JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi malah menertawakan apa yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah memborong cabe sebanyak satu kwintal di Klaten. 

“Satu kwintal itu 100 kg pak. Dan membeli cabe 100 kg udah merasakan jadi pahlawan petani. Ini kelas partai lho? Hahahahaha,” cuit Eko Kuntadhi, Minggu malam 26 September 2021.

Untuk diketahui, turunnya harga cabai hingga mencapai  Rp7 ribu per kilogram dikeluhkan sejumlah petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi politisi PKS, Quatly Alkatiri.

Di tengah kegalauan para petani cabai, Wakil Ketua DPRD Jateng ini memborong cabai yang baru saja panen melalui Kelompok Tani Sejahtera di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jumat 24 September.

"Kami memborong 1 kwintal cabai dengan harga di atas harga pasar lalu kami bagikan gratis kepada masyarakat sekitar Jogonalan," kata Quatly mengutip kicauan Twitter @PKSejahtera, Sabtu 25 September.

Langkah Quatly merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para petani cabai di daerah tersebut. Sebab harga cabai yang anjlok dianggap mengganggu stabilitas ekonomi di kalangan para petani di Wonosobo. 

"Bisa balik modal saja sudah untung banget, harga ini paling rendah untuk tahun ini, tapi masih mending daripada tahun lalu karena turun menjadi Rp 5.000 per kilogram," jelas kata Slamet, petani cabai dari kelompok tani Sejahtera desa Wonoboyo kecamatan Jogonalan Klaten.

Selain harga cabai yang turun, gabah kering juga mengalami penurunan harga. Saat ini, harga gabah kering adalah 3.000 per kilogram di tingkat petani Klaten sedangkan harga pupuk selalu mengalami kenaikan.

"Aspirasi ini akan kami teruskan ke pemerintah provinsi untuk segera membuat kebijakan tata niaga hasil tani dan penurunan harga pupuk", pungkas Quatly dinukil Voi.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kerena latar belakang masa lalu Taliban yang kelam dan pernah kejam terhadap perempuan, Eko Kuntadhi menilai kaum perempuan yang bela Taliban maka perlu dibawa ke psikiater.

“Jika ada lelaki Indonesia punya ibu, punya istri, punya anak perempuan, atau punya kekasih mendukung Taliban. Mereka golongan aneh,” kata Eko Kuntadhi, Sabtu 21 Agustus 2021.

“Jika ada perempuan Indonesia mendukung Taliban, mereka perlu ke psikiater...,” imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, sebelum digempur Amerika Serikat (AS) pada 2001, rezim Taliban disorot punya perlakuan buruk terhadap hak-hak kaum perempuan. Kini, Taliban balik lagi menguasai Afghanistan. Mereka menaburkan janji-janjir manis untuk para perempuan.

Dulu, di bawah pemerintahan Taliban dari tahun 1996-2001, kaum perempuan tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa didampingi muhrimnya, serta diharuskan mengenakan burqa yang menutup wajah hingga ujung kaki. 

Perempuan tidak diperbolehkan bekerja dan anak perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan setelah melewati usia 10 tahun.

Harapan hidup perempuan naik dari 57 menjadi 66 tahun. Angka-angkanya masih relatif buruk, tetapi sudah ada perbaikan. Namun sekarang hanya ada ketakutan bahwa angka-angka itu akan kembali turun.

15 Agustus 2021 waktu setempat, Taliban masuk Ibu Kota Kabul dan menduduki Istan Kepresidenan. Presiden Ashraf Ghani kabur ke Tajikistan dan mengakui Taliban sudah menang.

Dilansir detik.com dari AFP, Rabu (18/8), Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan rezim baru akan 'berbeda secara positif' dari masa kepemimpinan mereka pada 1996-2001, yang terkenal dengan kematian rajam dan melarang perempuan bekerja dengan laki-laki.

"Kalau soal ideologi, keyakinan, tidak ada bedanya, tapi kalau kita hitung berdasarkan pengalaman, kedewasaan, dan wawasan, pasti banyak perbedaannya," kata Mujahid.

