Yudha Bahar sindonews.com DELISERDANG - Tim Densus 88 Anti Teror mabes Polri, bersama Polda Sumatera Utara, melakukan penggerebekan sebuah gudang barang bekas di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang barang bekas di Jalan Sunan Kalijaga Pasar 5 tersebut, petugas menemukan sedikitnya 500 kotak amal dari dalam gudang barang bekas milik Amin yang disewa terduga anggota jaringan teroris, Usup.

Selain menemukan kotak amal , petugas juga menemukan ribuan selebaran bertuliskan Yayasan Amal Islam Ibnul Jauzy yang diduga dijadikan modus terduga teroris untuk mendapatkan dana dari masyarakat.

Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara, juga menemukan sejumlah buku hingga dua helai baju milik terduga teroris .

Ratusan kotak amal ini, mulai berada di gudang sejak dua tahun lalu, dan hanya dijalankan oleh satu orang pria yang tinggal bersama seorang istri dan empat anaknya di gudang tersebut. Kini pria itu dalam pengejaran polisi.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan, penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari rangkaian operasi Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, yang sebelumnya juga telah dilakukan penyitaan kotak amal serupa di kawasan Tanjung Balai, beberapa waktu lalu.

Penggerebekan gudang kotak amal ini, dilakukan setelah 18 terduga teroris ditangkap dari sejumlah tempat di Sumatera Utara.

Dalam penggerebekan gudang penyimpanan kotak amal ini, petugas belum menangkap pemilik kotak amal , namun identitasnya sudah diketahui. Seluruh barang bukti, akan dibawa ke Polda Sumatera Utara, guna proses penyidikan lebih lanjut.
(eyt)

Diterbitkan di Berita

Puteranegara sindonews.com JAKARTA - Sebanyak 31 kotak amal yang disita Densus 88 Antiteror Polri terkait dengan penangkapan 18 orang terduga teroris di Sumatera Utara (Sumut) diletakkan di tempat umum atau terlihat oleh masyarakat umum.

"Di tempat tempat umum. Tidak lah terlihat kok, tidak disembunyikan (kotak amal)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Kendati demikian, Hadi belum bisa mengungkapkan soal berapa jumlah dari isi kotak amal tersebut. Menurutnya, hal itu bakal disampaikan langsung oleh Mabes Polri. "Kami tak tahu berapa jumlah keseluruhan, nanti disampaikan secara lengkap oleh Mabes," ujar Hadi.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menahan 18 orang terduga teroris di Sumatera Utara mulai Jumat (19/3/2021) hingga Senin (21/3/2021)

Ke-18 terduga teroris itu ditahan di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari Medan, Binjai, Langkat, Padangsidimpuan, Tanjung Balai, Labuhanbatu, dan juga Deli Serdang.
(zik)

Diterbitkan di Berita

Ayu mumpuni alinea.id

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris berinisial AM. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus membenarkan, adanya penangkapan pukul 07.45 WIB.

Dia menyebut, lokasi penangkapan berada di Jalan Komari 2, Perumahan Islamic Villave, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

"Benar telah dilakukan penangkapan terduga teroris atas nama AM," kata Kombes Yusri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/3). Tim Densus 88 juga langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris. Namun, tidak disebutkan apa saja yang disita tim Densus 88.

"Dilakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan," tutur Yusri. Yusri menuturkan, terduga teroris saat ini sedang dalam pemeriksaan intens tim Densus 88. Dia juga belum dapat membeberkan AM masuk dalam kelompok teroris apa.

Sebelumnya, Tim Densus 88 juga menangkap 22 terduga teroris kelompok Jamaah Islamiah (JI). Penangkapan tersebut pengembangan dari penangkapan kelompok Fahim di Jawa Timur.

Diterbitkan di Berita

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyebutkan, penangkapan dilakukan di Jakarta, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

"Dua di Jakarta, enam di Sumbar, dan 14 di Sumut," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021).

