JAKARTA, KOMPAS.TV- Pada momen Hari Pahlawan 10 November, lagu "Gugur Bunga" kerap diperdengarkan, karena mengungkapkan rasa hormat sekaligus kesedihan pada sosok pahlawan yang sudah gugur. Lagu “Gugur Bunga” ditulis oleh Ismail Marzuki, seorang komponis legendaris Indonesia yang juga seorang pahlawan nasional. Lagu ini memang diciptakan oleh Ismail Marzuki pada 1945, tidak lama setelah Indonesia merdeka. Ketika suasana Indonesia, khususnya Jakarta, tidak menentu karena kekuatan kolonial Belanda belum sepenuhnya beranjak pergi. Beberapa pertempuran sporadis masih sering terjadi di beberapa tempat. Pada peristiwa inilah banyak para pemuda yang tewas dalam mempertahankan kemerdekaan. Termasuk peristiwa 10 November di Surabaya. Mengutip Grid, id, lagu "Gugur Bunga" diciptakan oleh Ismail Marzuki pada tahun 1945, sebagai bentuk penghormatannya kepada para pahlawan. Selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, ada ribuan bahkan ratusan ribu pahlawan, tentara, dan rakyat Indonesia yang meninggal. Isi syair dari lagu Gugur Bunga ini adalah menceritakan pahlawan Indonesia yang gugur dalam medan perang saat membela bangsa dan negaranya. Lagu Gugur Bunga juga menggambarkan rasa sedih karena telah ditinggalkan atau kehilangan pahlawan yang digambarkan seperti bunga dan meski gugur satu, nantinya akan tumbuh seribu pahlawan baru. Hal ini juga menggambarkan adanya keyakinan bahwa generasi selanjutnya dapat menjadi pahlawan bagi bangsa dan negaranya sendiri. Lirik Lagu Gugur Bunga Betapa hatiku takkan piluTelah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedihHamba ditinggal sendiri Siapakah kini pelipur laraNan setia dan perwira Telah gugur pahlawankuTunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribuTanah air jaya sakti Gugur bungaku di taman baktiDi haribaan pertiwi Harum semerbak menambahkan sariTanah air jaya sakti Telah gugur pahlawankuTunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribuTanah air jaya sakti Telah gugur pahlawankuTunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribuTanah air jaya sakti Betapa hatiku takkan piluTelah gugur pahlawanku Betapa hatiku tak akan sedihHamba ditinggal sendiri Sumber: https://www.kompas.tv/article/346931/sejarah-lagu-gugur-bunga-karya-ismail-marzuki-penghormatan-buat-pahlawan-yang-gugur?page=all