Dia juga mengatakan Taliban berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Tapi dia tidak menjelaskan aturan spesifik.

Seorang juru bicara kelompok itu di Doha, Suhail Shaheen, mengatakan kepada Sky News Inggris bahwa wanita tidak diharuskan mengenakan burqa yang menutupi semua. Tapi, dia juga tidak mengatakan pakaian apa yang dapat diterima.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pihaknya bakal menagih janji Taliban.

"Jika Taliban mengatakan mereka akan menghormati hak-hak warganya, kami akan mencari mereka untuk menegakkan pernyataan itu dan membuat pernyataan itu baik," ucapnya.

Perempuan-perempuan Afghanistan benar-benar khawatir dengan kembalinya Thaliban di kursi kekuasaan negara tanpa laut itu. Wali Kota perempuan pertama di Afghanistan, yakni Wali Kota Maidan Shahr bernama Zarifa Ghafari merasa hidupnya tinggal menghitung hari.

"Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya," tutur Zarifa Ghafari dilansir The Sun, Rabu (18/8)

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cuitan Eko Kuntadhi menarik perhatian banyak warganet. Pasalnya, ia mengunggah tangkapan layar pernyataan seorang warganet yang mendoakan Permadi Arya alias Abu Janda agar meninggal karena covid, namun justru orang tersebut meninggal.

Eko pun menulis turut berduka cita atas meninggalnya orang itu yakni  Ahmad Bin Hassan Al Athos. Ahmad Bin Hassan Al Athos meninggal dunia, 8 Juli 2021 kemarin.

Eko Kuntadhi juga mengunggah pernyataan Ahmad Bin Hassan Al Athos yang sempat sumpahi Abu Janda meninggal dunia.

"Ya Allah mattin ya Allah," begitu kata Ahmad Bin Hassan Al Athos dalam instagramnya, @hamadaaattos.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1413431957636063239

 

Eko pun mencuit: 

“Innalillahi waiina ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni semua kesalahan dan melapangkan kuburnya...,” Jumat malam 9 Juli 2021.

Sementara itu, diberitakan pegiat media sosial Permadi Arya atau yang kerap dikenal Abu Janda positif Covid-19. Sebelumnya, ia melakukan isolasi mandiri (isoman).

Namun, kemudian dibawa ke ICU RS Mayapada Jakarta Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kabar Abu Janda positif Covid-19 dan dibawa ke ICU rumah sakit dibenarkan teman dekatnya, Muannas Alaidid.

Kata Muannas, kabar tersebut langsung kepada Abu Janda. Melalui sebuah grup pertemanan, Muannas menanyakan soal kondisi Abu Janda.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi mencibir viral ibu-ibu yang kenakan odol sebelum dukung Habib Rizieq Shihab menjalani persidangan di PN Jaktim, Kamis 24 Juni 2021. 

“Janganlah perbuatanmu menyerupai satu kaum. Maka kamu nanti akan dikira kaum donat kemplo...,” kata Eko Kuntadhi, 26 Juni 2021.

 

https://twitter.com/eko_kuntadhi/status/1408697526539014148

 

Banyak netizen memberikan tanggapan, berikut di antaranya:

@rheneebabe: “Kirain buah kesemek.”

@donarevi: “Klaster polos & lugu.”

@puting_vladimir: “Oh my goat...”

Untuk diketahui, sebuah video memperlihatkan ibu-ibu simpatisan Habib Rizieq Shihab dengan wajah penuh dengan pasta gigi atau odol saat melakukan aksi demonstrasi. Mulai dari dahi, hidung, pipi hingga dahinya penuh dengan odol.

Aksi mengoles odol di seluruh muka membuat ibu-ibu berkacamata ungu tersebut terlihat seperti memakai bedak. Dalam video, ibu-ibu itu mengoleskan odol di wajahnya untuk melindungi diri dari gas air mata.

Berdasarkan keterangan dari @merekamjakarta, tembakan gas air mata tersebut terjadi di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

 
Diterbitkan di Berita