Penangkapan ini dinyatakan sebagai pengembangan dari 22 teroris di Jawa Timur (Jatim).

Rusdi mengungkapkan, tim Densus 88 sampai saat ini masih memeriksa intens para terduga teroris. Densus 88 juga masih mengembangkan keterlibatan pihak lain.

"Sekarang masih dikembangkan, kita tunggu Densus bekerja," tutur Rusdi.

Menurut Rusdi, pihaknya belum dapat membeberkan barang bukti apa saja yang disita. Dia juga belum dapat menyebutkan inisial para teroris itu.

Berdasarkan informasi yang didapat, salah satu tersangka yang ditangkap di Jakarta berinisial FJ (43).

Dia diketahui sebagai pengurus masjid daerah Kota Tanggerang, Banten. (Ccp)

Diterbitkan di Berita

Tangerang, Beritasatu.com - Seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai ustaz bernama Fuad Junaidi ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Penangkapan pria yang diduga terkait aktivitas radikal itu dilakukan di kediamannya di Perumahan Pondok Makmur, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (20/3/2021) sekitar pukul 04.30 WIB pagi.

Hal tersebut dibenarkan Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim saat dihubungi tim Beritasatu.com, Minggu (21/3/2021).

"Ya benar (FJ ditangkap) oleh Densus 88 dari Mabes Polri. Yang menangani langsung dari Mabes Polri, jadi tidak ada kewenangan dari kami untuk memberikan informasi. Yang bersangkutan langsung dibawa ke Mabes Polri," kata Abdul Rachim.

Senada dengan Abdul Rachim, Lurah Gebang Raya, Nasih menyatakan penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap warganya tersebut lantaran diduga pelaku tindak pidana terorisme.

 

"Ya berdasarkan informasi dari pihak RT/RW di tempat kediaman yang bersangkutan. Yang bersangkutan ditangkap kemarin pagi dan sekitar pukul 07.00 WIB pagi dibawa oleh tim Densus. Yang dibawa hanya suaminya saja FJ, sementara istri dan lima anaknya tidak ikut dibawa. Informasinya ada sekitar 30 anggota Densus yang melakukan penangkapan tersebut dipimpin Komisaris Zakaria dari Mabes Polri yang didampingi Kepala Polsek Jatiuwung Komisaris Dimas Aditya," ujar Nasih.

Berdasarkan penulusuran di lapangan, Fuad Junaidi selama ini dikenal sebagai pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Makmur. Selain itu, Fuad juga dikenal sebagai pendakwah.

 

"Sepengetahuan saya beliau orangnya baik dan terbuka juga dengan masyarakat. Selain itu beliau juga pengurus masjid sebagai biro dakwah dan dakwahnya juga bagus, enggak menyinggung masalah politik. Warga sini kaget beliau ditangkap atas dugaan tergabung dalam kelompok teroris," tutur seorang warga yang tinggal di dekat rumah Fuad yang meminta namanya tidak disebut.

Dari penangkapan tersebut, Densus membawa beberapa barang, seperti sejumlah buku, laptop, busur dan anak panah, hard disk dan ponsel. Aparat tidak menemukan senjata tajam, amunisi, peledak, atau senjata api.

Diterbitkan di Berita

Ketua RW III Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Syafril mengaku dihubungi oleh pihak kepolisian untuk menyaksikan penggeledahan yang dilakukan pada Jumat pekan ini. 

“Pihak yang ikut menyaksikan pengeledahan pada Jum’at sore kemaren itu, yakni RW dan masyarakat setempat, dimana pada saat itu polisi menyita sejumlah barang-barang dari dalam sebuah rumah yang diduga adanya pergerakan terorisme,” ulasnya, Sabtu (20/3/2021)

Menurut Syafril, beberapa barang yang disita Tim Densus 88 itu ada kotak-kotak amal, buku-buku, majalah-majalah, kuitansi, uang dalam jumlah banyak, sal, rompi, jaket, buku tabungan dan banyak lagi.

