, membuat SSB menggeser fokus kegiatannya.

"Untuk kondisi PPKM sekarang, kita lebih fokus dengan kondisi rumah sakit yang full dan lain sebagainya. Jadi kita berpikir banyak warga yang sedang isoman di rumah dan mungkin [menyebabkan] banyak kendala dari warga yang isoman tentang distribusi kebutuhannya. Dari situlah kami muncul untuk mendampingi," ujar Dani.

Kegiatan ini, lanjut Dani, didanai secara swadaya para relawan. Selain itu, dilakukan cara-cara kreatif penggalangan dana, misalnya menjual barang-barang sumbangan dari musisi, sablon donasi, atau membuat album kompilasi.

SSB juga berkolaborasi dengan ilustrator. "Jadi si ilustrator berdonasi dalam bentuk gambar, akhirnya kita cetak [menjadi kaos], kita jual," ungkap Dani.

"Kalau misalkan terus mengandalkan donasi agak susah juga karena kita juga enggak tahu 'bensinnya' sampai kapan."

Tujuan dari gerakan sosial ini, menurut Dani, adalah merespon ketidakhadiran pemerintah dalam kondisi pandemi ini.

"Salah satunya itu, merespon ketidakhadiran pemerintah karena bicara pangan dan kesehatan menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi semua warganya. Di luar itu pun kita jadi membangun kembali semangat gotong royong antar warga," tegas Dani.

Dani berharap, komunitas SSB bisa terus hadir membantu dan mendampingi warga yang membutuhkan selama pandemi Covid 19 yang entah kapan berakhir.

Wartawan Yuli Saputra di Kota Bandung, Jawa Barat, berkontribusi pada tulisan ini.

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot persiapan Rumah Susun (rusun) Pasar Rumput, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Letkol TNI M Arifin selaku Komandan Lapangan RS Wisma Atlet mengatakan, pihaknya menargetkan agar persiapan Rusun Pasar Rumput dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Hal itu dilakukan terkait penambahan kasus aktif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta yang meningkat signifikan.

"Paling lama satu minggu harus sudah beroperasi. Karena urgent," kata Arifin, Sabtu (3/7).

Hingga Sabtu (3/7), Kedeputian Logistik dan Peralatan BNPB mengirimkan sejumlah peralatan pendukung penanganan pandemi Covid-19, mencakup 375 unit ranjang, 2 ribu bantal, 786 kasur, 130 sprei, 130 sarung bantal dan 150 kasur dari dunia usaha.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekalis Kepala BNPB Ganip Warsito mengatakan, beberapa peralatan lainnya akan dikirimkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Rusun Pasar Rumput, sesuai standar yang telah ditetapkan untuk isolasi mandiri terpusat.

"Gantungan baju, handuk, gayung, ember, lemari pakaian harus disiapkan juga," tutur Ganip. Di Rusun Pasar Rumput, kapasitas yang tersedia untuk tempat isolasi sementara sebanyak 698 hunian, masing-masing akan diisi tiga tempat tidur.

Tak sendiri, dalam upaya persiapan ini BNPB dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Pasar Jaya DKI Jakarta, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.

(rea)

Diterbitkan di Berita