Novi Christiastuti - detikNews New Delhi - Data survei terbaru menunjukkan bahwa dua pertiga populasi India telah memiliki antibodi terhadap virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Reuters, Rabu (21/7/2021), data yang dirilis Selasa (20/7) waktu setempat itu didasarkan pada survei terhadap 29.000 orang di berbagai wilayah India pada Juni dan Juli. Survei serum darah nasional yang keempat ini memeriksa antibodi dan dikenal sebagai 'sero survey'.

Untuk kali ini, survei juga dilakukan pertama kalinya terhadap 8.691 anak-anak yang berusia antara 6 tahun hingga 17 tahun. Separuh dari jumlah tersebut dinyatakan seropositif -- pernah terinfeksi atau memiliki antibodi protektif.

Survei ini menunjukkan 67,6 persen warga dewasa di India seropositif atau memiliki antibodi Corona, padahal lebih dari 62 persen warga dewasa di negara itu belum divaksin Corona. Hingga Juli ini, baru sekitar 8 persen warga India yang telah menerima dua dosis vaksin Corona.

Menurut survei tersebut, sekitar 400 juta orang dari total 1,4 miliar jiwa populasi India tidak memiliki antibodi Corona.

Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan bisa membantu mencegah terjadinya infeksi yang sama di masa depan.

Menurut Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) atau FDA, seseorang yang dinyatakan positif antibodi Corona berarti ada kemungkinan pernah terinfeksi sebelumnya.

Jumlah kasus harian Corona di India turun hingga ke level terendah dalam empat bulan terakhir setelah gelombang kedua memicu lonjakan tajam dan melumpuhkan sistem layanan kesehatan di negara tersebut.

Namun para pakar memperingatkan otoritas India untuk tidak terburu-buru membuka kembali kota-kota dan menyuarakan kekhawatiran soal kerumunan orang yang terpantau di situs-situs wisata setempat.

"Gelombang kedua masih berlangsung. Bahaya wabah-wabah baru masih sangat besar di sana," ucap penasihat top pemerintah India, Vinod Kumar Paul, dalam konferensi pers.

"Satu dari tiga orang, di manapun Anda berada ... masih rentan dan oleh karena itu, pandemi belum berakhir," imbuhnya mengingatkan.

Survei ini juga dilakukan terhadap 7.252 tenaga kesehatan dan mendapati 85 persen di antaranya memiliki antibodi, dengan satu dari 10 orang belum divaksin.

Bulan lalu, data menunjukkan sedikitnya separuh dari warga di bawah usia 18 tahun di Mumbai terpapar Corona dan telah memiliki antibodi. Sejumlah pakar menyebut gelombang ketiga Corona nantinya bisa mengenai anak-anak.

Mumbai bergabung dengan kota-kota lainnya membangun bangsal besar untuk anak-anak sebagai persiapan.

Sebelumnya, hasil studi terbaru memperkirakan angka kematian Corona di India sebenarnya mencapai 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan data resmi pemerintah, yang nyaris mencapai 415.000 kematian.

Studi itu menyebutkan bahwa penghitungan pemerintah India bisa saja melewatkan kematian yang terjadi di rumah-rumah sakit yang kewalahan atau saat layanan kesehatan tertunda atau terganggu, khususnya saat lonjakan kasus memuncak pada awal tahun ini.

(nvc/idh)
Diterbitkan di Berita

bensinkita.com Asrama Haji Pondok Gede diresmikan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 dengan nama Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Arafah.

Rumah sakit rujukan Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini akan dioperasikan oleh PT Pertamina Bina Medika IHC guna membantu penanganan pasien Covid-19.

Acara peresmian dilakukan tiga menteri, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021).

Dengan peresmian ini, maka RSPJ Ekstensi Arafah siap melayani pasien covid-19. Sejumlah petinggi Pertamina juga ikut hadir menyaksikan peresmian ini, antara lain Komisaris Utama PBM IHC Farid Haryanto, Direktur Utama Pertamina Nieke Widyawati, Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat.

RSPJ Ekstensi Arafah menempati gedung Arafah yang berada di komplek Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede.

Dalam gedung empat lantai tersebut, pemerintah menyediakan 150 bed rawat isolasi Covid-19. Terbagi menjadi ruang instalasi gawat darurat (IGD) sebanyak 30 bed dan ruang rawat sebanyak 120 bed.

Ruang IGD yang berada di lantai dasar, terdiri dari 24 bed ICU dan 6 bed non-ICU. Sementara, ruang rawat yang berada di lantai 2, 3, dan 4 gedung Arafah ini memiliki 15 bed HCU dan 105 bed ICU.

RSPJ ekstensi juga dilengkapi dengan 74 unit mesin ventilato, 50 unit High Flow Nasal Canul (HFNC) dan 124 alat bantu pernapasan.

Fasilitas medis seperti oksigen sentral, negative pressure dengan hepafilter, Radiologi CT Scan, X Ray serta laboratorium klinik pun tersedia dalam rumah sakit ini.

Menag Yaqut menuturkan, keberadaan RSPJ Ekstensi Arafah ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak untuk saling bahu membahu menangani pandemi covid-19. Ia menyampaikan, kebersamaan ini harus menjadi kekuatan agar bangsa Indonesia dapat melewati pandemi covid-19 dengan baik.

Menag juga mengatakan bahwa Covid 19 adalah ujian sekaligus cara Tuhan untuk menjadikan bangsa Indonesia agar lebih besar dan kuat.

“Tidak ada sebuah bangsa yang tumbuh tanpa melewati berbagai ujian. Tugas kita adalah bagaimana mengkonversi ujian dan tantangan itu menjadi sebuah peluang yang akan menerbangkan sayap garuda terbang semakin tinggi,” tutur Menag.

“Kita pernah diuji dengan berbagai cobaan dan permasalahan kebangsaan, Penjajahan, bencana alam besar seperti Tsunami Aceh dan lainnya pernah kita rasakan bersama, namun semua itu berhasil kita llaui dengan baik,” imbuhnya.

Senada dengan Menag, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan kerjasama luar biasa yang dijalin dalam mewujudkan Rumah Sakit ini tidak akan sia-sia.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya bekerja, berpikir dan berjuang untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita,” tutur Erick

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Kementerian Agama dan Kementerian BUMN yang telah ikut serta dalam penanganan pandemi Covid 19 di Indonesia.

Dalam kesempatan ini Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat mengatakan, setelah diresmikan RSPJ Ekstensi Arafah sudah mulai menerima pasien. Usai diresmikan, sudah ada 20 pasien yang mendaftar untuk dirawat di rumah sakit ini. 

“Kami langsung melakukan gerak cepat, mengingat banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan medis dalam penanganan covid 19, sehingga malam ini kami langsung menerima pasien,” pungkas Fathema.

Diterbitkan di Berita

antaranews.com Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Agung Al Markazul Islamic Lhokseumawe, Aceh, Selasa (20/7/2021). Pelaksanaan shalat berjemaah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu digelar tanpa penerapan protokol kesehatan ketat.

 

Diterbitkan di Berita
 

Varian Delta menjadi penyebab lonjakan kasus Covid di sejumlah negara di Asia, bahkan sampai mengguncang infrasruktur kesehatan di negara-negara itu.  Apalagi vaksinasi di banyak negara Asia masih berjalan lamban, sehingga menimbulkan kekhawatiran virus itu terus menular.

Seberapa parah laju penularannya?

Perhatian saat ini adalah pada varian Delta, yang kali pertama dideteksi di India dan kini menjangkiti negara-negara tetangga di Asia. Bahkan Delta kini dijuluki Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai "varian yang paling menular hingga saat ini."

Nepal mengalami serangan yang sangat parah, lonjakan infeksinya sudah melampaui daya tampung fasilitas kesehatan setempat.

Jumlah kasus di Afghanistan mencetak rekor paling tinggi Juni lalu dan menteri kesehatannya, Wajid Majrooh, mengungkapkan bahwa 60% kasus di Ibu Kota Kabul akibat varian Delta.

WHO juga baru-baru ini melaporkan lonjakan kasus di Indonesia, Bangladesh, dan Thailand.

 

Shape of the pandemic in parts of Asia

BBC mencermati lebih detail atas apa yang terjadi di negara-negara tersebut.

 

Indonesia

Indonesia menerapkan lockdown di beberapa wilayah dan kemungkinan akan memperpanjang pemberlakuannya karena kasus penularan masih tinggi.

Jumlah kasus baru penularan dan kematian telah meningkat sejak awal Juni dan pemerintah mengakitkannya dengan varian Delta. Varian ini dideteksi dari 94% rangkaian tes di Indonesia dalam dua pekan terakhir, menurut laman pemantau Our World in Data (OWID).

Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menyatakan bahwa Indonesia di ambang bencana bersamaan meningkatnya kekhawatiran akan ketersediaan ranjang rumah sakit dan pasokan oksigen.

Vaksinasi di Indonesia terus digalakkan, namun hingga kini belum sampai 6% yang sudah menerima dosis penuh. Presiden Joko Widodo telah menargetkan satu juta vaksinasi per hari dan akan dilipatgandakan Agustus mendatang.

Di Indonesia, lebih dari 85% vaksin buatan China dan telah ada laporan bahwa sejumlah dokter dan tenaga kesehatan meninggal meski sudah menerima dosis penuh vaksin Sinovac.

Indonesia kini akan memakai vaksin Moderna sebagai dosis booster bagi tenaga kesehatan yang sudah dua kali disuntik dengan Sinovac.

Selain Sinovac, vaksin Sinopharm yang juga buatan China telah diizinkan WHO untuk penggunaan darurat.

 

Roads of Jakarta remain deserted even before the lockdown is implemented

Jalan-jalan utama di Jakarta lengang menjelang pemberlakuan PPKM Darurat GETTY IMAGES

 

Bangladesh

Memiliki perbatasan yang panjang dengan India, Bangladesh juga mengalami kenaikan kasus sejak pertengahan Mei. Varian Delta juga ditemukan dari 92% rangkaian tes di negara itu hingga 28 Juni lalu, menurut OWID.

Di tengah kenaikan kasus, negara itu mencabut pembatasan dan lockdown menjelang hari raya Idul Adha pekan ini. Pemerintah menyatakan akan kembali menerapkan lockdown yang lebih ketat lagi usai perayaan Idul Adha.

Walau Bangladesh lebih cepat dari banyak negara lain dalam memulai vaksinasi, namun ternyata berjalan lamban.

 

The government has deployed the army for strict enforcement of the lockdown.

Bangladesh kerahkan personel militer dalam menerapkan lockdown. GETTY IMAGES 

 

April lalu, Bangladesh terpaksa menunda vaksinasi setelah India menunda pengiriman vaksin AstraZeneca. Vaksinasi kini dilanjutkan lagi dengan pasokan Sinopharm asal China dan Pfizer yang disediakan lewat skema bantuan internasional Covax.

Belum sampai 3% dari populasi di Bangladesh yang sudah divaksin hingga 13 Juli lalu.

Thailand

Naiknya jumlah kasus dan kematian di Thailand dikaitkan pula dengan varian Delta, ungkap Departemen Ilmu Kedokteran. Direktur Jenderal Departemen Ilmu Kedokteran, Dr Supakit Sirilak, kepada media mengatakan bahwa varian Delta kini sudah menjalari 71 dari 77 provinsi di Thailand.

Sebanyak 62,6% dari total 3.300 kasus berasal dari varian Delta, menurut data resmi. Pemerintah Thailand kini mengumumkan lockdown di Ibu Kota Bangkok dan kawasan-kawasan lain yang juga berisiko tinggi.

Apalagi baru sekitar 5% rakyat Thailand yang sudah divaksinasi penuh pada akhir Juni. Beberapa pekan lalu Thailand membuka lagi wilayahnya untuk turis asing, namun kembali menerapkan beberapa pembatasan.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha beberapa waktu lalu kepada media mengaku bahwa pembukaan wilayah Thailand untuk turis asing mengundang "risiko yang harus kami terima sehingga rakyat Thailand bisa mendapat nafkah."

 

Mongolia has one of the highest vaccination rates in Asia

Mongolia dikenal sebagai negara dengan vaksinasi paling pesat di Asia. GETTY IMAGES

 

Bagaimana dengan negara-negara Asia lainnya?

Pakistan mengalami peningkatan kasus setelah sempat menurun signifikan pada Mei dan Juni, dengan 92% dari rangkaian tes di Kota Karachi menunjukkan varian Delta. Lalu baru 2% populasi di Pakistan yang sudah divaksinasi penuh.

Kasus di Mongolia menurun sejak awal Juli, setelah gelombang penularan yang parah saat mengalami satu dari tingkat penularan dan kematian tertinggi per kapita di Asia.

