Cetak halaman ini

Survei IPN: Elektabilitas Prabowo Turun Drastis jika Dipasangkan dengan Gibran

Rabu, 11 Oktober 2023 05:54
(0 pemilihan)

Liputan6.com, Jakarta Elektabilitas Prabowo Subianto akan menurun jika dipasangkan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada pilpres 2024. Hal ini tergambar dalam hasil survei terbaru Lembaga survei Indikator Politik Nasional (IPN) yang dirilis Selasa, 10 Oktober 2023. 

Direktur Riset IPN, Wahyu Sanjaya, menjelaskan Prabowo Subianto selalu memuncaki elektabilitas tertinggi dibandingkan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

"Namun, jika dipadukan dengan pasangan yang ada, seperti Prabowo-Gibran, minat responden dalam memilih justru menurun dibandingkan jika disandingkan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atau Menteri BUMN Erick Thohir," ujar Wahyu dilansir Antara.

Wahyu menjelaskan, Menteri Pertahanan itu jika dipasangkan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan elektabilitas sebesar 62,4 persen. Sementara, jika dipasangkan dengan Erick Thohir memperoleh 16,3 persen.

Sedangkan jika Prabowo dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka hanya memperoleh 5,1 persen suara. Dan, bila Prabowo dipasangkan dengan Airlangga Hartarto mendapatkan sebesar 2,8 persen suara. Ada yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab yakni sebesar 13,4 persen.

Sanjaya menjelaskan mayoritas responden atau sebanyak 67,7 persen tidak mendukung dan sangat tidak mendukung jika Prabowo Subianto memilih Gibran sebagai pasangan.

Hanya sebagian kecil atau 11 persen yang mendukung Gibran sebagai cawapres Prabowo. Yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab sebanyak 20,3 persen responden.

Jika Prabowo tetap memaksakan Gibran sebagai cawapresnya, maka sebanyak 60,1 persen responden akan mengalihkan dukungan kepada kandidat lain.

"Responden yang tetap memilih Prabowo Subianto dan Gibran hanya tersisa 10,3 persen responden dan yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 29,6 persen," ungkap Wahyu.

Survei publik Indikator Politik Nasional digelar 12-26 September 2023, mengambil populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, di 34 provinsi di Indonesia. Dari populasi itu dipilih secara acak sebanyak 1.500 responden, dengan margin of error 3.05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metodologi pengumpulan suara menggunakan multistage random sampling atau cara pengambilan sampel dengan menggunakan kombinasi dari 2 (dua) atau lebih metode pengambilan sampel yang berbeda. Para responden diwawancara melalui telepon oleh tim survei Indikator Politik Nasional.

Survei Poltracking: jika Duet dengan Gibran, Prabowo Kalah dari Ganjar

Sebelumnya, survei terbaru Poltracking juga menggambarkan hal yang sama. Dalam simulasi pasangan capres-cawapres pilpres 2024 yang dibuat, hasilnya, duet antara Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno menjadi pasangan paling banyak dipilih dalam pilpres 2024.

Ganjar-Sandi menang ketika disimulasikan bertarung dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Yang memimpin justru adalah Ganjar. Ini sinkron dengan hasil cawapres yang individu, memang nama Gibran belum terlalu tinggi," kata Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam paparan hasil surveinya secara daring, Sabtu (7/10/2023).

Dalam data yang dipaparkan, pasangan Ganjar-Sandi memperoleh elektabilitas sebesar 31,9 persen. Sementara, Prabowo-Gibran menempati peringkat kedua dengan angka persentase sebesar 30,9 persen.

Sedangkan pasangan Anies-Cak Imin masih menempati urutan ketiga dengan persentase elektabilitas sebesar 18,9 persen. "Tidak tahu atau tidak jawab sebesar 18,3 persen," ujar Arya Budi.

Diketahui, survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada tanggal 3-9 September 2023 dengan melakukan wawancara tatap muka langsung dengan 1.220 responden yang dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Dengan metode ini, margin of error yang diterapkan sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

 
Baca 431 kali
Bagikan: