JAKARTA, REQNews – Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal ikut mengomentari berita soal anjing yang diusir hingga mati demi wisata halal di Aceh. Menurutnya membunuh binatang termasuk anjing perbuatan haram.

Akhmad mengungkapkan pendapatnya bahwa wisata halal dengan membunuh anjing itu sama saja dengan wisata haram.

“Menyiksa apalagi membunuh binatang termasuk anjing itu haram. Dosa menurut Islam,” katanya melalui akun Twitter @sahaL_AS pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

“Wisata Halal tapi dengan bunuh anjing = Wisata Haram,” tambahnya.

Akhmad Sahal menyinggung bahwa dalam hadits Nabi, ada cerita soal pelacur yang masuk surga karena memberi minum seemor anjing.

Akhmad Sahal juga bercerita, ada perempuan yang masuk neraka karena menyiksa kucing.

Sebelumnya viral sebuah vdeo memilukan pengusiran anjing oleh aparat demi kawasan wisata halal di Aceh.

Video yang menjadi viral usai dibagukan akun Twitter @gregorius itu memicu kemarahan publik karena dinilai brutal.

Diterbitkan di Berita

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Komunitas pencinta satwa Animal Defenders sejak 2 Juli 2021 mengevakuasi sekitar 40 hewan peliharaan. Hewan peliharaan berupa anjing dan kucing dievakuasi dari pemiliknya yang terpapar Covid-19.

Ketua dan pendiri Animal Defenders Doni Herdaru Tona mengatakan, kucing dan anjing dievakuasi karena rentan tak terawat ketika pemiliknya diisolasi akibat terpapar virus corona.

"Kami sejak 2 Juli 2021, mengevakuasi laporan kasus hewan-hewan yang pemiliknya terkena Covid-19," kata Doni kepada wartakotalive.com, Minggu (8/8/2021). "Ada 40-an anjing dan kucing yang sedang dan selesai kami tangani," katanya lagi.

Menurut Doni, ada 6 anjing dievakuasi yang detia menjaga jenazah majikannya yang meninggal karena virus corona di rumah. Peristiwa itu terjadi di BSD, Serpong, Tangerang Selatan, sekitar 2 pekan lalu ketika pasien Covid-19 sedang menjalani isolasi mandiri (isoman)

"Keenam anjing itu menjaga jenazah pemiliknya yang wafat saat menjalani isoman di rumah," kata Doni. Menurut Doni, evakuasi terhadap anjing dilakukan agar tim tenaga kesehatan dapat mengevakuasi jenazah.

Serta dapat melakukan pemulasaran dan pemakaman terhadap jenazah Covid-19. "Saat tim kami mengevakuasi 6 anjing dari rumah itu, kami juga menggunakan alat pelindung diri atau APD lengkap," ujarnya.

Menurut Doni, dia belum menemukan puluhan hewan peliharaan yang dievakuasinya mengalami sakit atau gejala terpapar corona sampai saat ini. "Kami belum menemukan gejala anjing-anjing dan kucing-kucing ini, sakit sama sekali. Semua sehat-sehat saja."

"Dan kami belum melakukan tes pada hewan ini, karena itu ranah dokter hewan yang menjadi rekanan kami," kata Doni. Mengenai kondisi kesehatan hewan-hewan itu, Doni memastijan semua dalam kondisi baik dan tidak ada gejala Covid-19.

"Juga pada anjing-anjing yang menjaga jenazah pemiliknya yang wafat saat isoman di rumah," kata Doni. Doni mengatakan, pihaknya tidak melakukan swab kepada anjing dan kucing yang dievakuasi itu.

"Kami tidak swab hewan-hewan ini, karena patokan kami dari WHO yang menyatakan belum ada bukti ilmiah apa pun bahwa hewan bisa menularkan Covid," ujarnya. "Kami perlakukan mereka seperti layaknya benda-benda lain yang bisa jadi penyebar virus dan bakteri," ujarnya.

Hewan-hewan itu wajib dibersihkan atau dicuci memakai sabun dan shampoo. Doni menuturkan, dari keterangan ahli, manusia bisa menulari virus corona ke hewan, tapi tidak sebaliknya.

"Jadi, hewannya yang dirugikan. Sementara hipotesanya begitu," kata dia. Sementara itu, Dokter RA Adaninggar, SpPD, yang akrab disapa Dokter Ning (36) memastikan bahwa virus Covid-19 bisa ditularkan dari manusia ke hewan, tapi tidak sebaliknya.

"Iya bisa virus Covid-19 ditularkan dari manusia ke hewan. Tapi belum ada bukti dari hewan menulari manusia," kata Dokter Ning kepada wartakotalive.com, Minggu (8/8/2021).


Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Intan Ungaling Dian

 

Diterbitkan di Berita