Kini lebih dari 50% populasi di negara itu sudah divaksinasi penuh - sebagian besar dengan vaksin Sinopharm buatan China. Tingkat vaksinasi yang tinggi itu muncul setelah pemerintah menargetkan "bebas covid di musim panas" (pertengahan tahun).

Beberapa laporan menunjukkan keterkaitan lonjakan kasus di negara-negara yang sangat bergantung pada vaksin-vaksin buatan China.

Namun seorang pejabat di Mongolia Juni lalu mengatakan bahwa kenaikan kasus terjadi setelah negaranya mencabut lockdown, bukan karena vaksin asal China tidak efektif.

Diterbitkan di Berita
Nafilah Sri Sagita K - detikHealth Jakarta - Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengklaim efek PPKM darurat sudah menunjukkan tren penurunan kasus COVID-19. Namun, untuk benar-benar menangani kasus COVID-19 terkendali, dibutuhkan penanganan lebih ketat.

"Saat ini, penerapan PPKM Darurat secara bertahap sudah menunjukkan hasilnya dan salah satunya adalah penurunan mobilitas dan penurunan jumlah kasus harian," kata dia dalam konferensi pers Selasa (20/7/2021).

"Namun demikian untuk memastikan kasus dapat sepenuhnya terkendali, maka dibutuhkan upaya dan kerja keras yang lebih kuat lagi," sambungnya.

Masyarakat diimbau Wiku untuk tidak panik menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Alih-alih panik, warga lebih baik terus menaati protokol kesehatan agar kasus COVID-19 segera melandai dan terkendali.

"Oleh karena itu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan berupaya keras agar secepatnya lonjakan kasus di indonesia ini akan segera melandai dan terkendali," kata dia.

"Dimohon masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang, jika protokol kesehatan terus diterapkan, peluang penularan tentunya akan semakin rendah," pungkasnya


(naf/up)

Diterbitkan di Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 38.325 pada hari ini, Selasa (20/7). Dengan demikian, total kasus positif Covid di Indonesia sejak yang pertama diumumkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret 2020 kini menjadi 2.950.058 orang.

Dari angka kumulatif itu sebanyak 2.323.666 orang sembuh (bertambah 29.791) dan 76.200 meninggal (bertambah 1.280).

Alhasil, kasus aktif positif baik yang isolasi mandiri maupun dirawat ada 550.192 pasien, atau bertambah 7.254 orang dari sehari sebelumnya. Untuk suspek yang tercatat di nusantara ada 267.333 orang.

Sementara itu, dari data seluruh laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia hingga pukul 12.00 WIB hari ini telah 179.275 spesimen diperiksa

Sehari sebelumnya, Senin (19/7) jumlah akumulatif kasus positif Covid di Indonesia adalah 2.911.733 orang. Sementara pasien positif yang sembuh 2.293.875 orang, dan yang meninggal 74.920 orang.

Pemerintah terus berupaya menekan laju penularan Covid-19, salah satunya menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali serta sejumlah daerah lainnya hingga 20 Juli ini. Namun, upaya tersebut dinilai sejumlah epidemiolog belum berhasil.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan PPKM Darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli. Menurutnya, perpanjangan PPKM Darurat sudah diputuskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Kabinet Terbatas.

Sementara sejumlah aturan perjalanan juga diperketat selama libur Iduladha 18-25 Juli mendatang. Bagi orang yang bepergian menggunakan kereta maupun pesawat harus menyertakan sejumlah dokumen.

Rencananya pemerintah akan segera mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat. Namun hingga Selasa petang, saat berita ini diterbitkan, belum ada kepastian pengumuman mengenai rencana tersebut.

(kid)

 

Diterbitkan di Berita
Agus Tri Haryanto - detikInet Jakarta - Hoax dan disinformasi yang berkaitan dengan virus Corona (COVID-19) masih terus beredar luas, terutama di media sosial.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate telah melakukan pertemuan secara virtual dengan para pengelola media sosial yang beroperasi di Indonesia pada Minggu (18/9).

Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan banjir informasi yang tidak tepat dan sangat mempengaruhi laju pemulihan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Penyebaran berita bohong sangat memengaruhi pemikiran manusia, yang menjadi taruhan adalah nyawa saudara-saudara kita sebangsa Indonesia. Sudah banyak yang menjadi korban dari penyebaran infodemi yang kian masif ini, kita tidak boleh menyerah kalah," tutur Johnny.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia telah menginstruksikan kepada semua platform digital untuk lebih proaktif melakukan penanganan konten hoax, turut mengamplifikasi pesan yang membangun optimisme dan kekuatan bangsa, serta turut menyebarkan informasi kebijakan dan penanganan COVID-19 oleh pemerintah, termasuk percepatan vaksinasi dan penanganan protokol kesehatan.

Berikut temuan Kominfo menyangkut infodemi yang masih beredar di media sosial:

1. Infodemi yang terkait dengan hoax dan disinformasi COVID-19

Sepanjang 23 Januari hingga 2020 hingga 18 Juli 2021 telah ditemukan 1.763 isu hoax COVID-19 yang tersebar ke dalam 3.817 postingan media sosial, di mana 3.356 postingan di antaranya telah diturunkan atau di-take down.

Beragam temuan tersebut ditindaklanjuti dengan penegakan hukum oleh Kepolisian RI terhadap 767 kasus yang dilakukan sampai dengan 15 Juli 2021.

Temuan hoax ini menyangkut isu antara lain pemelintiran informasi bahwa rumah sakit sengaja meng-covid-kan para pasien yang data demi keuntungan komersil hingga kabar sehat bahwa COVID-19 merupakan konspirasi.

2. Infodemi yang terkait dengan hoax dan disinformasi Vaksin COVID-19

Sepanjang 4 Oktober 2020 hingga 18 Juli 2021 telah ditemukan 252 isu hoax vaksin COVID-19 pada 1.850 postingan media sosial, di mana seluruhnya telah ditangani atau di-take down.

Temuan hoax ini menyangkut isu, di antaranya vaksin yang menyebabkan gelombang radiasi elektromagnetik, informasi keliru yang menuding bahwa vaksin menyebabkan kematian, dan juga informasi keliru yang menyatakan bahwa penyebaran COVID-19 varian Delta disebabkan karena vaksinasi.

3. Infodemi yang terkait dengan hoax dan disinformasi PPKM Darurat

Sepanjang 4 Juli hingga 18 Juli 2021 telah ditemukan 25 isu hoax PPKM Darurat pada 209 postingan media sosial, di mana 136 postingan di antaranya telah ditangani atau di-take down.

Temuan hoax ini utamanya menyangkut informasi keliru tentang penolakan PPKM Darurat di berbagai daerah, serta pemahaman yang salah mengenai perpanjangan PPKM Darurat.

(agt/fay)

Diterbitkan di Berita

LONDON, KOMPAS.com - Ada andil pemuda Indonesia di balik terciptanya vaksin Covid-19 AstraZeneca, yaitu hasil kerja Indra Rudiansyah (29) mahasiswa di Universitas Oxford.

Indra tergabung bersama tim Jenner Institute pimpinan Profesor Sarah Gilbert, ilmuwan Inggris yang mendapat standing ovation saat hadir di laga pembuka kejuaraan tenis akbar Wimbledon 2021.

Sejak 20 Januari 2020, tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group bekerja sama menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford.

"Saya tentunya sangat bangga bisa tergabung dalam tim untuk uji klinis vaksin Covid-19 ini, meskipun ini bukan penelitian utama untuk thesis saya," ujar Indra Rudiansyah kepada ANTARA London, 23 Juli 2020.

Mahasiswa S3 Clinical Medicine di Universitas Oxford itu mengungkapkan, penelitian utamanya untuk thesis sebenarnya adalah vaksin malaria.

Namun, keikutsertaannya di tim Jenner Institute merupakan real case dari penelitian vaksin untuk menyelamatkan banyak orang.

 

Ilustrasi vaksin AstraZeneca(Shutterstock/Dimitris Barletis)

 

Ketika wabah Covid-19 mengalami eskalasi menjadi pandemi, semua aktivitas di kampus tutup kecuali untuk bidang yang terkait Covid-19. Lab kemudian kekurangan orang, padahal penelitian tentang Covid-19 membutuhkan banyak sumber daya manusia.

Saat itulah project leader-nya membuka pintu bagi siapapun yang ingin bergabung, dan Indra Rudiansyah masuk ke tim untuk membantu uji klinis.

Di tim, mahasiswa yang mendapat beasiswa dari LPDP ini bertugas menguji antibody response dari para relawan yang sudah divaksinasi. Ia memiliki pengalaman terlibat dalam pengembangan vaksin rotavirus dan novel polio di Biofarma setelah lulus dari ITB.

Bekerja cepat Pemuda asal Bandung lulusan S1 Mikrobiologi ITB itu bercerita, dia dituntut selalu bekerja dengan baik, cepat, dan siap dengan perubahan rencana karena kondisi yang serba dinamis.

Proses pengembangan vaksin AstraZeneca pun sangat cepat, karena dalam enam bulan sudah menghasilkan data uji preklinis dan inisial data untuk safety, serta imunogenitas di manusia.

"Biasanya untuk vaksin baru paling tidak memerlukan waktu lima tahun hingga tahapan ini," terang alumnus S2 Bioteknologi ITB dengan Fast Track Program tersebut.

 

Indra Rudiansyah

Indra Rudiansyah(Dok. Pribadi)

 

Dalam prosesnya, studi dilakukan terhadap 560 orang dewasa yang sehat, termasuk 240 orang berusia di atas 70 tahun. Hasilnya, vaksin virus corona AstraZeneca lebih dapat ditoleransi pada orang yang lebih tua daripada orang dewasa muda.

Lebih dari 600 juta dosis vaksin AstraZeneca kini telah dipasok ke 170 negara di seluruh dunia, termasuk 100 negara lebih yang tergabung dalam COVAX.

Meski harganya termurah, efikasi atau kemanjuran vaksin AstraZeneca cukup tinggi, termasuk mencegah infeksi Covid-19 varian Delta hingga 92 persen.

Baca juga: Mengenal Vaksin AstraZeneca yang Diklaim Efektif Lawan Varian Delta Pesan untuk Indonesia Saat dihubungi Kompas.com pada 17 Januari 2021, Indra Rudiansyah menyampaikan pesan kepada Indonesia yang sedang dalam proses vaksinasi nasional.

“Jadi, sebenarnya vaksin yang ada sekarang ini (dan sudah mulai diberikan pada masyarakat) kan bisa dikatakan sebagai emergency used ya sehingga clinical trial itu masih terus berjalan," jelas pemuda kelahiran 1 September 1991 tersebut.

"Pasien yang sudah divaksinasi akan terus dipantau. Menurut data yang diumumkan, (semua jenis) vaksin ini memiliki efektivitas hingga enam bulan,” imbuhnya.

Indra Rudiansyah juga sedikit memberikan pandangannya terhadap vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia.

Ia menyebut, vaksin Sinovac memang benar dapat melindungi seseorang dari gejala berat Covid-19 seperti halnya vaksin Pfizer dan AstraZeneca, tetapi belum menjamin kebal dan tidak akan terinfeksi.

 

Ilustrasi Vaksin Sinovac

Ilustrasi Vaksin Sinovac(SHUTTERSTOCK/Shan_shan )

 

“Bisa terhindar dari penyakit akibat virus corona. Meski begitu, (masyarakat) tetap harus waspada. Sebab, sampai saat ini belum ada data apakah semua vaksin bisa mencegah seseorang dari terinfeksi," tutur Indra.

Artinya, sambung Indra, seseorang yang divaksin masih bisa terinfeksi dan dapat menularkan ke orang lain.

Selain itu, Indra juga mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap taat pada protokol kesehatan yang berlaku, dan yang bisa bekerja dari rumah sebisa mungkin jangan keluar untuk keperluan tidak mendesak.

“Indonesia ini kan dibangun dari mikroekonomi. Banyak dari mereka adalah pedagang dan harus keluar rumah mencari uang. Tidak bisa disalahkan karena mereka tetap harus menyambung hidup."

"Nah, yang bekerja dari rumah ini kan sebenarnya privilege (hak istimewa). Jadi, sebisa mungkin jangan egois ingin keluar rumah dengan alasan bosan atau ingin hiburan,” pungkas Indra Rudiansyah alumnus Beswan Djarum 2011-2012.


Editor : Aditya Jaya Iswara

 

Diterbitkan di Berita

KBRN, Jakarta: PT Harsen Laboratories selaku produsen obat Ivermectin dengan merek Ivermax12 menyampaikan sejumlah permintaan maaf kepada BPOM dan masyarakat Indonesia, atas penyampaian informasi berlebihan dari perusahaan tentang Ivermax12 berkhasiat dalam penyembuhan Covid-19.

"PT Harsen Laboratories menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas informasi yang berlebihan (overclaim) tentang produk Ivermax12 yang kami produksi dan distribusikan.

Kami klarifikasi di sini bahwa izin edar yang kami terima dari BPOM RI untuk Ivermax12 adalah untuk pengobatan cacingan dan bahwa benar Ivermax12 adalah obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter," demikian permintaan maaf tertulis dari Presiden Direktur PT Harsen Laboratories, yang dimuat dalam iklan Harian Kompas, halaman 11, dan dilansir CNN Indonesia, Minggu (18/7/2021).

Haryoseno mengakui, atas klaim berlebihan sejumlah perwakilan perusahaannya di sejumlah media massa, mengakibatkan banyak masyarakat membeli obatnya secara berlebih dan tanpa resep dokter.

"Di berbagai media massa, Sdr Sofia Koswara, Iskandar Purnomo Hadi, dan dr Riyo Kristian Utomo, yang menyebut diri masing-masing sebagai Vice President, Direktur Komunikasi dan Direktur Marketing PT Harsen Laboratories, telah menggiring opini masyarakat untuk melakukan pengobatan Covid-19 sendiri, dan mengakibatkan masyarakat membeli Ivermax12 tanpa resep dan pengawasan dari dokter," tuturnya menambahkan.

Haryoseno juga mengakui pernyataan-pernyataan ketiganya di berbagai media massa telah merugikan integritas dan nama baik Badan POM.

Melalui permintaan maaf tersebut, PT Harsen juga memastikan akan menjalankan rekomendasi dan sanksi yang diberikan BPOM. 

Poin ini menindaklanjuti hasil inspeksi BPOM di salah satu fasilitas produksi Ivermectin, beberapa waktu lalu.

"BPOM RI telah memberikan sanksi kepada PT Harsen Laboratories berupa Penghentian Sementara Kegiatan Fasilitas Produksi Ivermax12," ujar Haryoseno.

Diketahui sebelumnya, awal Juni lalu, Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan penggunaan bahan baku Ivermectin yang diklaim sebagai obat Covid-19 oleh PT Harsen tidak melalui jalur resmi atau ilegal. 

Penny bahkan menilai proses distribusi obat dengan nama dagang Ivermax 12 juga bermasalah.

"Aspek yang tidak memenuhi adalah penggunaan bahan baku Ivermectin dengan pemasukan tidak melalui jalur resmi. Kategorinya tidak memenuhi ketentuan atau ilegal," ucap Penny melalui konferensi video, Jumat (2/7/2021).

Pertama, kemasan yang dipakai untuk obat tersebut tidak siap edar. 

Kedua, distribusinya tidak melalui jalur distribusi resmi. 

Terakhir, Penny juga mengatakan, PT Harsen tidak mencantumkan masa kedaluwarsa sesuai dengan yang dikeluarkan oleh BPOM.

PT Harsen Laboratories sebelumnya menyebut BPOM telah memblokir gudang Ivermectin. 

Direktur Marketing PT Harsen Laboratories, Riyo Kristian Utomo, menyebut, BPOM sudah melakukan sidak di gudang Ivermectin dan memblokir obat keluar dari pabrik sejak Selasa (29/6/2021).

"BPOM telah menghambat upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari Covid. Sebagai lembaga negara, BPOM seharusnya yang paling bertanggung jawab melindungi rakyat, bukan melucuti senjata rakyat melawan Covid," kata Riyo dalam keterangan tertulis.

Riyo mengklaim Ivermectin telah terbukti ampuh menyembuhkan Covid-19, dengan mengambil contoh penggunaan Ivermectin di Kabupaten Kudus. 

Diterbitkan di Berita

sindonews.com JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dijadwalkan meresmikan rumah sakit (RS) ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede , sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 .

Peresmian dilakukan pada Senin 19 Juli 2021 siang nanti. Tak hanya Erick Thohir, agenda tersebut juga dihadiri Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

"Acara peresmian RS Ekstensi Asrama Haji sebagai RS Rujukan Covid-19, yang akan dilakukan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas," demikian bunyi undangan Kementerian BUMN yang diterima MNC Portal Indonesia.

Sebelumnya pemerintah memastikan pengoptimalan Asrama Haji, Pondok Gede, sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Kapasitasnya juga akan ditambah, dari tiga menjadi lima gedung dengan daya tampung mencapai 988 pasien.

Awalnya, satu gedung di asrama haji pondok gede sudah dimanfaatkan RS untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

(akr)

Diterbitkan di Berita