aartreya.com JAKARTA – Ratusan massa aksi pendukung Rizieq terlibat bentrok dengan petugas kemanan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, tak jauh dari arena sidang vonis Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Tmir, Kamis (24/6/2021).

Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan sidang vonis kasus swab RS Ummi Bogor dengan terdakwa Rizieq yang di gelar di PN Jakarta Timur, hari ini.

Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98 Anto Kusumayuda berkomentar, bentrokan pendukung Rizieq tersebut sudah diskenariokan.

Dia juga menuding ada actor intelektual yang menggerakan massa dan membuat kekisruhan dilingkungan PN Jakarta Timur saat vonis Rizie.

“Ada dugaan terencana. Tujuanya diduga ingin memojokan Jokowi. Karena, massa akai yang hadir mayoritas merupakan para pembenci Jokowi dan disinyalir anti pemerintah,” tandasnya kepada media online ini,

Anto berujar, pengerahan massa aksi tersebut merupakan suatu hal yang sudah dari jauh hari direncanakan.

“Sudah ada pengkondisian pengerahan massa. Polisi harus mendalami, mengusut dan tangkap actor intelektual atau dalang penggeraknya.

Yang dilakukan mereka sudah jelas menyalahi, membuat kerumunan saat Covid-19 sedang tinggi. Mereka ingin menyumbangkan tambahan kasus positif Covid-19 baru dengan cara itu. Dan, ujungnya Jokowi yang nantinya dituding gagal kendalikan pandemic dan Covid,” tandasnya.

Ia juga meminta Presiden Jokowi untuk menindak tegas para petualang politik yang memanfaatkan situasi sekarang untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini.

Menurut Anto, bentrok pendukung HRS dengan aparat kepolisian di PN Jakarta Timur bagian pemanasan untuk menjatuhkan Jokowi.

“Ada ekonom senior yang membuat pernyataan provokasi pemerintahan Jokowi tidak bisa bertahan dalam dua tahun. Provokasi ekonom senior ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Selain itu, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kata Anto akan dipakai pemanasan untuk menjatuhkan Presiden Jokowi.

“Kampus-kampus sedang konsolidasi untuk membuat isu pelemahan KPK dengan tujuan akhir menjatuhkan Jokowi. Jadi, kami PPJNA 98 mendesak Kepolisian segera tangkap dalang penggerak aksi massa pendukung Rizieq,” tandasnya. (Nesto)

Diterbitkan di Berita