“Pengeledahan dilakukan lebih kurang selama 4 jam, termasuk meminta keterangan dari dua mahasiswa yang menumpang tinggal di rumah itu,” imbuhnya.

Sedangkan menurut keterangan warga sekitar, penghuni rumah itu merupakan warga pendatang yang baru saja mengontrak kurang lebih selama 5 bulan. Kedua mahasiswa tersebut disuruh untuk menjaga rumah.

Selama mengontrak, terduga teroris sama sekali tidak melakukan sosialisasi dan interaksi dengan tetangga. Adapun jika membutuhkan sesuatu, terduga teroris hanya menyuruh kedua mahasiswa tersebut. (Buy) 

Diterbitkan di Berita

voi.id MEDAN - Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut). Ada dua terduga teroris yang ditangkap. 

"Saya dapat konfirmasi ada dua terduga teroris (ditangkap) di wilayah hukum Polda Sumatra Utara," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat, 19 Maret. 

Tapi Hadi tak merinci detail penangkapan dua terduga teroris. Belum ada informasi dari polisi mengenai jaringan teroris yang ditangkap.

"Saat ini Tim Densus 88 sedang melakukan pengembangan. Nanti Densus yang akan memberikan keterangan lebih lanjut," jelas Hadi.

Tersangka Teroris di Jatim Dibawa ke Jakarta

Sebelumnya, sebanyak 22 tersangka teroris yang ditangkap di Jawa Timur dibawa ke Rutan Cikeas, Bogor dari Surabaya.

Mereka diberangkatkan ke Bandara Juanda menggunakan dua bus Polda Jatim, Kamis, 18 Maret. Dengan pengawalan ketat dari personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, yang bersenjata lengkap. 

Sebanyak 22 terduga teroris itu ditangkap di beberapa wilayah di Jatim. Yakni di Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Mojokerto, Malang dan Bojonegoro. Mereka yakni, FA, FU, NA, SS, AY, TS, YA, RZ, BR, YP, EP, YT, AI, AS, RA, ZA, ME, IE, HS, AR, BS dan HAB.

Dari tangan mereka, Densus 88 juga menyita sejumlah buku, antara lain berjudul 'Tarbiyah Jihadiyah' karya Assyaikh Dr Abdullah Azzam, 'Mimpi Suci di Balik Jeruji Besi' karya Ali Ghufron, 'Sekuntum Rosela Pelipur Lara' karya Imam Samudra dan buku 'Wasiat Syuhada' WTC' karya Abul Abbas Az-zahrani.

Selain buku, Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti lain, seperti puluhan pucuk senjata tajam, puluhan kotak amal, hingga uang tunai sebanyak Rp197 juta dan sejumlah barang bukti lainnya.

Diterbitkan di Berita

Puteranegara Batubara sindonews.com JAKARTA - Polri menyatakan dari informasi terakhir diketahui ada 6.000 anggota dan simpatisan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Jadi gini JI itu anggota dan kelompoknya pernah kami sampaikan jumlahnya 6.000. Nah 6.000 itu gabungan anggota dan simpatisan. Simpatisan bisa bergeser," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021). 

Terkait dengan hal itu, Ahmad mengakui, sampai saat ini detasemen berlambang burung hantu tersebut masih terus melakukan pemburuan kepada kelompok Jamaah Islamiyah tersebut. "Tentunya ya Densus 88 tak berhenti akan terus lakukan pemantauan dan monitor terhadap kelompok tersebut," ujar Ahmad. 

Ahmad menyebut, 22 terduga teroris yang ditangkap di wilayah Jawa Timur, bakal dibawa ke Jakarta guna memudahkan proses penyidikan tim Densus 88 Antiteror Polri. "Sebentar lagi dibawa ke Jakarta 22 terduga teroris," ujar Ahmad.
Densus 88 sebelumnya telah melakukan beberapa rangkaian aksi penangkapan terhadap terduga terorisme di di Jawa Timur.

Mereka diduga terafiliasi kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Adapun pada tahap awal penangkapan, ke-12 terduga teroris yang ditangkap di Jatim adalah, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, MI. Mereka disinyalir telah menyiapkan aksi Amaliah. Sedangkan, 10 terduga lainnya belum diungkap identitasnya.
(cip)

Diterbitkan di Berita

Ainur Rofiq - detikNews Bojonegoro - Tiga terduga teroris diringkus Densus 88 Antiteror di Bojonegoro pagi tadi. Berikut ini hasil penggeledahan terkait penangkapan 3 terduga teroris tersebut.

Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah dan toko herbal serta tempat servis senapan angin milik terduga teroris YP (40). Rumah tersebut berada di Jalan Raya Kuncen, Desa Kuncen, Padangan.

Penggeledahan disaksikan oleh pihak Pemdes dan Ketua RT setempat. Densus 88 mengamankan belasan pucuk senapan angin dan pelurunya, buku-buku dan komputer.

Setelah dilakukan penggeledahan, di rumah terduga teroris tersebut langsung dipasang garis polisi. Pantauan detikcom di lokasi, tampak banyak aparat kepolisian saat penggeledahan dilakukan."Ya tadi saya sempat disuruh nyaksikan ada senapan angin, peluru, buku dan komputer juga ada, kotak amal banyak," ujar teman YP, Widyo kepada detikcom, Selasa (2/3/2021).

Selain rumah YP, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di Panti Asuhan Waladun Sholih terkait penangkapan terduga teroris EP (29). Panti tersebut berada di Desa Ngeper, Kecamatan Padangan.

"Tadi saya di sawah, dipanggil sama petugas polsek untuk dampingi di panti situ. Ada dua senapan angin, busur panah dan anak panah, ada juga kotak amal. Saya lupa apa saja tadi, " jelas Saji kepada detikcom di rumahnya.Di Panti Asuhan ini, menurut kesaksian Ketua RT setempat, Saji (45), Densus 88 menemukan busur panah, anak panah dan dua senapan angin.

Namun terkait penangkapan terduga teroris berinisial YT (39), detikcom belum mendapatkan informasi terkait penggeledahannya. YT diamankan Densus 88 Antiteror di sekitar Pasar Kasiman, Kecamatan Kasiman sekitar pukul 07.00 WIB.

(sun/bdh)

Diterbitkan di Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, Densus 88 Polri turut mengamankan sejumlah senjata tajam sebagai barang bukti dalam penangkapan 12 teroris di Jawa Timur.

Rusdi mengatakan, barang-barang yang disita Polri yaitu 50 butir peluru sembilan milimeter, satu pistol rakitan jenis FN, dan empat bendera daulah warna hitam dan putih. Kemudian, delapan pisau, dua samurai, tiga golok, dan senjata tajam lain berupa 23 busur panah.

"Aktivitas-aktivitas kelompok ini, ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah. Tentu berafiliasi dengan Al Qaeda dan kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim," kata Rusdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Dia menjelaskan, kedua belas teroris ditangkap di empat daerah berbeda pada 26 Februari 2021. Delapan orang ditangkap di Sidoarjo, dua orang di Surabaya, satu orang di Mojokerto, dan satu orang di Malang.

Rusdi menuturkan, 12 terduga teroris itu telah melakukan berbagai aktivitas berupa latihan bela diri. Selain itu, mereka juga merancang bunker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata mapun bom rakitan.

"Kemudian telah menyiapkan tempat penyimpanan senjata dan juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme," ujarnya. Rusdi mengatakan, para terduga teroris telah menyiapkan rencana untuk melakukan aksi amaliyah.

Namun, soal rencana eksekusi dan sasaran aksi masih didalami. "Mereka juga telah berencana melakukan amaliyah yang tentu perlu kita perhatikan. Rencana amaliyah ini dapat dilakukan upaya pencegahan dari Densus 88 Polri," kata Rusdi.


Penulis : Tsarina Maharani
Editor : Diamanty Meiliana

Diterbitkan di Berita