Merdeka.comBagi sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan merek mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla. Mobil ini dikenal memiliki berbagai tekhnologi canggih.

Salah satunya adalah fitur autopilot yang memungkinkan kendaraan bisa melaju sendiri tanpa kendali manusia.

Siapa sangka, dibalik canggihnya fitur Full-Self-Driving pada mobil Tesla tersebut ternyata ada sosok wanita asal Indonesia bernama Moorisa Tjokro. Ia menjadi satu-satunya Autopilot Software Engineer perempuan yang bekerja di perusahaan Tesla, California.

Berikut informasi selengkapnya:

 

Sosok Moorisa Tjokro

Instagram/@omg.indonesia.id ©2021 Merdeka.com

 

Moorisa merupakan Warga Negara Indonesia yang telah bekerja di perusahaan Tesla, California, Amerika Serikat sejak tahun 2018 lalu. Ia menjadi satu-satunya wanita dari 6 Autopilot Software Engineer yang bekerja di perusahaan tersebut.

Dilansir dari unggahan di Instagram @omg.indonesia.id seperti yang diberitakan VOA, ia dipercaya oleh pihak Tesla untuk ikut menggarap fitur swakemudi Full-Self-Driving di perusahaan tersebut.

Moorisa dipercaya mengerjakan bagian Computer Vision, untuk membuat mobil seakan bisa melihat dan mendeteksi lingkungan sekitar.

 

Dikontak Langsung Oleh Perusahaan

Instagram/@omg.indonesia.id ©2021 Merdeka.com

 

Diketahui jika Moorisa dihubungi langsung oleh pihak perusahaan Tesla dan direkrut tanpa tes. Ia dihubungi setelah salah satu temannya mengirim resume tentang dirinya ke pihak Tesla.

"Sekitar dua tahun yang lalu, temanku sebenarnya intern (magang) di Tesla. Dan waktu itu dia sempat ngirimin resume-ku ke timnya. Dari situ, aku tuh sebenarnya enggak pernah apply, jadi langsung dikontak sama Tesla-nya sendiri. Dan dari situlah kita mulai proses interview," kata Moorisa.

Sebelum menjadi insinyur softaware enginerr di Tesla, Moorisa disebut terlebih dahulu dipercaya sebagai Data Scientist yang menangani seputar perangkat lunak mobil.

Saat ini, Moorisa lebih banyak ditugaskan untuk mengevaluasi perangkat lunak autopilot dan melakukan pengujian terhadap kinerja mobil.

 
Instagram/@omg.indonesia.id ©2021 Merdeka.com

 

Jadi Satu-satunya Perempuan di Tim-nya

 
Instagram/@omg.indonesia.id ©2021 Merdeka.com

 

Sebagai seorang insinyur, Moorisa menjadi satu-satunya wanita dalam tim-nya yang bertanggung jawab atas fitur autopilot di mobil Tesla. Dalam melakoni pekerjaannya, ia pun mengungkapkan tantangan yang dialaminya.

"Jadi tantangannya kurang role model si sebagai cewek di dunia ini, jadi lebih susah termotifasi untuk menjadi eksekutif," kata Moorisa.

Lebih lanjut, Moorisa menyebut jika pekerjaannya yang bertanggung jawab me-manage fitur autopilot di Tesla ini cukup sulit. Ia bahkan menghabiskan waktu sekitar 60-70 jam seminggu untuk bekerja.

Pesan-Pesan Moorisa

Di akhir video, Moorisa memberikan pesan motivasi untuk seluruh generasi muda. Menurutnya, dalam meraih cita-cita dalam bidang apapun harus dimulai dengan mengikuti kata hati.

“Walaupun mungkin banyak orang yang enggak setuju atau berpikir keputusan kita bukan yang terbaik, we have to follow our hearts (dan) karena ketika kita follow our hearts, kita enggak mungkin nyesel,” pesan Moorissa.

 

 
Instagram/@omg.indonesia.id ©2021 Merdeka.com

 

Dikutip dari laman Tesla, fitur Full-Self-Driving pada mobil Tesla sendiri dirancang agar kendaraan dapat melakukan perjalanan jarak pendek dan jauh tanpa perlu tindakan apa pun oleh orang yang duduk di kursi pengemudi.

Yang perlu dilakukan pemilik mobil adalah, masuk mobil dan menginput lokasi ke mana harus pergi.

Jika pengendara tidak menginput lokasi tujuan, mobil akan melihat kalender pemilik kendaraan dan membawanya ke tempat tujuan sesuai lokasi di kalender, atau menuju rumah jika tidak ada agenda di kalender.

Diterbitkan di Berita